
"jadi.. seperti itu ya.." binatang kontraknya memang mempunyai insting yang lebih kuat dari pada para bawahannya.
hal itu disebabkan jika seekor binatang kontrak kehilangan tuanya atau ditinggal mati maka otomatis binatang kontrak itu akan ikut mati juga.
tapi para bawahan Yan Liyan berbeda mereka tidak akan seperti itu hanya saja mereka akan merasakan jiwa mereka terbebas dari ikatan kontrak jiwa.
Yan Liyan lalu duduk dikursi disamping Bing Hua sehingga membuat Xiao Yi khawatir dengan apa yang akan dilakukan oleh Yan Liyan.
dia tersenyum tipis ketika melihat ekspresi khawatir dari Xiao,.Yan Liyan kemudian memakan makananya dan diikuti oleh semua para bawahanya.
"lama tidak bertemu rubah kecil." ucap Mei Lin memandang kearah Jiu Wei yang berada dekat denganya.
Jiu Wei mendengus kesal lalu mengabaikan perkataan dari Mei Lin.
"he... ada apa apa denganmu adik.., kau jadi mengingatkanku pada ular kecil itu."
"ular kecil..?" tanya Jiu Wei kebingungan.
"ya.., didalam celah ruang dimensi itu kami menemukan sebuah kekaisaran yang dipimpin oleh seseorang dan dia memiliki binatang kontrak yaitu seekor ular berwarna putih sepertimu hanya saja dia memiliki warna biru sehingga sedikit berbeda denganmu." jelas Mei Lin.
Jiu Wei sangat terkejut ketika mendengar hal itu karena dari ciri-ciri yang disebutkan oleh Mei Lin mengingatkanya pada sala satu ras ular binatang mitos.
"apakah... ular kecil itu dari ras ular Yin...?" tanya Jiu Wei penasaran.
"ya.., bisa dibilang seperti itu tapi sayang sekali kekuatanya masih sangat lemah."
"dan apa kau tahu hal yang lebih penting..." Mei Lin tidak melanjutkan kata-katanya karena merasa sangat lucu dengan ekspresi penasaran Jiu Wei bahkan Xiao Yi dan yang lain juga menoleh kearahnya.
"disana tuan bertemu dengan seorang wanita yang sangat cantik.."
uhuk...
Yan Liyan terbatuk dan menoleh kearah Mei Lin dengan kesal karena dia mengira jika Mei Lin akan berbicara tentang kesepakatanya dengan para leluhur kekaisaran Xue.
"apa itu benar tuan..? Jiu Wei bertanya dengan penasaran.
"tidak.., aku bahkan tidak pernah melihat wajahnya secara langsung." Yan Liyan menyangkal ucapan dari Mei Lin.
"kakak Liyan memangnya siapa wanita itu..?"
"dia adalah kaisar dari kekaisaran Xue yang telah menghilang puluhan ribu tahun yang lalu."
"bagaimana mereka bisa berada dalam celah dimensi itu.?"
tanya Jiu Wei dengan terkejut memang kekaisaran Xue telah mengilang dan hancur puluhan ribu tahun yang lalu tapi dia tidak menduga jika mereka akan tinggal didalam celah ruang dimensi.
begitupun dengan yang lain mereka berpikir sama dengan Jiu Wei.
"itu..."
__ADS_1
Yan Liyan kemudian berhenti makan lalu menceritakan semuanya pada mereka tentang alasan kekaisaran Xue berada didalam celah ruang dimensi dan tujuannya lalu persyaratan yang dia buat dengan para leluhur kekaisaran.
"bukankah persyaratan itu sangat sulit apalagi melakukanya dalam kurun waktu 1 tahun." ucap Bing Hua dia sering membaca buku dan menurutnya Elemen ruang dan waktu merupakan Elemen yang sangat langka dan paling sulit untuk dikuasai dari elemen-elemen yang lain.
dan dibutuhkan waktu paling cepat 20.000 tahun bagi seorang kultivator yang memiliki Elemen ruang dan waktu untuk menguasainya itupun sudah dianggap sebagai jenius sejati.
walaupun tuanya juga merupakan seorang jenius tapi perbedaan waktu antara 1 tahun dan 20.000 tahun itu sangatlah jauh.
"tenang saja aku dapat melakukanya dengan sedikit usaha.".ucap Yan Liyan meyakinkan mereka.
"kau sangat ceroboh sekali tuan." ucap Yin Su dan diangguki oleh Yin Zu karena menurut mereka tuanya terlalu terburu-buru dalam memutuskan suatu hal.
"aku tahu.., tapi itu adalah cara yang terbaik bukan..? kita juga tidak tahu pasti kapan ras iblis akan datang menginvasi alam tingkat menengah." ucap Yan Liyan.
Yin Su hanya mengangguk ketika mendengar ucapan dari Yan Liyan karena apa yang tuanya katakan memang sangat benar.
"jadi apa kita akan langsung kembali kewilayah tanpa nama setelah ini..? Han Guang bertanya dengan tiba-tiba karena menurutnya sudah tidak ada hal lagi yang akan mereka lakukan dilembah kesengsaraan itu.
"ya... sepertinya begitu tapi ada yang harus aku lakukan terlebih dahulu."
Xiao Yi yang mendengar itu sangat penasaran sekaligus juga khawatir.
"apa itu..?" tanya Xiao Yi dengan penasaran.
"kalian akan mengetahuinya esok pagi.." ucap Yan Liyan lalu melanjutkan makan malamnya yang tertunda tadi.
setelah itu mereka makan malam bersama dan setelah selesai makan mereka langsung beristirahat.
Bing Hua yang ingin beristirahat tiba-tiba merasaka aurah keberadaan tuanya.
"apa kau bisa menyiapkan teh hangat untuku aku akan menunggumu ditepi telaga."
Bing Hua yang mendengar itu hanya mengangguk.
"Baik tuan." ucapnya lalu menuju area dapur membuat air hangat untuk membuat minuman teh untuk tuanya.
setelah itu dia meuangnya kedalam teko yang di dalamnnya terdapat serbuk teh berwarna biru yang merupakam teh laut biru yang dipanen dari wilayah tanpa nama.
setelah itu dia menaruhnya diatas nampan lalu berjalan menuju kearah pinggir telaga.
disana dia melihat Yan Liyan sedang duduk sendiri diatas belahan pohon besar yang terlentang bahkan Mei Lin juga tidak ada bersamanya.
Bing Hua menyajikan Teh dan duduk disamping Yan Liyan.
"apa tuan sedang memikirkan sesuatu..?" tanya Bing Hua.
"tidak.., aku hanya melihat bintang karena disini semuanya terlihat dengan jelas." ucapnya karena ditempat itu tidak ada kabut yang membuat sinar bulan menjadi temaram.
Yan Liyan kemudian menuangkan Teh kedalam cangkir lalu memberikanya pada Bing Hua setelah itu dia menuangkan teh untuk dirinya sendiri.
__ADS_1
"tuan apa kau menyukai Yan Lin.?" tanya Bing Hua.
Yan Liyan terkejut ketika mendengar pertanyaan tiba-tiba dari Bing Hua tapi tidak lama kemudian dia tersenyum.
"he... kenapa kau bertanya seperti itu."
"aku hanya penasaran saja tuan."
"benarkah..? jangan berbohong padaku apa kau tahu jika pembicaraanmu dan Xiao Yi telah aku ketahui." ucap Yan Liyan tersenyum tipis ketika melihat ekspresi pucat Bing Hua.
"jadi tuan telah mengetahuinya...?
"ya.. kau benar aku tidak menyangka jika kalian akan membicarakan hal itu dibelakangku."
"tuan.. aku mohon agar tuan merahasiakan hal itu dari yang lain karena aku malu jika yang lain mengetahuinya." ucap Bing Hua dengan nada yang memohon.
Yan Liyan yang melihat tingkah Bing Hua sekarang menjadi kebingungan karena sikap yang biasanya dingin dan tidak peduli pada hal-hal yang kurang penting.
dan sekarang dia memohon seperti itu didepannya Yan Liyan memang pernah melihat hal itu tapi waktu itu Bing Hua memohon untuk menjadi bawahanya agar menjadi kuat agar dapat membalaskan dendamnya.
'cih... sebenarnya apa yang mereka bicarakan sampai-sampai dia memohon seperti itu.' batin Yan Liyan.
kemudian dia hanya mengangguk kepada Bing Hua dia juha tidak ingin memaksa para bawahanya untuk mengatakan sesuatu dia tahu kalau para bawahannya juga mempunyai privasi sendiri.
"um... Bing Hua apa kau selalu memakai liontin jiwa itu." tanya Yan Liyan ketika melihat Liontin yang dipakai Bing Hua.
"um... aku selalu memakainya." jawabnya.
"barikan itu padaku... tenang saja aku tidak akan mengambilnya." ucap Yan Liyan Liyan ketika melihat wajah murung dari Bing Hua.
Bing Hua melepas liontin Jiwa dan memberikanya pada Yan Liyan.
setelah Yan Liyan menerima Liontin itu..,dia kemudian mengalirkan Qi Es kedalamnya dan secara tiba-tiba Liontin jiwa langsung berubah warna yang tadinya berwarna merah sekarang menjadi warna biru terang.
"ambilah..aku telah menyesuaikan dengan Elemen yang kau miliki dan juga Efek liontin itu akan jauh lebih kuat dari sebelumnya." ucap Yan Liyan memberikan Liontin itu pada Bing Hua.
"terimakasih tuan.." ucap Bing Hua menerima Liontin jiwa itu.
".............."
pagi harinya Yan Liyan dan para bawahannya berkumpul pada suatu tempat.
mereka berenam kebingungan ketika tuanya ingin menyampaikan sesuatu tapi mereka dibawa kepadang rumput.
"jadi apa yang tuan ingin sampaikan pada kami..?" tanya Yan Lin dengan penasaran.
Yan Liyan tidak menjawab lalu mengeluarkan pedang darah dari dalam cincin penyimpananya.
"kalian berenam lawan aku..!" ucap Yan Liyan lalu melesat kearah para bawahanya.
__ADS_1