
Sesampainya Yan Liyan dan Bing Hua ditempat Aura yang sama dengan Ular iblis itu berada.
Terlihat, di tempat itu terdapat 1 ular iblis yang sedang melilit mangsanya, seekor Buaya yang sangat besar.
Bing Hua yang sudah memakai baju Zira pelindung, mengeluarkan Belati dalam cincin penyimpananya.
Disaat Bing Hua ingin melesat menuju ke arah ular itu, tiba-Yan Liyan menahan Bing Hua yang ingin melesat menuju kearah ular iblis itu.
"Berhentilah!! Amati kekuatan musuh terlebih dahulu. walaupun kau bisa mengalahkanya dengan mudah, tapi tidak ada salahnya untuk melihat kekuatan Musuh bukan? lagi pula, Aku sangat yakin jika Semua ular iblis memiliki kemampuan yang sama."
Bing Hua mengangguk ketika mendengar perkataan dari Yan Liyan.
"Baik, tuan!!"
kembali pada Ular Iblis yang sedang melilit mangsanya.
terlihat Buaya itu tidak berdaya karena lilitan dari ular iblis sangatlah kuat, sehingga beberapa menit kemudian Buaya besar itu mati. di sebabkan seluruh tulangnya remuk.
Ular iblis itu kemudian, mengeluarkan suatu cairan berwarna hitam dari dalam mulutnya lalu melapisinya pada mayat buaya tersebut.
Setelah selesai, cairan hitam yang dilapisi pada tubuh buaya itu. dan secara perlahan cairan hitam itu meleburkan tubuh buaya besar itu, menjadi cairan berwarna ungu.
Cairan berwarna ungu itu kemudian melayang, menuju ke arah ular iblis dan masuk ke dalam tubuhnya.
Setelah cairan itu masuk kedalam tubuhnya, tiba-tiba tubuh ular iblis bercahaya keungguan lalu muncul sebuah tanduk di atas kepala Ular itu.
Yan Liyan dan Bing Hua agak terkejut ketika melihat cara kejam dari ular iblis memakan mangsanya.
"Ini menarik."
"Tuan, sepertinya ular iblis itu akan bertambah kuat ketika selesai memakan mangsanya, dan juga racun dari ular itu sangatlah mengerikan!"
Yan Liyan hanya mengangguk ketika mendengar ucapan dari Bing Hua.
"Hindari racun ular itu! dan juga jangan pernah lengah!" ucap Yan Liyan lalu menoleh ke arah tempat dari aura empat ular lain yang berada tidak jauh dari tempat saat ini mereka berada.
Yan Liyan mengeluarkan pedang pembunuh iblis dalam cincin penyimpananya, setelah itu melesat kearah kearah aura 4 ular iblis itu berada.
Sedangkan Bing Hua melesat menuju kearah ular iblis dengan dua belati taring naga yang telah dilapisi Qi, di kedua tangannya.
"Teknik gabungan, hujan seibu belati!!"
Bing Hua membuat segel tangan, secara tiba-tiba muncul seribu belati Es di atas langit menuju ke arah ular iblis berada.
Hujan Belati itu kemudian membentuk naga-naga kecil yang melesat kearah tempat ular iblis itu.
Boomm......
Boomm.....
Ular iblis langsung terkena telak serangan dari Bing Hua, Dia tidak bisa menghindar karena serangan Bing Hua sangatlah cepat.
Apa lagi, Ular Iblis itu baru saja mengalami peningkatan kekuatan. yang setidaknya mebutuhkan waktu yang lumayan lama, untuk menstabilkan kekuatan yang baru saja Dia dapatkan.
Bing Hua menyeringai ketika seranganya mengenai telak ular Iblis.
__ADS_1
Tidak membiarkan ular iblis bangkit, Bing Hua langsung saja melesat dengan lebih cepat dan muncul tepat di atas iblis itu
Bing Hua terbang tepat diatas ular iblis itu berada, Dia lalu membuat segel tangan.
'Sudah agak lama aku tidak menggunakan teknik ini.' batinya sambil tersenyum.
"Amarah Sang naga Es!!"
Wusss.....
Muncul Sosok naga Es di belakang Bing Hua. kini sosok naga itu bukan lagi siluet, tapi seperti sosok naga Es asli yang terbentuk dari kepadatan Qi Es yang dimiliki oleh Bing Hua, akibat dari kultivasinya sekarang telah meningkat pesat dari sebelumnya.
Groaaarrr........
Naga Es itu mengaum menunjukan dominasinya terhadap lawannya.
Naga Es itu memandang tajam ular iblis, yang baru saja bangkit akibat dari serangan Bing Hua tadi.
Wusss....
Naga itu lalu melesat dengan sangat cepat menuju kearah Ular iblis.
Ular iblis yang melihat hal itu, tidak tinggal diam.
Ular iblis mengeluarkan racun dari mulutnya dan mengarahkan racun tersebut pada naga Es, yang melesat menuju kearahnya.
Tapi sayangnya racun yang dikeluarkan oleh ular itu membeku dan hancur menjadi serpihan Es, sebelum mengenai naga Es itu.
Disaat ular iblis ingin menghindar secara tiba-tiba naga Es muncul didepannya dan menggigit ular tersebut.
Ular itu mendesis ketika naga Es itu menggigitnya, tidak lama kemudian ular iru membeku dan hancur menjadi serpihan Es.
Bing Hua tersenyum ketika ular iblis berhasil Dia kalahkan, Dia tampak sangat puas dengan kekuatan yang dia miliki. tapi tetap saja, Dia masih mengingat kata-kata dari tuanya.
Tidak lama kemudian, Bing Hua kembali murung karena mengingat sesuatu.
"Hmm... Sepertinya, kurang satu hal." karena biasanya setelah selesai melakukan hal ini, akan ada seseorang yang akan dengan paksa memintanya untuk memasakan makanan kesukaanya.
"............."
Sedangkan Di tempat Yan Liyan berada...
Terlihat Yan Liyan baru saja mencabut pedang pembunuh iblis, yang tertancap pada kepala Ular iblis.
Ular itu kemudian melebur menjadi cahaya setelah pedang itu dicabut.
[Ding...... selamat tuan, anda telah menerobos kerana Elemen ☆3]
[Ding... selamat tuan, anda telah menerobos kerana Elemen ☆4]
[Ding...
[Ding.... selamat tuan, anda telah menerobos kerana Elemen ☆6]
Yan Liyan tersenyum ketika mendengar pemberitahuan sistemnya, setelah itu Dia melesat menuju kearah tempat Bing Hua berada.
__ADS_1
Sesampainya Disana, Yan Liyan melihat Bing Hua tampak murung. terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu.
Yan Liyan muncul dibelakang Bing Hua dan menepuk bahunya.
"Apa yang sedang kau pikirkan Bing Hua?"
Bing Hua sangat terkejut dengan kemunculan tiba-tiba dari tuanya, Bing Hua kemudian menoleh kebelakang.
"Aku tidak memikirkan apa-apa."
"He... jangan berbohong padaku! dari ekspresi mu saja, Aku sudah tahu jika kau sedang memikirkan sesuatu." Yan Liyan memandang lekat-lekat wajah Bing Hua, mata berwarna biru safir yang biasanya indah. sekarang sudah tampak temaram.
"Aku Hanya merasa Ada yang kurang satu hal." ucap Bing Hua yang kembali murung.
Yan Liyan ketika mendengar alasan Bing Hua, tentu saja dia mengerti dengan maksud Bing Hua.
"Tuan..!" Bing Hua dengan gugup.
"Hmm...kenapa?"
"I..itu... Anda telrlalu dekat." ucap Bing Hua dengan wajah yang memerah.
"Apa kau tidak menyukainya?"
"Eh..., Aku.." Bing Hua semakin gugup ketika ditanya seperti itu oleh tuanya, Bing Hua juga tidak tahu harus menjawab apa.
Uhuk...
Uhuk....
Terdengar suara batuk yang dibuat-buat dari Jiu Wei yang berada dibahu Yan Liyan.
"Cih..., Jangan mengabaikan keberadaan kami berdua!!"
Mei Lin hanya terdiam seolah tidak terlalu peduli.
Seketika Bing Hua mundur ke belakang ketika mendegar ucapan dari Jiu Wei. Dia tidak menyadari keberadaan Jiu Wei dan Mei Lin, dikarenakam terlalu gugup dengan apa yang Ditanyakan oleh Yan Liyan tadi.
Bing Hua menunduk dengan wajah yang semakin memerah.
"Hm... Sepertinya dia telah salah paham." gumam Mei Lin.
Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk.
"Hari ini Kita akan beristirahat terlebih dahulu, dan akan lanjutkan perburuan pada esok hari." Yan Liyan lalu memandang kearah Bing Hua.
"Apa Kau ingin berada di dalam ruang dimensi itu?" tanya Yan Liyan, yang Yan Liyan maksud ruang dimensi adalah ruang invetory sistem.
Bing Hua menggeleng... tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
"Hmm... sebaiknya begitu, karena Tidak ada yang akan memasakan makanan untukku jika kau ingin bermalam di ruang dimensi itu." ucapnya lalu melesat menuju ke arah gua yang merupakan sarang dari salah satu ular iblis yang dia lenyapkan tadi.
Yan Liyan menduga jika keberadaan 4 ular iblis itu, disebabkan mereka ingin memperebutkan wilayah kekuasaan.
Tapi.. secara tiba-tiba, Yan Liyan datang dan menyelesaikan masalah perebutan wilayah dari 4 ular iblis tersebut.
__ADS_1
Ya... Menyelesaikan masalah perebutan wilayah, dengan cara memusnahkan 4 ular iblis itu.