
Liang San, Xion Che, dan Xion Gao membelalakan mata mereka sekaan tidak percaya dengan apa yang mereka lihat saat ini.
"Kau! Sialan Kau Taozhi!"
Mereka bertiga merasa sangat marah ketika orang yang merupakan leluhur mereka dibangkitkan dan digunakan sebagai senjata oleh orang yang harus mereka lindungi.
"Hahhaha!
"Ada apa para kesatria? apa kalian membenciku?!"
Dengan aura iblis yang bertambah kuat, Taozhi tersenyum mengejek kearah lima kesatria seperti menantang mereka berlima.
"Sialan! Bunuh Dia!"
Liang San yang sudah tidak bisa menahan emosinya langsung menyerang Taozhi.
Niao Yueyin, Xion Chen, dan Xion Gao juga ikut melesat menyerang Taozhi.
Mereka bertiga bertarung melawan Taozhi yang seluruh tubuhnya dipenuhi dengan aura iblis.
"Apa kau tidak mempunyai solusi untuk tiga mayat hidup itu." Tanya Jiu Wei kepada Yan Liyan yang sekarang ini berada di sampingnya.
"Mayat hidup itu akan mati jika penggunanya juga mati, jadi tunggu saja sampai Taozhi dikalahkan mereka. Sedangkan kita hanya diam dan menonton pertarungan mereka saja.
Kau sangat menyukai itu bukan?" Yan Liyan tersenyum dan mengelus pucuk kepala Jiu Wei.
Hal itu dia lakukan agar Jiu Wei tidak marah kepadanya. Wanita itu merupakan orang yang paling sensitif diantara Mei Lin, Bing Hua, dan Xian Ran.
"Sangat menyukai katamu?! Aku akan mati kebosanan jika Aku tidak ikut beraksi! Apa kau menganggapku sebagai seorang pemalas?!" Jiu Wei merasa sangat kesal dengan perkataan Yan Liyan.
Sedangkan Niao Linghuo hanya terdiam ketika mendengar perbincangan dua orang di dekatnya itu.
Niao Linghuo menyangka jika Jiu Wei merupakan sepasang kekasih dan dia tidak ingin mengganggu. Hal tersebut bisa dilihat dari kedekatan mereka berdua.
Niao Linghuo kemudian kembali fokus akan pertarungan di depannya. Sekarang ini dia mempunyai tugas untuk menyerang jarak jauh dan melindungi yang lain jika mereka dalam keadaan bahaya.
"Tapak Dewa Penghancur!"
Siluet telapak tangan berwarna emas yang mengeluarkan aura agung muncul dari belakang Xion Chen.. yang mana telapak tangan emas itu melesat dengan kecepatan yang cukup lambat kearah Taozhi.
Taozhi yang melihat itu ingin segera menghindarinya karena berpikir jika dia menahannya maka akan membuka celah besar untuk pertahananya nanti.
Dia juga tahu jika dia tidak akan mengalami lagi luka berat setelah menahan serangan teknik dari Xion Chen itu.
Tapi ketika Taozhin ingin Menghindar dari serangan tersebut....
"Dinding penahan!"
Wuss!
__ADS_1
Dari tiga arah yaitu belakang dan kedua samping Taozhi muncul tembok tanah yang berdiri dengan tinggi dan kokohnya menahan Taozhi untuk pergi dari tempat itu.
Namun Taozhi tidak kehabisan akal, dia melesat terbang keatas karena diatas sama sekali tidak ada pelindung yang menahanya.
Tapi ketika Taozhi sampai diatas, Dia Sangat terkejut ketika melihat keberadaan Liang San.
Liang San tersenyum lalu..
Booomm!
Dengan kedua tangannya, Liang San memukul Taozhi hingga terjatuh. Tidak hanya itu saja Niao Lingyue megayunkan pedangya secara horizontal dan Horizontal sebanyak yang dia biasa sehingga membentuk banyak sekali siluet bulan sabit.
Boomm!
Boomm!
Tapak pengahncur milik Xion Chen kemudian menghantam Taozhi.
Argkh!
Taozhi menjerit kesakitan ketika semua serangan itu mengenai seluruh bagian tubuhnya.
Dia terpaku ke dalam dinding penahan Xion Gao.
Xion Chen kemudian membentuk rantai panjang dari logam yang kuat lalu mengikat kedua tangan dan kaki Taozhi di dinding sehingga membuat Taozhi tidak bisa berkutik.
Aura berwarna hitam keunguan juga telah menghilang dari tubuh Taozhi yang menandakan melemahnya keadaan Taozhi sekarang ini.
"Sekarang kau sudah berakhir." Liang San mengeluarkan sebilah pedang dari dalam cincin penyimpananya lalu berjalan pelan menuju kearah Taozhi.
"Sudah berakhir ya.. Aku tidak akan pernah menyangka jikan aku akan berakhir di tangan para pelindung ku sendiri." ucap Taozhi yang terlihat sudah pasrah menerima nasibnya.
"Bagitu pun dengan kami.. Kami tidak pernah menyangka jika sosok yang kami lindungi telah melakukan penghianatan semacam ini."
Taozhi yang mendengar itu hanya tersenyum, karena sekarang ini sudah terlambat untuk menyesalinya.
Mengingat masa lalunya di saat-saat terakhirnya membuar Taozhi merasa sangat sedih.
"Apa kalian tahu kenapa aku tidak mempunyai marga padahal aku merupakan anak dari pemimpin kota sebelumnya?"
Liang San yang mendengar itu tetap berjalan dengan pedangnya. Liang San memang penasaran dengan hal tersebut, tapi sekarang dia merasa jika hal itu sudah tidak penting lagi.
"Itu karena aku sangat lemah. Dulunya aku merupakan sosok sampah karena kultivasi ku berjalan dengan sangat lamabat padahal aku adalah anak dari pemimpin kota yang terkenal akan kehebatan dan tingkat kultivasi nya yang tinggi.
Aku selalu dikucilkan dan terkadang aku pukuli oleh orang-orang terdekat ku.
Dan suatu hari, semua anggota keluarga ku setuju untuk melepas marga yang aku miliki, karena mereka merasa malu kepada para bangsaawan, karena memiliki sosok lemah seperti ku yang akan menjadi pewaris pemimpin wilayah ini.
Ayahku tidak setuju dengan hal itu, tapi dia di desak oleh anggota keluarga yang lain sehingga membuatnya menyetujui tentang pencabutan nama margaku."
__ADS_1
Taozhi berhenti sebentar.. mengingat masa lalunya yang menyedihkan itu.
"Tapi, Aku tidak pernah menyangka jika itu merupakan titik awal dari kebangkitan ku! Aku secara tidak sengaja menemukan artefak warisan keluarga ku di ruang bawah tanah, lalu mulai saat itu aku berlati dengan sangat keras untuk meningkatkan kekuatanku dan setelah aku merasa sangat kuat, Aku kemudian berniat untuk menjadi pemimpin selanjutnya di wilayah ini dan membunuh semua orang-orang yang menghalangiku termasuk orang-orang yang menghina ku dulu." Taozhi bercerita mengenai masa lalunya dengan seringai lebar seperti menikmati saat-saat itu.
"Cerita mu cukup menyedihkan untuk di dengar. Namun hal itu tidak akan merngubah keputusan ku untuk membunuh mu."
"Begitu ya.. Aku mengerti, lagi pula terlalu banyak perbuatan buruk yang telah aku lakuk..
Deg!
Taozhi tiba-tiba merasakan rasa sakit yang luar biasa di seluruh tubuhnya diikuti munculnya aura hitam keunguan itu lagi.
Cougkh!
Taozhi memuntahkan dara segar dari salam mulutnya... pandangannya tadi yang mulai melemah kini berubah menjadi tajam lagi.
"Jangan lupakan keberadaan ku manusia rendahan!"
Suara serak terdengar dari dalam tubuh Taozhi sehingga membuat Liang San kebingungan.
"Ada apa denganya?"
"Iblis itu telah bangkit dan sepertinya dia menggunakan Taozhi sebagai korban untuk kebangkitanya." Yan Liyan dan yang lain muncul di depan Liang San.
"Aku peringatkan kepada kalian untuk tidak menyerang nya."
Yan Liyan terlihat Sangat waspada.. dari awal dia memang menduga jika semua ini akan terjadi dimana ras iblis akam mengorbankan orang yang selama ini melayaninya.
Ya, hal semacam itu merupakan kejadian yang klise ketika dia berada di alam tingkat rendah dulu. Memang jika sebagian besar iblis mempunyai sifat yang tidak bisa dipercaya.
Alasan Yan Liyan membiarkan hal itu karena dia bertujuan untuk membunuh iblis tersebut. Iblis itu harus memiliki wadah dan harus berada dalam bentuk aslinya untuk bisa di bunuh, karena jika hanya berbentuk jiwa, iblis tersebut tidak bisa di bunuh, kecuali disegel.
Tapi jika Yan Liyan menyegel nya.. sampai kapan segel itu akan bertahan? Segel akan melemah Seiring berjalanya waktu serta seberapa kuat iblis tersebut memberontak ingin keluar atau segel tersebut. Dan bisa saja segel tersebut terbuka jika pemilik segel itu telah mati.
Dan jika itu sampai terjadi, Yan Liyan tidak bisa membayangkan kekacauan apa yang akan dibuat oleh iblis itu dimasa depan nanti.
"Apa kau bodoh?! Lebih baik kita serang sekarang sebelum dia mendapatkan kekuatan penuhnya."
5 kesatria keheranan mengapa Yan Liyan melarang mereka untuk menyerang iblis itu padahal ini merupakan saat-saat terlemahnya.
"Ya. Itu memang tujuan ku.".
" Hah" mereka seakan tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh orang di depan mereka itu.
"Diamah! liyan'gege pasti mempunyai rencana yang orang-orang seperti kalian tidak ketahui." ucap Jiu Wei dengan nada ketus kepada mereka.
Hahahah!
"Sebentar lagi!"
__ADS_1
Suara tawa yang mengerikan diikuti munculnya tanduk berwarna hitam di kepala Taozhi serta taring tajam dan kuku yang panjang seperti siap untuk mencabi-cabik mangsanya.