SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Masa Kebangkitan


__ADS_3

Jiu Wei menarik tali busur dan muncul sebuah anak panah yang mempunyai corak yang sama dengan busur hampa.


Jiu Wei membidik anak panah itu tepat ke arah kepala Fang Peng.


Fang Peng sendiri memegang pedang anginnya dengan kuat bersiap untuk menenangkis serangan.


Sebenarnya Fang Peng berniat untuk menyerang Jiu Wei dari dekat, karena merupakan hal umum jika seorang pemanah akan lemah jika diserang dari jarak dekat.


Tapi Fang Peng tidak ingin melakukan ceroboh semacam itu, jika Jiu Wei hanya seorang pemanah biasa saja mungkin dia akan melakukanya, tapi setelah dia bertarung dengan Jiu Wei, Fang Peng tentu menyadari jika Jiu Wei mempunyai kemampuan bertarung jarak dekat yang tidak kalah darinya.


lawanya kali ini bisa melakukan serangan dari segala arah sehingga sangat sulit untuk mengalahkanya.


"Matilah dengan tenang!"


Jiu Wei menarik tali busur itu lalu melepaskan anak panahnya..


Wusss!


Anak panah tersebut melesat dengan sangat cepat.


Fang Peng yang telah bersiap dengan serangan.. Memutar pedang anginnya searah jarum jam.


Angin juga berhembus mengikuti ayunan pedang nya, lalu dengan cepat angin tersebut membentuk sebuah lingkaran besar dan secara perlahan muncul siluet kepala seriga dari dalam putaran lingkaran angin itu.


"Pelindung Badai!"


Angin topan terbentuk secara tiba-tiba disertai kepala serigala yang mengelilingi angin topan tersebut, Fang Peng sendiri sebagai pusat dari angin topan tersebut atau berasa di dalamnya.


Teknik yang dia gunakan sekarang merupakan teknik pertahanan terkuat keluarga Fang. Dia benar-benar mengeluarkan seluruh kemampuanya, karena saat ini Fang Peng tidak memiliki cukup keberanian untuk meremehkan lawannya.


Jii Wei tersenyum melihat itu. Dia telah menduga jika ini akan terjadi, jadi dia telah menyiapkan rencana khust juga.


Jiu Wei mengarahkan tangannya kelangit lalu mengepalkanya.


"Hancurkan!"


Anak panah yang menuju kearah Fang Peng tiba-tiba menggadakan diri menjadi dua anak panah lalu bertambah lagi menjadi tiga dan seterusnya hingga menjadi seribu anak panah.


Penggandaan itu terjadi sangat cepat hingga orang yang melihatnya akan merinding. Mereka tidak bisa membayangkan jika seluruh anak panah itu mengenai tubuh mereka secara langsung.


Wusss!


Tang!

__ADS_1


Boommm!


Satu persatu anak panah itu melesat kearah angin topan, dan terlihat jika hujan panah yang hanya jatuh pada satu titik.


Jiu Wei sadar jika menyerang pertahanan Fang Peng dari segala arah, maka seranganya belum tentu dapat menghancurkan teknik pertahanan badai, sehingga Jiu Wei mengendalikan tekniknya untuk hanya mengarah pada satu titik saja.


Karena hanya diserang pada satu titik, secara perlahan muncul sebuah celah kecil pada pelindung badai itu.


Celah tersebut semakin lama semakin membesar hingga kemudian melebar dan menghancurkan pelindung badai.


Sebelum pelindung badai tersebut hancur, Fang Peng dengan cepat keluar dari pelindung meski menerima beberapa luka tusukan di beberapa bagian tubuhnya.


Fang Peng memuntahkan dara segar karena beberpa panah mengenai dadanya dengan dalam.


"Tetua ke 2!" Tetua lain menghampiri Fang Peng dan memberinya beberapa pil penyembuhan.


"Ugh!


Uhuk!! Dia sangat kuat!" ucap Fang Peng dengan terbatuk.


Fang Lei yang melihat semua pertarungan tadi, dengan jelas menyadari jika kekuatan mereka berada jauh diatas Jiu Wei.


Fang Lei sebenarnya menyadari hal itu, tapi melihat keluarga lain yang menyaksikan pertarungan, membuat dirinya enggan untuk menyerah.


Menurutnya Menyerah sekarang sama saja dengan kematian.


Para monster dan siluman yang menyaksikan itu tidak bisa untuk tidak terkejut. Mereka mengetahui betul kekuatan teknik pertahanan keluarga Fang dan itu merupakan teknik kebanggaan mereka.


Bagaimana bisa teknik tersebut dihancurkan hanya dengan satu teknik saja. Mereka menganggap jika ini sangat tidak masuk akal.


Keluarga lain pun mulai waspada dengan hal itu, karena mereka menyadari jika Jiu Wei ini memiliki teknik yang sangat kuat dan mungkin mereka tidak bisa menanganinya.


Tapi tentu mereka tidak menyerah begitu saja, yang mereka tunggu adalah kesempatan.


Kesempatan dimana mereka dapat menyerang dengan mudah dan tanpa menimbulkan korban jiwa dalam artian mereka akan menunggu Jiu Wei dalam keadaan lemah atau tidak sadarkan diri dengan memanfaatkan pertarungan 6 tetua keluarga Fang.


"Kau! Beraninya kau melukai Fang Peng!!"


"Heh! Memangnya kenapa? Majulah jika kau berani! Aku membenci seseorang yang mengancam hanya dengan perkataanya saja."


Fang Lei disisi lain mengalami dilema untuk mengambil keputusan dan juga merasa sangat kesal dengan Jiu Wei.


"Kalian semua serang dia!!" Perintah Fang Lei kepada tetua lainya.

__ADS_1


keempat tetua mengangguk lalu menyerang Jiu Wei secara bersamaan. Sungguh sangat memalukan 5 tetua keluarga Fang yang terhormat mengeroyok seorang gadis lemah dalam sebuah pertarungan.


Mereka yang melihat itu, bahkan merasa tidak percaya dengan apa yang mereka lihat saat ini. Bagaimana mungkin tetua keluarga Fang begitu tidak tahu malunya.


Sedangkan Tetua keluarg Fang terpaksa melakukan itu, karena mereka sadar betul jika melawan Jiu Wei satu persatu, maka sudah dipastikan mereka akan kalah dan sama sekali tidak mempunyai kesempatan untuk menang.


Walaupun mereka akan dihina setelah ini, tapi itu masih lebih baik daripada menerima sebuah kekalahan.


Saat ini mereka hanya fokus pada Jiu Wei, sampai lupa jika Jiu Wei masih memiliki 4 rekan lainya yang juga tidak kalah kuat darinya.


"Mereka mulai menyerang. Apa kau tidak akan membantunya." tanya Xian Ran pada Xiao Yi menagih perkataan Xiao Yi tadi yang berkata jika dia akan menunggu tetua yang lain menyerang maka dia akan ikut bergerak juga.


"Sebaiknya jangan dulu! tunggu dia berada di dalam keadaan terdesak lalu setelah itu kita akan membantunya." ucap Xiao Yi dengan santai seperti tidak merasa bersalah sama sekali.


"Bukankah ini terlalu berlebihan Xiao Yi?" Bing Hua ikut menanggapi. Menurutnya apa yang dilakukan Xiao Yi sudah keterlaluan. Dia sebenarnya ingin membantu tapi Xiao Yi selalu melarangnya entah apa tujuan yang sebenarnya.


"Hei! Ayolah! kau terlalu meremehkan kekuatan gadis rubah itu." Xiao Yi menepuk bahu Bing Hua untuk menenangkanya.


Sedangkan Jiu Wei yang melihat 5 tetua keluarga Fang di depannya tidak merasa gentar sedikit pun. Dia malah semakin tersenyum lebar seperti menantikan saat-saat seperti ini.


Matanya yang memenangkan perlahan berubah menjadi mata seekor binatang buas yang haus darah diikuti oleh ekornya yang tumbuh satu persatu.


Aura merah darah mengelilingi tubuh Jiu Wei sehingga membuat 5 tetua itu kebingungan dengan apa sebenarnya terjadi, tapi apa pun itu, mereka tersenyum senang karena Jiu Wei tidak melakukan gerakan sedikit pun.


Fang Lei menyadari jika kekuatan Jiu Wei meningkat setiap saatnya dan memerintahkan mereka untuk melakukan serangan sesuai dengan rencana yang mereka buat tadi.


5 tetua itu mengelilingi Jiu Wei laku membuat segel tangan.


"Formasi Bintang! Penjara lima arah!"


Wusss!


Wuss!


Dari lima tetua itu muncul kilatan cahaya yang menjulang kelangit lalu kelima cahaya itu bergabung menjadi satu membentuk sebuah dinding segi lima yang mengurung Jiu Wei di dalamnya.


Xian Ran terkejut melihat teknik tersebut.


"Teknik segel! ini berbahaya!" saat Xian Ran ini menyelamatkan Jiu Wei, Xiao Yi langsung menahannya.


"Biarkan saja!"


"Apa maksud mu Xiao Yi! Apa kau ingin membiarkanya terbunuh!"

__ADS_1


"Tenanglah! dia tidak akan mati. dilihat perilakunya tadi sepertinya dia akan mengalami masa kebangkitan." Xiao Yi menenangkan Xian Ran, sebagai rasa binatang mitos dia tahu betul ciri-ciri yang dialami suatu ras ketika akan mengalami masa kebangkitan.


"Masa kebangkitan?" Xian Ran kebingungan dengan perkataan Xian Yi mengenai masa kebangkitan.


__ADS_2