
Setelah Yan Liyan dan dua sosok itu telah menyepakati keputusan mereka untuk berkerja sama, Yan Liyan memutuskan untuk pergi dari tempat itu karena sudah tidak ada urusan lagi.
"Dia terlalu dingin."
"Memang dia berasal dari sekte teratai beku, jadi memang sifatnya seperti itu, dasar Bodoh.
Dan kenapa juga kau harus mengaku-ngaku sebagai kekasihku!"
"Hehe.. Chen Nan tertawa kecil sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Kita memang merupakan sepasang kekasih bukan?"Chen Nan dengan ragu-ragu berbicara seperti itu karena sejujurnya dia sangat menyukai Lan Lan dan dia selalu saja menggoda dan menjahilinya.
"Cih, jangan pernah bermimpi untuk itu." Lan Lan bersecak kesal lalu memesan kamar penginapan dan pergi meninggalkan Chen Nan ditempat itu.
"Aku tidak akan menyerah...
"Aku tidak peduli..
Mereka berdua terus saja meributkan tentang satu hal sampai keributan itu terhenti ketika pada saat mereka berdua terpisah kamar penginapan.
"......... "
Sedangkan Yan Liyan yang berada dikamarnya sedang menyerap suatu pengetahuan yang baru saja masuk kedalam kepalanya.
Pengetahuan tersebut merupakan buku teknik yang dapat mengubah energi Qi menjadi mana, karena Yan Liyan berpikir jika cepat atau lambat dia akan bertemu seorang penyihir dan setidaknya Yan Liyan mempunyai modal melawan para penyihir menggunakan energi yang sama, jika mereka memang mempunyai niat buruk padanya.
Dan juga Yan Liyan bisa mengaku sebagai salah satu murid dari akademi sihir tanpa seorang pun tahu Identitas aslinya dengan kemampuanya itu.
[Proses pemahaman telah selesai.]
[DING.. selama tuan, anda mendapatkan tongkat sihir karena relah menguasai teknik pengubah energi]
Yan Liyan tersenyum puas dengan hadiah dari sistemnya, setelah itu dia kemudian tertidur dengan nyenyaknya.
"........ "
Di tempat lain...
Bing Hua tampak sedang berjalan melawan badai salju yang berhembus sangat kencang menerpa nya.
"Hua'er.. Tinggal sedikit lagi. Diarah utara tempat ini, seingatku ada sebuah gua yang aman yang akan berfungsi sebagai tempat berlindung dan memantau keadaan tempat ini untuk sementara waktu." Xue Yu sekarang ini berada di dalam ruang Jiwa Bing Hua dan memberikan semangat dan informasi pada anaknya itu.
Kemarin.., sebelum mereka berlima terpisah akibat dari hisapan energi misterius. Xue Yu bergegas dengan sangat cepat berpindah tempat masuk kedalam ruang jiwa Bing Hua sehingga saat ini dia sedang bersama dengan anaknya.
Alasan Kenapa Yan Liyan tidak memasukan mereka berlika kedalam ruang jiwanya adalah karena hisapan energi itu terlalu kuat,
__ADS_1
sehingga menimbulkan gaya tarik menarik dan tentunya kekuatan ruang jiwa Yan Liyan lebih lemah daripada hisapan energi misterius itu, dan menyebabkan Yan Liyan kalah, sehingga membuat mereka berlima terpisah.
Sedangkan Xue Yu hanya sebuah jiwa sehingga dia tidak terpengaruh oleh hisapan ruang tersebut, karena keberadaanya memang tidak bisa dirasakan.
Bing Hua masih tetap berusaha melawan badai salju itu, dan entah kenapa tidak bisa melawan kuarnya hembusan badai salju padahal dia berada di tingkat dewa sejati puncak dan hampir menerobos keranah perajurit dewa.
Setelah berjuang untuk waktu yang lama, akhirnya Bing Hua sampai disebuah gua dan langsung masuk ke dalamnya setelah tidak merasakan keberadaan siapa pun di dalam gua itu.
Di dalam Gua.. Bing Hua dapat bernafas lega karena aman dari badai salju yang kekuatanya sangat dasyat itu.
Disaat dia akan bersilah untuk menseobos karena di cantiknya telah dipenuhi oleh energi hampa yang sangat murnih.
Tiba-tiba saja cincin pemberian Yan Liyan yang berada di tangannya mengeluarkan cahaya kehijauan.
Hal tersebut membuat Bing Hua terkejut dan menghentikan terlebih dahulu proses penerobosanya karena khawatir jika ada sesuatu hal buruk yang terjadi pada saat dia akan menerobos.
Namun cahaya kehijauan yang ada di cincinya secara perlahan meredup dan tidak lama kemudian menghilang.
Dan setelah cahaya itu meredup, dari cincin itu tiba-tiba saja keluar banyak sekali tanaman herbal yang dapat meningkatkan kultivasi
dan juga terdapat ratusan ribu baru Qi kuno tingkat rendah, menengah, sampai tingkat tinggi.
Bing Hua tentu sangat terkejut ketika melihat itu dan mulai menerka-nerka apa yang sebenarnya terjadi.
"Hee.. sepertinya kekasihmu itu masih memikirkan dirimu, walaupun kau berada sangat jauh darinya.
Xue Yu berpikir jika hal ini merupakan perbuatan Yan Liyan dan entah bagaimana cara Yan Liyan melakukan hal itu, tapi yang pasti jika semua yang pernah dilakukan oleh menantunya tetsebut benar-benar sangat luar biasa.
Bing Hua sendiri langsung menyerap semua sumberdaya itu agar dia menjadi kuat dan dapat bertemu dengan Yan Liyan serta saudarinya lagi.
"........... "
Pagi harinya di kota Hutan Qilin Emas....
Yan Liyan bangun lebih awal dan dia telah selesai membersihkan diri bersiap untuk sarapan pagi bersama teman barunya atau orang-orang yang akan dia manfaatkan untuk mencari informasi.
"Sistem! Apa kau telah mengirimkan semuanya?"
[Sudah selesai tuan, anda menghabiskan 3 M poin sistem untuk sumberdaya bagi 4 kekasih tuan dan semua sumberdaya itu akan meningkat mereka ke tanah Jendral Dewa tingkat Galax]
Yan Liyan tampak sangat puas ketika mendengar pemberitahuan dari sistemnya, meskipun memakan banyak poin sistem, tapi tidak mengapa.
Yan Liyan berpikir jika poin sistem dapat dicari dengan utama sedangkan untuk keselamatan kekasihnya adalah prioritas utamanya, oleh karena itu Yan Liyan memberikan kekasihnya banyak sumberdaya, agar kekuatan mereka semakin meningkat dan bisa melindungi diri sendiri.
Yan Liyan kemudian turun ke lantai bawah untuk sarapan pagi.
__ADS_1
"........ "
Setelah mereka bertiga sarapan pagi dan beristirahat sejenak.
Yan Liyan, Chen Nan, dan Lan Lan bergegas pergi menuju hutan Qilin Emas.
Bukan hanya mereka bertiga saja yang pergi menuju tempat itu, tapi banyak orang yang mempunyai tujuan sama seperti mereka.
Di bagian terdalam hutan Qilin Emas terdapat 2 sosok pemuda dengan tampilan beringas dan postur tubuh yang sangat besar dan tampak sangar dan satu sosok lagi merupakan pemuda yang cukup tampan.
Dua sosok pemuda itu tampak sedang menyusun suatu rencana yang pasti akan berhubungan dengan Peristiwa Di hutan Qilin Emas.
"Ingat tugas yang diberikan oleh patriark. Kita harus menyelesaikanya dan jika memang tidak ada petunjuk, maka..
Sosok itu menghentikan perkataanya sambil menyeringai lebar diikuti oleh sosok pria yang sangat besar di sampingnya.
"Hahaha! Aku sangat menantikan dimana tanganku ini berlumuran darah lagi." ucap sosok pemuda itu lalu melesat untuk melakukan penyelidikan.
Sedangkan Yan Liyan, Chen Nan dan Lan Lan telah tiba di hutan bagian dalam ketika menjelang siang.
Sebenarnya Yan Liyan dapat mencapainya lebih dari kecepatan itu, namun tentu itu akan membuat bebepa orang curiga dengan dirinya.
Jadi dia menyamakan kecepatan orang-orang yang ada di sekitar tempat itu.
"Fenomena yang terjadi kemarin memang sangat luar biasa." Gumam Chen Nan ketika melihat banyak pojok tumbang akibat dari dampak ledakan yang terdengar dan juga terdapat sebuah jurang yang sangat dalam seperti baru saja terbentuk di hutan itu.
Chen Nan dan Lan Lan langsung melesat kearah jurang dan kemudian mendarat di pinggir jurang dalam itu.
Sebenarnya sebelum mereka bertiga tiba ditempat itu, ada banyak sekali orang-orang yang berada di pinggir jurang, mereka datang hanya untuk melihat-lihat saja, karena sama sekali tidak ada seorang pun yang berani masuk kedalam jurang tersebut.
Karena tidak ada yang tahu bahaya apa yang menunggu mereka jika berani melompat dan menjelajahi jurang itu.
"Bukankah seharusnya kita masuk dan memerikaa keadaan." ucap Yan Liyan seperti kebingungan dan tidak tahu apa-apa dengan mental lemah seperti mereka.
"Minggir! Tuan muda dan salah satu pemuda naga ingin lewat!" teriak Salah seorang dari belakang yang membuat orang-orang yang berada di pinggir jurang mengindar.
Muncul sosok pemuda dengan memegang dua pedang berdiri di pinggir jurang tersebut sambil memandang rendah orang-orang yang sama sekali tidak berani memasuki jurang itu.
Yan Liyan yang melihat itu tampak sangat penasaran dengan identitas mendalam dari sosok tersebut.
"Siapa dia?"
"Apa kau benar-benar tidak tahu siapa dia?
Hais! Aku lupa jika selama ini kau terkurung di sekte tampa mengetahui dunia luar, tapi asal kau tahu saja, jika dia merupakan tuan muda sekte pedang yang bernama Jian Seng, oleh karena itu jangan mencari masalah dengannya walaupun dia yang terlebih dahulu memulai masalah."
__ADS_1
Ucap Chen Nan seperti mengetahui betul sifat dari Jian Sheng yang merupakan sosok anak dari pemimpin sekte pedang dan disebut sebagai pemuda naga karena dia merupakan sosok unggulan dari sektenya.