
setelah Yan Liyan selesai sarapan pagi dia langsung pergi ke Colosseum bersama Xiao Yi Bing Hua dan Yin Su di belakangnya sedangkan Yan Lin dan Yin Zu berada dimansionya.
setelah sampai dicoloseum mereka bertiga langsung duduk dikursi peserta khusus sambil melihat para warga sipil dan para kultivator yang datang menyaksikan pertandingan 10 besar apa lagi putri kekaisaran Han akan mengikutinya juga.
sedangkan Yin Su duduk ditempat lain dengan jubah yang dia gunakan agar identitasnya tidak diketahui.
sedangkan di tempat yang disediakan khusus untuk orang-orang penting.
Du Ming duduk disana dengan senyuman karena anaknya akan mempunyai kesempatan untuk mendekati putri kaisar.
tapi senyuman Du Ming menghilang ketika melihat Yan Liyan, Xiao Yi dan Bing Hua duduk dikursi peserta khusus dengan santainya.
'sial.. kenapa mereka bisa selamat dan siapa sebenarnya mereka.' batin Du Ming dengan ekspresi wajah kesal.
sedangkan kaisar Han Chu duduk dengan ekspresi khawatir akan sesuatu.
sedangkan Yan Sui dan Mo Lang tidak terlalu memperhatikan turnamen.
ditengah colosseum berdiri seorang pria tua rentah yang bertugas menjadi wasit.
"kali ini... adalah pertandingan 10 besar dari seleksi turnamen kemarin dan seperti yang kalian tahu pertandingan kali ini ada yang berbeda." ucap pria tua itu menggunakan Qi nya sehingga suaranya terdengar jelas.
Para penonton yang mendengar itu menjadi riuh karena mereka tahu apa yang berbeda dalam pertandingan kali ini yaitu putri kekaisaran Han akan ikut serta.
yang dimana putri kekaisaran tidak perna keluar dari istana sehingga hanya orang-orang penting saja yang dapat melihatnya.
dan para warga kekaisaran kali ini akan menyaksikan penampilan kekaisaran yang kabarnya sangat cantik dan berbakat tinggi.
"baiklah pertandingan pertama akan dimulai dari peserta dari keluarga Du yaitu Du Shan dan peserta keluarga Mo yaitu Mo Hei." ucap pria tua itu.
penonton yang mendengar itu menjadi bersemangat karena akan menyaksikan pertandingan yang seru dan mendukung jagoan mereka masing-masing.
muncul dua pria ditengah Colosseum mereka saling bertatapan dengan tajam dan menunjukan ekspresi merendahkan satu sama lain.
tidak ada pembicaraan diantara mereka karena mereka berdua sangat fokus untuk memenangkan pertandingan demi kehormatan keluarga mereka masing-masing.
wusss......
Du Shan melesat kearah Mo Hei sedangkan Mo Hei hanya diam sambil tersenyum sinis.
"tehknik iblis, tapak pembunuh." gumamnya sambil mengalirkan Qi ketangannya dan melesat kearah Du Shan mengarahkan tangannya kearah bagian vital Du Shan.
Mo Hei yang melihat hal itu langsung menghindari serangan tapak dari Mo Hei dengan mundur kebelakang.
"tehknik api, bintang api." teriak Du Shan.
Wusss......
muncul api disekitar Du Shan kemudian membentuk bintang dan melesat seperti cakram kearah Mo Hei.
Mo Hei yang melihat itu tidak tinggal diam.
"tehknik api iblis, pelindung api merah." gumam Mo Hei.
__ADS_1
muncul api disekitar Mo Hei yang membentuk sebuah kubah pelindung yang mengelilinginya.
Boomm.....
benturan keras dan asap mengepul karena benturan itu terjadi.
setelah asap itu menghilang pelindung yang dibuat oleh Mo Hei terlihat ada retakan besar disekitarnya.
Du Shan yang melihat hal itu hanya tersenyum
"tinggal sedikit lagi aku akan mengeluarkan tehknik terkuatku untuk mengalahkanya." gumamnya.
"tehknik api, kemarahan bintang Api." teriak Du Shan.
wusss muncul Api disekitarnya dan membentuk binatang seperti tadi namun kali ini jauh lebih besar dan disekitar bintang besar terdapat ratusan bintang kecil.
"terimalah....." teriak Du Shan mengarahkan seluruh Bintang itu seperti cakram kearah Mo Hei.
Wusss........
Wusss........
Wusss........
Mo Hei yang melihat tehknik Du Shan langsung membuat pelindung lagi yang kali ini lebih kuat.
Boomm.....
Boomm......
ledakan besar menggema di tengah Colosseum yang kali ini menghasilkan asap tebal yang bahkan sampai tempat duduk penonton.
setelah asap itu menghilang terlihat Mo Hei terkapar lemah dengan luka bakar diseluruh tubuhnya.
Du Shan yang melihat itu tersenyum tipis.
'aku sudah mengalahkan peserta tuan muda dari keluarga Mo dan setelah ini sisanya akan sangat mudah.' batin Du Shan sambil tersenyum penuh kelicikan.
Du Shan langsung pergi dari tengah Colosseum setelah kemenanganya sudah diumumkan oleh wasit.
lalu dia beristirahat dan ketempat duduk peserta keluarga Du lalu mengeluarkan satu butir Pil pemulih Qi didalam cincin penyimpananya lalu meminumnya setelah dia meminumnya tenaga dan Qi yang dia pakai tadi langsung kembali.
sedangkan Mo Hei langsung atasi oleh orang-orang keluarga Mo dibawah keluar Colosseum untuk diobati tabib yang bertugas.
sedangkan ditempat duduk penonton orang-orang penting.
Du Ming yang melihat anaknya memenangkan pertandingan tersenyum bangga dan penuh kearoganan.
'bagus rencanaku berjalan dengan lancar.' batinya.
sedangkan Mo Lang tampak tidak peduli karena bukan memenangkan turnamen tujuan utama mereka.
sedangkan ditengah colosseum pria tua rentah kembali mengungumkan pertandingan selanjutnya.
__ADS_1
"Peserta yang akan bertanding selanjutnya adalah dari sekte pedang putih yaitu Jian Sheng dan peserta putri kekaisaran Han yaitu Han Guan." ucap pria tua itu.
para penonton yang mendengar itu langsung menjadi riuh ketika putri kekaisaran disebut mereka memfokuskan pandangan mereka keara tempat duduk peserta khusus istana.
muncul seorang gadis yang mempunyai paras cantik dengan rambut berwarna hitam dan mata berwarna kuning keemasan didalam ruangan peserta istana itu menuju ditengah colosseum dengan anggunya.
sedangkan para penonton yang melihat itu langsung hening dan memfokuskan pandangan mereka kearah putri kekaisaran untuk sesaat dan menoleh kearah lain karena mereka tahu batasan akan hal itu.
kini ditengah colosseum peserta dari sekte pedang putih gemetar ketakutan ketika lawanya adalah putri kekaisaran.
sebelum Han Guang mengeluarkan tehkniknya Jian Sheng langsung mengangkat tangannya.
"aku menyerah......" teria Jian Sheng.
penonton yang melihat itu hanya diam ketika peserta dari sekte pedang putih menyerah.
sebab mereka sangat mengerti alasannya yaitu takut melukai Han Guang dan menimbulkan kemarahan kaisar. semua orang tidak ingin bersinggungan dengan orang kekaisaran.
begitupun dengan patriak sekte pedang putih walaupun itu sangat mustahil karena perbedaan rana kultivasi yang jauh diantara mereka berdua.
sedangkan Han Guan yang mendengar itu hanya terdiam meskipun agak kecewa tapi dia juga mengerti kenapa lawanya menyerah.
Pria tua yang berada ditengah Coloseum melihat ekspresi kecewa dari Han Guan hanya menghela nafas.
"karena lawan dari putri kaisar menyerah maka akan digantikan oleh peserta lain yaitu bernama Liyan yang merupakan kultivator pengembara." ucapnya.
penonton yang mendengar itu hanya tersenyum kecut.
'jika peserta dari sekte besar lebih memilih menyerah apa lagi dengan peserta pengembara yang tidak mempunyai dukungan atau pelindung.' pikir mereka.
sedangkan Yan Liyan yang mendengar itu langsung melesat sambil tersenyum tipis.
"menarik.. bisa melawan peserta yang mempunyai Elemen cahaya." gumamnya.
setibanya ditengah Colosseum Yan Liyan berdiri didepan Han Guan dengan santai tanpa menunjukan rasa hormat sekalipun kepadanya.
Han Guan yang melihat itu tersenyum tipis.
"apa kau tidak takut bersikap tidak sopan seperti itu terhadapku.? ucap Han Guan.
Yan Liyan yang mendengar ucapan dari Han Guan tertawa kecil.
"aku akan takut padamu.?
"jangan bercanda." ucap Yan Liyan sambil melesat kearah Han Guan dengan dua belati dikedua tanganya.
Han Guan yang melihat itu terlihat senang.
"ini akan menarik." gumamnya sambil melesat kearah Yan Liyan dengan pedang indah ditanganya.
penonton yang melihat keberanian peserta dari lawan putri kaisar hanya menggelengkan kepala.
'apa dia sudah bosan hidup.? batin mereka.
__ADS_1