SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Memusnahkan Bandit Pengembara


__ADS_3

Wusss!


Para perajurit elit Kekaisaran melesat seperti bayangan seekor burung elang es yang sangat cepat menembus musim salju.


Suasana di tempat itu memang sedang turun salju dan para perajurit elit yang memang telah dilatin di semua kondisi medan pertempuran memang sudah terbiasa dengan hal itu, apa lagi salju yang merupakan tempat mereka berlatih sehari-hari.


Sehingga mereka semua dapat beradaptasi dengan keadaan.


Para bandit yang menyadari keberadaan dari banyak perajurit langsung berteriak keras untuk memperingatkan rekan-rekan mereka.


"Waspada! Penyusup!"


Situ Tang yang melihat perajurit menyerang markas mereka awalnya terkejut karena musuh mengetahui marakas mereka padahal sebelumnya dia telah memasang aray penghalang yang mencega orang masuk ke wilayah mereka selain anggota bandit pengembara.


Tapi ketika melihat tingkat kultivasi para perajurit itu yang hanya berada di tingkat elemen awal membuatnya tersenyum tipis dan apa lagi jumlah mereka hanya 100 orang sepuluh kali lipat dari mereka.


"Hahaha! Apa Kekaisaran es itu telah kehilangan akal sehat mereka karena mengirimkan sampah seperti ini ke markas bandit seperti kita! Cih, Mereka terlalu meremehkanku."


teriaknya dengan penuh amarah tapi terlihat jelas Situ Tang tersenyum tipis karena jika mereka menang dalam pertempuran ini otomatis hal itu akan membuat semangat dan kepercayaan bawahannya meningkat.


"Ya! Serang mereka!" para bandit tanpa melakukan formasi apa pun langsung menyerang 100 perajurit itu karena menganggap remeh mereka.


Dari tingkat kultivasi dan jumlah mereka sudah menang jauh, jadi tidak ada alasan lagi untuk serius melawan perajurit Kekaisaran.


Sedangkan 100 perajurit Kekaisaran membentuk formasi sayap elang pembunuh. Mereka berbaris dari ujung ke ujung membentuk sayap elang.


Setelah itu setiap orang perajurit mengeluarkan dua belati dengan berbagai macam warna yang menandakan elemen yang mereka miliki.


Tapi rata-rata para perajurit elit memiliki belati warna putih kebiruan dan warna merah pertanda mereka memiliki elemen angin dan api.


Kultivator pengguna dua jenis elemen itu memang sangat cocok dijadikan sebagai perajurit pembunuh selain elemen kegelapan dan cahaya.


Energi dari kedua belati mengeluarkan elemen mereka masing membenruk sikuet bulan sabit yang mengelilingi mereka dari segalah arah.


Teknik yang perajurit elit itu gunakan merupakan teknik pembunuh tingkat surgawi yang bisa ditingkatkan sampai tingkat dewa tergantung keahlian penggunaanya.


Dan teknik itu merupakan pemberian Yan Liyan yang dikhususkan untuk perajurit semacam itu dan tentu saja Yang Liyan membutuhkan banyak poin sistem untuk membeli teknik semacam itu.


Wuss!


Tidak lama kemudian terjadi benturan antara kedua belah pihak yang membuat darah dan anggota tubuh berterbang tidak menentu arah seperti dipotong oleh benda yang sangat tajam dan tidak terlihat.


Slas!

__ADS_1


Slas!


Slas!


Argkgk!


Argkh!


Berbagai macam teriakan kesakitan terdengar di tempat itu yang membuat suasana yang awalnya mencekam akibat dinginnya musin salju kini ditambah lagi suara teriakan yang menyakitkan dari anggota para bandit yang membuat suasana di tempat itu semakin mencekam.


Para anggota bandit berteriak kesakitan, mereka mencoba melawan, tapi mereka tidak tahu harus menangkis benda tajam apa karena memang siluet bulan sabit perajurit elit tidak bisa dilihat oleh kultivator tingkat kehidupan seperti para bandit itu.


Dan tanpa mereka sadari anggota tubuh mereka terpisah tanpa tahu benda apa yang memotongnya setelah itu mereka mati dengan mengenskan sekaligus meninggalkan rasa penasaran yang membekas.


"Hiiiya! Maju demi kejayaan Kekaisaran es utara!" teriak dua perajurit yang berada di tengah formasi. dua perajurit itu merupakan laki-laki dan perempuan yang memiliki elemen yang berbeda angin dan api.


Merasa jika kemenangan akan mereka raih kedua orang itu berteriak untuk menyemangati rekan-rekan mereka.


Sebenarnya pars perajurit elit itu merupakan orang-orang yang berprofesi sebagai pemburu waktu di aray pelindung dulu jadi mereka mempunyai pengalaman seperti ini dan tidak perna hragu untuk membunuh orang-orang yang berniat meruntuhkan Kekaisaran es yang mereka jaga.


Dengan pengalaman mereka dulu, mereka juga sangat tahu hukum dunia kultivator dimana yang lemah akan ditindas dan yang kuat akan berkuasa.


Jadi mereka harus menjadi kultivator kuat untuk melindungi orang-orang ingin mereka lindungi dan orang-orang tersebut adalah warga Kekaisaran.


Dengan semangat yang membara dalam hati mereka semua menanggapi teriakan dari dua sosok tadi. Mereka melesat dengan kecepatan penuh diiringi oleh teriakan dan tubuh mereka di penuhi oleh cipratan darah.


"Hehe.. Tadi aku tampak sangat keren bukan?" ucap sosok laki-laki yang berteriak tadi sambil mengedipkan matanya kearah sosok wanita yang tidak jauh darinya.


"Cih, Ini bukan saatnya. Fokuslah pada tugas yang diberikan pemimpin."


"Umm, Aku mengerti itu."


Ucap dua sosok itu yang tampaknya merupakan sepasang kekasih.


Sedangkan yang lainnya hanya menggeleng pelan, karena bahkan saat seperti ini dan dengan keadaan berlumuran darah mereka berdua masih tampak bermesraan.


"........ "


Sedangkan Situ Tang saat ini memasang ekpresi muram ketika melihat bawahannya sedang dibantai oleh kultivator yang tingkatannya berada di bawah mereka semua.


"Bagaimana mungkin mereka semua dapat membunuh kultivator ranah kehidupan dengan sangat mudah padahal tingkat kuktivasi mereka berada di bawah itu." gumam Situ Tang tampak kebingungan dengan keanehan yang sedang terjadi.


"Apakah...

__ADS_1


Seketika pandangan Situ Tang tertuju pada belati yang perajurit elit itu gunakan, tampak senjata belati memang mempunyai bentuk yang indah sekaligus unik namun Situ Tang tidak melihat keanehan lainya yang membuktikan jika belati itu merupakan senjata tingkat dewa sehingga membuat semua bawahannya kalah.


"Tuan, kita harus turun tangan sebelum mereka menghabisi seluruh anggota bandit pengembara." ucap salah satu penaseha yang memberikan saran kepada pemimpinya.


Situ Tang mengangguk tapi tatapannya masih tertuju pada belati yang perajurit itu pagang.


"Jangan merusak senjata yang para perajurit itu gunakan. Aku merasa jika senjata dan teknik aneh itu yang membuat mereka bisa menghabisi anggota bandit pengembara." ucap Situ Tang kepada penasehatnya.


Situ Tang lalu melesat untuk membantu bawahannya dengan 5 pria tua dibelakangnya yang penasehatnya selama ini.


Tapi ketika mereka hampir saja mencapai medan pertempuran antara anggota bandit pengembara dan perajurit elit Kekaisaran.


Mereka berenam tiba-tiba saja dihadang oleh enam sosok dengan penampilan anggun dan berwibawa layaknya sosok bangsawan Kekaisaran.


Enam sosok itu tidak lain adalah Yang Liyan dan 5 kesatria penjaga.


Situ Tang langsung berhenti ketika dihalangi oleh 6 sosok itu. Mereka semua saling memandang tajam dan mengeluarkan aura yang menekan untuk saling mengintimidasi.


"Siapa kau bocah! Beraninya kau menghadangku pemimpin bandit terkuat di alam tingkat tinggi ini." ucap pria tua yang merupakan penasehat Situ Tang.


Yan Liyan tidak menjawab pertanyaan dari pria tuan itu dan malah mengeluarkan sebuah panah kegelapan dari cincin penyimpananya dan menyimpan dua belatih yang dia keluarkan tadi.


Yan Liyan berpikir jika belati akan dia gunakan untuk menyiksa sosok di depan mereka itu secara satu persatu dan tanpa ampun.


"Hehe.. Tenang dia masih bocah dan tidak tahu sedang berurusan dengan siapa.


Hei Bocah Aku hanya akan mematahkan kedua tangan mu dan membiarkan kamu pergi dengan syarat kau harus menyerahkan 2 wanita itu padaku."


Ucap Situ Tang yang pandanganya tertuju pada dua wanita cantik yang merupakan anggota 5 kesatria penjaga.


Yan Liyan masih terdiam dan sama sekali tidak menanggapi perkataan Situ Tang tapi beda halnya dengan dua sosok wanita yang berada di lima kesatria penjaga.


Mereka sudah tidak sabar untuk membunuh mereka semua dan berharap jika tuan mereka mengizinkan mereka untuk menguliti mereka hidu-hidup.


Situ Tang semakin kesal ketika Yan Liyan sama sekali tidak menanggapi perkataanya karena hal itu membuat dirinya merasa terhina dan diabaikan oleh bocah tengik di depannya.


"Bunuh Dia!" teriak Situ Tang penuh amarah.


"Lakukan apa saja yang kalian sukai untuk menyiksa mereka." ucap Yan Liyan dengan dingin lalu melesat kearah Situ Tang.


Sedang 5 kesatria penjaga itu mengangguk dengan senyuman tipis terukir di wajah mereka.


"Baik!"

__ADS_1


__ADS_2