
Semua sosok yang berada di tempat itu tidak bisa untuk tidak terkejut melihat 9 sosok Jiu Wei. Baru kali ini mereka melihat kemampuan yang dapat menggandakan diri.
"Teknik macam apa itu? apa itu ilusi?"
"Tidak! Ini terlalu nyata untuk suatu teknik ilusi."
-
Sedangkan Jiu Wei sendiri merasa puas dengan teknik baru dan perubahanya setelah mengalami masa kebangkitan.
"Bunuh Mereka!" gumamnya..
9 bayangan itu tidak mengatakan apa pun tapi langsung bergerak melesat menuju kearah 5 tetua yang terhempas tadi.
Masing-masing dari Jiu Wei mewakili satu ekor dari Jiu Wei yang asli sehingga mereka memiliki elemen-elemen yang berbeda.
Ada yang memiliki bola elemen api yang menunjukkan jika dia terbentuk dari ekor yang memiliki elemen api.
Sebelum semua bola elemen mengenai para tetua, sosok manusia serigala putih tiba-tiba muncul dan melemparkan selembar kain berwarna emas kearah bola-bola elemen tersebut.
Kain emas itu mengeluarkan cahaya keemasan menyilaukan yang menyerap seluruh bola elemen itu.
Bola elemen itu seketika menghilang terserap kedalam kain emas.
Jiu Wei mengernyitkan kening, ternyata masih ada sosok serigala yang lain dan terlihat berbeda dengan manusia serigala yang lain.
"Kau terlalu berlebihan anak muda." Manusia berwarna putih itu mendengus dan menatap tajam Jiu Wei. Menurutnya apa yang telah dilakukan oleh Jiu Wei terlalu berlebihan karena berniat membunuh para tetua nya.
"Itu pemimpin keluarga Fang! Fang Jian!" teriak para monster dan siluman, mereka semua sangat terkejut dengan kemunculan pemimpin keluarga Fang.
Karena selama ini mereka belum pernah melihat Fang Jian keluar dari kediamannya, dan kabarnya dia sedang melakukan latihan tertutup. Melihatnya saat ini tentu menjadi sesuatu yang menggemparkan.
Tapi itu merupakan hal wajar karena semua tetua keluarga Fang sedang berada dalam posisi terancam.
"Aku tidak pernah berpikir jika dia akan keluar dari latihan tertutupnya." ucap salah satu sosok dari keluarga besar. Mereka sangat tahu betul jika Fang Jian merupakan sosok yang sangat kuat dan tidak akan keluar dari kediamannya jika tidak suatu hal yang menurutnya tidak penting.
Tidak heran jika kekuatan yang dia miliki sangat tinggi dan keberadaanya cukup di perhitungkan oleh pemimpin keluarga yang lain.
"Hah! Berlebihan? tadi mereka berlima dengan tidak tahu malunya mengeroyoku dan ingin menyegel ku lalu kau bilang aku terlalu berlebihan?
Apa kau bercanda?"
__ADS_1
Jiu Wei sedikit kesal dengan perkataan Fang Jian. Apa pemimpin dan bawahan memiliki sifat yang sama yaitu sangat tidak tahu malu.
Fang Jian menggertakan giginya mendengar jawaban Jiu Wei. Baru kali ini dia mendengar seseorang yang begitu lancangnya menjawabnya dengan nada kasar seperti itu.
Biasanya mereka akan berlutut di hadapanya terlebih dahulu lalu memohon ampun.
"Kau tidak pernah mengetahui tingginya langit anak muda. Berlutut dan memohon ampun lah di hadapanku, mungkin aku mengampuni nyawa mu jika kau melakukanya."
ucap Fang Jian, dia tidak ingin menjatuhkan harga dirinya untuk bertarung dengan sosok gadis kecil yang menurutnya tidak sebanding denganya.
Apa yang akan dikatakan oleh pemimpin keluarga lain jika mendengar sosok sepertinya menindas gadis lemah.
"Tcih! Seharusnya aku yang berkata seperti itu pak tua."
"Kau! Baiklah kau sudah melewati batas jika begitu aku tidak mempunyai pilih...
Wusss!
Sosok Jiu Wei tiba-tiba muncul di belakangnya lalu sosok itu mengarahkan sebilah pedang.
Fang Jian reflek menghindari tebasan pedang, dia juga terkejut dengan kecepatan Jiu Wei.
Dia lebih dulumenyerang dari pada menunggu lawan menyerang terlebih dahulu.
Jiu Wei elemen cahaya tiba-tiba menghilang dan muncul lagi di depan Fang Jian.
Sebuah pukulan melesat kearah wajahnya. Fang Jian menghindar lagi, tapi dia tidak menyadari jika Jiu Wei memegang belati dan melesatkan kearahnya.
Slas!
Belati tersebut menggores pipi dari Fang Jian, serangan belati itu tidak memberinya luka besar karena Fang Jian lagi-lagi masih sempat menghindar.
"Reflek yang bagus! Kemampuan itu pasti kau dapatkan dari pengalaman ribuan pertarungan." ucap Jiu Wei, karena hanya seseorang yang telah mengalami ribuan atau puluhan ribu pertarungan yang memiliki kepekaan terhadap bahaya yang akan mengancam tubuhnya.
Kemampuan semacam itu di dapatkan dalam waktu yang sangat lama dan membutuhkan ketekunan dan pertarungan yang mengancam nyawa agar mendapatkanya.
Fang Jian memegang luka goresan belati di pipinya dan terkejut ada darah yang mengalir. Fang Jian sadar jika belati yang digunakan Jiu Wei bukan belati biasa.
Biasanya goresan belati tidak akan menyebabkan luka pada tubuhnya, tapi kali ini berbeda.
"Dia lawan yang sangat berbahaya, pantas saja mereka dapat dikalahkan dengan mudah."
__ADS_1
Fang Jian kali ini memfokuskan seluruh pikiran dan menyebar aura spiritualnya untuk mendeteksi bahaya serangan dan untuk melihat kelemahan musuh.
Di belakang Fang Jian tiba-tiba muncul 8 sosok Jiu Wei yang memiliki 8 bola elemen lalu di lesatkan kearahnya.
Kain emas tadi terbang dan membukus seluruh tubuh Fang Jian.
Booommm!
8 bola elemen itu mengenai satu pusat sehingga menimbulkan ledakan besar. Namun kain emas itu sama sekalian tidak mengalami kerusakan.
Malahan Kain emas itu menyerap bola elemen yang tersisa dari ledakan.
Menyadari satu serangan saja tidak cukup, 8 bayangan itu menghujani Fang Jian dengan bola elemen hingga terdengar ledakan yang sangat keras.
Ledakan tersebut juga membuat semua benda di sekitarnya hancur hingga membentuk sebuah kawa kecil.
Namun semua serangan itu sama sekali tidak berarti, dan kain emas itu tidak tergores sama sekali setelah menerima semua serangan dasyat tadi.
Orang-orang yang melihat itu tentu terkejut dengan hal tersebut. Mereka tidak menyangka jika pemimpin keluarga Fang memiliki harta yang sangat kuat.
Muncul suatu keserakahan dari pihak keluarga lain ketika melihat kain emas milik Fang Jian.
Mereka semua ingin memiliki senjata itu untuk mereka sendiri tapi mereka tidak bodoh untuk merebutnya secara langsung, karena sudah dipastikan jika mereka semua akan mati jika memaksa untuk merebutnya.
Jiu Wei juga terkejut dengan kain emas itu yang mampu menahan semua seranganya. Bahkan serangan bola kegelapan tidak mampu menimbulkan korosif pada permukaanya.
"Senjata itu..
"Itu adalah kain sutra Ratu Peri kegelapan. Kain emas itu disulam sendiri olehnya dan diberikan rune pelindung tingkat tinggi. Aku tidak pernah menyangka setelah kepunahan ras mereka, kain itu akan jatuh di alam kegelapan dan sekarang berada di tangan siluman manusia serigala." Xiao Yi menjawab pertanyaan Jiu Wei.
Xiao Yi telah mengingat kehidupan lamanya dan mewarisi kemampuan dan ingatan dewi kematian terdahulu jadi semua pengetahuan yang telah punah tersimpan jelas di ingatanya.
Jiu Wei menoleh kearah Xiao Yi, dia agak kesal dengan sosok Xiao Yi karena mengingat Kata-kata menggebu-gebu tadi.
Tapi pada akhirnya dia bertarung sendirian dan mereka hanya menyaksikanya saja. Benar-benar sangat keterlaluan. Jiu Wei ingin marah dan menghajar Xiao Yi, tapi dia sadar jika ini bukan waktu yang tepat.
Dia harus menyelesaikan urusanya dengan keluarga Fang terlebih dahulu lalu setelah itu memberikan memberikan pelajaran pada Xiao Yi dengan kemampuan barunya.
Saat Fang Jian menyebarkan aura spiritualnya, dia mendeteksi jika 9 sosok Jiu Wei tadi terhubung dengan benang Qi pada Jiu Wei yang asli, lebih tepatnya terhubung pada sembilan ekornya.
Jadi jika Fang Jian ingin mengalahkan Jiu Wei, maka dia harus mengalahkan Jiu Wei yang asli, tapi tetap saja ini tidak semudah seperti yang dipikirkan.
__ADS_1