
Xiao Yi yang merasa diabaikan oleh Yan Liyan hanya mendengus kesal lalu mengikutinya dari belakang.
"mm... kita akan pergi kemana..?"
"aku sama sekali tidak mengajakmu untuk pergi memanapun adik Yi.."
ucap Yan Liyan yang membuat Xiao Yi kesal dan tidak lama kemudian dia tersenyum tipis.
"kakak Liyan..." ucap Xiao Yi dengan memelas.
Yan Liyan hanya tersenyum kecut ketika melihat sifat kekanak-kanakan dari Xiao Yi.
"baiklah... bagaimana jika aku mengajakmu makan siang diluar untuk merayakan keberhasilan tugasmu kali ini." ucap Yan Liyan yang membuat Xiao Yi tersenyum cerah.
"baik..., aku setuju." ucapnya dengan semangat.
Yan Liyan langsung melangkah menuju keluar kastil tapi langkahnya terhenti ketika Xiao Yi menahanya.
"ada apa lagi adik Yi..?"
"mm.. kakak Liyan tunggu sebentar disini setelah itu aku akan kembali..."
"ingat!!jangan pergi kemanapun selama aku pergi.." ucap Xiao Yi lalu berlari menuju bagian dalam kastil.
Yan Liyan yang mendengar itu hanya menghela nafasnya dan duduk bersimpul di tempat itu.
"jika dipikir-pikir dia itu sangat merepotkan dan juga berbuat seenaknya sangat berbeda dari bawahanku yang lain.." gumam Yan Liyan.
tidak lama kemudia dia berdiri ketika merasakan keberadaan dari Xiao Yi.
tidak lama kemudian Xiao Yi kembali dengan Bing Hua yang masih dalam keadaan stengah sadar karena baru bangun dari tidurnya.
"kakak Liyan kami berdua telah siap untuk makan siang di luar.." ucap Xia Yi dengan semangat.
sedangkan Bing Hua hanya mengangguk dengan ekspresi suram.
"apa kau benar-benar ingin ikut Bing Hua..?" tanya Yan Liyan memastikan.
"iya... tuan senang bisa makan siang bersama anda." ucapnya dengan hormat.
"hee... bukankah kita sering makan bersama di setiap harinya." ucap Xiao Yi dengan keheranan.
"ini sedikit berbeda karena kita akan makan diluar bersama tuan." ucap Bing Hua.
Xiao Yi yang mendengar itu hanya mengangguk dan melihat kearah Yan Liyan.
"baiklah ikuti aku... aku tahu tempat yang menyediakan makanan yang enak diwilayahku ini.." ucap Yan Liyan lalu keluar dari dalam kastil.
__ADS_1
tidak lama kemudian mereka telah sampai di wilayah permukiman yang terlihat sangat asri.
terdapat parit yang berasal dari aliran air terjun yang ada di gunung Utara wilayah itu.
parit itu dibuat untuk mengalirkan air ke kebun atau persawahan para warga yang berada di selatan pemukiman.
sehingga parit itu mengalir diseberang jalan yang merupakan jalan utama.
"hmmm... aku baru melihat parit ini apakah ini baru dibuat..?" tanya Xiao Yi.
Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk.
"iya bisa dibilang begitu... para warga yang lain terutama dibagian Selatan tidak mempunyai pengaliran untuk kebun dan sawa milik mereka."
"sehingga mereka membuat parit untuk mengalirkan air dari air terjun yang berasal dari gunung sebelah utara pemukiman ini ke perkebunan milik mereka."
"mereka tidak bisa membuka lahan perkebunan digunung Utara karena selain jaraknya yang jauh juga terdapat perkebunan teh yang sangat luas disana." jelas Yan Liyan pada mereka berdua.
Xiao Yi yang mendengar itu hanya mengangguk lalu melihat kearah pinggiran parit yang ditumbuhi oleh bunga-bunga kecil berwarna ungu cerah.
dia juga melihat anak-anak yang kebanyakan dari mereka adalah perempuan menanam tumbuhan bunga itu di pinggir parit itu.
"hmmm... aku suka pemandangan yang damai seperti ini.." gumam Bing Hua.
Xiao Yi dan Yan Liyan hanya mengangguk ketika mendengar itu.
mereka bertiga duduk di kursi meja makan yang tersedia dan telah dibersihkan.
"Bibi... makanan seperti biasa untuk tiga orang.." teriak Yan Liyan.
wanita paru baya itu tersenyum ketika melihat Yan Liyan karena dia merupakan salah satu pelanggan setia di kedainya itu.
"oh... rupanya kau anak muda.. sekarang kau membawa dua temanmu." ucap wanita paru baya itu.
"Zu er.. siapkan makanan untuk kakak ini..!!" teriaknya kedalam ruangan dapur.
"iya aku mengerti.." sahutnya.
sedangkan Xiao Yi dan Bing Hua memandang Yan Liyan dengan penuh tanda tanya.
"aku ini pemimpin yang baik jadi aku sering melihat keadaan warga dan aku juga sering mampir di kedai makan ini untuk makan.." ucap Yan Liyan yang melihat Xiao Yi ingin mengajukan pertanyaan lagi kepada.
"apa makanan ditempat ini lebih enak dari masakan buatanku tuan..?" tanya Bing Hua.
"kakak Liyan kenapa kau tidak pernah mengajaku.. aku kira ini pertama kalinya kau makan diluar.." ucap Xiao Yi dengan kesal pada Yan Liyan.
Yan Liyan yang mendengar itu hanya tersenyum karena bingung harus menjawab apa.
__ADS_1
tapi tidak lama kemudian datang seorang gadis kecil berumur 10 tahun membawa nampan yang diatasnya tersedia 3 porsi makanan yang di pesan oleh Yan Liyan.
setelah selesai menyajikan makanan itu diatas meja makan gadis itu lalu memandang Yan Liyan dengan penuh harap.
"kakak tampan aku telah membaca semua buku yang kakak berikan."
ucapnya lalu menaruh sebuah buku yang agak tebal diatas meja buku itu bertuliskan "dasar Alchemist." pada sanpul buku itu.
Yan Liyan yang mendengar itu hanya tersenyum.
"oh benarkah..? jika begitu apa manfaat dari bunga teratai es..?" tanya Yan Liyan pada gadis kecil di depannya.
"bunga teratai Es dapat dibuat menjadi pil Es peningkatan yang berfungsi untuk meningkatkan kultivasi pengguna Elemen Es dengan cepat."
"syarat untuk membuat pil dari teratai Es harus merupakan seseorang dengan gelar Alchemist tingkat suci yang mencapai keberhasilan 100% dalam pembuatanya."
"sebenarnya Alchemist tingkat guru juga bisa membuat pil dari teratai Es namun tingkat keberhasilan sangat sedikit tidak mencapai 10% .." jawab gadis itu dengan jelas.
Yan Liyan yang mendengar itu hanya tersenyum.
"kau benar-benar memahaminya ya... jika begitu.." Yan Liyan kemudian mengeluarkan buku yang kali ini lebih tebal dari buku yang tadi.
disampul buku itu terdapat tulisan besar.."dasar Alchemist tingkat dua."
gadis kecil yang melihat itu langsung menerimanya sambil tersenyum cerah.
"terimakasih kakak tampan.." ucapnya lalu pergi dari tempat itu.
Xiao Yi yang melihat kejadian di depanya lagi-lagi memandang Yan Liyan dengan penuh tanda tanya.
"dia adalah gadis kecil yang mempunyai impian untuk menjadi seorang Alchemist yang hebat dimasa depan bertujuan untuk membantu dan menolong orang yang membutuhkan."
"jadi aku memberinya buku itu sebagai langkah awal untuknya agar dia bisa mencapai impiannya itu." jelas Yan Liyan.
'dan aku harap suatu hari nanti dia akan bertemu dengan Lin Xi karena mereka berdua mempunyai impian yang hampir sama.' batin Yan Liyan lalu memakan makanan yang ada di depannya.
Bing Hua dan Xiao Yi yang mendengar penjelasan dari Yan Liyan hanya mengangguk lalu memakan makanan yang ada di depannya.
ketika Bing Hua memakan satu suapan dari makanan itu dia sangat terkejut dengan rasa makanan itu.
"aku akan membeli resep makanan ini nanti.." gumamnya.
sedangkan Xiao Yi memakan makanan itu dengan cepat.
"ini sangat enak.." ucapnya tersenyum cerah.
setelah selesai memakan makanan itu Xiao Yi langsung memesan lagi.
__ADS_1
"Bibi... satu porsi lagi untuku." teriak Xiao Yi.