SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Pedang 2 Elemen


__ADS_3

1 Bulan berlalu di dalam invetory.....


selama satu bulan ini Lin Xi mempelajari tehknik yang diajarkan oleh Yan Liyan kepadanya selain itu kultivasinya juga meningkat ketingkat rana emas ☆3.


selama satu bulan ini juga Yan Liyan berlatih untuk menguasai Elemen air ke tahap sempurna.


kini Lin Xi dan Yan Liyan sedang makan daging bakar binatang buas tingkat tinggi dibawa pohon kehidupan.


"daging bakar ini sangat enak." ucap Lin Xi sambil mengunya daging bakar itu.


Yan Liyan yang mendengar Lin Xi berbicara sambil makan hanya tersenyum entah kenapa hal itu mengingatkanya pada Xiao Yi.


"makanlah yang banyak..., daging binatang buas tingkat tinggi dapat meningkatkan kekuatan fisikmu." ucap YanLiyan


Lin Xi yang mendengar itu hanya mengangguk lalu kembali memakan daging bakar binatang buas tingkat tinggi itu dengan lahap.


15 menit kemudian......


mereka berdua telah selesai makan dan bersiap untuk melanjutkan latihan.


Yan Liyan mengeluarkan tanaman herbal didalam cincin penyimpananya lalu diberikan pada Lin Xi.


"selama 4 bulan ini kau telah memperkuat pondasi kultivasimu dan juga 1 bulan terakhir ini kau telah menguasai tehknik yang aku ajari padamu."


"sekarang ambil sumberdaya ini dan tingkatkan kultivasimu dengan pesat."


"kau tidak perlu khawatir lagi dengan fondasi kultivasimu yang akan melemah... kau mengerti apa yang aku katakan padamu bukan?" tanya Yan Liyan.


Lin Xi yang mendengar itu hanya mengangguk dan menerima sumberdaya itu lalu pergi kedekat sungai tempat biasanya dia berkultivasi yang berada tidak jauh dari tempat itu.


Yan Liyan yang melihat itu hanya tersenyum lalu mengeluarkan bolah api putih sambil memandang kearah Mei Lin yang ada dipinggir kolam air kehidupan.


"aku sangat bosan bagaimana kita lakukan latihan tanding untuk menghilangkan rasa bosanku.." ajak Yan Liyan pada Mei Lin secara tiba-tiba.


Mei Lin yang mendengar itu hanya tersenyum tipis.


"kebetulan aku ingin menguji kemampuanku tapi aku tidak tahu harus mengujinya kepada siapa." Mei Lin mulai mengeluarkan api berwarna merah darah diseluruh tubuhnya.


"tapi aku punya satu persyaratan dalam latih tanding ini." Mei Lin memang Yan Liyan.


"syarat...? syarat apa yang kau maksud?" tanya Yan Liyan.


"didalam latih tanding ini.. tuan hanya dapat menggunakan tehknik Elemen api dan jika tuan menggunakan tehknik Elemen lain maka tuan akan dinyatakan kalah"


"satu hal lagi tuan tidak diperbolehkan menggunakan kekuatan fisik."


"apa tuan setuju dengan dua persyaratan itu?" tanya Mei Lin.


Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk.


"baik aku setuju dengan persyaratanmu.. dan aku juga punya persyaratan dalam pertandingan ini kita berdua harus menyelesaikan ini dengan 3 gerakan."


Mei Lin yang mendengar itu hanya mengangguk.


"aku setuju."


ucapnya lalu mengeluarkan seluruh api yang dimilikinya sehingga tubuhnya diselimuti oleh api berwarna merah darah lalu melesat kearah Yan Liyan.

__ADS_1


Yan Liyan yang melihat itu hanya tersenyum tipis lalu membuat dua bolah api putih dikedua tanganya lalu melesat kearah Mei Lin.


Mei Lin juga melakukan hal yang sama dengan Yan Liyan.


Boomm.....


Boomm.......


terjadi ledakan besar ketika dua tehknik itu berbenturan.


wusss.....


mereka berdua mundur kebelakang untuk keluar dari asap akibat tehknik mereka.


"satu gerakan...." gumam Yan Liyan.


Yan Liyan langsung membuat banyak bolah api putih di sekitarnya lalu melesat lagi kearah Mei Lin.


sedangkan Mei Lin mengeluarkan bolah api besar dikedua sayapnya dan mengarahkanya kearah Yan Liyan.


Yan Liyan yang melihat itu mengarahkan semua bolah api putih disekitarnya lalu mengarahkan kebola api besar itu.


Boomm.....


Boomm......


terjadi lagi ledakan besar saat kedua tehknik itu berbenturan.


Yan Liyan yang melihat hal itu hanya tersenyum tipis.


"ini gerakan yang terakhir..."


wusss........


muncul ratusan bola api berwarna putih diatas Yan Liyan lalu bolah api itu mengarah kearah Mei Lin.


Mei Lin yang melihat itu ltu hanya tersenyum tipis.


"aku juga akan menggunakan tehknik yang sama."


"tehknik api dewi phoeniks. hujan bola api."


wusss......


muncul ratusan bola api berwarna merah darah dibelakangnya lalu bola api itu melesat kearah Yan Liyan.


Boomm.....


Boomm......


terjadi ledakan yang sangat besar bahkan lebih besar dari sebelumnya sehingga menimbulkan kepulan debuh tebal.


tidak lama kemudian asap dan debuh tebal itu menghilang yang memperlihatkan tempat mereka melakukan tanding terdapat banyak kawah kecil akibat benturan tehknik tadi.


tapi keadaan Mei Lin dan Yan Liyan terlihat baik-baik saja tidak ada luka bakar sedikitpun pada tubuh mereka berdua.


"kehebatan api dari dewi phoeniks api memang bukan omong kosong belaka"

__ADS_1


"bahkan dengan perbedaan kultivasi, meski tidak terlalu jauh harus aku akui kau sangat hebat." ucap Yan Liyan.


Mei Lin yang mendengar itu hanya mengangguk.


"terimakasih atas pujiannya tuan." ucap Mei Lin.


"um.... kita anggap latih tanding kali ini seri." ucap Yan Liyan lalu seperti biasa dia berjalan menuju kolam air kehidupan bersama Mei Lin dibahunya.


2 bulan didalam invetory berlalu......


Lin Xi yang telah mencapai rana tingkat raja bumi menengah kini diajari oleh Yan Liyan untuk menggunakan Elemen angin yang dimilikinya.


"ingat didalam tehknik ini kau harus bergerak dengan cepat dan gesit."


"sekarang alirkan elemen angin yang kau miliki kepedang kayumu itu.!!" perintah Yan Liyan.


Lin Xi yang mendengar itu hanya mengangguk.


lalu mengalirkan elemen angin yang kepedang kayunya seketika pedang itu diselimuti oleh angin tipis.


Yan Liyan yang melihat itu tersenyum lalu mengeluarkan sebuah pedang didalam cincin penyimpananya.


"tebas pedang ini menggunakan pedang yang kau miliki..!!"


Mei Lin yang mendengar itu kebingungan.


"lakukan saja nanti kau akan mengerti." ucap Yan Liyan yang melihat ekspresi kebingungan dari Lin Xi.


Lin Xi hanya mengangguk lalu menebaskan pedang kayunya kearah pedang yang dipegang Yan Liyan.


trang.........


krak......


terdengar dentingan benturan senjata serta suara retakan ditempat itu.


tiba-tibah pedang yang dipegang oleh Yan Liyan retak lalu terbelah menjadi dua.


Lin Xi yang melihat itu hanya memandang pedang kayunya dengan kagum.


"Elemen angin memiliki sifat yang tajam ketika dialirkan pada suatu senjata sebenarnya elemen yang kau keluarkan tadi itu belum cukup tajam tapi itu lumayan untukmu." ucap Yan Liyan.


Lin Xi yang mendengar itu hanya mengangguk tanda mengerti dengan kejadian tadi.


"karena kau telah sedikit mahir meskipun belum sempurna dalam menggunakan pedang maka aku akan memberikan sebuah pedang seperti yang aku katakan beberapa bulan yang lalu."


ucap Yan Liyan kemudian mengeluarkan sebilah pedang yang memiliki dua warna berbeda dikedua sisinya.


"nama pedang ini adalah pedang angin dan air atau disebut juga pedang pedang 2 Elemen."


"aku rasa sangat cocok untukmu yang memiliki dua Elemen itu"


"dan juga pedang ini akan berkembang sesuai dengan tingkat kultivasimu, jadi jagalah pedang itu dengan baik." ucap Yan Liyan.


Lin Xi langsung menerima pedang itu dan memandang lekat-lekat.


"terimakasih kakak Yan Liyan pedang ini akan sangat berharga untuku." ucapnya sambil tersenyum.

__ADS_1


"untuk orang yang memiliki impian sepertimu aku rasa pedang itu tidak seberapa." ucap Yan Liyan.


__ADS_2