
"Jadi, kenapa Xu Yue berakhir di klan Xu? kenapa kau tidak merawatnya atau mengangkatnya sebagai anak angkat?"
Yan keheranan dengan Chi Ziran, sebagai seorang ratu yang memimpin wilayah phoenix Es dia mempunyai hak mutlak untuk melakukan itu.
"Aku rasa itu tidak akan mungkin terjadi." kini giliran Mei Lin yang berbicara.
"Apa maksudmu?"
"Maksudku adalah jika Chi Ziran mengangkat Xu Yue sebagai anak angkatnya maka hidupnya tidak akan tenang.
Meskipun para meteri akan setuju akan hal itu, tapi siapa yang tahu apa yang mereka pikirkan? tapi satu hal yang pasti yaitu Xu Yue lah yang akan mewarisi tahta dari Chi Ziran ketika Chi Ziran ingin menundukkan diri sebagai pemimpin wilayah phoenix Es.
Dan hal itulah yang tidak mereka inginkan, mereka tidak akan tunduk pada seseorang yang tidak memiliki hubungan darah dengan pemimpin mereka,
Apalagi ditambah dengan asal usul Xu Yue yang tidak jelas." Mei Lin sangat mengerti dengan hal itu, bagi ras binatang mitos kekuatan darah murni merupakan yang utama dalam pengangkatan sebagai pemimpin.
"Tapi bukankah Xu Yue mempunyai esensi darah milik Chi Ziran jadi...
"Jika Aku berbicara Xu Yue mempunyai hubungan darah denganku maka semua orang akan mempertanyakan tentang keberadaan ayah dari Xu Yue. Dan jika itu terjadi maka....
Sebelum ucapan Chi Ziran selesai tiba-tiba...
"Hmm, Aku mengerti." ucap Yan Liyan yang mengerti dengan dilema yang dialami oleh Chi Ziran.
"Senang jika kau mengerti. Aku berharap jika Xu Yue akan hidup seperti itu untuk selamanya dan mempunyai seseorang yang sangat dia sayangi disisinya." Chi Ziran menoleh kearah Yan Liyan dengan maksud tertentu.
Yan Liyan yang menyadari itu, tentu saja mengerti dengan arti dari tatapan Chi Ziran namun Yan Liyan menggeleng.
"Sayang sekali karena itu tidak akan pernah terjadi." ucap Yan sebelum sempat Chi Ziran ingin berbicara.
"Kenapa? Apa kau tidak menyukainya?" tanya Chi Ziran keheranan walaupun Xu Yue tidak secantik Bing Hua namun dia masih dikatakan sangat cantik dan juga ditambah sifatnya yang baik hati.
"Tidak! tidak seperti itu, siapa yang tidak menyukai gadis cantik seperti dirinya, hanya saja cepat atau lambat dia akan menghilang." ucap Yan Liyan yang masih mengingat jelas apa yang dikatakan oleh Han Guang waktu itu.
Chi Ziran dan Mei Lin mengernyitkan keningnya ketika mendengar perkataan dari Yan Liyan.
"Apa maksudmu?" Chi Ziran bertanya dengan sedikit emosi pada Yan Liyan. Bagaimana tidak, mendengar jika Xu Yue akan menghilang tanpa alasan yang jelas membuat Dia sangat marah pada Yan Liyan akan kata-katanya tadi.
"Apa kau tahu siapa sosok yang bertarung yang tidak kau lihat waktu itu?"
Chi Ziran menggeleng, karena memang dia sama sekali tidak tahu.
"Kemungkinan Besar dia adalah Han Guang yang sedang bertarung dengan sosok yang telah membantai ras nya." ucap Yan Liyan.
Chi Ziran kebingungan dengan nama yang disebutkan oleh Yan Liyan. Sedang Mei Lin sangat terkejut karena dia telah mengetahui sebagian arah pembicaraan ini.
"Tidak mungkin!"
"Itu mungkin saja dan aku mengetahui itu dari dirinya sendiri." ucap Yan yang menanggapi perkataan Mei Lin.
"Tunggu! Siapa itu Han Guang?" tanya Chi Ziran keheranan.
__ADS_1
"Dia merupakan salah satu bawahan tuan yang telah berkhianat dan juga salah satu dari tuju dewi terdahulu." Mei Lin menjelaskan identitas singkat Han Guang pada Chi Ziran.
"Tuju Dewi terdahulu!" Chi Ziran sangat terkejut ketika mendengar hal tersebut, tentu saja dia tahu siapa mereka bertuju.
"Ya, tapi bukan itu masalahnya. Masalah utamanya adalah jika Xu Yue merupakan pecahan dari diri Han Guang." ucap Yan Liyan yang membuat mereka berdua terdiam.
"Pecahan?!" akhirnya Chi Ziran berkata setelah memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang bisa saja terjadi.
"Ya, kemungkinan besar pada saat pertarungan itu, Han Guang sedang dikejar oleh suatu sosok yang telah membantai keluarganya dan juga sosok tetsebut ingin merampas kekuatan mata miliknya.
Dan untuk mengelabui sosok itu, dia memutuskan untuk membagi dirinya tanpa di ketahui oleh sosok yang menjadi lawanya.
Han Guang juga menanamkan kekuatan yang paling di incar kedalam pecahan tubuh nya tersebut." jelas Yan Liyan pada mereka berdua. Itu hanya asumsinya saja yang mungkin saja cerita aslinya sangat berbeda.
Chi Ziran yang mendengar itu lagi-lagi sangat terkejut dengan perkataan Yan Liyan.
"Itu tidak mungkin, bagaimana bisa dia meletakan pecahan tubuhnya yang masih lemah di hutan belantara seperti itu?" Chi Ziran berpikir jika tidak mungkin Han Guang mengambil resiko pada pecahan tubuh dan kekuatanya.
"Mungkin saja pada waktu itu, dia telah menyadari keberadaanmu. Oleh karena itu dia berani mengambil resiko seperti itu, karena dia tahu jika kau merupakan ras binatang mitos, tapi sayangnya dia tidak tahu dari jenis ras binatang mitos mana kau berasal." jelas Yan Liyan memberikan jawaban dari pertanyaan Chi Ziran.
Mereka berdua lagi-lagi terdiam ketika mendengar perkataan Yan Liyan.
"Ya, Kemungkinan besar yang kalian bicarakan itu memang benar." tiba-tiba terdengar suara Xu Yue di belakang mereka.
Yan Liyan yang mendengar itu, membulatkan matanya tidak percaya. Kemungkinan besar Xu Yue telah menggunakan kekuatan ras dan mata miliknya untuk menghilangkan wujud dan keberadaanya.
Muncul seorang gadis cantik dari kekosongan, gadis cantik itu tidak lain adalah Xu Yue.
"Kau benar aku telah mendengar semuanya, Aku tidak pernah menyangka jika aku hanya sosok pecahan dari tubuh seseorang yang kalian sebut sebagai salah satu tuju dewi terdahulu.
Dan mengenai ras cahaya, aku telah mengetahui hal tersebut ketika kekuatan mataku bangkit." jelas Xu Yue pada mereka berdua.
Setelah itu Xu Yue menoleh kearah Yan Liyan.
"Terima kasih, karena sudah mencintai diriku, aku sungguh sangat berterima kasih." gumamnya tanpa sadar air mata mengalir dari pelupuknya.
"Xu Yue....
"Aku akan mengikuti Yan Liyan untuk bertemu tubuh asli ku."
"Tidak! Aku melarang mu!" Teriak Chi Ziran tidak terima jika Xu Yue akan pergi.
"Heee... Ada apa ini?" suara halus terdengar di dekat mereka dan secara tiba-tiba muncul seorang wanita yang tampak dewasa seperti Mei Lin yang memiliki rambut berwarna emas serta mata emas juga.
"Han Guang, Bukankah ini terlalu cepat? Ini baru berlalu dua hari sejak itu bukan?"
"Ah, bagaimana ya... Maunya aku akan membiarkan pecahan tubuhku sedikit lebih lama dengan kalian, tapi ketika dia mengetahui semuanya, aku rasa itu merupakan ide yang sangat buruk."
ucap Han Guang karena bisa saja musuh mengetahui keberadaan pecahan tubuhnya ini dari aura yang sengaja dia keluarkan.
Xu Yue yang mendengar itu, langsung mendekat ke arah Han Guang. Namun ditahan oleh Chi Ziran.
__ADS_1
"Aku menolak! Xu Yue dengarkan perintah ibu! jangan turuti keinginannya." teriak Chi Ziran yang sudah tidak peduli lagi dengan identitas orang di depanya.
"Ibu? Apa kau benar-benar menganggapku sebagai anak?"
"Ya, kau adalah anakku dan aku adalah ibumu." Chi Ziran kemudian memeluk Xu Yue dengan erat.
Chi Ziran merasakan perasaan aneh ketika Xu Yue akan menuruti perkataan Han Guang seolah seperti insting bahaya dari seorang ibu pada anaknya.
Xu Yue hanya tersenyum ketika mendengar perkataan dari Chi Ziran dan ikut memeluk erat orang yang menganggap dirinya sebagai anak itu.
"Terima kasih ibu, tapi cepat atau lambat aku akan menghilangkan bergabung denganya dan hal itu tidak bisa aku cegah."
Chi Ziran menggeleng ketika mendengar perkataan Xu Yue.
"Tidak, Aku akan mencegah hal itu terjadi!" dengan pandangan tajam pada Han Guang, melepaskan pelukannya lalu Chi Ziran melesat kearahnya.
Wusss!
Aura yang sangat dingin mengamuk di tempat itu yang terpusat pada Han Guang.
Sedangkan Han Guang dengan mudah menghindarinya dengan gerakan yang sangat cepat.
"Semua ini hanya sia-sia! Kau tidak akan bisa mengalahkan ku dan juga jika pun kau bisa membunuh ku maka Xu Yue akan ikut juga terbunuh." gumam Han Guang saat berhadapan dengan Chi Ziran.
Chi Ziran yang mendengar itu langsung menoleh kearah Yan Liyan.
"Ya, dia benar." ucap Yan Liyan dia juga telah memastikan ke pada sistemnya dan jawabannya seperti yang Han Guang katakan tadi.
Chi Ziran yang mendengar itu langsung menjatuhkan diri tertunduk lemah dan pasrah dan diikuti oleh aura dingin yang perlahan menghilang.
Sedangkan Han Guang melesat kearah Xu Yue. Setelah itu dia membuat segel tangan.
"Teknik terlarang! penggabungan kembali!!"
Muncul cahaya yang sangat terang di tempat itu dan tubuh Xu Yue tiba-tiba saja perlahan berubah menjadi cahaya transparan seperti sebuah roh.
Xu Yue yang menyadari hal tersebut hanya tersenyum pada Yan Liyan yang ada di hadapannya.
Setelah itu Xu Yue memeluk erat Yan Liyan.
"Dari awal Aku sangat mencintaimu, Yan Liyan." Xu Yue mengungkapkan perasaanya pada Yan Liyan.
Sejak dia di tegur karena memberikan Yan Liyan racun di gua, pada saat itulah Xu Yue mulai mempunyai perasan padanya.
Sedangkan Yan Liyan yang telah mengetahui hal itu hanya tersenyum.
"Aku juga sangat mencintaimu Xu Yue." Perkataan itu bukan karena perasaan kasihan kepada Xu Yue namun hal itu sangat tulus dalam lubuk hatinya.
Xu Yue tersenyum ketika mendengar hal itu, dan tidak lama kemudian tubuhnya berubah menjadi cahaya transparan sepenuhnya.
Tidak lama kemudian, cahaya transparan itu berubah menjadi serpihan cahaya lalu masuk ke dalam tubuh Han Guang.
__ADS_1