SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Rencana Pemimpin Ras Elf


__ADS_3

"Maafkan yang tua ini anak muda, sepertinya Aku terlalu antusias dengan kehadiran manusia sepertimu diwilayah ini."


Menurunkan tangannya lalu mundur secara perlahan, sebagai bentuk penghormatan untuk Xian Zi.


Xian Zi kemudian berjalan menuju sosok pemimpin ras Elf, yang tidak lain adalah kakak kandungnya sendiri.


Xian Zi kemudian berlutut...


"Mereka adalah mata-mata dari pemimpin ras manusia, mereka ditugaskan untuk mengirim pesan ini kepada yang mulia."


Xian Zi kemudian mengeluarkan sebuah surat, memegangnya dengan posisi berlutut.


Ya. Walaupun sosok di depannya merupakan kakaknya sendiri, tapi dia harus patuh pada setiap peraturan yang ada.


Dimana ras Elf harus menghormati pemimpin mereka tanpa terkecuali, Walaupun peraturan seperti itu hanya berlaku di depan publik untuk mereka berdua.


Sosok pemimpin Elf itu hanya mengangguk dan menerima surat tersebut, memeriksa segel yang terdapat pada surat untuk memastikan.


"Hm.. Jadi apa alasanmu membawa manusia kedalam wilayah ras Elf? kau tahu kan wilayah ini meruapakan wilayah suci yang selalu dijaga oleh para leluhur, tidak sembarang manusia bisa memasuki wilayah ini." ucap sosok itu memandang tajam kearah Yan Liyan.


Sudut bibir Yan Liyan berkedut ketika melihat tatapan permusuhan dari sosok tersebut.


'Kenapa selalu aku yang menjadi sasaran? nasibku memang benar-benar sangat sial.'


Gerutu Yan Liyan dalam hati, tadi pria tua yang menjadi penasehat, dan sekarang sosok pemimpin ras Elf.


"Aura yang kau miliki sangat berbeda dengan yang lain, dan juga perempuan yang memegang tanganmu itu, bukankah dia merupakan kultivator Es?"


Pemimpin ras Elf itu lalu menoleh ke arah Bing Hua.


"Ya. Aku merupakan kultivator Es, memangnya apa yang istimewa dari hal itu." ucap Bing Hua, memandang sinis sosok tersebut.


Entah kenapa dia sangat tidak suka jika sosok itu memandang Yan Liyan.


Dia juga sangat yakin jika alam tingkat tinggi seperti ini, pasti memiliki banyak kultivator Es seperti dirinya.


"Menarik! Apa kalian berdua merupakan sepasang kekasih?"


"Ya. Kami berdua merupakan sepasang kekasih." jawab Bing Hua lagi dengan ekspresi dingin.


"Jadi seperti itu ya. Sudah aku tebak! jika dari sifat yang kau miliki, membuktikan Jika kau berasal dari dimensi lain atau alam yang lebih rendah."


Hal tersebut dapat dibuktikan dengan sifat dan ekspresi dingin dari Bing Hua.


Sebenarnya tidak ada sosok manusia pun Yang akan berani menunjukkan sikap seperti itu kepada pemimpin ras Elf,


Bahkan pemimpin ras manusia dalam dimensi tiga ras menaruh rasa hormat kepadanya begitupun sebaliknya.


Bing Hua terdam ketika mendengar hal itu, memang benar jika dia berasal dari alam tingkat rendah.


"Iya. itu memang sangat benar, Memangnya apa yang kau inginkan?"


Sosok pemimpin ras Elf itu, hanya tersenyum, lalu memandang kearah para mentri nya.


Para mentri kemudian mengangguk karena paham dengan maksud pemimpin mereka.


Mereka lalu melesat pergi dari tempat itu, kecuali penasehat Bao, yang merupakan penasehat sekaligus pemimpin kesatria pelindung anggota keluarga pemimpin ras.


Sosok itu kemudian berjalan menuju kearah Bing Hua, dengan setiap langkahnya mengubah tempat yang tadinya berlantai kayu, berubah menjadi padang rumput.

__ADS_1


Setelah Sosok itu sampai di depan Bing Hua, terlihat sejauh mata memandang jika semua di tempat itu, di penuhi oleh padang rumput yang mana sekarang ini mereka berada di dalam dimensi yang berbeda.


"Aku? Sepertinya kau telah salah paham, Aku sama sekali tidak menginginkan apa pun dari mu kecuali... Aku Xian Ran pemimpin dari ras Elf sangat menginginkan kekasih mu ini!" Ucap sosok itu dengan pandangan sinis pada Bing Hua.


"Dan juga dengan tingkat kekuatan mu saat ini, kau sama sekali tidak pantas untuk mendampinginya!"


Bing Hua mengeluarkan aura yang sangat dingin dari dalam tubuhnya ketika mendengar itu, Dia memandang tajam kearah sosok pemimpin Elf tersebut.


Yan Liyan yang mendengar itu hanya terdiam, dia ingin menahan amarah dari Bing Hua, namun sistemnya melarangnya untuk melakukan hal itu.


Ling Yun sendiri ditahan oleh Xian Zi, karena dia sangat yakin jika kakaknya itu, tidak akan melakukan sesuatu tanpa alasan yang jelas.


"Benarkah? jika seperti itu, maka Aku harus membunuhmu!" Bing Hua lalu mengarahkan belatinya pada Xian Ran.


Namun Xian Ran dapat menahanya dengan sangat mudah, bahkan hanya menggunakan kekuatan fisiknya saja.


Bing Hua tidak menyerah dan melesat lagi kearah Xian Ran.


Wusss....


Trang....


Trang ...


Mereka melesat dengan cepat, dan di sertai dengan dentingan antara dua senjata pedang dan belati di udara.


"Cih... Apa hanya seperti ini saja kekuatan yang kau miliki? Sungguh sangat lemah!"


Xian Zi mengarahkan telapak tanganya menyentuh punggung Bing Hua dan....


Boomm.....


Namun beberapa lama kemudian....


Tiba-tiba saja, Dari dalam kawah tersebut muncul Siluet naga Es yang melesat kearah Xian Ran.


Siluet naga Es tersebut mengaum dan ingin melilit Xian Ran, tapi sebelum itu.


"Teknik kehidupan, akar keabadian."


Wusss.....


Dari dalam tanah muncul ratusan akar pohon yang sangat besar, lalu melesat kearah naga Es itu.


Akar itu mengikat ekor naga tersebut dan perlahan naik sampai menutupi seluruh tubuhnya.


Krak....


Terdengar suara benda yang remuk dari dalam akar tersebut.


"Apa itu saja kemampuan yang kau miliki?! Dasar lemah!" Xian Ran masih dengan senyuman sinis nya mencoba memprovokasi Bing Hua.


Dan benar saja, Bing Hua sangat terprovokasi dengan ucapan Xian Ran.


Bing Hua kemudian secara tiba-tib muncul dibelakang Xian Ran, dengan ribuan belatih dan 20 Ekor naga Es di belakangnya.


Groaaarrr.....


20 sosok naga Es tersebut mengaum, lalu melesat menuju Xian Ran dengan ribuan belati yang terbuat dari Es.

__ADS_1


Xian Ran tersenyum ketika melihat hal itu.


"Bukankah ini seperti masa lalu, kawan." gumamnya


"Teknik kehancuran! Amukan Hydra!"


Wusss.....


Dari dalam tanah terbentuk seekor binatang seperti ular namun sedikit mirip dengan naga Timur, tetapi memiliki kepala yang sangat banyak.


Sosok binatang tersebut bernama Hydra yang terbuat dari akar pepohonan.


"Walaupun ini hanya tiruan dari binatang aslinya, namun menurutku kekuatanya tidak akan kalah." gumamnya.


Groaaarrr.....


Hydra tersebut membentuk berbagai macam pelindung yang terbuat dari akar pepohonan.


Hal itu dilakukan untuk melindungi Tuanya, Xian Ran dari serangan ribuan belati.


Sosok Hydra itu kemudian mengikat 5 naga Es mengunakan salah satu bagian kepalanya.


Sedangkan ke-20 naga Es itu berkerja sama untuk mengalahkan sosok Hydra, namun serangan mereka sangat sia-sia karena setiap anggota tubuh Hydra terpotong atau terluka maka akan tumbuh kembali, dan memulihkan diri dengan sangat cepat.


Dan ditambah kekuatan fisik dari Hydra tersebut sangat kuat, sehingga membuat naga Es butuh usaha keras untuk melukainya.


Xian Ran tersenyum tipis ketika melihat hal itu.


"Sudah saatnya untuk mengakhiri ini!"


"Teknik cahaya penghancuran!!"


Tiba-tiba saja, dari kepala salah satu Hydra muncul sebuah titik cahaya, titik cahaya itu membesar dan kemudian melesat kearah naga Es yang masih tersisa.


Wusss....


Wusss....


Cahaya itu melesat dengan kecepatan cahaya, dan menghancurkan setiap naga Es yang dilewatinya.


Tidak lama kemudian....


Naga Es itu telah mencair menjadi serpihan Es, dan hanya menyisahkan Bing Hua yang tertunduk dan memuntahkan darah segar dari dalam mulutnya.


Xian Ran masih dengan senyuman tipisnya, menghilangkan teknik miliknya, lalu Berjalan dengan santai menuju ke arah Bing Hua.


"Sudah terbukti bukan? jika kau sangat tidak pantas untuk nya, Seharusnya dari awal kau sadar akan hal itu."


"......."


Yan Liyan yang melihat hal itu, tidak mampu lagi menahan amarahnya, dia ingin melesat menuju Bing Hua dan membantu namun...


"Hentikan!


Suara dingin dari Mei Lin terdengar, dan secara tiba-tiba muncul di bahu Yan Liyan.


"Tapi...


"Sebaiknya tuan diam saja untuk sekarang! dia mempunyai suatu rencana, yang sama sekali tidak tuan ketahui."

__ADS_1


__ADS_2