SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Permata Es


__ADS_3

Chi Ziran terdiam ketika mendengar perkataan dari Mei Lin.


Bagaimana mungkin teman yang dia kenal sangat arogan dan memiliki kekuatan besar bisa tunduk pada sosok lain.


Hah..


Chi Ziran menghela nafas mencoba kembali tenang.


"Apa kau bisa menceritakan semuanya padaku?" Chi Ziran sangat penasaran bagaimana cerita temanya itu bisa dijadikan sebagai binatang kontrak oleh sosok di depanya.


Mei Lin mengangguk setuju, seolah itu kemudian dia menceritakan tentang awal dia bereinkarnasi dan bertemu dengan Yan Liyan, dia juga menceritakan petualangan mereka secara singkat dan jelas pada Chi Ziran.


"Hmm... Menarik, jadi apa kau bisa menunjukan wujud aslimu Manusia." dari cerita Mei Lin tadi, Sudah dipastikan jika sosok didepanya berasal dari ras manusia dan entah bagaimana caranya dia bisa mirip dengan ras phoenix.


"Manusia yang berasal dari alam tingkat rendah? Apa itu mungkin?" Xu Dongjie juga sangat terkejut dengan cerita Mei Lin tadi.


Dia menolak percaya jika dia dan adiknya dikalahkan oleh sosok dari ras manusia, apalagi sosok itu berasal dari alam tingkat rendah.


"Tidak ada yang tidak mungkin jika kita memiliki usaha, Ya. kira-kira seperti itulah kata-kata bijak yang pernah aku dengar." ucap Yan Liyan sambil melepaskan topengnya, dan menarik sedikit aura dewa phoenix kedalam tubuhnya.


Setelah topeng itu dibuka, sayap dibelakang Yan Liyan dan aura phoenix langsung menghilang, memperlihatkan seorang pemuda tampan dengan mata ungu terang, kulit seputih susu dan juga rambutnya berwarna keperakan menambah ketampanan dari Yan Liyan.


"Hehehe, Menarik. Sekarang aku menjadi tahu tentang alasan lain dari Mei Lin ingin menjadi binatang kontrakmu?" Chu Ziran tertawa kecil, dia juga sangat kagum dengan ketampanan yang dimiliki oleh Yan Liyan, yang bahkan mendingi keindahan ras phoenix.


"Apa maksudmu, Chu Ziran." ucap Mei Lin dengan sangat kesal, karena tentu saja dia tahu maksud dari temanya itu.


"Apa kau membawa permata itu?" tanya Yan Liyan yang menengahi pembicaraan panjang yang akan dilakukan oleh dua teman lama itu.


"Aku telah menyimpan permata ini dalam waktu yang cukup lama untuk menyembunyikanya dari orang yang menginginkanya dengan tujuan jahat."


Chi Ziran lalu mengeluarkan sebuah permata yang sangat indah dengan bentuk segitiga yang mempunyai warna biru terang yang elegan dan terlihat jika sama sekali tidak ada kecacatan pada permata tersebut.


"Ambilah."


Mei Lin langsung terbang dan mencekram permata itu dan memberikanya pada tuanya.


"Tidak ada aura khusus yang dikeluarkan oleh permata ini, apa ini benar-benar asli?"


Yan Liyan mempertanyakan hal itu karena menurutnya tidak mungkin jika bahan pedang dewi phoenix berasal dari permata biasa tanpa memiliki keistimewaan tertentu.


"Dari awal permata Es memang seperti itu, tapi leluhur kami percaya jika ada kekuatan tersembunyi di dalamnya." Jelas Mei Lin.


"Apa kau menuduhku memalsukan permata Es, manusia?!" Chi Ziran merasa tersinggung dengan perkataan Yan Liyan tadi, ras phoenix tidak akan pernah mengkhianati rekan mereka, jadi merupakan suatu penghinaan bagi Chi Ziran ketika mendengar perkataan Yan Liyan tadi.


'Ada apa denganya? kenapa dia sensitif sekali? padahal aku sama sekali tidak berniat untuk menyinggungnya.' batin Yan Liyan dengan ekspresi kebingungan.


Sebelum Yan Liyan ingin menyanggah perkataan dari Chi Ziran tiba-tiba...


Wusss!

__ADS_1


Cahaya terang muncul di sekitarnya, tidak lama kemudian cahaya itu menghilang dan terlihat di depan mereka, berdiri seorang wanita cantik dengan rubah Elemen di bahunya.


Wanita cantik itu tidak lain adalah Bing Hua, Dia kemudian menatap kearah kekasihnya lalu ke sekitar tempat itu.


Terlihat banyak sekali orang yang sepertinya mereka mempunyai urusan dengan Yan Liyan.


"Padahal Baru beberapa hari aku meninggalkanmu, tapi kau selalu saja membuat masalah dan yang mengherankan adalah kenapa harus wanita cantik yang selalu terlibat dalam masalahmu itu?"


Ucap Bing Hua dengan kebingungan sekaligus kesal, jika sekali dua kali mungkin bisa disebut sebagai kebetulan, tapi jika berulang kali tentu saja itu bukan suatu kebetulan. Dia bahkan curiga jika Yan Liyan sengaja mencari masalah dengan mereka.


"Jangan salahkan aku, karena Mei Lin yang membawaku ke dalam masalah ini." ucap Yan Liyan mencari alasan.


Mei Lin hanya terdiam, walaupun sebenarnya hal ini bukan sepenuhnya salahnya, tapi jika dia berbicara maka masalahnya akan semakin panjang.


"Putri Es dari dimensi Utara? apa Aku salah?" Terdengar suara Chi Ziran yang tiba-tiba mendekat kearah Bing Hua untuk memastikan dugaanya.


"Ya. Ini tidak salah, karena ciri-ciri aura milikmu sama seperti milik dari Bing Zise."


Bing Hua memandang Chi Ziran dengan aneh karena dia baru pertama kali bertemu dengan sosok di depanya itu, tapi ketika mendengar nama ayahnya disebut membuat Bing Hua keheranan.


"Kau mengenal Ayahku?"


"Ya. Aku sangat mengenalnya, dia merupakan sekutu para leluhurku waktu perang melawan para naga Kegelapan puluhan juta tahun yang lalu, patungnya juga dibuat ditengah ibukota untuk mengenang dirinya."


"Apa kau benar-benar putri dari Bing Zise, seorang pahlawan dengan julukan Es ungu?" tiba-tiba saja suara dari Xu Yue terdengar, dia muncul dari belakang Xu Ziran.


"Ya. Dia memang ayahku." jawab Bing Hua yang membuat mata Xu Yue berbinar karena bisa bertemu dengan putri dari pahlawan idolanya.


"Apa kau bisa menceritakanya tentangnya lebih jauh! dan ya. tolong ajari aku sebuah teknik darinya." ucap Xu Yue dengan nada memohon.


"Baik-baiklah, tapi aku hanya akan mengajarimu teknik dasarnya saja."


"Hmm... Tidak masalah."


Disaat Mereka sedang berbincang-bincang, Yan Liyan pergi dari tempat itu menuju ketempat yang berada di dalam ruangan yang dia buat khusus, dia juga telah memasang aray sebagai penghalang.


"Huh.. Dengan ini aku bisa berlatih dengan tenang." gumamnya lalu membuka buku teknik semesta lalu mencoba memahami teknik yang ada di dalamnya.


"........"


Sedangkan Di sisi lain....


Terlihat seorang gadis sedang duduk dipinggir sungai sambil melemparkan batu kecil ke air.


Wusss!


Tiba-tiba muncul seorang gadis lain dibelakang sosok itu.


"Apa kau mendapatkan informasi tentang dewa kegelapan?"

__ADS_1


"Tidak, Aku sama sekali belum menemukan petunjuk apapun tentangnya, tapi belum lama ini aku melihat Yan Liyan memasuki dimensi ras iblis. Aku juga mendegar jika dia bertemu naga Kegelapan di dalam dimensi kegelapan."


ucap sosok itu yang tidak lain adalah Yan Lin atau Jiao Lin sedang sosok di depan Yan Lin adalah Xiao Yi.


"Cih, Dasar keras kepala."


"Dan ya. Bagaimana dengan yang lain?"


"Mereka sedang mencari informasi ke dimensi lain, dan sepertinya dua teman kita belum membangkitkan kekuatan yang mereka miliki oleh sebab itu, kami sangat kesusahan untuk melacak keberadaan mereka berdua."


Xiao Yi yang mengerti dengan hal itu hanya mengangguk.


"Tidak masalah, Lagipula Aku sangat yakin jika kita berlima saja sudah cukup untuk menghadapinya." Xiao Yi berdiri dan memandang kearah Yan Lin.


"Apa kau menunjukkan keberadaanmu padanya." tanya Mei Lin dengan tatapan menyelidik.


"Ti-tidak, sama sekali tidak." jawab Yan Lin dengan gugup.


"Dan Aku rasa jika Bing Hua telah menjadi kekasihnya."


"He... Benarkah? Aku tidak menyangka jika putri manja itu akan menjadi kekasihnya, tapi itu bagus." ucap Xiao Yi lalu pergi dari tempat itu.


Sedangkan Yan Lin hanya terdiam, lalu duduk ditempat duduk Xiao Yi tadi sambil merenung.


"Takdir ini sangat menyedihkan." gumamnya dengan nada kesedihan,


dan tanpa sadar air mata mengalir dari pelupuk matanya, dia tidak bisa mendekati Yan Liyan karena tugasnya sebagai salah satu dari tuju dewi terdahulu.


"........."


Kembali pada Yan Liyan....


Kini telah berlalu 3 hari penuh Yan Liyan telah mempelajari buku teknik semesta didalam aray.


Yan Liyan tiba-tiba membuka matanya dengan aura mengerikan Yang keluar dari tubuhnya.


"Huh... Lebih cepat habis daripada yang aku kira." ucapnya ketika merasakan poin pengalaman yang ada pada dirinya telah habis.


Yan Liyan kemudian berdiri dan keluar dari aray, setelah dia keluar....


Dia melihat Bing Hua dan dua binatang kontraknya sedang menunggunya.


"Dimana yang lain?"


"Mereka telah kembali. Dan juga aku telah menceritakan semuanya kepada mereka dan Chi Ziran bilang Dia akan ikut membantu jika saja perang jutaan tahun yang lalu akan terjadi lagi."


Yan Liyan mengerutkan keningnya ketika mendengar ucapan tiba-tiba dari Bing Hua.


"Kenapa tiba-tiba ras binatang mitos ingin ikut terlibat dalam perang ini, bukankah mereka...

__ADS_1


"Entahlah, aku juga tidak tahu tapi Chi Ziran bilang jika hal itu berhubungan dengan naga Kegelapan maka mereka akan ikut campur." jawab Mei Lin.


Yan Liyan akhirnya mengerti dengan maksud dari Chi Ziran yaitu untuk memusnahkan naga Kegelapan agar mencegah jika saja suatu saat nanti naga Kegelapan akan menyerang kembali wilayah mereka.


__ADS_2