
Sore hari menjelang malam.....
Yan Liyan, Chen Nan, dan Lan Lan telah sampai di kediaman keluarga Chen yang berada di kota taring Naga yang berjarak 1000 mil dari jauhnya dari kota Hitan Qilin Emas.
Dengan status Chen Nan mereka dapat masuk di dalam kediaman keluarga Chen dengan sangat mudah. Yan Liyan diantar para pelayan ketempat untuk beristirahat.
"Aku akan memberitahu tentang ayahku terlebih dahulu. Kau beristrihatlah terlebih dahulu." ucap Yan Liyan lalu berjalan menuju arah yang berlawanan dengan Yan Liyan.
Yan Liyan hanya mengangguk dan mengikuti pelayana itu.
Sesampainya Di dalam kamar, Yan Liyan langsung mengingat ngingat informasi yang dia dapatkan tadi.
Informasi dasar yang dia dapat dari ingatan Jian Shen adalah Kekaisaran yang memimpin alam kejadian hanya ada satu Kekaisaran yang bernama Kekaisaran surga dan 5 sekte aliran putih yang dipilih sebagai pelindung wilayah Kekaisaran dan sekte pedang yang memimpin kelima sekte tersebut.
Dan informasi lain yang dia dapatkan adalah tentang turnamen muda dan rencana sekte pedang untuk memenangkan turnamen itu agar mereka diberikan sumberdaya berharga secara terus menerus oleh Kekaisaran surgawi.
Selain itu, Yan Liyan menemukan informasi lain yaitu tentang pertemuan sekte aliran putih yang akan diadakan 1 bulan lagi.
Memang sebagian informasi yang dia dapatkan dari Jian Shen tidak terlalu berguna baginya, tapi itu lebih baik daripada tidak mendapat informasi apa pun.
Sedangkan informasi yang dia dapatkan dari pemuda yang berasal dari sekte hantu adalah tentang rencana sekte aliran hitam untuk mengacaukan turnamen mudah yanga akan diadakan 10 bulan kedepan.
Mereka semua bertujuan untuk membunuh sosok unggula sekte aliran putih agar di masa yang akan datang mereka dapat menguasai Kekaisaran surgawi.
Yan Liyan tidak tahu siapa Identitas dari pemuda tersebut, sehingga pemuda itu bisa mengetahui informasi yang seharusnya sangat di rahasiakan oleh tetua dan pemimpin sekte dari para muridnya.
Karena pada saat Yan Liyan akan menyelidiki tentang Identitasnya seola ada sesuatu yang menghalanginya dan Yan Liyan tidak tahu apa itu.
[Benda yang menghalangi tuan tadi adalah suatu teknik penghalang jiwa. Teknik yang menghalangi kesadaran jiwa seseorang untuk masuk kedalam pikiran dan membacanya.
Setiap anggota sekte Tapak hantu sepertinya dipasang teknik seperti itu agar identitas dari murid sekte tidak bisa diketahui.]
"Heee.. Aneh."
Yan Liyan kebingungan karena informasi tentang penyerangan tidak disegel oleh mereka sedangkan identitas seperti itu sangat dirahasiakan.
"Apa kerahasiaan identitas bagi sekte tapak hantu benar-benar sangat penting?" gumam Yan Liyan keheranan.
Sebenarnya itu juga cukup masuk akal karena keberadaan sekte yang sekarang ini tidak ditemukan oleh sekte aliran putih adalah sekte hantu.
Tentunya jika identitas dari salah satu anggota sekte diketahui, maka akan menjadi suatu ancaman bagi sekte Tapak hantu.
Karena sekte aliran putih bisa saja mengancam anggota keluarga dari salah satu murid dan memaksa murid sekte tapak hantu untuk keluar dan mengatakan semua yang dia ketahui tentang sekte nya.
__ADS_1
Dan untuk mencegah semua hal tersebut terjadi, maka dipasanglah segel penghalang jiwa.
Tidak lama kemudian, pintu kamar Yan Liyan diketui oleh seorang pelayan dan terdengar suara dari luar.
"Tuan, tuan muda memanggil anda. Aku disuruh mengantarkan anda untuk pergi menemui mereka di aula."
Yan Liyan lalu keluar dan kemudian diantar oleh pelayan itu menuju aula dan sesampainya di aula.
Yan Liyan melihat sosok pria paru bayah dan seorang wanita yang keibuan berdiri berdampingan dengan Chen Nan yang duduk dihadapan mereka berdua.
Sedangkan keberadaan Lan Lan sama sekali tidak terlihat padahal tadi dia ikut bersama dengan Chen Nan.
Sedan Yan Liyan tanpa basa-basi langsung melakukan hal yang sama seperti Chen Nan yaitu duduk bersimpu dihadapan kedua sosok tersebut, karena berpikir jika hal tersebut merupakan kebiasaan hormat kepada yang lebih tua di alam ini.
"Apa kau yang disebutkan anakku sebagai murid elit sekte teratai beku yang membantu dalam penyelidikanya?" sosok wanita yang keibuan itu bertanya dan tersenyum dengan kesopanan yang ditunjukan oleh Yan Liyan terhadap keluarga tingkat menengah seperti mereka.
Yan Liyan terdiam tidak menjawab, tetapi tangannya mengeluarkan bola elemen es yang menandakan dia benar-benar murid dari sekte Es.
Tentu saja hal tersebut membuat kedua sosok yang merupakan ayah dan ibu Chen Nan sangat terkejut melihat bukti nyata di depan mereka.
Di alam keabadian ini elemen yang sangat langka adalah tapi dimiliki oleh beberapa sekte adalah elemen es sekte teratai beku, cahaya sekte naga cahaya, dan kegelapan.. sebagian besar dimiliki oleh murid sekte aliran hitam yang paling terkenal dan terbesar sekte naga hitam.
"Berdirilah anak muda! kami berdua sangat berterima karena sosok sepertimu berkenan untuk membantu anakku yang bodoh itu." pria paruh baya sangat berterima kasih kepada Yan Liyan karena telah membantu anaknya.
"Apa yang akan kau lakukan selanjutnya anak muda? siapa tahu kami bisa membantu Anda sebagai ungkapan rasa terimakasi."
Yan Liyan tersenyum tipis ketika mendengar, itu karena perkataan tadi merupakan hal yang ditunggu olehnya.
"Aku dengar jika kelima patriak dari sekte aliran putih akan menandakan pertemuan. Sepertinya aku akan pergi kesana untuk mengawal patriak kami, tapi sayangnya aku tidak tahu dimana mereka akan melakukan pertemuan."
Ayah Chen Nan yang mengerti dengan maksud dari dari Yan Liyan hanya mengangguk.
"Sebenarnya aku juga tidak tahu pasti dimana tempat mereka akan melakukan pertemuan, tapi ada seseorang yang mengetahuinya dan sekarang ini dia sedang berada di tempat ini."
ucap Ayah Chen Nan yang membuat Yan Liyan tersenyum senang karena tidak perlu repot repot mencari informasi lagi.
"Tunggu! Aku dengar jika kau telah membuat anakku sangat marah anak mudah!
Aku tidak peduli jika kau merupakan murid sekte teratai beku. Aku akan tetap membunuhmu jika kau sampai membuat anakku merasa terhina."
Tiba-tiba terdengar suara yang sangat anggun dan mengancam dibelakang Yan Liyan dan Chen Nan.
Chen Nan menoleh kebelakang dan membelalakan mata terkejut dengan siapa pemilik suara itu.
__ADS_1
Dia adalah Ibu Lan Lan, Lan Rou yang merupakan ibu sekaligus istri dari patriak sekte naga emas.
Naga emas sendiri sebenarnya mempunyai marga Sen. Namun ada suatu peraturan yang mengatakan bahwa seorang perempuan yang lahir dari istri patriak sekte naga emas tidak bisa menggunakan marga Sen karena suatu alasan tertentu.
Oleh karena itu Lan Lan memakai marga ibunya yaitu Lan.
Lan Rou sendiri juga merupakan teman lama dari Ibu Chen Nan yang bernama Lu Ren. Mereka berdua merupakan teman lama masa kecil, jadi Lan Rou sendiri sering berkunjung di kelurga Chen membawa dan anaknya Lan Lan hanya sekedar untuk berkunjung.
"Bibi, Dengarkan penjelasanku dulu...
"Tidak ada yang perlu dijelaskan lagi Nan'er, karena cerita dari anakku sudah menjelaskan semuanya tentang pemuda mesum ini." ucap Lan Rou mengeluarkan mengeluarkan cambuk yang hampir sama dengan milik Lan Lan.
Chen Nan memandang kearah Lan Lan yang sedang berdiri di belakang ibunya dengan tatapan tidak percaya jika sosok teman lamanya itu benar-benar mengadukan hal sepele kepada ibunya.
Sedangkan Yan Liyan malah memandang kearah ibu dan anak itu, menatap mereka berdua dengan ekspresi yang rumit.
"Bibi, Apa benar jika dia adalah anakmu?" Yan Liyan bertanya dengan menunjuk kearah Lan Lan.
"Hei kawan pertanyaan Bodoh apa yang kau tanyakan tadi? sudah jelas-jelas dia itu merupakan ibu dari Lan Lan." bisik pelan Chen Nan yang keheranan karena Yan Liyan menanyakan hal yang menurutnua tidak penting.
"Kawan Lihatlah mereka berdua baik-baik! Yang satunya Rata dan yang satunya lagi....
Yan Liyan menghentikan bisikanya ketika melihat Chen Nan menahan tawa seperti menyadari apa yang akan dia katakan.
"Hahaha! Kau benar kawan! Sebenarnya Aku juga dari awal menyadarinya hal itu!
Hahaha!"
Wajah Lan Lan semakin menggelap karena jelas-jelas dia bisa mendengar bisikan mereka berdua dan memahami apa maksudnya.
Begitupun dengan Lan Rou, Lu Ren dan Chen Long.
"Kalian berdua sepertinya benar-benar ingin mati!" ucap Lan Lan dengan dingin mengeluarkan cambuknya karena merasa tidak tahan diejek seperti itu.
"Lan Rou Sebaiknya kau membantu anak muda itu, karena dari cerita anakku, dia juga telah menolong anakmu dari bahaya." Ucap Lu Ren yang menghentikan amarah Lan Lan.
Sedangkan Lan Rou sendiri mulai mengerti kenapa anaknya sangat kesal.
"Kau telah berbohong padaku Lan'er.
Dan kau anak muda kau cukup beruntung hari ini.
Kelima patriak sekte aliran putih akan bertemu di pusat gedung asosiasi alchemist yang berada di ibu kota Kekaisaran surgawi, itu saja informasi yang aku ketahui, anggap saja itu sebagai ucapan terimakasih karena telah menolong putriku."
__ADS_1