
"Hehehe.. Ada apa? Apa kau sangat terkejut melihat keberadaan dari teman lamamu ini Xiu Rong."
"Apa yang kau lakukan disini dasar pengganggu! Dan bukankan kau sudah mati!" Xiu Rong melihat kearah Xue Yu seperti menatap seekor lalat pengganggu.
"Hei.. Hei.. Ada apa dengan ekspresimu itu? Kita akan segera menjadi beesan jadi kita berdua harus rukun." Xue Yu menutup mulut menantikan ekspresi yang akan ditunjukkan oleh Teman lamanya itu ketika mendengar hal tersebut.
"Beesan?" Xiu Rong menoleh kearah anaknya untuk meminta penjelasan dari semua perkataan Xue Yu.
"Hehe.. Aku adalah ibu dari Bing Hua yang merupakan calon menantumu." Xue Yu menunjuk kearah Bing Hua sambil tersenyum penuh kemenangan pada Xiu Rong.
Sedangkan Xiu Rong yang telah mengerti dengan semua yang terjadi, hanya menghembuskan nafas pelan. Jujur saja baginya dia sama sekali tidak ingin berurusan dengan orang yang merepotkan seperti Xue Yu.
"Aku tidak pernah menyangka jika salah satu kekasih anakku adalah anakmu Xue Yu, ternyata dunia memang sempit ya.." Xiu Rong berkata. sambil berjalan menuju Bing Hua, sesampainya disana Xiu Rong langsung mengelus kepala menantunya itu dengan lembut.
"Ibu mertua Aku juga." menggerakan sedikit telinganya, Jiu Wei maju berhadapan dengan Xiu Rong karena ingin diperlakukan seperti itu juga oleh ibu mertuanya.
Xiu Rong hanya tersenyum dan mengelus kepala menantunya yang manjah itu.
"Apa anakku tidak pernah melakukan hal seperti ini padamu?"
Jiu Wei menggeleng dan berbisik pelan pada Xiu Rong.
"Dia selalu mengigit telingaku." dengan malu-malu dan telinga rubah yang berkedut ketika Jiu Wei mengatakan itu.
Xiu Rong hanya tersenyum mendengar itu. Dia berpikir jika memang telinga Jiu Wei memang terlihat sangat menggemaskan.
Mei Lin dan Xian Ran tampak sangat iri dengan Bing Hua dan Jiu Wei terutama dengan keberanian yang dilakukan oleh Jiu Wei tadi.
Jujur saja mereka berdua saat ini tidak tahu harus melakukan apa, karena mereka takut jika melakukan kesalahan di depan ibu Yan Liyan yang akan membuat ibu mertua mereka itu membenci mereka.
"Anakmu memang hebat ya.. menaklukan 4 orang gadis cantik itu sungguh sangat luar biasa.
Aku curiga jika dia mewarisi bakat ayahnya."
Xue Yu sekarang berada di samping Xiu Rong berusaha untuk menggoda teman lamanya itu.
Xiu Rong mengeluarkan sebuah pedang dari dalam cincin penyimpananya dan mengarahkanya pada Xue Yu.
"Pedang ini bisa menyerap jiwa tingkat sepertimu, Jadi sebaiknya kau hati-hati dengan perkataanmu itu!" Xiu Rong memberikan peringatan kepada Xue Yu, tapi bukanya ketakutan Xue Yu malah semakin menggoda teman lamanya itu.
Mereka sudah berteman sangat lama, jadi Xue Yu mengerti dengan sifat Xiu Rong yang diluarnya terlihat sangat dingin tapi sebenarnya dia sangat lembut.
__ADS_1
"........... "
"Jadi apa kau akan pergi menuju alam keabadian setelah ini?
Aku peringatan padamu untuk memikirkan hal ini baik-baik.
Apa kau tahu, jika alam kejadian itu merupakan tempat yang sangat kejam bahkan lebih kejam dari alam-alam yang berada dibawahnya." Huan Zu bertanya pada Yan Liyan sekaligus memperingatkan Yan Liyan jika alam keabadian itu merupakan tempat yang sangat kejam.
"Aku juga tahu hal itu, tapi aku harus melakukanya karena ada sesuatu yang harus aku lakukan di sana."
Mendengar perkataan Yan Liyan menimbulkan tanda tanya besar bagi Huan Zu.
memangnya urusan apa yang ingin dilakukan oleh Yan Liyan disana. Apakah tentang ayahnya atau yang lain.
Tetapi Huan Zu memutuskan untuk tidak bertanya karena berpikir jika semua orang mempunyai privasi masing-masing.
Mereka kemudian melanjutkan obrolan ringan, sekarang ini mereka berdua berada sedikit jauh dari tempat ibunya dan yang lainnya berada dan mereka berdua berbincang-bincang di tempat itu seperti teman lama.
"............. "
5 hari berlalu......
Sekarang ini Yan Liyan dan yang lainnya bersiap untuk pergi ke alam yang lebih tinggi.
Xiu Rong dikejutkan dengan keberadaan dus anak kecil yang mengaku sebagai anak dari Yan Liyan, tentu saja dia sangat terkejut apa lagi salah satu dari mereka merupakan ras elf.
Dan curiga jika Anaknya dan Xian Ran telah memiliki seorang anak.
Namun Yan Liyan akhirnya menjelaskan semuanya dan kesalahan pahaman akhirnya terselesaikan.
Dan 2 hari yang lalu...
5 dewi terdahulu mengunjungi Dimensi tersembunyi untuk meminta maaf kepada Xiu Rong terutama Yan Lin.
Xiu Rong tentu saja langsung memaafkan Yan Lin namun tentang hubungan mereka dengan Yan Liyan, dia memilih untuk tidak ikut campur.
Sebenarnya di awal dia berpikir jika JIao Lin Dan Yan Liyan akan menjadi pasangan serasi namun sekarang kenyataanya tidak seperti itu.
Harapan dimasa sekarang tidak akan menjamin masa depan, sifat seseorang terkadang berubah seiring waktu yang membuat harapan itu semakin memudar, tapi bukan berarti jika JIao Lin tidak memiliki harapan untuk bersama Yan Liyan.
Dan setelah mereka meminta maaf mereka berlima memutuskan untuk kembali ke dimensi tempat tinggal mereka untuk melanjutkan latihan tertutup dan tentunya mereka juga berpamitan dengan Yan Liyan dan yang lainnya.
__ADS_1
Rencana awalnya jika ibunya akan mengurus Yin Yue Zhi dan Hao Lang kini tugas itu dilakukan oleh Xiao Yi.
Tentu kedua anak itu lebih nyaman jika bersama ibu mereka.
Karena hal yang harus diurus telah selesai, Yan Liyan tidak perlu berlama-lama lagi di tempat ini dan memutuskan untuk melanjutkan petualanganya menuju ke alam keabadian.
"Apa kalian tidak terlalu terburu-buru, setidaknya ibu ingin jika kau menikah terlebih dahulu." Xiu Rong sebenarnya mendesak Yan Liyan Namun Yan Liyan tetap bersikukuh untuk menyelesaikan misinya terlebih dahulu baru berkeluarga.
Dan jika beruntung dia bisa menemukan keberadaan dari ayahnya maka hal itu akan membuat kebahagiaanya bertambah.
"Ibu, aku sudah bilang kan?
" Huh, terserah kau nak? kalian berlima kembalilah dengan selamat dan jika perlu tinggalkan jiwa kosong itu disana." ucap Xiu Rong yang menyindir Xue Yu yang berada di dalam ruang jiwa anaknya.
Yan Liyan hanya tersenyum ketika mendengar itu memang akhir akhir ini mereka berdua tidak pernah akur selalu saja ada perselisihan yang terjadi.
Yan Liyan kemudian bersilah untuk memulai proses kenaikan menuju alam keabadian dan untuk mengalami hukum Dao.
Hal itu juga diikuti oleh keempat kekasihnya.
[Pelindung dan pengikat telah diaktifkan, tuan dan kekasih tuan tidak akan terpisah oleh arus ruang waktu selama tuan mempunyai energi untuk mempertahankanya]
Yan Liyan mengangguk ketika mendengar pemberitahuan dari sistemnya.
Wusss!
Dilangit tiba-tiba saja muncul lubang hitam raksasa disertai petir yang menyambar kesegala arah.
Sedangkan Yan Liyan dan yang lainya perlahan naik seperti ditarik oleh lubang hitam itu.
Jder!
Petir sesekali menyambar mereka tapi mereka sama sekali tidak merasakan rasa sakit padahal kekuatan petir tersebut setara dengan 50 kali sambaran petir kesengajaan surgawi.
Disaat Mei Lin, Bing Hua, dan Xian Ran tampak khawatir dengan petir itu, Jiu Wei malah mengeluarkan sembilan ekornya lalu menyerap kekuatan petir itu kedalam tubuhnya.
Mereka bertiga tentu sangat terkejut dengan tidakan Jiu Wei yang berani.
"Disaat seperti ini dia masih sempat-sempatnya memanfaatkan keadaan." gumam Xian Ran yang tampak konsentrasi mengeluarkan energinya untuk memperkuat pelindung yang dibuat oleh Yan Liyan.
"Dasar maniak kekuatan." kini giliran Mei Lin yang kesal dengan Jiu Wei.
__ADS_1
"Hehe.. Aku bangga padamu Jiu Wei." Yan Liyan tentu menyadari apa yang dilakukan oleh Jiu Wei. Setelah itu Yan Liyan mengalirkan energinya untuk memperkuat pelindung Jiu Wei dikarenakan proses penyerapan petir itu membuat pelindung Jiu Wei melemah.
Dan Yan Liyan juga memperlambat kenaikan memasuki lubang hitam besar itu, agar Jiu Wei dapat menyerap lebih banyak kekuatan petir lagi.