SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Pergi ke Alam Tingkat Menengah


__ADS_3

Yan Liyan kemudian keluar dari dalam invetory bersama Lin Xi.


Lin Xi yang melihat dia berada didalam hutan yang sama pada saat dia diserang binatang buas merasa sangat terkejut ketika melihat keadaan hutan itu.


"hutan ini tidak banyak berubah bahkan kereta kuda itu masih terlihat bagus dan tidak lapuk dimakan rayap padahal aku merasa sudah lama meninggalkan tempat ini." ucap Lin Xi keheranan.


"tidak perlu dipikirkan... sekarang ayo kita pergi kemakam ayah dan ibumu."


ajak Yan Liyan sambil berjalan di dua makam yang merupakan makam Ibu dan Ayah Lin Xi


Lin Xi yang mendengar itu hanya mengangguk lalu mengikuti Yan Liyan dari belakang.


sesampainya di depan makam dia melihat kearah Lin Xi.


"berikan mereka berdua bunga yang kau ambil tadi."


"um.. aku mengerti..." ucapnya lalu mengambil dua tangkai bunga dari cincin penyimpanan yang pernah diberikan oleh Yan Liyan padanya.


Lin Xi kemudian menaruh bunga itu didepan nisan makam ayah dan ibunya.


"beristirahatlah dengan tenang.. aku akan berkunjung ketempat ini jika aku merasa kesepian dan merindukan kalian berdua." ucap Lin Xi sambil memandang kearah makam ayah dan ibunya.


sedangkan Yan Liyan hanya diam membiarkan Lin Xi mengingat kenangan tentang ayah dan ibunya.


20 menit kemudian.......


"sekarang tujuan kita kemana kakak Yan Liyan..?"


"ikuti aku... aku akan mengajakmu untuk bertemu dengan mereka." ucap Yan Liyan berjalan menuju kearah mansionya.


Lin Xi kebingungan ketika mendengar kata mereka dari Yan Liyan, tapi dia hanya mengangguk lalu mengikutinya dari belakang.


sesampainya mereka berdua didepan mansion yang dimiliki oleh Yan Liyan....


Yan Liyan langsung masuk kedalam mansion lalu seperti biasa duduk dikursi mengeluarkan teh hangat dari dalam cincin penyimpananya.


Yan Liyan yang ingin meminum teh hanya tersenyum ketika melihat Lin Xi memandang mansionya dengan kagum.


"ayo minum teh bersamaku.." ajak Yan Liyan.


Lin Xi yang mendengar itu hanya mengangguk lalu duduk berhadapan dengan Yan Liyan.


"dimana yang kakak maksud dengan mereka..?" Lin Xi keheranan karena dia tidak melihat satu orangpun ditempat itu selain mereka berdua.


"sebentar lagi mereka akan datang..." ucap Yan Liyan lalu meminum teh nya.


Lin Xi mengangguk lalu mengeluarkan buku tebal dan membacanya sambil menunggu orang yang dimaksud oleh Yan Liyan.


tidak lama kemudian......

__ADS_1


wusss.....


wusss......


wusss........


muncul para bawahan Yan Liyan secara bersamaan ditempat itu, Jiu Wei yang berada dibahu Bing Hua langsung melompat kearah Yan Liyan.


"maaf telah menunggu lama tuan.." ucap mereka sambil membukuk didepan Yan Liyan.


Xiao Yi yang melihat seorang gadis kecil berambut hitam pekat seperti dirinya hanya yang membedakan adalah mata gadis kecil itu berwarna hitam pekat.


"kakak Liyan siapa dia..?" tanya Xiao Yi.


"bisa dibilang dia adalah muridku..." jawab singkat Yan Liyan yang membuat para bawahanya sangat terkejut sekaligus kebingungan.


Yan Liyan yang melihat ekspresi dari bawahanya hanya menghela nafas panjang.


"baiklah aku akan menceritakanya."


ucap Yan Liyan lalu menceritakan tentang pertemuanya dengan Lin Xi setelah itu dia melatihnya menjadi kultivator agar dia bisa mencapai impiannya.


para bawahan Yan Liyan yang mendengar hanya mengangguk.


"jadi.... apa kau akan membawanya dalam perjalanan kita...?" tanya Xiao Yi.


"tentu saja tidak... disana terlalu berbahaya untuknya lagipula dia harus mengalami perjalanan dari awal yaitu dari yang terendah sampai yang tertinggi." ucap Yan Liyan.


"kakak Yan Liyan... sebenarnya apa yang kalian bicarakan..?"


Yan Liyan yang mendengar itu hanya tersenyum.


"sekarang kita akan berpisah aku harap kau bisa menjaga dirimu dengan baik.." ucap Yan Liyan melihat kearah Lin Xi.


Lin Xi yang mendengar itu sangat terkejut dia telah kehilangan kedua orang tuanya dan sekarang akan kehilangan Yan Liyan yang selalu mengajari dan menemaninya.


"kenapa kakak.. ingin meninggalkanku dan kakak ingin pergi kemana..?" tanya Lin Xi dengan ekspresi sedih.


"aku.... aku harus melanjutkan perjalananku gadis kecil jadi jangan sedih seperti itu." Yan Liyan mengatakan alasanya agar tidak melukai perasaan dari Lin Xi.


"tapi... kakak... apa aku boleh ikut denganmu..?" tanya Lin Xi penuh harap.


" tidak.... itu karena perjalanan yang akan kami lakukan sangat berbahaya, jadi jika kau ingin menyusulku kau harus menjadi kultivator yang hebat dan juga kau harus mencapai impian yang pernah kau katakan padaku waktu itu."


"lagipula kau sudah berjanji bukan." ucap Yan Liyan.


Lin Xi yang mendengar itu hanya mengangguk karena dia tidak ingin terlalu merepotkan Yan Liyan jika memaksa untuk ikut.


"baiklah aku mengerti...." ucap Lin Xi dengan berat hati.

__ADS_1


Yan Liyan yang mendengar itu hanya tersenyum lalu mengeluarkan dua kunci dan sebuah Liontin.


"sekarang mansion ini dan mansion yang berada di ibukota kekaisara Han adalah milikmu aku sudah menandaimu pada aray dikedua mansion sehingga kau bisa melihat dan masuk kedalamnya."


"dan liontin itu anggap saja sebagai hadia kenang-kenangan dariku." ucap Yan Liyan memberikan Liontin pada Lin Xi.


Lin Xi menerima pemberian dari Yan Liyan dan tersenyum walaupun ada kesedihan di dalam senyumanya.


Xiao Yi yang melihat itu langsung mengeluarkan sebuah cincin penyimpanan dan memberikanya pada Lin Xi.


"cincin itu berisi banyak sekali koin perunggu, perak, emas dan platinum." ucapnya.


Bin Hua juga mengeluarkan sebuah belati didalam cincin penyimpananya.


"belati itu merupakan salah satu peninggalan keluargaku.... jadi jagalah dengan baik." ucap Bing Hua.


kini giliran Yan Lin yang memberikan cincin penyimpanan pada Lin Xi.


"di dalam cincin itu terdapat sumberdaya yang akan membantumu dalam meningkatkan kultivasi." ucap Yan Lin.


Yin Su dan Yin Zu maju secara bersamaan untuk memberikan hadiah pada Lin Xi.....


"aku memberikanmu senjata yang merupakan pedang yang terbuat dari kristal Es biru jadi jagalah dengan baik karena pedang itu merupakan senjata kesayanganku." ucap Yin Zu.


sedangkan Yin Su mengeluarkan sebuah lencana dengan corak bunga Es.


"ini adalah lencana kehormatan dari sekte Es yang menunjukan eksistensi diriku jika kau menunjukanya pada anggota sekte Es."


"jadi jika kau ingin meminta bantuan pada sekte Es yang berada di kekaisaran Han tunjukan lencana itu pada mereka." ucap Yin Su.


sedangkan Han Guang juga memberikan sebuah lencana kehormatan kekaisaran pada Lin Xi.


Lin Xi yang melihat para bawahan Yan Liyan memberikanya hadiah hanya tersenyum dan mengangguk ketika mendengar ucapan mereka.


"baiklah kita akan pergi sekarang.." ucap Yan Liyan ketika mendengar pemberitahuan sistemnya.


[Ding...proses membuka ruang dimensi kealam tingkat menengah telah selesai dan tempat yang dituju telah ditetapkan]


wusss......


tiba-tiba muncul celah dimensi seperti portal dihalaman mansion.


para bawahan Yan Liyan yang mendengar ucapan Yan Liyan hanya mengangguk lalu masuk kedalam celah dimensi itu.


Yan Liyan yang akan memasuki cela dimensi menoleh kebelakang dan melihat Lin Xi yang memandangnya dengan ekspresi sedih.


"ingatlah satu hal.... jangan terlalu percaya pada siapapun selain dirimu sendiri dan jaga dirimu dengan baik." ucap Yan Liyan.


Lin Xi yang mendengar itu hanya mengangguk.

__ADS_1


Yan Liyan yang melihat anggukan Lin Xi hanya tersenyum lalu masuk kedalam celah dimensi itu.


celah dimensi langsung menghilang ketika Yan Liyan telah memasuki celah dimensi itu.


__ADS_2