SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Biao Qiaolin Menginginkan Pengawal Pribadi


__ADS_3

Sesampainya Yan Liyan dan Xian Ran di ibukota, kehadiran mereka berdua langsung disambut oleh Xue Jia, Ran, Chen Nan, dan Lan Lan.


"Guru Apa kau bisa menjelaskan apa yang aku lihat sekarang ini?" Ran menatap tajam Yan Liyan yang memegang tangan gurunya dengan erat, sedangkan gurunya sendiri tampak pasrah dan terkesan bahagia sehingga hal tersebut membuat Ran kebingungan.


Sebenarnya hubungan apa yang dimiliki antara gurunya dan Yan Liyan.


"Oh, Dia adalah Kekasihku dan orang itu juga merupakan Kekasihnya." Xian Ran tanpa ragu menunjuk kearah Bing Hua yang diam memperhatikan mereka dari tadi.


Banyak ekspresi yang muncul diwajah mereka yang menandakan keterkejutan sekaligus ketidak percayaan.


Terutama Chen Nan dan Lan Lan yang sangat terkejut ketika mendengar perkataan Xian Ran.


Sosok yang cantik seperti Bing Hua bahkan kecantikanya mengalahkan putri Kekaisaran surgawi ternyata merupakan kekasih Yan Liyan.


Itu merupakan kejadian dan kenyataan yang tidak terduga bagi mereka berdua, tapi melihat wajah Yan Liyan yang sangat tampan membuat mereka bisa memakluminya.


"Aku benar-benar iri kepadamu saudara Liyan." Chen Nan lalu mendekat kearah Lan Lan dan berbisik padanya.


"Apa aku juga boleh memiliki...


Sebelum Ucapan Chen Nan selesai Lan Lan langsung mengeluarkan belatinya dan menempelkanya di leher Chen Nan.


"Boleh saja, tapi setelah aku melenyapkanmu." Lan Lan menatap Chen Nan dengan aura membunuh memberikan ancaman agar Chen Nan tidak berani macam-macam kepadanya.


Chen Nan membisu dan mundur secara perlahan, berdiri ditempatnya tadi seperti tidak terjadi apa-apa.


Yan Liyan yang melihat tingka mereka berdua menyadari jika Chen Nan telah mengungkapkan perasaanya dan sepertinya Lan Lan menerimanya.


"Guru, Apa kau akan berhenti menjadi guruku?" dengan ekspresi sedih Ran bertanya.


Ran sebenarnya sebagai jika gurunya telah menemukan seseorang yang telah dia cari selama ini, tapi disisi lain Ran takut jika gurunya tidak akan memperdulikan dia lagi.


"Aku akan tetap menjadi gurumu, tapi mulai sekarang sepertinya aku akan jarang berlatih bersamamu." Xian Ran berjalan kearah Ran dan mengelus lembut pucuk kepalanya.


Yan Liyan yang melihat itu hanya tersenyum lalu mengeluarkan 5 botol pil yang sama seperti botol pil yang dia berikan kepada Ran 1 bulan yang lalu.


Yan Liyan kemudian memberikan semua pil itu pada Ran. Rang langsung menerimanya dan memberikan buku teknik yang dikatakan Yan Liyan waktu itu.


"Baik urusanku telah selesai disini. Jika kalian berkunjung dikediamanku, maka Aku dengan senang hati menyambut kalian." Yan Liyan memegang tangan Bing Hua lalu melesat menuju kediamanya.

__ADS_1


Sedangkan Xian Ran menyelesaikan beberapa hal dengan Xue Jia setelah menyelesaikan urusannya dengan Ran.


"Ran.. Apa kau...


" Tidak! Aku tidak cemburu!" Teriak Ran dengan keras sekaligus marah.


"Eh.. Lan Lan yang ingin bertanya soal identitas Yan Liyan, terkejut mendengar perkataan tiba-tiba dari Ran.


Ran yang menyadari kesalahan perkataanya langsung memandang tajam Lan Lan.


"Lupakan saja!"


Wuuss!


Ran melesat menghilang dari tempat itu.


"Ada apa denganya?" Lan Lan keheranan dengan sikap Ran yang tidak seperti dia kenal.


"Hm.. Apa kau tahu terkadang perasaam seseorang bisa berubah jika ada sesuatu yang mengganjal dihatinya. Mungkin itu yang sedang dirasakan olehnya saat ini." Chen Nan menanggapi perkataan dari Lan Lan dengan menggunakan pengalaman pribadinya ketika dia mempunyai perasaan yang tidak bisa dia ungkapan pada Lan Lan dulu.


"............ "


Sedangkan disisi lain...


Xue Jia mengangguk dan sedikit gugup karena Xian Ran seperti menginterogasinya.


"Apa kau mengetahui ledakan yang terjadi 2 hari yang lalu di wilayah utara tepat berada di sekte Teratai beku!"


Xue Jia yang mendengar itu membuatnya semakin bergetar ketakutan dan kali ini dia merasakan aura ancaman dan menekannya sehingga membuat dirinya tidak bisa bergerak.


Memang satu hari yang lalu terjadi kedalam di sekte sehingga membuat Xue Jia tidak bisa menyusul Ayahnya yang telah pergi terlebih dahulu ke ibu kota Kekaisaran surgawi.


Xue Jia memutuskan untuk menyelidiki kedalam tersebut, karena khawatir jika itu merupakan sesuatu yang mengancam untuk sekte.


Namun ternyata setelah dia menyelidikinya, dia menemukam sesuatu yang tidak terduga dan sama sekali tidak bisa percayai.


"Katakan padaku! Dimana keberadaanya!" Xian Ran semakin menguatkan aura menekanya mengintimidasi Xue Jia karena dilihat dari ekspresi dari Xue Jia, menandakan bahwa dia memang menyembunyikan sesuatu yang Xian Ran duga.


"Di.. Dia berada di sebuah gua yang berjarak 100 mil jauhnya dari sekte. Aku mengurungnya dalam gua menggunakan artefak untuk mencegah jika keberadaanya mengancam sekte dan Kekaisaran surgawi dan sekarang ini aku akan mengatakan pada ayahku untuk segera diselesaikan."

__ADS_1


Jelas panjang Xue Jia pada Xian Ran. Dia juga tidak menduga jika seseorang yang tampak lebih muda darinya mempunyai surat dan tingkat kultivasi setinggi itu.


Dan jika Xue Jia memutuskan untuk tidak menjawab perkataan dari Xian Ran maka masalahnya akan bertambah besar, karena jika dipikir-pikir Xian Ran tidak takut dengan kekuatan ayahnya setelah berani mengancamnya.


Xian Ran yang mendengar itu mengehelah nafas panjang, dia berpikir dia akan membunuh Xue Jia jika dia berani melakukan sesuatu kepada sosok yang berada dalam gua.


"Besok Antarkan Aku kesana dan sebaiknya jangan beritahukan soal itu pada Ayahmu." Xian Ran mengendurkan ancaman auranya, sehingga hal itu membuat Xue Jia dapat bernafas lega.


Xue Jia mengangguk pasrah dengan permintaan Xian Ran, dia juga penasaran apa yang akan dilakukan oleh Xian Ran dengan keberadaan yang dialami lihat dalam gua kemarin.


Apa sepenting itu baginya sehingga dia dengan berani mengancam Putri dari keluarga Xue.


"Baiklah, Temu aku disini pada pagi hari." Setelah mengatakan itu, Xian Ran melesat pergi menuju kediaman Yang Liyan.


"Aku merasakan jika orang itu memiliki hawa keberadaan Mei Lin, Aku juga sangat yakin jika Liyan'gege menyadarinya, tapi mengapa dia tidak bertindak?"


gumam Xian Ran kebingungan, jika bukan karena dia sangat percaya dengan Yan Liyan. Dia mungkin akan menganggap jika Yan Liyan telah melupakan keberadaan dari Mei Lin dan Jiu Wei atau bahkan dirinya dan Bing Hua.


"............ "


Di istana Kekaisaran Surgawi...


"Apa kau telah menemukan tempat sosok itu berasa?" tanya putri Kekaisaran Surgawi yang bernama Biao Qiaolin yang merupakan pemimpin masa depan Kekaisaran Surgawi.


Pelayan yang sekarang menunduk di hadapan Biao Qiaolin berdiri lalu mengucapkan hasil dari penyelidikanya.


"Sosok yang berani menantang tetua sekte naga hitam di pelelangan tadi pagi bernama Yan Liyan dan dia tinggal di salah satu rumah mewah di kawasan elite Kekaisaran." ucap Pelayan itu dengan hormat.


Sedangkan Biao Qiaolin menyeringai lebar karena keberadaan dari sosok yang membuatnya tertarik tinggal di dalam ibu kota Kekaisaran.


"Jika seperti itu maka, Sampaikan padanya jika Putri Biao Qiaolin mengundangnya ke istana untuk membahas suatu penawaran yang menarik untuknya!"


Pelayan itu hanya mengangguk tanpa berani membatah lalu pergi dari tempat itu untuk melakukan perintah dari tuanya.


"Bagus, aku akan menyuruhnya untuk menjadi pengawal pribadiku, Aku sangat yakin jika dia merupakan kultivator yang sangat hebat. dan dia tidak akan berani menolak tawaranku." Biao Qiaolin sangat yakin jika dengan statusnys Yan Liyan akan langsung tunduk dengan perintahnya.


".................. "


Yan Liyan sendiri sekarang ini sedang berjalan mengelilingi kediamanya bersama dengan Bing Hua.

__ADS_1


Dia juga berbincang-bincang dengan Bing Hua sambil menyandarkan dagu dibahu Bing Hua dan terkadang mencium pipi lembut Bing Hua.


Tentu saja hal tersebut membuat Bing Hua tersipu malu. Dia mengerti jika Yan Liyan merindukanya begitupun dengan dirinya.


__ADS_2