SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Teknik Semesta


__ADS_3

15 hari berlalu....


disebuah taman kastil diwilaya tanpa nama terlihat Yan Liyan sedang duduk berkosentrasi untuk menyempurnakan Elemen ruang dan waktu.


tidak lama kemudian muncul celah dimensi kecil didepanya celah itu perlahan membesar diikuti oleh Yan Liyan yang mengeluarkan keringat dingin hal dikarenakan mengatur atau mengendalikan Elemen ruang dan waktu sangatlah sulit.


celah dimensi itu kemudian membesar tapi tidak lama kemudian menyusut lalu perlahan menghilang.


Yan Liyan menghela nafas berat ketika melihat hal itu.


"huh... ini memang perkembangan bagus daripada dua minggu yang lalu tapi tetap saja ini agak mengecewakan." gumam Yan Liyan lalu melihat keluar kastil yang suasananya sudah mulai agak gelap.


"ini sangat berat dan menyusahkan dari tadi pagi sampai sore hari aku hanya duduk dan berlatih seperti ini." gumam Yan Liyan yang sedikit bosan dengan kegiatan berlatih yang dia lakukan tiap harinya.


Yan Liyan lalu keluar dari halaman kastilnya sesampainya diluar seperti biasa dia melihat keadaan kastil yang sangat sepi tiada siapapun disana.


tidak lama kemudian dia melihat para bawahannya menuju kearahnya mereka tampak tersenyum dan berbincang-bincang satu sama lain terlihat Xiao Yi yang lebih riang disana.


"hm... bukankah tuan benar-benar sangat beruntung..?"


Mei Lin tiba-tiba terbang dan mendarat dibahu Yan Liyan dia tadi mengamati latihan yang dilakukan Yan Liyan.


Mei Lin juga akhir-akhir ini sangat jarang berada diruang invetory sistem karena dia sangat kesepian dan tidak ada lagi hal yang menarik untuk dilihat ditempat itu menurutnya.


"ya.., kau benar." ucap Yan Liyan dia memang sangat beruntung memiliki bawahan yang sangat patuh dan membantunya untuk mengurus sesuatu disetiap saat.


'sepertinya tuan tidak mengerti dengan maksud perkataanku.' batin Mei Lin.


"kakak Liyan....!!" teriak Xiao Yi dari kejauhan melambaikan tangan kearahnya.


Mei Lin yangmelihat Xiao Yi hanya menggeleng.


"dia memang tidak pernah berubah.." gumam Mei Lin yang melihat sifat Xiao Yi.


"ya..., yang kau katakan memang benar tapi aku lebih menyukai sifatnya itu dan aku harap dia tidak akan pernah berubah." Yan Liyan yang menanggapi ucapan dari Mei Lin.


'aku ragu jika harapan tuan akan terwujud bagaimanapun dia itu mempunyai perasaan dan sifatnya akan berubah jika dalam keadaan tertentu.'


tidak lama kemudian para bawahannya telah sampai dihadapan Yan Liyan.

__ADS_1


"apa semuanya berjalan dengan lancar akhir-akhir ini?" tanya Yan Liyan.


"ya.., semuanya berjalan dengan lancar bahkan pembangunan untuk menampung semua buku-buku telah selesai dibuat 2 hari yang lalu dan mulai ramai didatangi oleh para warga untuk membeli buku-buku disana." ucap Yan Lin.


"disektor pertanian juga berjalan dengan lancar diperkirakan 15 hari kedepan kita bisa melakukan panen raya.


kami juga telah berkerja sama dengan sektor Alchemist untuk meneliti semua tanaman yang kami tanam agar kami bisa menuanahkan hama yang menyerang tanaman kami sehingga tidak terjadi kegagalan panen." ucap Yin Zu.


"disektor perajurit tangan kosong dan bersenjata juga berjalan dengan lancar..


dan tingkat kultivasi mereka juga telah meningkat dengan pesat sekarang ini rata-rata dari mereka berada ditingkat kultivasi ranah jalan keabadian awal atau setara dengan kapten iblis." jelas panjang Bing Hua.


"sektor Alchemist juga sama walaupun akhir-akhir ini mereka agak memiliki banyak urusan untuk membantu para warga dan sektor-sektor yang lain tapi tidak bisa dipungkiri jika sebagian orang-orang dari sektor Alchemist telah mencapai Alchemist tingkat ahli." jelas Yin Su.


kini giliran Han Guang dia tidak berbicara tapi mengeluarkan sebuah surat dari dalam cincin penyimpananya lalu memberikanya pada Yan Liyan.


Yan Liyan menerima surat itu terlihat jelas disurat itu terdapat segel kekaisaran Xia.


"surat itu berasal dari kekaisaran Xia yaitu dari kaisar Xia sendiri yang berisi jika mereka ingin melakukan hubungan diplomatik dengan wilayah tanpa nama dalam bidang pertanian..


hal itu disebabkan sebagian tanah diwilayah kekaisaran Xia kurang subur untuk ditanami padi atau gandum yang merupakan kebutuhan pokok bagi para warganya.


sementara itu mereka akan mengirimkan tanaman herbal untuk memenuhi kebutuhan sektor Alchemist di wilayah tanpa nama."


Yan Liyan yang mendengar penjelasan Bing Hua hanya mengangguk


karena tanah dikekaisaran Xia memang kurang subur jika ditanam padi atau gandum tapi tanaman herbal tumbuh dengan subur ditempat itu sehingga mereka menjadi pemasok tanaman herbal terbesar didua wilayah kekaisaran.


"jadi... apa saranmu Han Guang..?" tanya Yan Liyan dia sangat penasaran dengan pendapat dari salah satu bawahannya itu.


"menurutku tuan menerimanya saja karena wilayah tanpa nama telah lama berhubungan baik dengan kekaisaran Xia jika kita menolaknya maka akan menimbulkan isu-isu dikalangan para menteri kekaisaran Xia bahkan bisa terjadi konflik diantara dua wilayah...


"lagipula kita juga membutuhkan tanaman herbal untuk keperluan sektor Alchemist meskipun kita bisa memenuhinya dengan baik tapi jika kita membeli dari sumbernya langsung maka harga yang akan kita dapatkan akan lebih murah dari yang lainya." jelas Han Guang.


Yan Liyan dan yang lain yang mendengar itu hanya mengangguk karena apa yang dikatakan oleh Han Guang sangat masuk akal.


"jika seperti itu.., kirim surat pada kaisar Xia jika aku Yan Liyan pemimpin wilayah tanpa nama menerima kerja sama yang saling menguntungkan itu..!" perintah Yan Liyan.


Han Guang yang mendengar itu hanya mengangguk.

__ADS_1


"baik..., aku mengerti tuan." ucapnya.


setelah itu mereka semua melihat kearah Xiao Yi yang belum melapor tentang keadaan pertambangan yang dia awasi selama beberapa hari ini.


"tidak ada hal yang menarik dan seperti biasa mereka berkerja dengan baik." ucap singkat darinya lalu merangkul Bing Hua.


"kakak Hua kali ini aku akan membantumu untuk memasak makan malam." ucap Xiao Yi dengan semangat.


"tidak perlu aku bisa melakukanya sendiri."


"kakak Hua.. aku mohon." Xiao membulatkan mata dengan ekspresi memohon kepada Bing Hua.


"jika aku berkata tidak kau akan tetap melakukanya bukan..?" dia sangat mengerti dengan sifat teman baiknya itu.


Bing Hua kemudian berjalan menuju kedalam kastil diikuti oleh Xiao Yi dibelakangnya.


"bagaimana hasi dari latihan anda selama 15 hari terakhir ini tuan..?" tanya Yan Lin.


"hm... cukup meningkat dengan pesat daripada dua minggu yang lalu." jawab Yan Liyan.


"itu sangat bagus.." ucap Jiu Wei dengan sangat senang kini dia berada dibahu Yin Zu untuk menemaninya dalam mengawasi pertanian.


"cih... sebaiknya kau singkirkan pikiran bodohmu itu Jiu Wei karena belum tentu kau dapat mengalahkanku jika kau memiliki elemen ruang dan waktu."


ucap Mei Lin yang mengerti kenapa Jiu Wei sangat senang dengan perkembangan pesat Yan Liyan mengenai latihan elemen ruang dan waktu.


"kita lihat saja nanti.." gumam Jiu Wei sambil tersenyum tipis.


setelah itu Yan Liyan dan yang lain masuk kedalam kastil menunggu makan malam yang akan disajikan oleh Bing Hua dan Xiao Yi.


"............."


2 hari berlalu.....


Yan Liyan sekarang ini berada dibawah pohon kehidupan bersama Mei Lin disampingnya dia tidak melatih Elemen ruang dan waktu miliknya untuk hari ini karena suatu alasan.


Yan Liyan kemudian mengeluarkan sebuah buku teknik yang diberikan oleh seorang wanita tua dilembah kesengsaraan tempo hari.


dia melihat buku teknik itu dengan lekat-lekat dari penampilanya saja buku itu sangat tidak menarik tampak polos sama sekali tidak ada warna dan tulisan dibagian luarnya.

__ADS_1


Yan Liyan kemudian membuka selembar dari buku itu dan terlihat tulisan kuno tapi masih bisa dibaca oleh Yan Liyan.


"Teknik Semesta." gumamnya.


__ADS_2