
didalam wilayah pasar gelap....
Yan Liyan dan Bing Hua memasuki sebuah toko yang menjual banyak senjata didalamnya.
Yan Liyan langsung berjalan kearah dimana banyak sekali senjata dengan berbagai macam bentuk yang digantung di dinding bangunan.
sehingga terlihat dengan jelas serta tingkat-tingkatan yang dimiliki oleh senjata itu.
"hmm.... tidak ada hal yang menarik ditokoh ini, semua senjata ini berada ditingkat surgawi tingkat rendah kebawah."
gumam Yan Liyan lalu berjalan kearah benda-benda seperti perhiasan yang ada didekat senjata itu.
"apakah ini sebuah artefak dan juga jimat pelindung ini terlihat sangat menarik." Yan Liyan memegang kertas segi panjang dengan tulisan kuno disetiap sisi kertas itu.
"kemungkinan yang membuat jimat pelindung ini merupakan ahli formasi tingkat guru meski sangat langkah dialam ini tapi keberadaanya tidak selangkah dialam tingkat rendah."
gumam Yan Liyan lalu menoleh kearah Bing Hua yang berada dibelakangnya.
"tidak ada yang melarangmu untuk membeli sesuatu yang kau inginkan.." ucap Yan Liyan yang tahu apa yang dipikirkan oleh Bing Hua.
"tapi... tuan bukankah senjata ditempat ini sangat mahal, aku tidak ingin menyusahkan tuan."
Bing Hua merasa ragu-ragu karena harga senjata ditempat itu mencapai 1000 sampai 10.000 batu Qi tingkat menengah bahkan ada 100 bat Batu Qi tingkat tinggi.
"tidak mengapa.. anggap saja hal itu sebagai hadia dari kontribusimu.." Yan Liyan kemudian melihat kearah pelayan toko yang mengikuti mereka dari tadi.
"apa kau tahu sejarah dari pedang yang memiliki hawa dingin ini? karena sepertinya temanku sangat tertarik dengan pedang ini.."
Yan Liyan memegang senjata pedang yang dipandang oleh Bing Hua dari tadi.
"senjata itu ditemukan di reruntuhan kekaisaran Xue kekaisaran yang semua kultivator di dalamnya memiliki Elemen Es."
"dan juga selain mengeluarkan hawa dingin senjata itu tidak mempunyai kegunaan sama sekali, dikarenakan orang-orang kekaisaran Xue telah menghilang sehingga tidak ada yang tahu pasti keberadaan mereka." ucap pelayan itu.
"lalu..? kenapa harga dari senjata ini sangat mahal bahkan mencapai 50 batu Qi tingkat tinggi..."
"bukankah sangat aneh jika senjata yang tidak diketahui fungsinya dijual dengan harga seperti itu." Yan Liyan mengira pelayan didepanya mencoba menipu dirinya.
"hal itu dikarenakan dulunya kekaisaran Xue merupakan kekaisaran yang sangat disegani dan banyak kultivator dengan kultivasi tinggi didalamnya."
"jadi kami menduga senjata itu mempunyai sesuatu hal atau kekuatan yang tersembunyi didalamnya.." pelayan itu dengan sopan menjelaskan semua yang dia ketahui pada Yan Liyan.
__ADS_1
Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk.
"15 batu Qi tingkat tinggi.. aku akan langsung mengambil senjata ini.." ucap Yan Liyan yang membuat pelayan didepanya mengerutkan keningnya.
"kau boleh mengambilnya dengan harga 48 batu Qi tingkat tinggi." ucap pelayan itu.
"18 batu Qi tingkat tinggi...." ucap Yan Liyan.
"45 batu Qi tingkat tinggi." ucap pelayan itu.
"senjata ini sama sekali tidak diketahui secara pasti apa kekuatanya."
"dan juga dari hawa dingin yang dikeluarkan oleh senjata ini, aku yakin bahwa orang yang dapat menggunakan senjata ini hanya orang yang memiliki Elemen Es dan orang-orang yang memiliki Elemen Es hanyalah orang-orang dari kekaisaran Xue."
"jadi sangat tidak masuk akal jika kalau aku membelinya dengan harga puluhan batu Qi tingkat tinggi."
"lagipula aku membeli senjata ini karena temanku tertarik, mungkin dia akan menjadikan senjata ini untuk pajangan dirumahnya."
Yan Liyan mencoba menawarkan benda itu dengan harga yang tidak masuk akal.
Pelayan yang mendengar penjelasan Yan Liyan hanya terdiam dan mencoba memikirkan apa yang dikatakan oleh Yan Liyan.
"yang kau katakan ada benarnya juga, lagipula senjata itu telah menjadi pajangan ditokoh ini dalam karung waktu yang sangat lama jadi tidak ada ruginya aku menjualnya padamu."
"sebagai adik dari pemilik tokoh ini aku punya hak untuk itu." ucapnya.
yang membuat Yan Liyan tersenyum tipis lalu mengeluarkan 18 batu Qi tingkat tinggi didalam cincin penyimpananya lalu memberikanya pada orang itu.
setelah itu dia keluar dari toko bersama Bing Hua.
Bing Hua memandang Yan Liyan dengan ekspresi sulit diartikan ketika melihat apa yang dilakukan tuanya tadi.
Bing Hua tidak menyangka jika tuanya melakukan hal itu demi mendapatkan pedang yang dia inginkan.
sedangkan Yan Liyan dia bisa saja membeli senjata itu dengan mudah tanpa menawar hanya saja tidak salahnya untuk menawar harga.
Yan Liyan melihat kearah Bing Hua yang memegang pedang itu dengan erat bahkan dia tidak menyimpanya di dalam cincin penyimpanan.
"ayo.... kita keluar dari tempat ini..!!sepertinya mereka sudah menunggu kita berdua."
Yan Liyan lalu melesat pergi dari tempat itu tanpa diketahui oleh orang lain diikuti oleh Bing Hua di belakangnya.
__ADS_1
tidak lama kemudian mereka telah sampai dijalan yang sedikit sepih meski masih ada satu atau dua orang yang berjalan ditempat itu.
Yan Liyan memandang kearah Bing Hua.
"apa aku boleh meminjam pedang ditanganmu itu karena aku harus melakukan sesuatu terlebih dahulu pada pedang itu.."
Bing Hua yang mendengar itu hanya mengangguk.
"tentu saja..." ucapnya lalu memberikanya pada Yan Liyan.
Yan Liyan melihat pedang ditanganya dengan ekspresi serius.
"sistem apa kau tahu sesuatu tentang pedang ini..?"
[Ding.... pedang Yin milik dari kaisar Xue, hanya dapat digunakan oleh pemilik elemen Es dan juga harus seorang perempuan karena pedang itu sedikit menyerap Energi Yin dari penggunanya.]
Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk lalu menulis sesuatu seperti polah bunga Es dengan tulisan kuno disetiap sisinya.
setelah itu..., pola yang dibuat oleh Yan Liyan masuk kedalam pedang itu yang membuat pedang Yin itu sedikit bercahaya.
setelah cahaya itu meredup memperlihatkan pedang yang tadinya berwarna putih bersih sekarang berubah warnah menjadi biru terang.
Bing Hua melihat pedang itu dengan tatapan kagum.
"gunakan pedang ini dengan baik dan gunakan dalam kurung maksimal 20 menit."
"jika tidak Qi mu akan habis lalu pedang itu akan menyerap aura kehidupanmu kau tahu apa yang akan terjadi selanjutnya padamu bukan." ucap Yan Liyan ketika melihat tatapan kagum dari Bing Hua.
Bing Hua yang mendengar itu hanya mengangguk lalu menerima pedang itu ketika Yan Liyan memberikanya padanya.
"kakak Liyan disini...." teriak Xiao dari kejauhan melambaikan tanganya kearah mereka.
Yan Liyan hanya tersenyum lalu melesat kearah Mereka.
"kalian berdua terlambat 4 menit." ucap Xiao Yi pada mereka berdua.
"maaf... kami berdua harus mengurus sesuatu terlebih dahulu tadi." ucap Bing Hua.
"sudahlah... Bing Hua pimpin jalan menuju Mansion yang telah kau beli...!"
Bing Hua hanya mengangguk lalu melesat dengan gerakan cepat diikuti oleh Yan Liyan dan yang lain.
__ADS_1