SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Tentang Buah Pohon kehidupan


__ADS_3

1 Bulan berlalu setelah Yan Liyan menguasai Elemen ruang dan waktu...


Setelah Yan Liyan mengeluarkan Wilayah kekaisaran Xue Kegiatan Yang dilakukan oleh Yan Liyan hanya berjalan-jalan sambil memeriksa keadaan wilayahnya sesekali dia juga berlatih dan meningkatkan kultivasinya.


Sekarang ini dia sedang duduk di bangku taman yang menjadi salah satu kebiasaanya tapi kali ini sedikit berbeda ksrena terlihat senyuman diwajahnya sebab hari ini sangat spesial daripada biasanya.


Sedangkan Mei Lin hanya terdiam ketika melihat ekspresi Yan Liyan yang tersenyum sendiri karena hal itu dia sudah sering melihatnya sehingga Mei Lin hanya mengabaikanya.


Senyuman Yan Liyan semakin terlihat jelas ketika mendengar pemberitahuan dari sistemnya.


[Ding.... Sistem telah selesai ditingkatan ke versi 50.]


[Ding... selamat anda mendapatkan Zira naga Es karena meningkatkan sistem ke versi tertentu.]


[Ding... selamat tuan anda mendapatkan 50 jt poin sistem.]


[Ding.. kekuatan bayangan pelindung Lin Xi telah ditingkatkan.]


[Ding... selamat tuan anda mendapatkan tanaman bunga api keabadian tingkat tinggi.]


Yan Liyan yang mendengar pemberitahuan sistemnya hanya mengangguk puas tapi sayangnya semua hadiah yang diberikan oleh sistem sama sekali tidak berguna untuknya kecuali para bawahannya.


Dia tidak memerlukan Zira naga Es karena sudah mempunyai tubuh spesial dewa naga sehingga dia sama sekali tidak membutuhkan benda semacam itu.


Sedangkan bunga api abadi tingkat tinggi sama sekali tidak berguna juga untuknya karena dia telah mencapai ranah sebagai dewa.


Menyadari hal itu membuat Yan Liyan agak kecewa.


Mei Lin yang melihat ekspresi tuanya yang tadinya tersenyum dan tidak lama kemudian tiba-tiba saja kecewa membuat Mei Lin sangat penasaran.


"Apa yang anda pikirkan tuan..? apa tuan tahu aku sudah mulai bosan memerhatikan ekspresi berubah-ubah tuan dari tadi." ucapnya dengan terus terang.


Yan Liyan sama sekali tidak menjawab pertanyaan dari Mei Lin.


"Apa kau menginginkan ini...?" Yan Liyan mengeluarkan bunga api abadi tingkat tinggi dan menujukanya pada Mei Lin.


Sedangkan Mei Lin yang melihat hal itu langsung bersemangat tentu saja dia tahu akan hal itu.


Disisi lain Mei Lin juga sangat penasaran darimana Yan Liyan menemukan tanaman bunga api abadi tingkat tinggi seperti itu.


"Tentu saja aku mengingikanya Apa tuan akan memberikan bunga api keabadian itu padaku..?" ucapnya penuh harap.


Yan Liyan tersenyum tipis ketika mendengar ucapan dari Mei Lin sepertinya dia merencanakn sesuatu lagi padanya.

__ADS_1


"Hm... entahlah itu tergantung." ucapnya mendekatkan bunga api pada Mei Lin.


Dan secara tiba-tiba saja bulu Mei Lin mengeluarkan api merah darah tampak sangat ingin dengan bunga itu.


"1 bulu.." Ucap Mei Lin mencoba menawar bunga api itu.


Tapi sayangnya Yan Liyan tampak tidak tertarik dengan tawaranya dia sudah terlalu bosan untuk itu.


"2 bulu.." ucap Mei Lin yang masih menawar.


"5 Bulu...!!" kali ini Mei Lin menggertakan giginya karena sangat kesal kepada tuanya itu.


Dia seperti diperas untuk mendapatkan sesuatu yang sangat dia inginkan.


"Aku tidak tertarik dengan hal itu dan aku ingin sesuatu hal yang lebih menarik." ucap Yan tersenyum tipis.


"Hal apa itu...?" ucap Mei Lin dengan sangat penasaran.


"Mm... aku hanya ingin kau untuk mengakui bahwa aku adalah seseorang yang berpenampilan lebih indah dari phoenix bahkan dewi phoenix api pun akan kalah dengan keindahan penampilanku." ucap Yan Liyan.


Ucapan itu memang sederhana untuk diucapkan dan terkesan kekanak-kanakan tapi berbeda halnya dengan ras phoenix.


Mereka tidak akan pernah mengakui penampilan yang lebih indah dan menawan dari ras lain kecuali ras mereka sendiri dan itu hanya phoenix biasa belum lagi phoenix setingkat dewi phoenix.


Sebenarnya hal itu memang benar, Yan Liyan juga sangat kagum dengan keindahan ras phoenix.


"Ya... penampilan tuan sangat indah dan menawan bahkan penampilan tuan mengalahkan penampilanku." ucapnya dengan santai sama sekali tidak terlihat ekspresi kesal darinya.


Sedangkan Yan Liyan sangat terkejut ketika mendengar hal itu dan memandang Mei Lin dengan aneh.


Bahkan Yan Liyan sedikit ragu jika Mei Lin merupakan seekor phoenix normal.


"Ada apa denganmu...?" Yan Liyan bertanya pada Mei Lin dengan ekspresi kebingungan.


"Tidak apa sama sekali tidak ada masalah."


"Benarkah..?" tanya Yan Liyan memastikan.


"Ya... sama sekali tidak ada masalah dan aku berbicara seperti itu karena menurutku aku adalah binatang kontrak tuan bukan dewi phoenix."


Mei Lin memang berpikir seperti itu. sekarang dia tidak memiliki keinginan untuk menjadi pemimpin dari ras phoenix lagi dan menurutnya hidup seperti sekarang sangatlah menyenangkan.


Yan Liyan yang mendengar itu tampak agak kecewa karena tadi dia membayangkan ekspresi kesal dan marah dari Mei Lin kepadanya.

__ADS_1


"Baiklah...." gumam Yan Liyan lalu masuk kedalam ruang invetory sistem.


Sesampainya disana Yan Liyan memberikan bunga api abadi pada Mei Lin.


"Berkultivasilah dengan tenang dan jangan sampai kau merusak energi kehidupan yang ada ditempat ini." ucap Yan Liyan memperingatkan Mei Lin.


Mei Lin yang mendengar itu hanya mengangguk lalu mencekram bunga api keabadian lalu terbang menjauh dari tempat itu.


Sedangkan Yan Liyan dia memutuskan untuk pergi kearah pohon kehidupan.


Sesampainya di sana pandanganya langsung terarah pada buah pohon kehidupan yang masih terlihat sangat normal tidak ada tanda-tanda bahaya darinya.


"Apa kau mengetahui sesuatu tentang buah itu sistem...?"


[Ding.... Buah pohon kehidupan merupakan buah legenda dari peradaban kuno yang merupakan keberadaan buah yang dianggap mitos atau hayalan pada masa itu]


[Ding...dan seiring berjalannya waktu cerita mengenai buah itu mulai dilupakan karena keberadaanya yang sangat diragukan oleh banyak orang selain itu pengetahuan tentang buah ini sangatlah terbatas.]


"Eh.... buah legenda dari peradaban kuno..? apa-apaan itu." gumam Yan Liyan ditambah lagi menurut sistemnya pengetahuan tentang buah itu sangatlah terbatas.


"Huh... Mungkin aku juga akan mengetahuinya seiring berjalannya waktu." gumam Yan Liyan.


"Apa buah ini sangat berbahaya..?"


[Ding.... Energi yang ada di dalam buah itu sangat normal jadi kemungkinan besar buah itu sama sekali tidak berbahaya setidaknya untuk saat ini.]


[Ding... tuan tenang saja sistem akan selalu memantau keadaan energi itu dan meberitahu tuan jika sewaktu-waktu energi yang ada di dalam buah kehidupan tidak normal.]


Yan Liyan yang mendengar jawabnya dari sistem hanya mengangguk lalu keluar dari dalam ruang invetory sistem setelah membeli beberapa hal untuk para bawahannya.


".................."


Sedangkan di tempat lain.....


ditempat yang sangat berbeda dengan alam tingkat menengah..


Terlihat iblis dengan tanduk hitam legam dan kulit merah darah sedang duduk diatas singgasana miliknya dan memandang iblis lain yang menunduk dibawahnya.


"Apa kau telah menyelesaikan misimu..?" iblis itu bertanya dengan suara serak dan terkesan mengancam semua iblis yang ada ditempat itu.


"Iy... iya tuan 1 bulan yang lalu salah satu dari kami telah berhasil menerobos kealam tingkat menengah dan berhasil mengumpulkan informasi penting di alam tingkat menengah nformasi itu adalah...


Jika sekarang alam tingkat menengah hanya dipimpin oleh dua kekaisaran saja dan tampak sangat lemah karena 4 kekaisaran lain telah hancur setelah kekalahan kita waktu itu." ucapnya masih dalam keadaan menunduk.

__ADS_1


"Apa hanya informasi itu yang kau dapatkan....


"Ya... tuan iblis pengumpul informasi tidak bisa bertahan lebih lama di alam tingkat menengah karena telah kelelahan dan terluka sangat parah ketika melewati celah ruang dimensi terlarang." jawabnya dengan sangat ketakutan jika iblis di depannya akan menghabisi nyawanya karena berkerja tidak sesuai dengan perintahnya.


__ADS_2