
Lima kesatria pelindung yang melihat tiga sosok di depan mereka tidak terlalu terkejut dengan hal itu bahkan terkesan sudah terbiasa. Apa lagi sosok itu sepertinya merupakan salah seorang bangsawan di wilayah aray pelindung.
Kemungkinan besar bangsawan di depan mereka itu akan memujinya lalu membujuk mereka berlima untuk berhubungan baik dengan keluarga mereka.
"Apa kalian tidak mengetahu arti dari kemunculan kami? Minggirlah kami tidak mempunyai waktu untuk mengurus hal yang tidak penting." Xion Chen menduga jika Song Qie dan Ayahnya sama seperti bangsawan lain yang ingin memanfaatkan status yang mereka miliki demi kepentingan pribadi para bangsawan itu.
"Maafkan kami para kesatria, tapi kami ingin mengatakan sesuatu hal yang sangat penting."
"Penting katamu! Apa kau tahu jika sekarang ini nyawa pemimpin kota dalam keadaan bahaya! Apa lagi yang lebih penting selain menyelamatkanya sekarang juga!" ucap Xion Chen yang sudah tidak bisa menahan emosinya lagi.
Dia sangat membenci sifat egois para bangsawan yang ada di wilayah aray pelindung ini.
"Hei apa ini sikap 5 kesatria pelindung pada orang-orang biasa seperti mereka? Sebaiknya kau dengarkan mereka berdua dulu, lalu setelah itu kau dapat mengambil keputusan.
Mereka berdua mempunyai pesan yang ingin di sampaikan kepada kalian dan juga mereka berdua sangat berbeda dengan bangsawan lain yang berada di wilayah pelindung ini."
Entah kenapa Jiu Wei merasa sangat kesal ketika melihat Song Qie diteriaki seperti itu oleh salah satu kesatria.
Pandangan 5 kesatria langsung tertuju pada Jiu Wei yang merupakan orang tidak membukuk hormat kepada mereka.
Tadi Mereka berlima mengabaikan Jiu Wei karena berpikir jika dia merupakan pengawal bangsawan itu yang tidak tahu apa-apa mengenai mereka.
Tapi ketika mendengar perkataan Jiu Wei tadi. mereka berlima tidak bisa membendung emosinya karena itu sudah merupakan penghinaan untuk mereka berlima.
"Kau..!
Niao Yueyin yang dipenuhi amarah langsung mengeluarkan pedangnya dari cincin penyimpananya bersiap untuk membunuh Jiu Wei.
"Apa? Apa kau ingin membunuh ku dengan pedang mainan yang kau pegang itu?"
Niao Yueyin menjadi semakin marah ketika Jiu Wei menyebut pedang yang merupakan pemberian orang tuanya dengan sebutani pedang mainan.
Sebagai kesatria pedang penghinaan semacam itu tidak akan bisa untuk di maafkan.
Song Qie hanya tersenyum kecut ketika mendengar perkataan Jiu Wei, karena sekarang ini Jiu Wei telah membuat keadaan menjadi lebih buruk dari sebelumnya.
'Cih.. Kenapa Yan Liyan menyuruh wanita temperamen ini untuk menemani kami?' Song Qie berdecak kesal serta mengutuk Yan Liyan dalam hati.
"Sialan kau!" Di saat Niao Yueyin ingin menyerang Jiu Wei tiba-tiba saja Niao Linghuo memegang pundaknya menghentikan tindakan Adiknya itu.
"Tenanglah.."
"Tapi kak..
Ucapanya terhenti ketika melihat ekpresi serius dari kakaknya yang seperti menyuruhnya untuk diam.
Yan Liyan yang melihat itu hanya tersenyum.
__ADS_1
"Pilihan yang ba..
Sebelum menyelesaikan perkataanya Jiu Wei merasakan aura yang sangat tipis. Keberadaanya hampir tidak terasa sedang melesat kearahnya.
Jiu Wei langsung saja mengeluarkan aura miliknya untuk menahan aura tersebut lalu memukul mundur aura itu.
Angin bertiup dengan kencang udara terasa berat ketika aura milik Jiu Wei memukul mundur aura tipis tersebut.
"Hee.. Mencoba memakai ilusi ya? Kau terlalu meremehkan ku."
Mereka berlima yang melihat itu sangat terkejut karena selama ini belum ada yang pernah lolos dari teknik ilusi milik Niao Linghuo.
"Siapa kau Sebenarnya dan apa tujuanmu?!" Niao Linghuo merasa mustahil jika Jiu Wei merupakan orang biasa saja, karena untuk merasakan aura tipis miliknya hanyalah seorang kultivator yang peka terhadap bahaya apa pun.
Dalam artian kultivator tersebut harus menghadapi banyak sekali pertarungan antara hidup dan mati untuk mendapatkan kepekaan seperti itu.
"Aku hanya orang yang mengantarkan mereka berdua untuk memberikan pesan kepada kalian berlima." ucap Jiu Wei dengan santainya.
Niao Linghuo yang mendengar itu menjadi sangat kesal karena dia bisa menduga jika bukan hanya itu saja.
"Hentikan!"
Liang San menengahi mereka berdua agar tidak terjadi pertarungan.
"Apa yang kalian berdua ingin sampaikan?" Liang San menatap kearah Song Qie dan ayahnya dengan penuh tanda tanya.
Jadi aku memohon pada kalian berlima agar berpihaklah kepada kami."
Dengan masih menundukkan kepala ayah dari Song Qie penuh harap agar mereka berlima berpihak pada orang-orang yang menentang pemimpin kota.
"Bagaimana kami bisa tahu jika ini bukanlah suatu jebakan." Meskipun awalnya Liang San terkejut dengan perkataan dari orang di depan mereka itu, Namun Liang San tidak ingin tertipu dan dimanfaatkan oleh para bangsawan.
"Aku melihat sendiri." Ayah song Qie kemudian menceritakan apa yang di lihatnya tadi dan mengenai Taozhi yang selalu meminta orang-orang yang berada di wilayah mereka untuk dijadikan pengorbanan selama 100 tahun terakhir ini.
"Apa mereka bisa dipercaya? Keadaan pemimpin kota sekarang ini sedang dalam bahaya dan seharusnya kita bergegas untuk menolongnya bukan mengurus hal seperti ini." bisik Xion Gao kepada Liang San.
"Dia tidak berbohong... Aku bisa melihat aurahnya yang berwarna hijau yang berarti dia tidak berbohong."
Liang San memang mempunyai kemampuan introgasi untuk mencari imformasi dari musuh.
Liang San melakukan teknik semacam itu untuk memastikan apakah seseorang itu berbohong atau tidak.
"Baiklah, untuk sekarang ini kami akan percaya dengan kalian berdua, tapi kami juga harus melihatnya sendiri untuk memastikan kebenarannya."
Song Qie tersenyum ketika mendengar itu karena mereka mempunyai harapan besar untuk mengalahkan pemimpin kota.
Pemimpin kota mungkin saja bisa dikalahkan oleh Yan Liyan namun rakyat wilayah pelindung tidak akan mudah percaya begitu saja jika pemimpin kota yang selama ini mereka anggap baik tiba-tiba saja bersekutu dengan iblis.
__ADS_1
Jika sampai pemimpin kota terbunuh tanpa alasan yang kuat, maka pemberontakan di antara masyarakat akan terjadi.
Yan Liyan kemudian memanfaatkan keberadaan 5 kesatria pelindung untuk meyakinkan masyarakat karena selain pemimpin kota.. 5 kesatria pelindung juga merupakan sosok yang paling di percayai oleh para warga.
Jiu Wei, Song Qie dan ayahnya serta lima kesatria pelindung melesat menuju kearah kediaman Taozhi.
"............. "
Sedangkan di ruang bawah tanah kediaman Taozhi...
Wuss!
Trang!
Suara dentingan pedang terdengar memekakan telinga.
Yan Liyan bertarung dengan Taozhi dengan ssngit walaupun tingkat kultivasi Taozhi berada di bawahnya tapi entah kenapa Yan Liyan sulit sekali untuk membunuhnya.
"Apa kau kebingungan?"
Trang!
Pedang phoenix serta tombak berwarna hitam berdentinga yang mengeluarkan percikan api.
"Tidak juga, sebab aku juga memiliki kemampuan seperti mu." dengan menggunakan tubuh dewa namanya Yan Liyan mampu bertarung imbang dengan seorang kultivator yang berada di atas rana kultivasinya.
Mereka berdua kemudian mundur kebelakang untuk mengambil ancang-ancang untuk menyerang lagi.
Namun Yan Liyan tidak melakukan hal itu. Dia mengeluarkan sebuah busur panah dari dalam cincin penyimpananya lalu membidik Taozhi.
Mengalirkan Qi nya ke busur yang membentuk anak panah, Anak panah tersebut kemudian melesat menuju kearah Taozhi dengan kecepatan penuh.
Sebelum mengenai Taozhi.. Anak panah tersebut kemudian berubah menjadi burung gagak yang mengeluarkan aura hitam pekat.
Booomm!
Gagak itu menabrak Taozhi dengan sangat keras sehingga terjadi ledakan yang cukup besar di tempat itu.
Tidak lama kemudian... debu tebal ditempat ledakan itu perlahan menghilang dan terlihat Taozhi yang tetunduk di selimuti oleh aura berwarna hitam keunguan serts luka-luka kecil maupun besar akibat serangan Yan Liyan tadi.
"Kau benar-benar memaksaku untuk mengeluarkan kekuatan penuh ku bocah!
Keluar dan penuhilah panggilan dari tuanmu ini wahai yang telah ditugaskan untuk melindungi ku!" setelah mengatakan itu aura yang menyelimuti Taozhi semakin pekat hingga menutupi seluruh tubuhnya.
Aura tersebut kemudian menghilang dan memperlihatkan Taozhi yang tadinya penuh dengan luka kini telah sembuh sepenuhnya.
Dan juga terlihat semacam roda di belakang Taozhi yang memancarkan aura yang menekan.
__ADS_1
[ Tuan, Artefak itu merupakan potongan roda takdir. Potongan roda takdir itu berfungsi untuk meningkatkan kekuatan pemiliknya berkali-kali lipat. Sisitem memperingatkan agar tuan berhati-hati dan jangan pernah meremehkanya.]