SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Niao Yinyue Sebagai Calon Pemimpin Kekaisaran Es Utara


__ADS_3

Bing Hua, Mei Lin, dan Xian Ran juga sekilas melihat tingkah aneh Yan Liyan terhadap Jiu Wei sehingga hal membuat mereka merasa jika ada sesuatu yang salah dengan otak kekasih mereka saat ini setelah melakukan latihan tertutup.


"Apa otak mereka sedang tertukar?" tanya Mei Lin yang berpikir jika hal itu yang paling masuk akal untuk menjelaskan keadaan saat ini.


Xian Ran dan Bing Hua menggeleng, mereka berdua juga tidak tahu harus menjawab apa saat ini.


Yan Liyan yang menyadari keberadaan mereka bertiga langsung menarik Jiu Wei menuju kearah Xian Ran, Mei Lin, dan Bing Hua yang sedang duduk di gazebo.


"Liyan'gege.. Apa latihan mu berjalan dengan lancar?" Bing Hua pertama kali yang bertanya sambil memandang Jiu Wei penuh arti seperti meminta penjelasan kepadanya.


"Ya. Latihanku berjalan dengan lancar, jadi satu bulan kedepan kita akan pergi ke istana ibuku untuk menepati janji dan melanjutkan petualangan kita ke alam lebih tinggi di sana."


Yan Liyan ingin menepati janjinya pada ibunya pada saat selesai perang dengan dewa kegelapa dulu.


Jadi dia tidak bisa seenaknya pergi dan mengingkari janji itu, sedangkan mereka berempat mengerti dengan maksud Yan Liyan karena mereka juga mendengar permintaan ibu Yan Liyan pada saat itu.


Jiu Wei mengangkat bahunya, ketika ketiga saudarinya memandangnya penuh tanya. Sebenarnya dia tahu alasan di balik sikap aneh Yan Liyan namun dia terlalu malas untuk menjelaskamya saat ini, lagipula menurut jika hal itu bukan merupakan hal yang penting.


"Sebaiknya kau secepatnya mengangkat pemimpin baru Hua'er karena waktu kita di tempat ini tinggal satu bulan." ucap Yan Liyan masih dengan memeluk leher Jiu Wei dari belakang dan menyandarkan tubuhnya.


Bing Hua hanya mengangguk mengerti dengan maksud kekasihnya itu.


"Baiklah, Aku serahkan sisanya padamu Hua'er."


Yan Liyan sekilas mengecup pipi Jiu Wei lalu melesat pergi dari tempat itu.


Kejadian tadi begitu tiba-tiba sehingga Jiu Wei tidak menyadarinya, ketika Yan Liyan pergi dia baru sadar dan wajahnya memerah karena hal tadi.


Sedangkan yang lainnya tertawa kecil melihat ekspresi malu-malu dari Jiu Wei yang terkesan sangat imut karena telinga tubuhnya bergerak-gerak tak karuan menunjukkan suasana hati Jiu Wei saat ini.


Di tempat lain...


Yan Liyan mengahabiskan waktunya untuk bermain dan berlati bersama Qiao Mi, Su Fengli dan dua anak angkatnya.


Ya, Yan Liyan melakukan itu, karena mungkin ini merupakan yang terakhir kalianya dia bermain dan berlatih bersama mereka.


Ketika dia dan yang lain pergi menuju alam kebadian, Dia harus meninggalkan Yin Yue Zhi dan Hao Lang karena Alam kebadian tidak akan menerima orang-orang yang berada di luar alam kebadian yang masih berada di ranah kultivasi dewa sejati ke bawah.


Dalam artian Yan Liyan juga tidak bisa menyimpan mereka kedalam dunia jiwa.

__ADS_1


Yan Liyan juga akan memutuskan untuk meninggalkan mereka berdua bersama dengan ibunya, tapi bukan berarti Yan Liyan akan mendapatkan mereka berdua.


Yan Liyan memutuskan jika setelah dia menyelesaikan tugasnya yaitu mengambil sesuatu di istana sang Void untuk menyempurnakan tubuh kekosongan dan mencegah jika istana itu ditemukan orang lain.


Dan juga menemukan jika ia menemukan keberadaan atau kebenaran tentang Ayahnya, Dia akan langsung pulang ke istana ibunya dan setelah itu dia akan hidup bersama dengan 4 kekasihnya selamanya.


Dan untuk menyelesaikan itu membutuhkan waktu selama 3 tahun tepat kedua anak angkatnya akan berumur 10 tahun.


Ya, setidaknya hal itu merupakan rencana hidup Yan Liyan.


15 hari berlalu......


Berita tentang Ratu Bing Hua akan turun dari tahtanya dan mencari pengganti yang baru telah tersebar keseluruh penjuru dimensi Kekaisaran utara.


Bahkan berita itu juga telah terdengar oleh pemimpin dimensi lain, tentunya mereka semua sangat penasaran dengan alasan Bing Hua turun dari tahtanya.


Dan mereka menyurati Bing Hua untuk mempertanyakan hal itu.


Di Kekaisaran es utara juga tersebar rumor jika yang akan menjadi pengganti ratu mereka adalah Naio Yinyue yang merupakan salah satu dari 5 kesatria dengan julukan dewi pedang.


Tentu saja rumor itu tersebar dengan cepat dan menjadi perbincangan hangat oleh warga Kekaisaran bahkan para bangsawan juga memperbincangkan hal itu.


Mereka juga bertanya pada pihak Kekaisaran akan kebenaran rumor tersebu namun pihak Kekaisaran hanya menjawab "15 hari lagi kalian akan mengetahui semuanya."


Sedangkan Di sebuah ruangan yang merupakan kediaman dari Niao Yinyue dan Niao Linghuo.


Niao Yinyue saat ini tampak sangat bimbang karena 5hari yang lalu. Bing Hua datang di kediamannya. Awalnya dia berpikir jika pemimpin mereka itu akan memberikanya sebuah misi, tapi yang dia dapatkan memang misi yang sama sekali tidak pernah terpikirkan olehnya.


"Persiapkan dirimu! 20 hari lagi, kau akan menggantikan diriku."


Perkataan singkat dari Bing Hua itulah yang sekarang ini membuat Niao Yinyue merasa sangat bimbang.


"Tenanglah adik, semuanya akan baik-baik saja." ucap Nia Linghuo untuk memenangkan adiknya itu.


Sebenarnya dia juga tidak pernah menyangka jika adiknya akan menggantikan posisi Bing Hua dimana dimasa depan nanti adiknya itu akan mengurus sebuah Kekaisaran dan hal tersebut tentunya bukan hal yang mudah.


"Tapi kakak, Aku tidak yakin jika...


"Kau harus yakin. Ingat kau tidak pernah sendiri."

__ADS_1


Niao Yinyue mengingatkan jika adiknya itu masih mempunyai dirinya sebagai kakaknya dan 3 kesatria pelindung yang lain.


"Apa yang dikatakan oleh kakakmu itu sangat benar." Yan Liyan bersama dengan Xion Chen, Xion Gao dan Liang San tiba-tiba datang dan masuk dalam pembicaraan mereka.


Niao Yinyue dan Niao Linghuo membungkuk hormat ketika melihat keberadaan Yan Liyan.


"Benar, meskipun pada awalnya aku tidak menyangka jika kau akan ditunjuk oleh pemimpin menjadi seorang ratu."


"He.. memangnya kenapa?"


"Lihatlah kakak! mana mungkin pemimpin kita yang anggun dan dingin itu menunjukkan sosok yang..


Xion Gao menutup mulutnya menahan tawa sendiri dan tidak melanjutkan perkataannya.


Sedangkan Niao Yinyue yang sangat kesal mendengar perka yang seolah meremehkan dirinya..


Dia langsung mengeluarkan pedang kehampaanya lalu melemparkannya kearah Xion Gao.


Wusss!


Pedang itu menancap ditembok dan hampir mengenai wajah Xion Gao bahkan ada beberapa helai rambutnya terpotong.


"Jaga ucapanmu, dasar kerbau bodoh!"


Setelah kejadian itu Yan Liyan langsung keluar sehingga membuat mereka kebingungan.


"Maaf Pemimpin. Apakah perlakuanku tadi membuat Anda merasa tidak nyaman?"


Yan Liyan menggeleng menyangkal perkataan Niao Yinyue.


"Bukan seperti yang kau pikirkan, hanya saja tujuanku kesini sudah terpenuhi." ucap Yan Liyan melirik kearah pedang kehampaan yang hanya tertancap dinding yang artinya jika Niao Yinyue telah berhasil mengendalikan senjatanya.


Karena jika tidak, maka senjata tersebut akan menembus dinding bahakan akan menembus 70 bangunan yang berada di sekitarnya jika energinya tidak dikendalikan.


"Bersiaplah 15hari lagi, jangan khawatir Hua'er dan beberapa mentri akan membantumu dalam belajar mengurus istana selama 2 minggu kedepan dan untuk urusan yang lain biarkan aku yang mengurus sisanya." ucap Yan Liyan lalu menghilang dari tempat itu.


"Hei kakak, Aku ragu jika pemarah sepertinya akan mengurus Kekaisaran ini. Aku jadi khawatir dengan keadaan Kekaisaran ini dimasa depan nanti." bisik pelan Xion Gao kepada kakaknya Xion Chen.


"Diamlah! Apa kau ingin tubuhmu menjadi lebih besar lagi karena babak belur dihajar olehnya."

__ADS_1


Niao Yinyue mendengus kesal tentu saja dia mendengar pembicaraan mereka berdua. Namun dia menyadari jika itu ada benarnya.


'Sepertinya mulai dari sekarang Aku harus belajar untuk mengontrol emosiku.'


__ADS_2