SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Ras Cahaya


__ADS_3

Masih dengan tatapan tajam, Yan Liyan menatap sosok di depanya dengan kebencian.


"Apa tujuan mu menyusup ke istana pemimpin ras phoenix api? Apa kau salah satu bawahan dari naga Kegelapan?"ucap Yan Liyan menahan diri untuk tidak membunuh mantan bawahannya tersebut.


Han Guang yang mendengar itu hanya tersenyum karena Yan Liyan dapat mengendalikan emosinya.


'Dia telah tumbuh dewasa.'


"Bawahan naga Kegelapan? omong kosong macam apa itu, Aku menyusup ke istana ini untuk mencari sebuah informasi penting." masih dengan senyuman tulusnya, Han Guang berbicara dengan santai.


"Informasi penting?"


"Iya, Informasi mengenai keberadaan pecahan diriku, aku sangat curiga jika pecahan dari diriku itu berada di salah satu dari dua wilayah ras phoenix."


Han Guang tanpa ragu-ragu mengatakan informasi yang sebenarnya sangat rahasia itu pada Yan Liyan.


Yan Liyan mengernyitkan keningnya ketika mendengar perkataan dari Han Guang.


"Pecahan dirimu yang lain? apa maksudnya itu?"


"Apa kau pernah mendengar tentang keberadaan ras cahaya di alam tingkat tinggi ini?" bukanya menjawab, Han Guang malah bertanya balik.


"Ya. Sebelumnya Aku pernah mendengar keberadaan ras cahaya itu." Yan Liyan pernah mendengarnya dari sistem tentang kemampuan yang dimiliki oleh Xu Yue.


Memikirkan hal tersebut membuat Yan Liyan sangat terkejut.


"Jangan-jangan kau...


"Ya. Aku adalah satu-satunya ras cahaya yang masih tersisah dan selamat dari pembantaian itu." Han Guang tanpa sadar mengeluarkan aura kebencian dari dalam tubuhnya.


Mendengar Jika Han Guang merupakan ras cahaya, Yan Liyan terdiam, karena kemungkinan besar pecahan tubuh dari Han Guang adalah Xu Yue.


"Kenapa kau ingin mencari pecahan dirimu!"


"Pertanyaan bodoh macam apa itu? Aku mencari pecahan diriku karena aku mempunyai hak untuk itu, dan juga sebagian kemampuan yang Aku miliki berada padanya."


Yan Liyan yang mendengar itu sudah menduga jika tujuan dari Han Guang adalah mengembalikan kekuatan penuhnya, Apalagi mata malaikat yang dimiliki oleh Xu Yue...


Tiba-tiba Yan Liyan memandang tajam Han Guang, setelah itu Dia mengeluarkan sebuah belati.


"Langkah cahaya."


Wusss!


Yan Liyan muncul di depan Han Guang dan mengayunkan belatinya.


"Jika kau membunuhku maka sosok itu juga akan terbunuh."


Wusss!


Hembusan angin kencang menerpa wajah Han Guang, terlihat sebuah belati terhenti yang berjarak sangat dekat denganya.

__ADS_1


"Ternyata dugaanku benar, Apa kau mengenal bagian dari diriku itu?"


Yan Liyan tidak menjawab, belatih yang dia pegang bergetar dengan kuat seolah dia menahan emosinya.


"Aku mengenalnya dan aku tidak akan pernah membiarkanmu untuk menyatukan bagian dari dirimu itu!" teriak Yan Liyan dengan penuh amarah.


Han Guang yang mendengar itu hanya tersenyum, setelah itu Dia menurunkan belati milik Yan Liyan yang berada tepat di depan wajahnya.


"Baiklah, tapi cepat atau lambat dia akan segera menyatu denganku Dan Aku tidak bisa mencegah hal itu terjadi." Han Guang mendekat kearah Yan Liyan dan secara tiba-tiba Han Guang memeluknya.


"Aku harap kau bisa menjaga sebagian dari diriku itu untuk sementara waktu ini, tuan." ucapnya dengan lembut.


Yan Liyan hanya terdiam, karena sebenarnya di hati kecilnya Yan Liyan ingin jika hubungan mereka akan kembali seperti dulu.


"Aku sangat cemburu ketika aku mendengar dari Yan Lin jika Bing Hua telah menjadi kekasihmu dan Aku harap kau tidak akan ikut campur dalam perperagan yang akan terjadi nanti. Ini juga demi kebaikan mu Yan Liyan." Han Guang berkata seperti itu karena merasakan Yan Liyan masih berada di rana Kematian awal.


Tidak lama kemudian tubuh Han Guang menjadi butiran cahaya lalu menghilang dari tempat itu.


Ya. Itu merupakan salah satu kemampuan dari ras cahaya, menghilang dengan sangat cepat tanpa meninggalkan jejak sama sekali.


Yan Liyan yang masih terdiam langsung tersadar ketika Han Guang menghilang.


"Jika saja aku bisa memutar waktu, Aku ingin mencegah perpisahan yang lalu terjadi." gumamnya dengan tatapan nanar.


Setelah itu, Yan Liyan menghilangkan kubah pelindung. lalu menghilang dari tempat itu.


Yan Liyan pulang ke mansion dengan ekspresi rumit dan sulit untuk di katakan.


Sekarang ini mereka berdua berada di atas balkon sambil memperhatikan Yan Liyan yang sedang duduk di bawah pohon yang berada di halaman mansion.


Meskipun Xu Yue kesal karena kakaknya masih saja mengejeknya namun sebenarnya dia juga keheranan dengan Yan Liyan.


"Aku akan bertanya padanya."


Xu Dongjie mengangguk.


"Memang begitu seharusnya."


Xu Yue kemudian terbang dan mendarat di hadapan Yan Liyan.


"Apa kau tidak menemukan apa pun tentang penyusup itu, jika memang begitu, Kau tidak perlu khawatir, karena kita akan mencarinya bersama-sama."


Xu Yue berpikir jika Yan Liyan kecewa karena tidak menemukan petunjuk apa pun mengenai penyusup di istana pemimpin ras phoenix api.


Yan Liyan menoleh kearah Xu Yue. Dia tidak pernah menduga jika gadis menyebalkan dan tidak ramah ini adalah pecahan diri dari Han Guang.


Mencoba untuk tersenyum..


"Tidak seperti yang kau pikirkan. Aku sedang memikirkan masalah pribadi, jadi menjauhlah." ucapnya dengan bosan. Dia tahu jika Xu Yue berniat untuk menghiburnya. Namun Jujur saja dia ingin menyendiri untuk saat ini.


Xu Yue mendengus kesal dengan perkataan Yan Liyan yang menolak maksud baiknya.

__ADS_1


"Mm... Apa kau bisa menjelaskan artefak yang kau berikan kemarin?" Xu Yue duduk di sampingnya dan mencoba mengalihkan topik.


"Artefak itu ya... Sepertinya kau belum memakainya." Yan Liyan mengetahui hal itu, karena aura dari Xu Yue sama sekali tidak berubah.


"Ya. Aku belum memakainya, karena aku belum mengetahui fungsinya. Aku takut jika kau berencana untuk..


"Memanfaatkan dirimu untuk memata-matai keadaan istana phoenix Es?" Yan Liyan bisa menebak apa yang di pikirkan oleh Xu Yue.


"Ya. Kau benar." Xu Yue sedikit terkejut ketika Yan Liyan mengetahui apa yang dia pikirkan.


"Memang merupakan hal yang wajar jika kau curiga padaku, tapi aku rasa kau terlalu berlebihan. Seharusnya kau tahu bagaimana kekuatanku yang sebenarnya bukan? aku bisa saja dengan mudah menghancurkan wilayah itu dengan sedikit usaha."


Xu Yue yang mendengar perkataan Yan Liyan menjadi sangat kesal, meskipun perkataanya memang benar, tapi tetap saja itu menjadi suatu penghinaan untuknya.


"Gunakan artefak yang aku berikan padamu! karena itu akan membantumu mengatasi masalah yang dibuat oleh kekuatan mata malaikatmu itu." ucap Yan Liyan lalu pergi ke dalam mansion.


Yan Liyan memberikan sebuah artefak pada Xu Yue, karena dia merasakan kekuatan mata dari Xu Yue tidak stabil, dia menduga jika hal itu merupakan hal yang normal jika kekuatan semacam itu susah untuk dikendalikan,


Tapi setelah Yan Liyan mengetahui kebenarannya, dia tahu apa penyebab kenapa kekuatan mata malaikat itu tidak stabil.


Ya. Hal itu disebabkan Xu Yue hanya pecahan dari Han Guang.


"Baiklah, aku mengerti." jawab Xu Yue, lalu mengikuti Yan Liyan dari belakang.


"Mm... Apa kau memasak sesuatu hari ini." Yan Liyan mengubah topik untuk merubah suasana.


"Ya. Aku memasak sup daging kelinci sore ini khusus untuk mu."


"Apa hanya untuk adik ipar saja?" Xu Dongjie berdiri di depan pintu sambil melihat kearah Yan Liyan dan adiknya.


"Hehehe, Aku juga membuatnya untuk kakak." Xu Yue tertawa kecil ketika melihat ekspresi kakaknya.


Di saat Yan Liyan ingin memasuki Mansion, tiba-tiba saja muncul cahaya terang di samping Yan Liyan.


Xu Yue dan Xu Dongjie mundur kebelakang. Mereka berdua sangat waspada dengan kemunculan cahaya itu.


Sedangkan Yan Liyan hanya terdiam, tidak lama kemudian cahaya terang itu menghilang dan terlihat sosok Bing Hua di sana.


Bing Hua menoleh ke arah Xu Yue yang berada tidak jauh darinya.


"Kau tidak perlu waspada seperti itu, adik kecil."


Xu Yue yang melihat kemunculan Bing Hua langsung memasukan senjatanya ke dalam cincin penyimpananya.


"Kau yang waktu itu bukan?" Xu Yue masih mengingat dengan jelas wajah Bing Hua.


"Ya. Aku adalah Bing Hua merupakan kekasih dari Yan Liyan." Bing Hua memperkenalkan diri.


"Dimana ratu Chi Ziran?"


"Dia sedang berada di istana." Xu Dongjie menjawab sambil melihat kearah adiknya yang memasang ekspresi rumit.

__ADS_1


"Mm.. Apa kau telah selesai berkultivasi?" Yan Liyan keheranan karena biasanya Bing Hua akan membutuhkan waktu lama untuk selesai dari kultivasinya.


__ADS_2