SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Artefak Terkutuk


__ADS_3

Boomm....


Boomm.....


Boomm.....


Suara ledakan menggema dengan kerasnya akibat pukulan Yan Liyan yang membentur batu segel.


Kepulan debu tebal berkumpul sehingga menutupi sebagian dari seluruh tempat itu.


"Huf... ini lebih sulit dari apa yang aku kira."


Yan Liyan telah melakukan banyak sekali pukulan namun semua pukulan itu sama sekali tidak menghasilkan goresan sedikitpun pada batu segel tersebut.


Sekali lagi Yan Liyan mengumpulkan Qi pada telapak tangannya, namun kali ini sangat berbeda dikarenakan Qi kali ini memiliki warna emas.


Tidak lama kemudian Qi berwarna emas tersebut, membentuk seekor naga yang memikirkan ukuran sedang.


"Pukulan naga Emas!"


Groaaarrr......


Naga tersebut mengaum dan melesat menuju tiga batu segel.


Tapi sebelum itu...


Wusss.....


Muncul sebuah tongkat yang memiliki aura kehidupan yang sangat kuat. Tongkat itu muncul secara tiba-tiba dan mengahalangi serangan dari Yan Liyan.


Yan Liyan langsung mundur kebelakang ketika melihat hal itu, memandang kesegala arah mencoba mencari keberadaan pemilik tongkat yang menghalangi seranganya tadi.


Dan secara tiba-tiba muncul dua sosok dari balik kepulan debu.


"Aku tidak akan menyangka jika manusia akan tertarik dengan batu biasa seperti. ini." ucap sosok yang terlihat sangat anggun, memakai gaun berwarna hijau daun dan rambut berwarna emas serta warna mata yang selaras.


Yan Liyan yang melihat sosok tersebut mengabaikan perkataanya dan fokus pada sesuatu yang sangat unik dari sosok tersebut.


"Telinga runcing, Apa kau merupakan ras Elf?"


"Hmm jadi seperti itu kalian ras manusia mengenali kami, tidak terlalu buruk." gumam sosok itu, mengambil tongkat kayu itu, lalu mengarahkanya pada leher Yan Liyan secara perlahan.


"Aku peringatkan padamu untuk pergi dari tempat ini! dan menganggap semua kejadian ini tidak pernah terjadi!" ucap sosok tersebut dengan dingin.


Sosok yang satunya lagi berdiri di belakangnya dengan busur panah yang siap dilepaskan kapan saja.


Sedangkan Yan Liyan hanya terdiam, dan dia juga diam-diam menghancurkan sebuah token yang memiliki warna merah, dari segi bentuknya hampir sama dengan token teleportasi hanya yang membedakan adalah warnanya saja.


Dua cahaya berwarna merah terang muncul di samping Yan Liyan setelah token itu dihancurkan, cahaya tersebut perlahan menghilang dan kemudian...


Terlihat Bing Hua, dan Ling Yun.


Mereka berdua sangat kebingungan dengan apa yang terjadi. Tadi mereka sangat terkejut ketika seluruh tubuh mereka dialiri cahaya merah tanpa mereka ketahui apa penyebabnya


Tapi setelah melihat keberadaan dari Yan Liyan, akhirnya mereka tahu siapa penyebabnya. sedangakn Bing Hua juga baru menyadari hal ini.


"Selesaikan misi mu dengan cepat, Ling Yun!"


Ling Yun dan Bing Hua menoleh kearah dua elf, yang sekarang tampak waspada dengan keberadaan mereka berdua.

__ADS_1


Melihat kekasihnya diarahkan sebuah senjata seperti itu, membuat Bing Hua sangat marah.


Dia lalu mengeluarkan belati taring naga, lalu melesat menuju sosok elf tersebut.


"Hentikan! Ini hanya kesalahpahaman, jadi tenanglah."


Ling Yun menghadang Bing Hua, sehingga membuatnya berhenti.


Ling Yun kemudian membukuk kepada sosok elf tersebut.


"Aku merupakan mata-mata dari pemimpin ras manusia, Aku ditugaskan untuk memberikan sebuah pesan pada salah satu ras Elf."


Ling Yun lalu mengeluarkan sebuah surat dari cincin penyimpananya, surat itu mempunyai segel yang hanya dimiliki oleh pemimpin ras manusia.


Sosok Elf itu kemudian menurunkan senjatanya dari leher Yan Liyan, lalu mundur kebelakang secara perlahan.


"Jadi, kalian meruapakan mata-mata yang diutus olehnya Ya." Sosok itu kemudian menerima surat tersebut.


"Aku akan memberikan surat ini pada yang mulia." Sosok itu kemudian membukuk pelan.


"Aku Xian Zi, merupakan adik dari pemimpin ras Elf, dan juga sebenarnya Aku juga dikirim oleh Yang mulia untuk menerima pesan ini dari salah satu mata-mata pemimpin ras manusia."


Ya. ras manusia dari dulu merupakan sekutu dingin dari ras Elf, biasa dibilang kadang bersekutu dan kadang bermusuhan, tapi hal tersebut tidak sampai menyebabkan perperangan diantara kedua ras.


"Dan maafkan Aku, atas kesalahpahaman yang terjadi, Aku harap kejadian tadi tidak akan membuat kalian merasa tersinggung."


Xian Zi menoleh kearah Yan Liyan, orang yang hampir dia lenyapkan tadi.


Sedangkan Bing Hua kebingungan ketika melihat Yan Liyan hanya terdiam dari tadi.


"Ada apa Liyan'gege?"


"Dia sangat cantik." jawab singkat dari Yan Liyan.


Sedangkan Bing Hua terdiam untuk sesaat, lalu membandingkan dirinya dengan sosok Elf yang berada tidak jauh di depanya.


Ya. Dia harus mengakui jika ras Elf itu sedikit lebih cantik dari dirinya.


"Tidak perlu kecewa Hua'er. Walaupun dia sangat cantik, bukan berarti aku mencintainya dan membuatku berpaling dari mu." Yan Liyan mengelus pucuk kepala Bing Hua. Dia baru sadar jika perkataanya tadi pasti menyinggung perasaan dari Bing Hua.


Namun tadi, Dia tidak sengaja dan secara spontan mengatakan hal itu.


Bing Hua hanya mengangguk dan tersenyum kepada Yan Liyan.


Ketika mereka sedang sibuk dengan urusanya masing-masing, tiba-tiba saja ribuan bulu berwarna hitam dan mengeluarkan aura hitam pekat melesat kearah mereka.


Yan Liyan yang menyadari hal itu, langsung membuat aray pelindung.


Wusss....


Wusss...


Boomm.....


Kiak....


Kiak....


Muncul ratusan ribu burung gagak yang merupakan binatang darah iblis, mengepung mereka dari berbagai sisi.

__ADS_1


"Hahahaha!!"


Terlihat sosok iblis mencul diantara ribuan burung gagak tersebut, disertai tawa yang menggelegar.


"Bunuh mereka semua!! hingga tidak tersisa!"


Sosok iblis itu berteriak dengan suara yang menggelegar, dan diikuti oleh ratusan ribu burung gagak melesat menuju kearah Yan Liyan.


"Ini Buruk."


"Tuan, Pergilah! Aku akan mengulur waktu." ucap sosok laki-laki dari ras Elf.


Sosok Elf tersebut merupakan salah satu kesatria pelindung dari anggota keluarga pemimpin ras Elf.


"Dan menjadi seorang pengecut! Apa kau ingin mempermalukan ras Elf di depan ras manusia?" Xian Zi mengalirkan Qi pada tongkatnya dan melesat menuju ribuan burung gagak tersebut.


Sedangkan Yan Liyan menoleh kearah Mei Lin dan Bing Hua.


"Sudah saatnya untuk kalian menunjukkan siapa kalian yang sebenarnya."


Yan Liyan lalu melesat menuju puluhan ribu burung gagak tersebut dengan pedang pembunuh iblis di tangannya.


Mei Lin dan Jiu Wei hanya mengangguk dan mengeluarkan penampilan mereka yang sebenarnya.


Mei Lin yang seluruh tubuhnya diselimuti oleh api berwarna merah darah, dan Jiu Wei mengeluarkan sembilan ekornya yang berwarna warni.


Xian Zi dan Ling Yun berhenti untuk sesaat, mereka berdua sangat terkejut ketika melihat perubahan dua binatang itu.


Terutama Ling Yun, Dia tidak pernah menyangka jika rubah yang menemaninya tadi merupakan ras rubah Elemen.


Ras yang keberadaanya tidak perna terlihat selama ratusan ribu tahun yang lalu, bahkan ada rumor jika semua ras dari binatang mitos telah punah.


Mei Lin tanpa basa-basi mengeluarkan ribuan bola api disekitarnya dan mengarahkan pada ratusan ribu burung gagak tersebut.


Sedangkan Jiu Wei, Dia mengeluarkan 8 bola elemen, lalu menghilang menggunakan teknik teleportasinya, lalu mengarahkan 8 bola elemen itu pada burung gagak itu juga.


Mereka berdua lalu melesat disamping tuan mereka dan membantu Yan Liyan dari segala sisi.


Sedangkan Bing Hua, seperti biasa dia melesat dan melenyapkan semua burung gagak itu dengan sadis.


Bing Hua memegang belati yang menancap dan menembus kepala burung gagak, burung gagak itu membeku dan menjadi butiran Es.


Masih dengan pandangan dinginnya, Bing Hua membantai semua burung gagak itu dengan belatinya.


Yan Liyan hanya tersenyum kecut ketika melihat hal tersebut.


"Ya. Seperti nya perkataanku tadi membuatnya sangat marah."


Yan Liyan lalu menagarahkan pandanganya pada sosok iblis yang hanya berdiam saja, sambil menyaksikan pertarungan mereka.


Tanpa basa-basi Yan Liyan menggunakan langkah cahaya dan muncul dibelakang iblis itu.


Melesatkan pedang pembunuh iblis pada sosok tersebut dan...


Boomm....


Sosok itu menangkisnya menggunakan sebuah pedang berwarna hitam legam, dan mengeluarkan aura kematian yang sangat kuat.


[Ding... pedang dewa iblis, merupakan salah satu artefak terkutuk.]

__ADS_1


Yan Liyan tersenyum lebar ketika mendengar pemberitahuan dari sistemnya.


"Menarik."


__ADS_2