
3 bulan berlalu di dalam invetory sistem........
Yan Liyan sedang duduk dibawah pohon kehidupan sambil melihat Lin Xi yang sedang berkultivasi dan menyerap sumber daya yang dia berikan untuk memperkuat kekutan fisik dan pondasinya.
tiba-tiba Yan Liyan tersenyum ketika mendengar pemberitahuan dari sistemnya.
[Ding.... peningkatan sisitem ke Versi 13 telah selesai.]
[Ding.... selamat tuan mendapatkan 1 kotak tingkat emas karena meningkatkan sistem ke versi tertentu.]
[Ding.... selamat tuan telah membunuh 50 binatang buas tingkat tinggi. mendapatkan 50.000 poin sistem.]
Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk.
"jadi di dunia luar sudah berlalu 12 hari semenjak aku melatih Lin Xi"
"dan sekarang aku hanya memiliki waktu 10 minggu di dunia luar dan 10 bulan di dalam ruang invetory sebelum aku keluar dari sini dan melanjutkan perjalananku kembali." gumam Yan Liyan.
Boom.....
Bom.....
tiba-tiba terdengar suara ledakan didalam tubu Lin Xi ketika Yan Liyan sedang memikirkan sesuatu.
Yan Liyan yang melihat itu hanya tersenyum dan menghampiri Lin Xi.
"selamat karena kau telah menerobos kerana inti perak ☆8." ucap Yan Liyan.
Lin Xi yang mendengar itu hanya tersenyum.
"terimakasih." ucapnya lalu melihat kearah Yan Liyan dengan penuh tanda tanya.
"kakak sebenarnya tempat apa ini..?"
"kenapa tidak pernah turun hujan ditempat ini dan juga tidak pernah terjadi malam padahal aku merasa sudah sangat lama berada ditempat ini." ucap Lin Xi dengan ekspresi keheranan.
"mm.... singkatnya tempat ini sedikit spesial dari tempat yang pernah kau bayangkan seperti di dalam buku ceritamu." ucap Yan Liyan.
Lin Xi yang ingin bertanya lagi langsung dipotong oleh Yan Liyan.
"cepat atau lambat kau akan segera mengetahuinya."
ucap Yan Liyan karena malas menjawab pertanyaan dari Lin Xi yang mirip seperti Xiao Yi.
Lin Xi yang mendengar itu hanya mengangguk karena percaya dengan perkataan Yan Liyan.
"baiklah sekarang waktunya kau belajar suatu tehknik." ucap Yan Liyan sambil mengeluarkan sebuah buku tehknik.
__ADS_1
"aku akan memandumu karena kau akan kebingungan dengan arti dan maksud dari buku tehknik ini." ucap Yan Liyan.
Lin Xi yang mendengar itu sangat bersemangat.
"benarkah....?" ucapnya.
Yan Liyan yang melihat itu hanya tersenyum tipis.
"tentu saja tidak.. belum saatnya kau mempelajari buku tehknik ini." ucap Yan Liyan yang membuat Lin Xi kecewa.
"jangan merasa kecewa dulu... aku akan mengajarimu menggunakan Elemen terlebih dahulu sebelum melatih tehknik ini."
"sekarang dengarkan aku baik-baik aku akan menjelaskan cara untuk mengeluarkan Elemenmu." ucap Yan Liyan.
Lin Xi yang mendengar itu hanya mengangguk lalu memperhatikan Yan Liyan dengan serius.
"mm..... pertama kau harus mengalirkan Qi yang berada didantianmu kebagian tubuh yang kau inginkan."
"hal ini sepwrti kebalikan dari bagaimana kau menyerap Qi di dalam tubuhmu lalu menyimpannya di dalam dantian." jelas Yan Liyan dengan bahasa sederhana agar dapat dimengerti oleh Lin Xi.
Lin Xi yang mendengar penjelasan Yan Liyan hanya mengangguk.
"aku mengerti."
ucap Lin Xi lalu menutup mata untuk merasakan Qi di dalam dantian setelah itu dia berusaha untuk merasakan Qi.
setelah Lin Xi merasakanya dia langsung berusaha mengalirkan Qi itu menuju kearah tanganya.
Lin Xi yang melihat hal itu agak kecewa.
"ini tidak sebesar seperti yang kakak lakukan waktu itu."
ucap Lin Xi yang mengingat bola api besar berwarna putih yang dikeluarkan oleh Yan Liyan waktu itu.
"hal itu karena tingkat kultivasimu masih rendah yang berarti kau harus lebih berlatih dengan keras dan meningkatkan tingkat kultivasimu lagi." ucap Yan Liyan.
Lin Xi yang mendengar itu hanya mengangguk dan melihat kearah Yan Liyan.
"apa sekarang aku bisa berlatih tehknik seperti yang tadi kakak katakan?" tanya Lin Xi.
"tentu saja, sekarang perhatikan gerakanku dengan baik..!!" ucap Yan Liyan sambil mengeluarkan pedang di dalam cincin penyimpananya.
setelah itu Yan Liyan bergerak lebih tepatnya seperti menari secara lembut dengan pedang ditanganya.
yang setiap gerakanya mengeluarkan air di seluruh bagian pedang dan telapak tangannya.
Yan Liyan kemudian menebaskan pedang itu secara vertikal kearah Mei Lin yang berada disekitar tempat itu.
__ADS_1
Mei Lin yang menyadari hal itu menangkis serangan Yan Liyan dengan sayap yang diselimuti oleh api.
wusss.....
Boomm......
ledakan dan asap tebal terjadi ketika benturan dua elemen yang berbeda.
Yan Liyan yang melihat hal itu hanya tersenyum tipis lalu melihat kearah Lin Xi yang memandangnya dengan ekspresi kagum.
"itu tadi sangat luar biasa." ucap Lin Xi penuh kekaguman.
"jika kau ingin melakukan tehknik seperti yang aku lakukan tadi maka kau harus berlatih dengan giat." ucap Yan Liyan.
"kau ingat setiap gerakan yang aku lakukan tadi bukan.?" tanya Yan Liyan.
Lin Xi yang mendengar itu hanya mengangguk.
"aku mengingat setiap gerakan kakak tadi dengan baik." jawab Lin Xi.
"baguslah jika seperti itu, tapi satu hal yang harus kau ingat..!!"
"inti dari tehknik tadi adalah gerakan lembut seperti air dan juga hilangkan perasaan amarah saat kau menggunakan tehknik itu jika tidak maka maka kau akan gagal saat kau menggunakannya." ucap Yan Liyan.
Lin Xi hanya mengangguk.
"Baik aku mengerti, tapi aku tidak mempunyai sebuah pedang untuk melatih tehknik itu." ucap Lin Xi.
"aku sudah mempersiapkan sebuah pedang untukmu." ucap Yan sambil mengeluarkan sebilah pedang yang terbuat dari kayu.
"kau harus terbiasa dengan pedang ini terlebih dahulu setelah itu aku akan memberimu pedang yang asli."
"hal itu aku lakukan agar kau tidak terluka apalagi kau tidak mempunyai pengalaman dengan pedang atau senjata apapun kau mengerti dengan maksudku bukan?" tanya Yan Liyan.
Lin Xi yang mendengar itu hanya mengangguk .
"aku mengerti." ucapnya lalu menerima pedang kayu pemberian Yan Liyan.
Yan Liyan yang melihat itu hanya tersenyum lalu berjalan menuju kolam air kehidupan.
Mei Lin yang berada tidak jauh ditempat itu langsung terbang kebahu Yan Liyan dengan kesal.
"hei..Mei Lin kurasa kau tidak akan marah hanya karena aku menyerangmu dengan serangan kecil seperti itu." ucap Yan Liyan.
"ya... tuan memang benar tapi menyerangku agar membuat Lin Xi kagum terhadap tehknik yang kau ajarkan padanya, bukankah hal itu sedikit keterlaluan." ucap Mei Lin.
"hal itu bertujuan agar dia lebih bersemangat melatih tehknik itu lagipula dia sedikit berbakat." ucap Yan Liyan lalu merebahkan dirinya kekolam air kehidupan.
__ADS_1
"10 bulan ya... kurasa dengan waktu 10 bulan sudah cukup untuk melatihnya..."
"ya.... sampai dia bisa melindungi dirinya sendiri setelah itu terserah padanya.. apakah dia akan mengejar mimpinya itu atau tujuan yang lain tapi kuharap dia bisa menepati janjinya." gumam Yan Liyan.