SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
dikepung


__ADS_3

setelah berkeliling di keramaian ibukota sambil melihat-lihat jajanan yang dijual oleh pedagang kecil.


sore hari Xiao Yi dan Bing Hua berjalan-jalan disebuah taman yang sepi dengan air jernih mengalir dibawah jembatan kecil ditenga taman itu serta bunga teratai yang bermekaran diatasnya yang menambah keindahan taman itu.


"hei kakak Hua apa kau ingin mencobah ini." ucap Xiao Yi sambil memberikan daging bakar yang ditaburi dengan bumbu sehingga menghasilkan aroma yang khas.


Bing Hua yang mendengar itu menoleh kearah Xiao Yi lalu menerima daging bakar itu.


"terimakasih." ucap Bing Hua singkat lalu menuju bangku taman dan duduk disana untuk memakan makananya diikuti Xiao Yi dibelakangnya.


Yan Liyan melepaskan topeng saljunya dan memakan daging bakar itu.


sedangkan Xiao Yi memperhatikan leher Bing Hua dan tidak lama kemudian dia tersenyum.


setelah selesai Bing Hua selesai makan.


"hei kakak Hua apa liontin itu pemberian dari kakak Liyan.? tanya Xiao Yi.


Bing Hua yang mendengar itu hanya mengangguk lalu memegang liontin jiwa yang ada dilehernya.


"benar liontin ini adalah pemberian tuan sebagai bonus hadia dari kontribusiku." ucap Bing Hua.


Xiao Yi yang mendengar itu hanya mengangguk.


"apa kakak Hua tahu bulu binatang apa yang kakak Liyan gantung diseruling miliku dan liontin milikmu.? tanya Xiao Yi.


Bing Hua hanya menggeleng tanda tidak tahu ketika mendengar pertanyaan dari Xiao Yi.


Xiao Yi yang melihat Bing Hua menggeleng hanya tersenyum.


"apa kakak Hua mengetahui tentang burung Phoeniks.? tanya Xiao Yi.


Bing Hua yang mendengar itu mengangguk.


"aku tahu menurut legenda burung phoeniks adalah binatang mitos yang berasal dari alam tingkat tinggi yang sangat langka keberadaanya."


"dan juga binatang itu melambangkan akan keindahan karena konon penampilan phoeniks yang sangat indah dan mempesona tapi aku sangat meragukan adanya binatang seperti itu." ucap Bing Hua.


Xiao Yi yang mendengar penjelasan dari Bing Hua hanya mengangguk.


"jadi kakak Hua bulu berwarna merah yang digantung di liontin itu adalah.....


ucapan dari Xiao Yi terhenti ketika merasakan keberadaan orang-orang dengan niat jahat mengepung mereka berdua.


sedangkan Bing Hua memakai kembali topeng saljunya dan mengeluarkan belatinya ketika merasakan hal sama seperti Xiao Yi.


"aku akan menggunakan tehknik serulingku pada mereka sedangkan kakak Hua mengurus hal mudahnya." ucap Xiao Yi tersenyum kearah Bing Hua sambil mengeluarkan serulingnya.


wusss.....


Wusss....


wusss.....


sekitar 300 orang yang mengepung mereka ditaman itu dengan tingkat kultivasi masing-masing berada ditingkat langit kebawah.


"tehknik seruling bunga, tehknik pertama jiwa yang diam."

__ADS_1


gumam Xiao Yi sambil meniup serulingnya dan menghasilkan suara yang memasuki jiwa orang-orang didepanya dan tidak lama kemudian mereka terdiam dengan tatatapan kosong.


Bing Hua yang melihat itu langsung melesat dengan dua belati dikedua tanganya.


slass....


slass....


slass....


tidak ada suara jeritan atau teriakan kesakitan dari orang-orang itu, mereka mati dengan tatatapan kosong.


Bing Hua juga tidak menggunakan tehknik berskala luas agar tidak menimbulkan keributan dan memancing orang lain untuk datang ketaman.


setelah Bing Hua membantai mereka.


keluar asap hitam pekat dari mayat-mayat dari para kultivator itu menuju kearah Xiao Yi dan diserap habis kedalam tubuhnya.


Bom..


terdengar suara ledakan kecil didalam tubuh Xiao Yi yang menandakan dia telah menerobos ketingkat yang lebih tinggi.


'sepertinya aku beruntung bisa naik 1 tingkat lagi.' batin Xiao Yi.


Bing Hua langsung melesat kearah Xiao Yi.


"sebaiknya kita pergi kemansion sekarang." ucap Bing Hua pada Xiao Yi.


Xiao Yi yang mendengar itu hanya mengangguk dan melesat kearah mansion diikuti Bing Hua yang sudah menghilangkan jejak dengan membekukan mayat-mayat itu menjadi serpihan Es.


"................"


Yan Liyan duduk ditangga mansion sambil memandang langit yang menjadi kebiasaanya setiap malam.


tiba-tiba Yan Liyan merasakan aura keberadaan seseorang.


"kenapa kau belum tidur.? tidak ada tugas untuk dikerjakan malam ini." ucap Yan Liyan yang masih melihat keindahan malam dengan mata yang teduh dan perasaan damai.


muncul Bing Hua yang kali ini dia tidak menggunakan jubah dan topengnya di belakang Yan Liyan.


"aku hanya ingin keluar untuk mencari udara segar." jawab Bing Hua sambil melihat Yan Liyan dengan tatatapan bingung.


"maaf atas kelancanganku tuan, tapi apa yang sedang tuan lakukan sehingga larut malam seperti ini tuan belum tidur.? tanya Bing Hua.


"seperti yang kau lihat, aku hanya memandang langit malam karena hal itu membuatku merasa tenang dan nyaman." ucap Yan Liyan.


"jika kau ingin melatih tehknikmu maka berlatilah aku tidak akan mengganggumu." ucap Yan Liyan sambil melihat kearah Bing Hua.


Bing Hua yang mendengar ucapan tuanya langsung gemetar ketakutan.


"aku tidak bermaksud berbohong pada tuan hanya saja....


sebelum ucapan Bing Hua selesai langsung dipotong oleh Yan Liyan.


"hanya saja kau tidak ingin dilihat oleh orang lain saat berlatih.


Bing Hua yang mendengar itu langsung terdiam karena apa yang diucapkanya tuanya adalah benar.

__ADS_1


Yan Liyan yang melihat Bing Hua diam hanya menghela nafas.


"bagaimana kalau kita latih tanding lagi, kau harus bertambah lebih kuat lagi untuk membalaskan dendamu kan.? tanya Yan Liyan sambil berdiri dari tempat duduknya.


Bing Hua yang mendengar ucapan tuanya hanya mengangguk meski masih merasa ketakutan dengan latih tanding kemarin.


Yan Liyan yang melihat Bing Hua mengangguk hanya tersenyum.


"Baiklah agar tidak menimbulkan keributan kita akan berlatih di tempat lain."


'sistem masukan kami berdua kedalam invetory.! batin Yan Liyan


[Ding... Baik tuan.]


seketika mereka berdua diselimuti oleh cahaya terang dan langsung menghilang dari tempat itu.


diruang invetory sistem.


Bing Hua melihat tempat yang berbeda dari sebelumnya suasana ditempat itu masih siang. Bing Hua melihat Yan Liyan dengan tatatapan kebingungan.


"ini adalah tempat yang berada di dimensi yang berbeda dari tempat tadi." ucap Yan Liyan yang melihat tatapan kebingungan Bing Hua.


Bing Hua hanya mengangguk walaupun tidak terlalu mengerti dengan perkataan tuanya.


"..................."


pagi harinya Yan Liyan sedang duduk dimeja makan bersama Xiao Yi, Yin Zu dan Yin Su didepanya.


sedangkan Bing Hua dan Yan Lin sedang memasakan makanan untuk mereka.


"hari ini adalah seleksi 10 besar dan menurut kabar putri kekaisaran Han akan ikut dalam turnamen." ucap Yin Su memecahkan keheningan diantara mereka berempat.


Yan Liyan yang mendengar itu menoleh kearah Yin Su.


"aku tidak peduli." ucap singkat Yan Liyan dan diangguki oleh Xiao Yi.


Yin Su yang mendengar tanggapan singkat dari Yan Liyan hanya tersenyum misterius.


"aku pernah melihat putri kekaisaran itu sangat cantik dan juga tingkat kultivasinya sangat tinggi kau pasti akan tertarik padanya." ucap Yin Su lagi.


Yan Liyan yang mendengar itu hanya tersenyum.


"apakah dia secantik Xiao Yi.? dan apakah tingkat kultivasinya berada di rana pertapa☆2 sepertinya.? tanya Yan Liyan berturut-turut pada Yin Su.


Yin Su yang mendengar itu hanya terdiam karena rana kultivasi dan umur putri kekaisaran sama seperti putrinya Yin Zu.


sedangkan Xiao Yi tampak masih berumur 15 tahun tapi rana kultivasinya berada diatas mereka berdua.


Xiao Yi yang mendengar perkataan Yan Liyan hanya tersenyum bahagia.


"tapi bukankah itu sangat berbahaya jika ada orang lain dengan niat jahat yang mengetahui kekuatan dari Xiao Yi."


"ditambah lagi kalian bukan berasal dari keluarga atau sekte manapun untuk melindunginya." ucap Yin Su.


Yan Liyan yang mendengar itu hanya tersenyum tipis.


"siapa yang butuh perlindungan dari keluarga atau sekte jika ada aku yang melindunginya, lagipula... apakah sekte atau keluarga akan melindunginya tanpa mendapatkan keuntungan." ucap Yan Liyan.

__ADS_1


Yin Su yang mendengar itu hanya mengangguk.


"aku mengerti." ucapnya sambil menyantap makanan yang disajikan Bing Hua diatas meja makan.


__ADS_2