SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Mengalahkan Jian Shen


__ADS_3

Chen Nan juga menceritakan jika Jian Shen merupakan orang yang sangat hebat, ambisius, arogan dan tidak segan-segan untuk menggunakan kekuatan sekte besarnya demi memenuhi apa yang dia inginkan.


Hal tersebutlah yang membuat orang-orang sangat segan dan tidak ingin berurusan denganya. Tapi meskipun dia menindas, dia tidak akan melewati batas normal seperti membunuh, memainkan dia akan menyiksanya sampai orang-orang itu benar-benar memohon untuk mati.


"Hmm.. Apa semua anak unggulan dari semua sekte mempunyai sifat yang seperti itu."


"Tidak juga, hanya segelintir orang saja yang mempunyai sifat seperti itu, tapi menurutku dalam sejarah pemuda naga dan Phoenix sifat Jian Shen lah yang sangat kejam."


ucap Chen Nan berbisik pelan kepada Yan Liyan.


Yan Liyan malah tersenyum ketika mendengar informasi dari Chen Nan.


"Hehe.. sepertinya Aku punya rencana, Aku juga sangat penasaran dengan sekte pedang itu."


Yan Liyan secara tiba-tiba memegang tangan Chen Nan dan Lan Lan lalu melompat kedalam jurang.


Sontak hal itu membuat Chen Nan dan Lan Lan sangat terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Yan Liyan.


"Apa yang kau lakukan?!" dengan nada membentak Lan Lan mengira jika Yan Liyan akan membunuh mereka.


"Diamlah! Kita tidak akan pernah tahu isi di dalam jurang ini jika hanya berdiri diatas." gumamnya lalu setelah itu, Yan Liyan melindungi mereka dengan pelindung Qi.


Di tepi jurang...


Semua orang yang ada di tempat itu sangat terkejut dengan tindakan dari tiga sosok tadi. Sedangkan Jian Shen merasa sangat terhina dengan tindakan yang dilakukan oleh mereka bertiga.


"Beraninya mereka bertiga mendahuluiku! Benar- benar keterlaluan! Aku aku berikan pelajaran berharga kepada mereka!" gumam Jian Shen dengan seringai lebar.


Dan setelah itu dia melesat melompat kedalam jurang diikuti oleh murid sekte pedang lain yang merupakan bawahannya.


"......... "


Kembali pada Yan Liyan...


Mereka bertiga sudah berada di dasar jurang yang tampak sangat gelap karena cahaya matahari tidak dapat menembusnya.


Derit suara seteuman listrik yang merupakan sisa-sisa energi petir dari kesengsaraan surgawi naga melimpah ruah di tempat itu.


Tempat sunggu tersebut sangat cocok bagi kultivator yang memiliki elemen petir ber kultivasi sehingga tanpa basa-basi Chen Nan bersilah untuk menyerap seluruh energi petir tersebut.


"Apa yang akan kita lakukan sekarang?" Lan Lan bertanya pada Yan Liyan karena memang dia tidak tahu dan tidak berani untuk menyusuri jurang ini sendirian saja ditambah juga dia bukan merupakan kultivator petir, jadi sosok itu benar-benar tidak tahu harus berbuat apa.


"Kita menunggu saja sampai dia selesai."


ucap Yan Liyan lalu duduk, sebenarnya dia sedang menunggu kedatangan sosok yang bernama Jian Shen dan ingin mencari informasi tentang sekte pedang lebih mendalam lagi dengan cara membaca pikirannya.


"Kau tidak akan melakukan hal yang macam-macam, 'kan?" tanya sosok itu dengan tergagap dan sedikit waspada dengan sosok di depannya, karena bagaimana pun dia adalah seorang laki-laki yang tidak dia kenal.

__ADS_1


"Maaf, Apa kau merupakan seorang perempuan?"


Yan Liyan bertanya karena jelas sekali jika penampilan orang itu menyerupai laki-laki bahkan sama sekali tidak ada tanda-tanda jika orang tersebut adalah perempuan karena semuanya rata.


"Cih, Aku seorang perempuan!" Chen Nan melihat kearah dadanya dan wajahnya mengerut ketika melihat Yan Liyan menertawakan dirinya.


"Apa yang kau tertawakan!"


"Tidak, Aku tidak tertawa perempuan rata! Hahahaha!"


Yan Liyan memegang perutnya sambil tertawa terbahak-bahak.


'Dengan ini mereka bisa menyadari keberadaan kami bukan?' batin Yan Liyan yang ingin memancing Jian Shen datang ketempat mereka berada menggunakan petunjuk suara tawanya.


Sedangkan Wajah Lan Lan semakin menggelap ketika mendengar semua hinaan yang sangat tabu dikatakan kepada seorang wanita.


"Akan Kubunuh Kau, Sialan!"


Mengeluarkan cambuk dari dalam cincin penyimpananya dan ingin melesatkanya kearah Yan Liyan, tapi tindakanya tersebut terhenti ketika mendengar suara yang tidak asing baginya.


"Wah... wah.. Tenyata akan terjadi suatu pertarungan di tempat ini.


Sungguh menarik! Apa aku boleh ikut di dalamnya? Aku sudah lama tidak menguji kekuatanku ini." ucap Jian Shen tiba-tiba muncul dari kegelapan dengan seringai lebarnya.


Lan Lan langsung waspada ketika melihat keberadaan dari Jian Shen.


Seperti Chen Nan.. dia sangat tahu bagaimana sifat dari Jian Shen yang selalu saja mencari masalah tanpa alasan yang jelas.


Lan Lan membuka jubah yang menutup wajahnya dan memperlihatkan seorang wanita yang sangat cantik memiliki rambut hitam legam wajah oval yang manis serta bola mata hijau tua yang menawan.


Awalnya Jian Shen sangat terkejut ketika melihat penampilan dari Lan Lan namun itu tidak berlangsung lama, kini dia semakin tersenyum lebar seperti mempunyai niat tertentu.


"Wah, aku tidak pernah menyangka jika akan bertemu dengan Phoenix lain di tempat ini.


Apa kau juga disuruh untuk menyelidiki fenomena ini?" Dengan seringai lebar Jian Shen mengeluarkan dua pedang miliknya bersiap untuk bertarung dengan Lan Lan.


Sebenarnya Jian Shen juga ingin menguji kekuatan dari salah satu Phoenix untuk mengetes kekuatanya dan bisa menjamin kemenanganya pada turnamen muda yang akan di adakan.


"Kalian semua urus pria itu! Biarkan aku yang menguru bagian tersulitnya."


"Baik Tuan Muda!"


Tanpa basa-basi Jian Shen langsung melesat kearah Lan Lan.


Lan Lan yang ingin melesat juga tiba-tiba tangan Yan Liyan menahannya.


"Hei.. Rata Biarkan aku yang mengurus ini. Sebaiknya kau jaga saja kekasih mu itu."

__ADS_1


Wusss!


Dengan langkah cahayanya Yan Liyan tiba-tiba saja muncul di belakang Jiang Shen dan memegang lehernya lalu memakukanya di dinding jurang.


Boomm!


Jian Shen terpaku di dinding jurang sehingga membentuk kawah yang cukup dalam.


Yan Liyan lalu mengarahkan tangan kanannya kearah orang-orang yang melesat kearah dirinya.


Dari tangannya tiba-tiba muncul ribuan pedang es lalu setelah itu melesat kearah mereka dengan sangat cepatnya dan tanpa mereka sadari mereka mati dengan bagian tubuh yang terpisah.


Cougk!


Dari dalam kawah dinding jurang Jian Shen memuntahkan darah, keadaannya sekarang ini tampak sangat lemah dan tidak bisa berbuat apa-apa.


Dia hanya bisa melihat kearah Yan Liyan dengan ekspresi penuh kebencian.


"Kau!


"Ya.. Aku berasal dari sekte teratai beku. Apa kau akan berani mengancamku?!" Yan Liyan Mengeluarkan kristal es yang tajam dan mendekatkanya ke mata Jian Shen bersiap untuk menusuk matanya kapan saja.


Jian Shen tampak sangat ketakutan ketika mendengar itu, karena sekte teratai beku merupakan sekte yang paling di hormati dan berbahaya bagi mereka.


Meskipun sekte pedang merupakan sekte yang memimpin sekte aliran putih. Namun mereka tidak akan berani menyinggung sekte teratai beku karena kekuatan leluhur mereka.


Dan disaat Jian Shen ketakutan itulah, Yan Liyan mulai mengeluarkan teknik pembaca pikiran yang merupakan teknik khusus untuk mata-mata.


Sedangkan Lan Lan yang melihat semua tindakan Yan Liyan tadi, dimana Yan Liyan dapat mengalahkan Jian Shen dan bawahanyan dengan begitu mudah, hal itu membuatnya langsung langsung mengutuk kebodohanya tadi yang ingin melawan Yan Liyan.


Karena jika dia bertarung dengan Jian Shen makan pertarungan mereka berdua akan membutuhkan waktu yang sangat lama, itu pun belum menjami apakah dia bisa memang atau malah kalah dengan telak.


"Apa kekuatan murid elite dari sekte teratai beku memang mempunyai kekuatan yang tidak normal seperti itu?"


ucap Chen Nan yang baru saja selesai menyerap energi petir. Meskipun tadi dia fokus untuk menyerap energi petir, tapi dia juga tahu apa yang sedang terjadi di sekitarnya.


"Hei, Rata.. Apa kau tuli!" Chen Nan yang kesal ketika perkataanya tidak ditanggapi oleh Lan Lan.


"Apa! Beraninya kau!!


"Chen Nan, Rata, sebaiknya kita pergi dari sini. Aku sudah mendapatkan apa yang aku inginkan di sini."


Yan Liyan lalu melesat terbang untuk keluar dari jurang tanpa mendengarkan tanggapan dari Chen Nan dan Lan Lan.


Di udara Yan Liyan melepaskan tubuh Jian Shen yang sudah tidak sadarkan diri.


Chen Nan lalu melesat mengikuti Yan Liyan dari belakang.

__ADS_1


Sedangkan Lan Lan menggertakan giginya, dia sangat kesal ketika mendengar panggilan Chen Nan dan Yan Liyan terhadap dirinya.


Nika saja Lan Lan mempunyai kekuatan yang melampaui Yan Liyan. Dia akan langsung menghancurkan dua sosok laki-laki yang menyebalkan itu.


__ADS_2