
Setelah Yan Liyan mengikuti kedua pangeran penghianat itu serta mata-mata yang dia temui kemarin.
Akhirnya sekarang ini berada di tempat yang sepi. Tempat itu agak sedikit jauh dari bangunan sekte naga hitam.
Kedua pangeran itu terlihat menyusuri gang sempit yang sangat gelap, tetapi di ujung gang sempit itu ada sebuah bangunan mewah.
Dan di depan dua bangunan mewah itu berdiri dua orang wanita dengan pakaian panas. Mereka berdua tersenyum menggoda ketika melihat kedua pangeran itu berjalan menuju kearah rumah hiburan.
Bangunan tersebut merupakan rumah hiburan bagi para murid sekte setelah seharian melakukan misi atau tugas berat.
Dan wanita di tempat itu sebenarnya berkerja bukan karena keinginan mereka sendiri, tetapi karena paksaan dan segel budak yang dipasang di dalam tubuh mereka.
Pada awalnya wanita penghibur itu merupakan gadis desa yang diculik oleh para murid sekte naga hitam lalu dipasang segel budak yang membuat wanita tersebut menurut terhadap perintah dari sang pemberi segel.
Mau tidak mau mereka harus mengikutinya, dan lambat laun segel budak itu akan menggerogoti tubuh mereka sehingga membuat mereka lupa dengan kehidupan sebelumnya dan menjalani kehidupan saat ini dan mereka berpikir jika mereka dilahirkan memang untuk melakukan hal seperti yang diperintahkan.
Memang terdengar sangat kejam dan tidak manusiawi, tapi sekali lagi ini merupakan dunia yang mengedepankan kekuatan dan hukum rimba berlaku di sini.
Yang lemah harus tunduk kepada yang kuat.. Tunduk secara sukarela atau secara terpaksa.
Kembali pada Yan Liyan...
Yan Liyan yang masih mengawasi tindakan kedua pangeran itu terkejut ketika melihat mata-mata yang juga mengikuti Bei Gofang dan Bei Liu tiba-tiba melesat dan menghadang kedua pangeran tersebut.
"Ceroboh.."
Entah apa yang dipikirkan oleh mata-mata itu namun Yan Liyan berpikir jika tindakannya sangat ceroboh karena dapat membahayakan dirinya sendiri.
Sedangkan Bei Gofang dan Bei Liu mengerutkan keningnya melihat murid dalam sekte naga hitam dengan beraninya menghadang mereka berdua.
"Hei! Apa Kau tidak tahu kami berdua ini siapa?" Bei Gofang beranya dengan ekspresi kesal sekaligus keheranan karena menurutnya tidak ada satu pun murid sekte yang tidak mengenalnya setelah kerja sama yang mereka lakukan dengan patriak sekte naga hitam.
Mata-mata itu hanya menatap Bei Gofang dan Bei Liu tanpa ekspresi dan tidak memperdulikan pertanyaan dari Bei Gofang.
Hal tersebut langsung membuat Bei Gofang naik pitam dan melepaskan wanita hiburan yang dia gandeng lalu melesat menuju kearah murid sekte itu.
Wusss...
Trang!
Dua suara dentingan benturan benda keras antara Bei Gofang dan murid sekte itu yang menyebabkan munculnya percikan api pertanda mereka berdua menggunakan kekuatan fisik tanpa Qi.
Murid sekte dengan kedua belatinya mengarahkan belatih yang satunya kearah perut Bei Gofang sedangkan belati yang satunya lagi menahan serangan pedang yang diarahkan oleh Bei Gofang tadi.
__ADS_1
Wusss!
Bei Gofang menghindar dengan bersalto kebelakang, saat dia berada di udarah Bei Gofang mengeluarkan satu jarum dari dalam cincin penyimpananya dan menembakan jarum tersebut kearah murid sekte itu.
Bei Gofang tersenyum tipis karena mengira jika seranganya tidak akan disadari oleh murid sekte tersebut.
Namun sayangnya dugaannya itu sangat salah, karena murid sekte itu justru melemparkan belatinya dan dialiri sedikit Qi.
Dan membuat jarum kecil dan belati saling bertabrakan. Belati yang dilemparkan itu tentu saja dapat menghancurkan jarum yang diarahkan kepadanya dengan sangat mudah.
Belati itu juga terus melesat menuju Bei Gofang.
Bei Gofang langsung menangkis serangan belati itu menggunakan pedangnya.
Bei Gofang mendarat ditanah dan langsung waspada, dia menatap tajam murid sekte di depannya karena merasakan ancaman.
"Siapa kau sebenarnya? Apa kau ditugaskan kakaku untuk membunuhku?"
Bei Gofang bertanya seperti itu karena berpikir jika tidak mungkin murid bagian dalam sekte naga hitam mempunyai kemampuan seperti tadi dan kemungkinan yang masuk akal adalah sosok di depannya ini merupakan pembunuh bayaran yang diutus kakaknya Biao Qiaolin untuk membunuhnya.
Murid sekte itu tetap terdiam, dia sama sekali tidak menjawab dan malah melesat dan mengarahkan serangan beruntun pada Bei Gofang.
Bei Liu yang menyadari jika sosok itu adalah pembunuh bayaran yang dikirimkan oleh kakak perempuanya Biao Qiaolin.
Awalnya pertarungan Mata-mata itu sangat imbang ketika bertarung dengan kedua pangeran. Namun lama kelamaan mata-mata tersebut sedikit terdesak ketika tenaganya terkuras sedikit demi sedikit sedangkan Bei Gofang dan Bei Liu tetap menyerangnya.
"Hahaha! Inilah akibatnya jika kau berani melawan kami. Kami akan membunuhmu dengan kejam dan sebentar lagi kakak tercinta kami Biao Qiaolin akan segera menyusulmu!"
Bei Gofang tertawa terbahak-bahak karena saat ini keadaan mereka sangat diuntungkan.
Mereka bertiga bertarung tanpa menyadari kehancuran dan ledakan akibat teknik yang mereka gunakan.
Untung saja Yan Liyan membuat aray pelindung skala menegah. Aray tersebut kedap suara sehingga orang-orang yang berada di luar aray tidak akan menyadari adanya pertarungan.
Tentu saja hal itu Yan Liyan lakukan tanpa sepengetahuan mereka bertiga.
Yan Liyan yang melihat mata-mata itu mulai sangat terdesak bahkan menerima luka yang cukup banyak membuat Yan Liyan melesat bergegas untuk membantunya.
"Langkah cahaya."
Wusss!
Yan Liyan tiba-tiba muncul di depan Bei Gofang dan Bei Liu dan menghadang serangan mereka berdua dan memukul mundur mereka dengan hempasan elemen angin serta aura kuat yang Yan Liyan keluarkan.
__ADS_1
Mata-mata itu sangat terkejut ketika melihat kehadiran sosok Yan Liyan. Dia tidak berharap jika Bocah yang tuanya kirimkan akan membantunya dan berhasil memukul mundur kedua pangeran itu dengan sangat mudah.
"Kau...
"Dasar ceroboh.
Sebaiknya kau diam dan perhatikan saja...
Wusss!
Bing Hua tiba-tiba muncul di sampingnya dan pandangan langsung tertuju kepada Bei Gofang dan Bei Liu.
"Kalian! Siapa Kalian sebenarnya?!" Bei Gofang bertanya dengan sangat marah.
Tadi dia berpikir jika kemenangan akan ada di pihaknya tapi keadaan seketika berubah karena kehadiran Yan Liyan dan kekuatan yang ditunjukkanya tadi.
"Kau sudah mengatakannya tadi bukan? Kami diutus oleh kakak tercintamu untuk membunuh kalian berdua, jadi bersiaplah untuk mati." ucap dingin Yan Liyan serta sorot mata tajam Yan Liyan membuat kedua pangeran tersebut bergidik ngerih.
"Cih.. tidak semudah itu."
"Oh, Benarkah?"
Sosok dengan menggunakan penutup wajah tiba-tiba muncul di belakang mereka berdua dengannya dua ekor naga es berukuran sangat besar dibelakangnya.
Walaupun wajah dari sosok itu tidak terlihat namun semua orang yang melihatnya akan dapat menduga jika sosok tersebut sangat cantik. Namun tidak ada waktu untuk mengagumi kecantikanya ketika dia hadir bagai sosok pencabut nyawa.
Kaki kedua pangeran itu bergetar ketika melihat dua naga es di depan mereka, serta aura yang dikeluarkan oleh naga es itu sangat besar sehingga mampu menekan mereka berdua.
"Kau! Walaupun kami pengkhianat, tapi ayah kami akan mengincar kalian karena telah kalian membunuh dua putranya!" karena tidak bisa melawan, Bei Gofang mengancam mereka bertiga dan berharap jika mereka akan takut akan kekuatan Ayahnya yang merupakan kaisar Kekaisaran surgawi.
Namun Ekspresi dari Bing Hua tampak biasa-biasa saja.
"Oh, Itu terdengar sedikit menakutkan, tapi sayangnya aku sama sekali tidak perduli.
Hancur dan bekukan mereka berdua!"
Groarrrr!!
".......... "
Bagi yang berpikir jika cerita ini akan berhenti ditengah jalan maka kalian sangat salah, karena
Cerita ini tetap akan lanjut kok, hanya saja Author juga butuh ide untuk menulis jalan ceritanya dan mempersiapkan endingnya bagaimana.
__ADS_1