SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Wilayah Ras Elf


__ADS_3

Cahaya kehijauan itu semakin terang dan juga diikuti oleh aura kehidupan yang sangat pekat.


Tidak lama kemudian muncul sebuah akar pohon yang memiliki 6 pangkal akar yang saling berjauhan


Akar tersebut berwarna hijau bercampur dengan warna keemasan.


Yan Liyan yang melihat hal itu, langsung mengambilnya dan memasukanya ke dalam cincin penyimpananya.


"Huh! Akhirnya, dengan ini Kultivasi yang aku miliki akan meningkat lagi." gumam Yan Liyan.


Masih dengan penampilan phoenix api beku, Yan Liyan berjalan menuju ke arah Bing Hua.


Bing Hua yang melihat penampilan kekasihnya saat ini, tidak bisa memungkiri jika Yan Liyan sangat tampan dari sebelumnya.


Walaupun kekasihnya itu memang sangat tampan tapi kali ini, Entah mengapa sangat berbeda.


Yan Liyan berdiri di depan Bing Hua sambil tersenyum, lalu mengeluarkan kristal berwarna merah yang dia dapatkan dari gagang pedang dewa iblis.


Yan Liyan mengalirkan Qi kedalam kristal itu, kemudian kristal tersebut berubah warna menjadi warna biru terang serta mengeluarkan aura yang sangat dingin.


Yan Liyan mengetahui dari sistemnya jika kristal tersebut merupakan kristal binatang buas tingkat mitos yaitu..


Kristal Naga Es, namun kali ini berbeda dengan kristal yang mereka dapatkan di alam tingkat menebgah, karena kristal yang dipegang oleh Yan Liyan sekarang merupakan milik pemimpin ras naga Es, yang mati Ratusan juta tahun yang lalu ketika parang binatang mitos berperang dengan ras iblis.


Dan alasan kenapa kristal tersebut berwarna merah dikarenakan kristal tersebut telah terkontaminasi oleh energi iblis, sehingga Yan Liyan mengalihkan Qi cahaya untuk memusnahkan enrgi iblis itu.


Sedangkan Bing Hua sangat terkejut ketika melihat hal itu, dan entah kenapa tubuhnya bergetar, ingin secepat nya menyerap kristal itu.


"Ambilah!"


Yan Liyan mengangkat tangan Bing Hua dan meletakan kristal tersebut di telapak tangan nya.


"Apa ini benar-benar untukku?" Bing Hua bertanya untuk memastikan.


Yan Liyan hanya mengangguk.


"Ya. kristal itu aku berikan untukmu, dan aku harap kau tidak akan marah lagi padaku, Hua'er." ucap Yan Liyan dengan lembut sambil mengelus pucuk kepala Bing Hua.


Bing Hua yang mendengar itu, entah kenapa merasakan rasa hangat dalam hatinya.


Bing Hua kemudian menerima kristal itu dengan senang hati.


"Terimakasih Liyan'gege."


Uhuk!!!


Uhuk...


Suara batuk yang dibuat-buat terdengar tidak jauh dari tempat mereka berada.


Yan Liyan menoleh dan melihat kearah Ling Yun yang menjadi penyebabnya.


"Hmm... Manis sekali, tapi ingatlah! kita sedang berada di dalam misi, jadi ini bukan waktu yang tepat."


Ling Yun dengan sudut bibir berkedut ketika melihat kedekatan sepasang kekasih di depanya, hal itu memang sangat sangat bagus namun waktunya sangat tidak tepat.


Sedangkan Xian Zi hanya terdiam, Dia baru tahu jika kedua orang di depannya itu merupakan sepasang kekasih.


Dan paras Yan Liyan terlihat sangat indah, bahkan lebih tampan dan elegan dengan para pangeran yang memiliki paras tampan di ras mereka.


Yan Liyan hanya mengangguk karena hal itu memang benar, Yan Liyan lalu menghilangkan wujud dewa phoenix miliknya.


"Jadi kemana tujuan kita selanjutnya, kita tidak akan berdiam diri saja bukan?"


Ya. tidak ada jalan keluar saat ini, ada banyak orang yang sedang berkeliaran di luar.


Dan jika Mereka masuk kedalalam ruang invetory maka hal tersebut akan sia-sia saja, tidak akan merubah keadaan.

__ADS_1


"Kalian bisa mengikuti kami ke wilayah ras Elf, apa kalian setuju?"


Yan Liyan mengangguk...


"Tentu saja."


Sedangkan Mei Lin menggeleng ketika melihat Yan Liyan, dan mengerti kenapa dia tidak menggunakan token teleportasi.


Xian Zi lalu menancapkan tongkat kayunya ditanah, kemudian keluar cahaya berwarna hijau terang dari tongkat tersebut.


"Senjata yang menarik." gumam Yan Liyan


[Ding.. Senjata Elf, terbuat dari dahan pohon utama, Yang tumbuh ditengah wilaya ras Elf.]


'Pantas saja, aurah kehidupan pada senjata itu, hampir sama dengan aura pohon kehidupan.'


Cahya hijau tadi berkumpul dan membentuk sebuah lingkaran, teknik itu sangat berbeda dengan celah dimensi, tapi sangat mirip dengan prinsip token teleportasi.


Hanya saja lingkaran portal tersebut bisa menghubungkan antara dua dimensi yang telah di tetapkan.


Xian Zi memimpin jalan, memasuki lingkaran teleportasi itu, di ikuti dengan yang lain.


Sedangkan Yan Liyan menghilangkan aray ilusi yang dia buat tadi, lalu masuk kedalam lingkaran teleportasi tersebut.


Lingkaran teleportasi itu kemudian menghilang dari tempat itu, setelah Yan Liyan memasuki nya.


Setelah kepergian mereka....


Tiba-tiba saja muncul sosok iblis di tempat itu, tadi dia merasakan aura kematian yang sangat pekat di tempat itu.


Sosok iblis itu kemudian menoleh kearah sebuah batu yang diatas batu itu, terdapat sehelai bulu burung gagak yang masih mengeluarkan aura kegelapan.


"I-Ini tidak mungkin! Bukankah mereka telah punah? bagaimana bisa pasukan binatang gagak ini bisa hidup kembali?!


Aku harus memberitahukan hal ini kepada yang mulia."


"............"


Sedangkan Yan Liyan....


Sekarang ini, Dia sedang berjalan bersama Bing Hua, sedangkan tiga orang lainya berjalan di depan mereka berdua.


Mereka baru saja keluar dari dalam lingkaran teleportasi, Yan Liyan juga merasa sangat asing dengan lingkungan seperti ini.


Lingkungan dimana pepohonan tumbuh dengan suburnya dan yang mengherankan adalah tidak ada satupun ranting pohon yang mati atau terlihat dijalanan.


"Julukan peri alam memang pantas untuk kedua ras, yaitu ras Dryad dan Elf." gumam Yan Liyan.


"He... Bukanya julukan ras Elf adalah peri yang cantik ya? seperti yang tuan katakan tadi."


Jiu Wei berbicara dengan sinis, sehingga membuat Yan Liyan sangat kesal.


Dia sangat tahu jika Jiu Wei mengatakan itu untuk mengejeknya, dan memancing emosi Bing Hua.


Yan Liyan lalu mengangkat Jiu Wei layaknya seekor kucing, dan memandangnya dengan tajam.


"Terkadang kau sangat menyebalkan...


"Berhenti! itu memang kenyataannya kan Liyan'gege?"


"Ugkh..


"Hei, bukanka kau tadi berjanji untuk tidak akan marah lagi padanya?"


Mei Lin kali ini berbicara untuk membela tuanya.


Bing Hua hanya terdiam ketika mendengar itu, jujur saja terkadang dia lebih takut pada Mei Lin daripada Yan Liyan.

__ADS_1


"Huh! baiklah bagaimana jika kau masuk terlebih dulu ke dalam ruang jiwaku sambil menyerap kristal yang aku berikan tadi."


Ucap Yan Liyan karena menurutnya jika masalah tadi akan selesai seiring berjalannya waktu.


Bing Hua yang mendengar itu hanya mengangguk.


"Baik, Liyan...


"Tunggu! Apa kau ingin membiarkanya bebas untuk mencari seorang gadis cantik dari ras Elf? sadarilah posisi kalian berada saat ini! Bing Hua!"


Jiu Wei masih tersenyum tipis kepada Yan Liyan.


Sedangkan Bing Hua baru menyadari hal itu, dan mungkin saja jika ucapan Jiu Wei tadi bisa terjadi.


Bing Hua memegang tangan Yan Liyan dengan sangat erat.


"Selama berada di wilayah ini, Aku akan mengikutimu untuk setiap saat."


Yan Liyan menghela nafas berat ketika melihat itu, dan membiarkan Bing Hua memegang erat lenganya.


Yan Liyan juga tidak pernah menyangka jika Bing Hua bisa termakan ucapan dari Jiu Wei, ya.. hal itu bisa terjadi karena kedekatan diantara mereka berdua.


Tidak lama kemudian....


Mereka telah sampai di wilayah tempat tinggal dari ras Elf.


Terlihat pepohonan yang sangat besar berjejer di pinggir jalan.


Pohon besar tersebut di lubangi sedemikian rupa, membentuk sebuah rumah yang unik, dan mereka tinggal di dalamnya.


Yan Liyan sangat terkejut ketika melihat hal itu, karena ini pertama kalinya Dia melihat tempat tinggal dari ras Elf.


Disaat Yan Liyan memandang para ras Elf...


Tiba-tiba saja, dia merasakan rasa sakit di lenganya, Yan Liyan melihat kearah Bing Hua, yang mencekram lengannya dengan sangat kuat.


Melihat hal itu, membuat Yan Liyan tersenyum kecut.


"Baiklah, Aku mengerti."


Yan Liyan lalu mengalihkan pandangannya dari para Elf dan menoleh kearah lain.


Untuk mencegah rasa cemburu yang terkesan berlebihan dari kekasihnya itu.


Tidak lama kemudian.....


Mereka telah sampai di sebuah Pohon yang cukup besar yang terpisah dari pohon-pohon lainya.


"Ikuti Aku, sedangkan kau jalankan tugasmu yang lain!"


"Baik!" ucap sosok kesatria lalu pergi dari tempat itu.


Mereka kemudian masuk kedalam ruangan, sesampainya di dalam.


Yan Liyan melihat sosok perempuan Elf sedang duduk diatas singgasana bersama dengan para penasehat dan mentri yang duduk disekitarnya.


"Sudah lama kami tidak kedatangan tamu dari ras manusia."


Seorang pria tua dengan janggut yang memutih serta rambutnya juga.


Sosok Elf pria tua itu berdiri di depan Yan Liyan dan memegang keningnya.


"Entah mengapa melihat kedatangan kalian di tempat ini, mengingatkan ku akan kejadian jutaan tahun yang lalu."


"Hentikan itu, penasehat Bao!"


Xian Zi menahan sosok tua tersebut untuk berbicara lebih jauh lagi.

__ADS_1


__ADS_2