
Di Sebuah gua yang merupakan bekas sarang dari ular iblis....
Yan Liyan dan Bing Hua sedang duduk duduk besampingan disebuah batu datar yang agak panjang. mereka berdua memandang api unggun yang mulai padam.
"Huh..." Bing Hua menghela nafas panjang, dengan ekspresi sulit untuk diartikan. Terlihat seperti, sedang memikirkan banyak hal.
"Ada apa Bing Hua? Apa kau masih memikirkan tentang mereka?" Yan Liyan mengerti jika Bing Hua, masih belum bisa melupakan kejadian itu. Apa lagi hubungan mereka sudah sangat dekat, layaknya saudara sendiri.
Bing Hua mengangguk, sebagai tanggapan dari pertanyaan, Yan Liyan.
"Aku telah kehilangan keluarga ku. Dan sekarang aku kehilangan mereka, yang sudah Aku anggap sebagai keluarga ku sendiri. Hal itu terasa sangat menyakitkan." Bing Hua menatap nanar ke arah api unggun, yang mulai padam.
Yan Liyan mengangguk ketika mendengar ucapan dari Bing Hua.
"Aku tahu, jika kau merasa sangat sedih dan kecewa, tapi semua itu tidak akan menyelesaikan masalah apa pun."
Bagaimana pun kejadian itu tidak mudah untuk dilupakan, tapi meskipun begitu, untuk sementara mereka harus melupakanya dan fokus untuk meningkatkan kekuatan.
Kesedihan dan kekecewaan berkepanjangan tidak akan menyelesaikan masalah, atau pun mengembalikan sesuatu yang telah hilang.
Dan malahan.., hal itu akan membuat masalah akan bertambah buruk.
Bing Hua mengangguk kecil. bagaimanapun, apa yang dikatakan oleh Yan Liyan sangat benar.
Bing Hua lalu berjalan menuju kearah bagian dalam gua. Untuk beristirahat, Dan meninggalkan Yan Liyan sendiri ditempat itu.
"..............."
1 minggu berlalu......
Di suatu tempat, lebih tepatnya di suatu perbukitan yang penuh dengan bebatuan. Terlihat di tempat itu terdapat Yan Liyan dan Bing Hua, Mereka berdua berdiri dengan tubuh penuh lumuran darah, serta banyak ular iblis disekitar mereka.
Terlihat ular iblis itu, sudah tidak mempunyai bagian tubuh yang utuh. disebabkan Sebagian tubuh ular itu telah membeku dan menjadi serpihan Es, meninggalkan bagian tubuh yang masih utuh seperti kepalanya.
Mereka berdua melakukan itu untuk mengambil tanduk ular iblis itu.
Yan Liyan mengetahui informasi dari sistemnya, jika tanduk ular iblis dapat ditempa menjadi senjata tingkat Surgawi tinggi.
[Ding.... Selamat tuan, anda telah menerobos kerana kehidupan ☆5]
[Ding... Selamat tuan, Anda telah menerobos kerana kehidupan ☆6]
[Ding....
[Ding... selamat tuan, Anda telah menerobos kerana kehidupan ☆8.]
__ADS_1
Yan Liyan tersenyum puas ketika mendengar pemberitahuan sistemnya, selama satu minggu ini Mereka berdua telah berburu binatang dihutan kuno. Binatang buas yang paling banyak mereka bunuh adalah Ular Iblis, dan beberapa binatang lainnya.
"Hmm.., Ini merupakan hasil buruan yang paling banyak dari hari-hari sebelumnya." ucap Yan Liyan, memang buruan hari ini merupakan jumlah yang paling banyak dari biasanya.
Yan Liyan menduga jika bukit yang merupakan tempat mereka beda saat ini, merupakan tempat tinggal utama dari ular iblis yang berada di hutan kuno ini.
Hal itu.., dapat dibuktikan ketika mereka berdua menemui banyaknya keberadaan ular iblis di tempat ini. sangat berbeda dengan tempat lain di dalam hutan kuno, yang keberadaan ular iblis sangat langka dan jika ada pun, Ular Iblis itu hanya sendiri saja, tidak tinggal berkelompok seperti di bukit ini.
Bing Hua mengangguk ketika mendengar perkataan dari Yan Liyan.
"Jadi... kemana tujuan kita selanjutnya, tuan?" tanya Bing Hua karena sudah tidak memungkinkan untuk melanjutkan perburuan, di sebabkan binatang buas setingkat ular iblis sudah habis mereka buru.
Hanya meninggalkan binatang biasa yang tidak berguna untuk melatih kekuatan yang mereka miliki.
Yan Liyan hanya terdiam. Sama sekali tidak menjawab pertanyaan dari Bing Hua, Yan Liyan lalu menoleh keatas langit.
Sejak pertma Yan Liyan tibah di hutan kuno, Dia memang merasakan Aura yang terasa sangat mengerikan diatas sana.
Waktu itu, Yan Liyan sama sekali tidak berani untuk mencari penyebab dari aura yang mengerikan itu. Namun sekarang berbeda, Dia telah menembus kerana kehidupan. Sehingga sekarang Yan Liyan cukup percaya diri untuk menjelajahi tempat itu.
Yan Liyan kemudian menoleh ke arah Bing Hua
"Kita Akan melakukan misi yang cukup berbahaya, tapi anggap saja ini sebagai Latihan untuk mu."
Bing Hua mengangguk. karena memang Selama satu minggu ini Dia telah mengonsumsi sumberdaya yang telah di berikan oleh tunya.
Disaat Yan Liyan berbicara misi yang sangat berbahaya, Bing langsung Hua menyeringai. tidak sabar untuk menantikan pertarungan atau tantangan hidup mati apa yang akan Dia hadapi.
"Jadi misi apa, yang tuan katakan sangat berbahaya itu?" tanya Bing Hua dengan sangat penasaran.
Yan Liyan tersenyum kecut ketika melihat Bing Hua menyeringai.
Ya... orang macam apa, yang akan bersemangat dan tersenyum seperti itu, ketika mendengar dirinya akan melakukan misi yang menurutnya sangat berbahaya.
"Ikuti Aku!" Yan Liyan lalu terbang melesat menuju keatas, dimana aura mengerikan itu berasal.
Bing Hua hanya mengangguk, mengikuti Yan Liyan dari belakang.
Di saat mereka sampai diatas, Yan Liyan merasakan sebuah aray penghalang.
Yan Liyan berhenti, dan memandang aray itu lekat-lekat.
"Hmm... Aray ilusi?" gumam Yan Liyan keheranan.
'Kenapa diatas dimensi hutan kuno ada aray ilusi seperti ini? dan juga apakah aura mengerikan itu berasal dari aray ini?' Batin Yan Liyan,
__ADS_1
Dia sangat penasaran dengan apa yang tersembunyi di balik aray ilusi itu, namun Yan Liyan tidak ingin ceroboh.
[Peringatan... sebaiknya tuan berhati-hati!! karena dibalik aray ilusi itu terdapat sebuah kekuatan yang dapat menghancurkan jiwa.]
Yan Liyan agak terkejut ketika mendengar pemberitahuan dari sistemnya.
"Hm... jebakan ganda ya.., Sangat menarik. Aku sangat penasaran, Siapa yang telah membuat aray seperti ini?" gumam Yan Liyan. Dan entah kenapa akhir-akhir ini Dia menemukan aray yang sangat unik.
Yan Liyan lalu membuat segel tangan.
"Terbuka!!"
Wusss....
Muncul sebuah celah pada aray itu. Yan Liyan langsung memegang tangan Bing Hua dan melesat kearah celah aray itu dengan sangat cepat.
Celah pada aray itu kemudian menghilang, setelah Yan Liyan dan Bing Hua masuk kedalam celah aray ilusi.
Setelah Yan Liyan memasuki celah dari aray itu....
Terlihat tempat mereka berada saat ini, seperti lorong dimensi, tetapi sedikit berbeda dengan adanya kabut berwarna putih yang berada ditempat itu.
Kabut itu menyebar, lalu kemudian masuk kedalam tubuhnya Yan Liyan dan Bing Hua.
Yan Liyan bisa merasakan jika kabut itu sedang melemahkan kekuatan jiwanya, tapi sayangnya itu sama sekali tidak berguna.
Yan Liyan merupanya Alchemist tingkat surgawi, mempunyai kekuatan jiwa yang sangat besar. sehingga pengaruh kabut itu tidak akan mempan pada Yan Liyan.
Berbeda Dengan Bing Hua, Dia tidak merasakan apa pun, dan sama sekali tidak merasa terganggu dengan keberadaan kabut itu.
Namun bisa dilihat, jika liontin yang di miliki oleh Bing Hua bersinar dengan sangat terang.
Liontin itu melindungi Bing Hua dari kabut itu, dan sekaligus menyerap kabut itu.
Liontin itu merupakan liontin jiwa yang dulu pernah diberikan oleh Yan Liyan, ketika mereka masih berada di alam tingkat rendah.
Tidak lama kemudian... terlihat cahaya terang yang berada tidak jauh di depan mereka, hal itu juga menandakan ujung dari lorong itu.
Wusss.....
Yan Liyan dan Bing Hua telah keluar dari celah dimensi atau lebih tepatnya celah aray ilusi.
Mereka berdua sangat terkejut ketika baru saja keluar dari celah aray ilusi.
Karena Yang mereka lihat saat ini adalah pepohonan dan hutan rimbun, sejauh mata memandang.
__ADS_1
Mereka berdua tidak menyangka jika diatas dimensi hutan kuno, ada tempat seperti ini yang dihalangi oleh aray ilusi.