SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Domain Ilusi


__ADS_3

Tidak lama setelah Yan Liyan terbang menuju sudut, akhirnya dia telah sampai di sudut kota yang berjarak sedikit jauh dari tempat penginapan tadi.


"Diarah Utara, kalau tidak salah disana tempat yang aku maksud tadi."


Yan Liyan langsung melesat lagi kearah utara ketika mendengar perkataan dari Mei Lin.


Setelah cukup lama melesat, Yan Liyan menemukan sebuah aray transparan yang terlihat sangat kokoh.


"Hmm, ini sudah berlalu sangat lama dan sudah pasti tempat ini telah berubah." gumam Mei Lin ketika melihat aray itu. Padahal pada awalnya aray itu tidak ada di tempat ini.


Sedangkan Yan Liyan, dia menggunakan kemampuan ahli formasinya untuk menghancurkan aray tersebut.


Krak...


Dengan kemampuan ahli formasi tingkat dewa, menghancurkan aray seperti itu bukan masalah besar baginya.


Tapi disaat aray itu hampir saja hancur. Yan Liyan merasakan suatu keberadaan yang sangat kuat melesat kearahnya.


Wusss!!


Tiba-tiba muncul Es yang sangat runcing dan dingin muncul tepat di belakang Yan Liyan


Mei Lin yang melihat itu langsung mengeluarkan bola apinya untuk mengahalangi serangan itu.


Boomm!


Boom!


Dua serangan itu bertemu dan menimbulkan ledakan serta kabut tebal.


Wusss!!


Tiba-tiba dari dalam kabut itu muncul seorang laki-laki tampan dengan pakaian elegan serta sayap berwarna putih di belakangnya.


Sosok itu juga mengeluarkan aura yang sangat dingin.


"kenapa kau ingin menghancurkan aray itu?!" ucapnya dengan dingin sekaligus mengintimidasi Yan Liyan.


"Mm.. Entahlah. Aku hanya menuruti keinginan dari seorang rekan." Yan Liyan berkata dengan jujur, rekan yang dimaksud adalah Mei Lin.


"Cih, Apa kau pikir jika aku akan percaya pada sosok serakah sepertimu?!" ucapnya dengan penuh amarah.


Dia kemudian mengeluarkan siluet burung Phoenix dibelakangnya, siluet phoenix itu mengeluarkan aura yang sangat dingin dan terlihat sangat indah.


"Eh, Phoenix Es? bukankah waktu itu kau bilang jika dua ras kalian telah terpisah diwilayah yang berbeda?" Yan Liyan bertanya dengan kebingungan tentang informasi yang pernah di ceritakan Mei Lin padanya.


"Itu pada saat aku menjadi pemimpin ras phoenix api dan itu sudah sangat lama, mungkin sekarang telah terjadi banyak perubahan."


"Dan Ya. Sebaiknya tuan berhati-hati, Aku tidak akan membantu kali ini. Kau tahu aku tidak ingin bertarung dengan ras ku sendiri."


Yan Liyan berdecak kesal ketika mendengar ucapan dari Mei Lin, tentu saja dia tahu jika hal itu merupakan suatu kebohongan. Entah apa alasan Mei Lin tidak ingin membantunya, tapi Yan Liyan juga tidak ingin memaksanya.


Yan Liyan kemudian mengeluarkan Elemen api berwarna merah darah yang merupakan api surgawi milik dewi phoenix api.


"Lagipula aku bisa mengalahkanya dengan mudah." gumamnya dengan sangat percaya diri.


Lalu tanpa basa-basi Yan Liyan langsung melesat menuju kearah sosok itu dengan sangat cepat.


Yan Liyan tiba-tiba muncul di depan sosok itu dengan tangan yang telah dilapisi api phoenix.


"Rasakan Ini!!"


Boomm....

__ADS_1


Terlihat Dua pukulan yang bertemu menghasilkan ledakan yang cukup besar, terlihat juga jika dua aura yang saling berlawanan pada pukulan itu.


Tapi jelas sekali jika aura panas milik Yan Liyan lebih mendominasi, hal itu disebabkan Yan Liyan menang dari tingkat kultivasi dan tingkat kekuatan Elemen.


Krak!


Terdengar bunyi menggema seperti suatu patahan ditempat itu.


Argkh!!


Sosok itu berteriak kesakitan ketika merasakan rasa sakit yang sangat luar biasa pada tanganya.


Yan Liyan yang melihat suatu celah langsung memanfaatkan celah itu. Dia langsung mengeluarkan pukulan api lagi lalu mengarahkanya pada bagian vital sosok tersebut.


Namun sebelum Yan Liyan mengenai sosok tersebut, tiba-tiba serangan tombak Es yang mengeluarkan aura yang sangat kuat melesat kearahnya.


Yan Liyan yang menyadari hal tersebut, dia langsung menghentikan seranganya, lalu kemudian melompat kebelakang untuk menghindari serangan tersebut.


"Kakak!!"


Terdengar suara yang tampak penuh kekhawatiran dari atas.


Wusss ...


Muncul Sosok gadis yang sepertinya merupakan adik dari sosok tersebut.


"Adik Yue! Apa yang akau lakukan disini! bukankah aku sudah bilang biarkan aku yang mengurus ini!" ucapnya dengan sangat marah bercampur khawatir sekaligus menyembuhkan tanganya yang patah.


"Tapi!


"Diamlah! Pergi dari sini! ikuti perintahku!" ucapnya dengan penuh amarah, dia tidak ingin jika adiknya terlibat dalam pertarungan ini.


"Tidak, Sekarang aku ingin membantumu."


"Cih, kenapa kau keras kepala sekali?" ucap sosok itu dengan sangat kesal.


"Aku tidak akan pernah memaafkanmu!" teriaknya dengan penuh amarah.


Sedangkan Yan Liyan, dia hanya terdiam ketika melihat drama tentang seorang adik yang keras kepala tepat di depanya itu.


"Teknik Phoenix Es! kedinginan abadi!" teriak Xu Yue


"Baiklah, kita akan bertarung bersama." gumamanya dan mengeluarkan teknik yang sama dengan adiknya.


Dan Ya. Ras phoenix memiliki penyembuhan yang sangat cepat, jadi sanagt wajar jika sosok itu dapat sembuh dengan cepat.


Wusss!!


Tiba-tiba saja aura yang sangat dingin disertai membekunya wilayah tempat mereka bertarung saat ini.


Aura dingin itu kemudian menuju kearah Yan Liyan, mereka berdua bertujuan untuk membekukanya dengan teknik gabungan.


Yan Liyan tidak tinggal diam, dia mengeluarkan api phoenix dan mengeluarkan api surgawi dengan energi yang tidak kalah kuat.


Sehingga di tempat itu terjadi pertarungan elemen yang berlawanan.


Yan Liyan yang merasa jika pertarungan ini akan sedikit lama jika seperti ini terus, dia langsung melepaskan auranya.


Setelah itu dia membuat segel tangan.


"Teknik Ruang Dan waktu! Domain Ilusi!"


Setelah membuat segel tangan, tiba-tiba saja tempat yang tadinya berupa hamparan Es berubah menjadi hamparan rerumputan di sepanjang mata memandang.

__ADS_1


Dua sosok yang menjadi lawan Yan Liyan sangat terkejut ketika melihat hal itu.


"Apa yang terjadi?" ucap Xu Yue yang terkejut ketika melihat teknik miliknya tiba-tiba lenyap.


"Sepertinya dia dapat menggunakan teknik domain, Sebaiknya kau berhati-hati Adik Yue." ucap sosok itu yang sedikit khawatir jika adiknya akan berada dalam bahaya besar.


"Hmm, Ternyata kau cukup berpengetahuan juga ya.." ucap Yan Liyan yang tiba-tiba muncul di depan mereka.


Xu Yue langsung saja melesatkan Es runcing yang langsung mengenai dada Yan Liyan.


Xu Yue tersenyum tipis penuh dengan kemenangan, dikarenakan dia berpikir jika dia telah mengalahkan Yan Liyan.


"Rasakan ini Sialan!"


Sosok gadis itu mengarahkan satu serangan Es runcing yang lagi-lagi mengenai tubuh Yan Liyan.


"Dasar lemah! Ini lebih mudah daripada yang kau pikirkan!"


"Kau benar." suara tanggapan yang terdengar dibelakangnya. Xu Yue terdiam karena tanggapan itu bukan merupakan suara dari kakaknya.


Xu Yue kemudian menoleh kebelakang dan melihat jika Yan Liyan sedang berdiri dengan santai sambil menatap bosan dirinya.


Xu Yue sangat terkejut ketika melihat hal itu, Dia lalu kembali menoleh kedepan dan melihat jika sosok didepanya yang dia kira meruapakan Yan Liyan ternyata sosok tersebut merupakan kakaknya yang penuh lumuran darah akibat dari perbuatanya.


Xu Yue sangat terkejut ketika melihat hal yang terjadi. Tanpa sadar air mata keluar dari pelupuk matanya, karena sangat sedih dan tidak terimah dengan semua ini.


"Kakak! Hiks.. Kakak!!"


Xu Yue lalu menangis dengan histeris menyesali kesalahanya tersebut.


Tidak lama kemudian...


Yan Liyan menjentikkan jarinya, dan membuat keadaan seperti semula.


Terlihat di tempat itu, terdapat dua orang kakak adik yang sedang menangis, sepertinya mereka merasakan ilusi yang sama.


Yan Liyan lalu mengarahkan tanganya lalu muncul akar pohon yang mengikat mereka masing-masing.


Setelah itu dia menjentikkan jarinya lagi yang membuat mereka berdua tersadar dari ilusi.


Xu Dingjie dan Xu Yue kemudian memandang satu sama lain, dan akhirnya mereka sadar jika tadi mereka berdua terjebak oleh teknik ilusi.


"Oh, Apakah kalian telah sadar?"


Dengan senyuman tipis Yan Liyan berjalan menuju kearah mereka berdua.


"Aapa yang kau inginkan!" tanya Xu Dongjie yang masih dengan pandangan tajamnya.


"Kematian kalian berdua." ucap Yan Liyan dengan dingin sekaligus munculnya sebuah pedang yang terbuat dari api.


Xu Dongjie terkejut ketika mendengar itu, pandangan matanya yang tajam juga berubah. dia lalu memandang kearah adiknya.


"Bunuh saja Aku! Aku juga akan memberikan informasi tentang semua yang ada di dalam aray itu, tapi aku mohon untuk membiarkan adiku hidup."


"Tidak! Kakak, apa yang kau bicarakan!"


"Diamlah! untuk terakhir kalinya, turuti saja perintah kakakmu ini Xu Yue!" ucapnya yang membuat Xu Yue terdiam dan dia juga menyesali tindakanya tadi.


Yan Liyan yang mendengar itu semakin tersenyum. Entah kenapa dia sangat suka melihat drama di antara kakak dan adik itu, karena mengingatkanya tentang dirinya dan Xiao Yi yang keras kepala dulu.


"Hmm.. Aku akan setuju saja, tapi apa kau bisa menjamin jika adikmu ini tidak akan membalas dendam padaku suatu hari nanti? aku tidak sebodoh itu."


"Sebaiknya katakan semua yang kau ketahui! dan aku akan mengakhiri ini dengan cepat." Yan Liyan memandang tajam mereka berdua.

__ADS_1


Disaat Mereka berdua sedang berada dalam keadaan yang berbahaya.


"Hentikan ini anak muda!" Sosok pria paruh baya tiba-tiba saja muncul didepan Yan Liyan untuk menghentikan tindakanya.


__ADS_2