SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Belum Tentu Benar Dimata Orang Lain


__ADS_3

"Hmm, Soal itu ya... Jika hanya ranah Kaisar Dewa tingkat bumi, kau bisa mengatasinya sendirian saja bukan?"


Xiu Wen merupakan sosok kultivator yang berada di ranah Kaisar Dewa tingkat galaxy, jadi dia bisa mengalahkan pemimpin sekte tapak hantu itu dengan mudah.


Malahan yang lainnya kebingungan kenapa Xiu Wen seserius itu membahas musuh yang berada di ranah di bawahnya.


"Cih, bukan itu masalahnya.. Satu tahun yang lalu, pemimpin sekte tapak hantu masih berada di ranah raja Dewa tingkat langit, dan secara tiba-tiba saja meningkat ke tingkat Kaisar dewa? bukankah ini sangat aneh."


Sedangkan Jian Hu yang dari tadi juga terdiam mengerutkan keningnya ketika mendengar perkataan dari Xiu Wen.


"Kau memang benar. Peningkatanya terlalu diluar nalar, tapi bisa saja dia mendapatkan tanaman herbal bukan atau...


" Ya, Aku mencurigai sekte taring naga hitam dibalik semua ini." ucap Xiu Wen dengan penuh amarah serta rasa kebencian memuncak ketika mengatakan nama sekte itu.


"Jangan terlalu mengambil kesimpulan. Bukankah mereka telah berjanji untuk tidak mengusik wilayah Kekaisaran Surgawi setelah peristiwa itu."


"Cih, Aku sama sekali tidak pernah percaya dengan apa yang pernah mereka katakan. Penghianat tetaplah penghianat, Mereka sangat pantas untuk dimusnahkan."


Xiu Wen mulai mengeluarkan aura membunuh yang sangat pekat karena tidak bisa mengontrol emosinya.


Orang-orang yang berada di tempat itu hanya terdiam, mereka sama sekali tidak menegur tindakan Xiu Wen yang sudah diluar batas, apa lagi saat ini mereka sedang berada di depan Kaisar.


Mereka juga mengerti, jika Xiu Wen mempunyai kenangan buruk dengan sekte naga hitam, dimana karena mereka kakaknya mati, bahkan jasadnya tidak pernah ditemukan dalam perang yang terjadi jutaaan tahun yang lalu.


"Baiklah, sebaiknya kita akhiri saja pertemuan ini. Ingat besok Asosiasi alchemist akan mengadakan pelelangan. Banyak barang-barang berharga di sana dan aku akan menantikan semua uang kalian.. Hahahaha!"


Kaisar dari Kekaisaran Surgawi tertawa untuk mencairkan suasana yang memburuk akibat aura yang dikeluarkan oleh Xiu Wen.


"Bei Hu! Apa benar Putrimu akan mewarisi kekuasaanmu dimasa depan nanti?" Rui bertanya dengan ekpresi serius kali ini, karena ini menyangkut seluruh Kekaisaran surgawi.


"Ya, sepertinya memang begitu. Kalian bersiap-siap saja, jika dimasa depan nanti, keturunan kalian akan melindunginya dan seluruh Kekaisaran ini dan sepertinya dimasa depan nanti pemimpin dari Kekaisaran surgawi tidak akan bermarha Bei Lagi, karena putriku akan memakai marga ibunya setelah aku mengabaikanya waktu itu."


Bei Hu menunduk dengan ekpresi bersalah di depan yang lainya. Dia tidak khawatir njika kewibawaanya menurun karena dari dulu mereka berenam memang sahabat, jadi mereka tahu sifat masing-masing meskipun terkadang mereka berbeda pendapat dan bermusuhan.


"Biarkan yang muda yang akan mengurus itu dimasa depan nanti. Tugas kita hanyalah menyelesaikan masalah yang kita perbuat agar tidak membebani generasi selanjutnya."


Rui menepuk punggung Bei Hu lalu pergi keluar ruangan karena merasa sudah tidak ada urusan lagi ditempat ini.


"Apa yang dikatakan oleh orang tua bauh tanah itu benar, jadi jangan memasang ekpresi semacam itu." Xiu Wen juga pergi mengikuti Rui dari belakang diikuti dengan yang lainnya.


"Kau masih sama seperti dulu.. dasar pecundang." ucap Shen Yongheng.


Bei Hu tersenyum sendiri dan membayangkan di masa depan nanti akan lebih baik dari masa kelam yang pernah mereka alami, jika semua pemimpin yang memimpin Kekaisaran ini memiliki sifat seperti mereka.


"........... "


Yan Liyan yang berada di atas atap gedung langsung menghilang aray pelindungnya lalu menghilang dari tempat itu.

__ADS_1


Yan Liyan tiba-tiba muncul di halaman rumahnya.


Yan Liyan kemudian duduk di gazebo sambil memikirkan percakapan 6 sosok tadi, terutama perkataan mengenai kakak Xiu Wen tadi.


"Apa dia merupakan adik dari ibuku?" gumamnya penuh dengan tanda tanya dan untuk menjawab pertanyaanya itu dia harus bertemu dengan Xue Yu untuk bertanya padanya.


"Dan juga aku harus menaikan tingkat kultivasiku lagibKarena aku masih terlalu lemah untuk berhadapan dengan mereka, meskipun ini akan menguras banyak sekali poin sistemku."


Yan Liyan lalu masuk kedalam ruang invetory untuk meningkatkan kultivasinya dimana perbedaan waktu di dunia luar akan sangat menguntungkanya.


"........... "


Di tempat lain...


Terlihat sosok elf yang memakai gaun hijau muda yang menunjukkan kecantikan alami dan terlihat di depan sosok itu terdapat sosok yang terlihat tidak asing yaitu Ran.


"Guru! Apa yang harus aku lakukan setelah menguasai teknik ini?"


"Jangan terburu-buru Ran..


"Tapi guru, Aku akan pergi ke ibukota Kekaisaran surgawi besok pagi untuk menepati janjiku pada seseorang yang pernah aku ceritakan pada Guru."


"Hah! baru saja 2 minggu aku menjadi gurumu dan kau mulai melawanku?"


Ran ikut kesal ketika melihat gurunya kesal dan tidak mau kalah padanya.


"Ya. Aku juga tahu itu. Sudah sering guru mengatakannya. Tapi bagaimana jika kita pergi bersama?"


Sosok elf itu mempertimbangkan permintaan dari muridnya. Namun pada akhirnya dia mengiyakan permintaan muridnya itu.


Sedangkan ditempat lain..


Bing Hua melesat menuju ke ibukota Kekaisaran surgawi atas arahan dari ibunya.


Akhir-akhir ini kultivasinya meningkat pesat karena banyak sumberdaya tiba-tiba ada di dalam cincin pasanganya.


Sekarang ini tingkat kultivasinya bersda di ranah Kaisar Dewa tingkat awan karena rajin berkultivasi setiap saat demi berpetualang untuk mencari keberadaan Yan Liyan.


Namun ketika dia sampai di sebuah desa kecil untuk sinngah terlebih dahulu, niatnya tiba-tiba terhenti ketika melihat banyak sekali sosok yang berterbangan sedang membakar dan membunuh penduduk desa satu persatu.


Bing Hua yang melihat itu tidak tinggal diam, dia mengelusrksn pedang teratai es lalu melesat menuju orang-orang beringas itu yang dia duga sebagai bandit.


"Serang! Jangan sisahkan satu pun dan jarah semua harta mereka!" teriak dari seseorang pria yang memakai pakaian dengan kambang tengkorak.


"Ya! Musnahkan mereka!"


Slas!

__ADS_1


Argkg!


Slas!


Terdenngar teriakan memilukan dari para warga ketika semua orang-orang itu membunuh tanpa ampun.


"Teknik Pedang Teratai Es, Teknik Kedua! Hujan Pedang Es!"


Whsss!


Slas!


"Teknik Pedang rembulan! Bulan Purnama!"


Wusss!


"Teknik pedang teratai es! teknik pertama! Siluet Bulan sabit!"


Berbagai macam teknik dari Bing Hua keluarkan yang membuat semua orang-orang yang membantai penduduk desa tadi musnah seketika karena Bing Hua mengeluarkan teknik skala luasnya.


Setelah terjadi pembantaian sepihak dari Bing Hua..


Terlihat di desa itu di penuhi okeh mayat-mayat dengan tubuh yang tidak utuh, ada yang anggota tubuhnya terpisah, dan ada yang berserakan, membeku tidak bersisah menjadi serpihan es.


Sungguh sesuatu yang sangat kejam untuk dilihat banyak orang bahkan para penduduk desa yang menjadi korban pembantaian tadi juga ikut ketakutan ketika melihat Bing Hua yang sama sekali tidak menunjukkan ekpresi bersalah setelah membantai begitu banyak orang.


Bruk!


Satu Batu yang cukup besar melesat dsn mengenai kepalanya. Bing Hua menoleh dan melihat seorang pria paruh baya memandangnya dengan kebencian sekaligus ketakutan.


"Pergi Dasar Iblis!"


Deg!


Emosi Bing Hua memuncak ketika mendengar perkataan pria paruh baya itu, disisi lain dia berniat untuk menolong warga desa namun dia tidak bisa menyangkal perkataan dari pria paruh baya itu, karena penampilanya saat ini memang seperti iblis yang haus darah.


Wusss!


Muncul seorang wanita cantik di depan Bing Hua dan menatapnya dengan lembut.


"Jangan hiraukan perkataan mereka. Terkadang disaat kita melakukan hal menurut kita baik, belum tentu dimata orang lain itu benar." Sosok wanita itu memegang tangan Bing Hua dan membawanya pergi meninggalkan tempat itu.


Bing Hua hanya mengikutinya saja karena tidak merasakan adanya niat buruk dari wanita itu.


"Namaku Xue Jia, Siapa namamu?"


"Eh.. Xue?

__ADS_1


__ADS_2