SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Keluar Dari Dimensi Kegelapan


__ADS_3

Yan Liyan yang sedang menggendong Bing Hua, tiba-tiba merasakan aura dari naga Kegelapan yang berada di dalam kawah besar hasil dari serangan naga Es tadi.


Yan Liyan langsung menjauh dan diikuti oleh dua binatang kontraknya.


"Ini Mustahil! bagaimana mungkin dia dapat bertahan dari serangan semacam itu!" Jiu Wei dengan ekspresi terkejut sekaligus mempersiakan 9 bola elemen bersiap kapan saja untuk menyerang sang naga Kegelapan.


Namun. Tidak lama kemudian muncul sosok roh naga Kegelapan dari dalam kawah tersebut.


Sosok roh dari naga itu memandang kearah Yan Liyan dan yang lainya.


"Apa kalian tidak tahu jika sosok yang akan mati di dalam dimensi ini akan menjadi roh, yang berarti aku akan tetap abadi dan hanya menunggu waktu untuk menemukan wadah." ucapnya dengan senyuman sinis penuh penghinaan terhadap Yan Liyan


"Dan ya. Aku dan tuan ku akan menunggu kalian di dimensi Utara, Akan aku pastikan jika aku akan membalas kekalahanku ini! asal kau tahu jika tuanku telah memperkirakan ini semua, semua ini berada dalam rencananya." ucapnya lalu menghilang dari tempat itu.


Yan dan yang lain sangat terkejut ketika mendengar ucapan dari naga hitam tadi.


Yan Liyan baru menyadari jika apa yang dikatakan oleh naga Kegelapan itu memang benar.


Dan soal tuan dari tuan naga Kegelapan, membuat Yan Liyan sangat penasaran dengan identitasnya.


"Naga Kegelapan yang terkenal sangat arogan, mengangung-agungkan sosok yang disebutnya tuan, sebenarnya siapa sosok itu?" gumam Mei Lin penuh tanda tanya.


"Cih.. Apa peduliku, Aku akan berlatih dengan sangat keras agar dapat membunuh naga sialan itu!!" Jiu Wei penuh dengan tekad yang membara.


Jiu Wei lalu menyentuh Bing Hua dengan ekor nya setelah itu mereka berdua menghilang dari tempat itu menuju ruang invetory sistem.


Yan Liyan dan Mei Lin hanya terdiam ketika melihat hal tersebut, seolah telah biasa dengan sikap Jiu Wei yang sesuka hatinya.


Yan Liyan lalu melesat menuju kearah para roh yang berkumpul, mereka telah memusnahkan ribuan burung gagak darah iblis, atau lebih tepatnya sebagian besar gagak darah iblis mati karena membeku akibat teknik yang dikeluarkan oleh naga Es tadi.


Sesampainya di sana...


Yan Liyan melihat tubuh para roh iblis itu mulai memudar menjadi butiran cahaya.


Tiga roh yang Yan Liyan temui tadi berdiri didepanya sambil tersenyum kepadanya.


"Terimakasih atas bantuanmu anak manusia, sehingga kami dapat beristirahat dengan tenang." Sosok wanita paruh baya itu berkata dengan lembut.


"Ya. Dia benar." Sosok pria paruh baya itu ikut menanggapi.


"Tidak masalah, lagipula kalian juga telah membantu untuk melawan para gagak itu, bisa dibilang ini hal yang saling menguntungkan." ucap Yan Liyan.


"Kakak tampan." gumam gadis kecil yang mendekat kearah Yan Liyan.


Yan Liyan hanya tersenyum dan membukuk agar tinggi mereka sejajar.

__ADS_1


Gadis kecil itu lalu memegang wajah Yan Liyan dan tersenyum kearahnya.


"Aku harap kita dapat bertemu di kehidupanku berikutnya."


"Entahlah, mungkin aku telah mati dikehidupanmu berikutnya itu." ucapnya dengan senyuman tipis.


Gadis kecil yang mendengar itu langsung memandang Yan Liyan dengan ekspresi kecewa.


"Ya. Baiklah Aku juga berharap seperti itu." ucapnya sambil tersenyum tulus.


Gadis kecil itu hanya mengangguk, lalu secara cepat mereka menghilang dan hanya meninggalkan butiran cahaya yang berterbangan di udara.


Yan Liyan menghela nafas panjang ketika melihat hal itu.


"Hmm... Dia mengingatkanku akan seseorang, Apa kau juga merasa seperti itu?" Mei Lin merasa panggilan gadis kecil tadi terdengar sangat familiar.


"Ya. Zu'er salah satu dari dua muridku, Entah bagaimana keadaannya saat ini." gumam Yan Liyan.


"Kau telah mengakuinya sebagai murid ya? Dia pasti akan sangat senang ketika mendengarnya." ucap Mei Lin berbaring dibahu Yan Liyan sambil menutup mata.


"Benarkah? tapi, mungkin dia akan kecewa atau akan membeciku jika dia mengetahui bahwa gurunya telah melakukan hal yang sangat kejam, karena hal itu sangatlah berlawanan dengan tujuan hidupnya."


Yan Liyan lalu melesat terbang menuju ketempat yang mungkin saja ada beberapa harta yang tersembunyi sambil menunggu dimensi kegelapan dibuka.


Zu'er yang umurnya masih anak-anak terkadang sangat naif meskipun dia sangat pintar, tapi dia tidak mengerti bagaimana kejam nya dunia kultivator, apalagi waktu itu Zu'er hidup disuatu wilayah yang sangat damai.


"Dan ketika dia tahu akan hal itu. Aku harap hal seperti itu tidak akan membuatnya melupakan atau pesimis untuk mewujudkan mimpinya." Yan Liyan penuh dengan harapan lalu dia melesat lagi dengan sangat cepat.


"........"


Sedangkan di tempat lain, lebih tepatnya di alam tingkat menengah.


Terlihat seorang gadis remaja yang mulai tumbuh dewasa sedang berlatih senjata belatih.


Sosok gadis itu mengayunkan senjata belatinya dengan penuh tenaga dengan gerakan yang sangat cepat, rambut terurai yang terhempas akibat dari latihannya menambah kecantikan yang dimiliki oleh sosok itu.


Setelah selesai berlatih....


Gadis itu ingin duduk di bawah pohon untuk beristirahat, melihat sejenak pohon besar itu..


Entah kenapa hal itu membuatnya mengingat sosok laki-laki yang sedang mengemil makanan ringan sambil duduk dibawah pohon dengan ekspresi datar.


"Guru." gumam sosok itu yang tidak lain adalah Zu'er.


Kini Zu'er dikenal sebagai salah satu kultivator muda jenius sekaligus Alchemist berbakat di tiga kekaisaran,

__ADS_1


Bagaimana tidak, diumurnya yang menginjak usia 14 tahunan, dia telah berada di rana kesengsaraan abadi akhir setingkat lagi baru menerobos ke tingkat raja abadi.


Dan sekarang dia berada di tingkat Alchemist tingkat ahli, yang digadang-garang akan menjadi calon pemimpin selanjutnya dari divisi Alchemist di wilayah tanpa nama.


"Ada apa Zu'er?" tiba-tiba Terdengar suara merdu dari belakang yang memanggil namanya.


Zu'er menoleh dan melihat sosok yang sangat anggun, memakai penutup kain tipis berwarna biru diwajahnya.


"Ah, Hormat kepada yang mulia." Ucapnya sambil membukuk karena sosok didepanya merupakan kaisar dari kekaisaran Xue yaitu Xue Lin.


Zu'er lalu berdiri dengan normal lagi, lalu...


"Aku hanya sedang memikirkan keadaan guru." ucapnya dengan ekspresi sedih.


Mei Lin hanya terdiam ketika mendengar hal itu, dulu ketika Xue Lin berkeliling di wilayah tanpa nama tanpa sengaja dia melihat seorang gadis kecil yang sedang memanggil-manggil nama seseorang yang tidak asing di telinga Xue Lin yaitu Yan Liyan.


Gadis kecil itu adalah Zu'er yang sedang mencari keberadaan dari Yan Liyan, sebelum Xue Lin datang dan memberitahukan semua tentang kepergian Yan Liyan padanya.


Sejak hari itu yang merupakan pertemuan pertama mereka, dan selanjutnya semua berjalan dengan lancar, Xue Lin juga sering berkunjung ke kedai untuk melihat keadaan dari Zu'er.


Sampai suatu saat Zu'er mengetahui identitas Xue Lin dan dia menjadi lebih hormat padanya.


Setelah lama terdiam...


Xue Lin mengeluarkan kotak kayu kecil, yang merupakan hadiah perpisahan dari Yan Liyan, dia belum membukanya karena suatu alasan yaitu dia berjanji pada dirinya sendiri untuk mencapai rana stengah dewa akhir dan setelah itu dia akan membukanya.


"Sebaiknya, Kita makan siang terlebih dahulu."


Xue Lin mengalihkan pembicaraan lalu mengandeng Zu'er pergi dari tempat itu, sekaligus memasukan kotak kayu kecil itu kedalam cincin penyimpananya.


"........"


Kembali kepada Yan Liyan...


Sekarang ini, sudah tujuh hari berlalu setelah mereka masuk ke dalam dimensi kegelapan.


Yan Liyan hanya menemukan harta yang tidak terlalu berharga menurutnya, seperti gunungan kristal jiwa tingkat tinggi.


Sekarang ini, terlihat Yan Liyan dan puluhan iblis yang tersisa, mereka terhisap dalam suatu celah dimensi yang muncul secara tiba-tiba, mereka langsung muncul di tempat mereka sebelumnya, yaitu sebuah Altar besar ketika mereka baru saja keluar dari celah dimensi.


Terlihat sosok iblis yang berbeda sedang memandang tajam mereka, iblis itu sedang melihat harta yang di dapatkan oleh para iblis yang baru saja keluar dari dimensi kegelapan, tidak ada yang bisa disembunyikan dari pandangan iblis itu.


"Yang tidak menemukan harta silahkan pergi!! dan sisanya ikuti Aku! Aku peringatkan sekali lagi! untuk jangan berbohong denganku!!" ucapnya menekan kata itu dengan aura yang sanagt kuat menekan mereka.


Sedangkan Yan Liyan, dia tanpa basa-basi langsung meninggalkan tempat itu, karena semua harta yang dia ambil dari dimensi kegelapan telah Yan Liyan taruh di dalam ruang invetory sistem.

__ADS_1


__ADS_2