SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Chen Nan Dan Lan Lan


__ADS_3

"Hei, apa kalian mengetahui informasi terbaru yang beredar di Kekaisaran selain ledakan yang terjadi di dalam hutan Qilin Emas?" seorang pria paruh baya bertanya kepada temannya sambil meminta arak.


Terlihat pria paruh baya itu telah mabuk sehingga dia bisa saja terjatuh jika keseimbangannya terganggu sedikit.


"Hmm, Memangnya berita apa lagi yang menghebohkan selain ledakan dan suara auman yang terjadinya di dalam hutan Qilin Emas?" teman pria paruh baya itu menanggapi karena menurutnya ledakan tadi siang telah menjadi topik hangat dan telah tersebar diseluruh Kekaisaran.


Dan bahkan ada beberapa murid sekte yang datang di kota Huta Qilin Emas untuk menyelidiki penyebab dari ledakan yang terjadi tadi siang.


"Asal kalian tahu saja ada berita yang tidak kalah heboh dari berita yang terjadi tadi siang...


Apa kalian tahu 5 anak muda Phoenix dan naga memutuskan untuk mengikuti turnamen muda yang akan di adakan sepuluh bulan lagi." ucap Prian paruh baya itu yang membuat teman-temanya sangat terkejut.


"Apa! Bukankah itu tidak adil bagi pemuda-pemudi yang akan mengikuti turnamen itu!"


salah satu dari temanya merasa tidak terima jika hal itu terjadi karena akan merugikan peserta yang lain karena tingkat kekuatan yang berbeda jauh.


Lima Pemuda Phoenix dan naga sendiri merupakan sosok yang unggulan yang berada di masing-masing di lima sekte aliran putih atau bisa disebut mereka semua merupakan anak-anak dari para pemimpin sekte-sekte yang menjaga Kekaisaran.


Mereka berlima merupakan sosok yang sangat jenius diusianya dan maka dari itu mereka dilantik sebagai pemuda Phoenix dan naga yang artinya mereka juga akan memimpin sekte dimasa depan nanti menggantikan orang tua mereka.


Dan tentu saja mengikut sertakan mereka berlima akan membuat tidak keseimbangan dalam turnamen muda.


"Kau tidak perlu khawatir soal itu. Karena aku juga mendengar sosok yang dapat meraih peringkat enam akan menjadi sosok pemenang dan mendapatkan hadiah yang sangat luar biasa."


"Jadi seperti itu ya... Aku bisa tenang jika seperti itu. Aku berharap jika anaku akan meraih posisi ke-6." ucap pria paruh baya itu sambil menggelah nafas lega.


Setelah itu mereka melanjutkan minum mereka dan akhirnya tertidur diatas meja makan dengan keadaan mabuk berat.


Sedangkan Yan Liyan yang mendengar cerita mereka tadi, tampak sangat tertarik dengan hal itu.


"Hmm.. Menarik, sepertinya kelima sekte aliran putih itu begitu percaya diri dengan kemampuan sosok unggulan mereka.


Apa perlu aku menjadi kuda hitam dalam pertandingan itu dan mengobrak-abrik semuanya. Sepertinya itu juga sangat menarik." gumam Yan Liyan tersenyum kecil dan setelah itu dia memakan makanan mewah yang tersedia di depannya.


"Tidak buruk dibandingkan masakan dari Hua'er."


"............ "

__ADS_1


Setelah Yan Liyan makan malam, dia kemudian pergi untuk menyewa kamar penginapan untuk beristirahat.


Tapi ketika dia akan membayar sewa kamar di repsesionis, Yan Liyan menoleh kearah dua orang yang memakai pakaian aneh sedang ribut-ribut di depan resepsionis yang satunya.


"Mereka berdua kenapa?" tanyan Yan Liyan kepada resepsionis di depannya.


"Mereka tidak mempunyai uang untuk membayar biaya penginapan, tuan."


ucap resepsionis tersebut sambil mengambil dua batu Qi tingkat menegah yang disodorkan oleh Yan Liyan sebagai sewa kamar selama satu malam saja.


Yan Liyan lalu bergegas menuju ke arah dua orang itu setelah mendengar perkataan resepsionis tadi.


Jika dilihat-lihat penampilan mereka tampak sangat mencurigakan apa lagi dengan penutup muka seperti itu, tapi Yan Liyan merasa jika mereka bukan orang jahat. Hal itu dikarenakan dia sama sekali tidak merasakan aura membunuh dan niat buruk dari mereka berdua.


"Apa kalian berdua memerlukan bantuan."


Perkataan Yan Liyan itu langsung menghentikan pertengkaran diantara mereka berdua. Dua sosok itu langsung menoleh kearah Yan Liyan lalu saling memandang satu sama lain.


"Siapa kau!" ucap sosok itu dengan sangat waspada dengan Yan Liyan.


Mereka tentunya tidak mudah percaya begitu saja jika ada seseorang tiba-tiba saja membantu mereka tanpa ada tujuan tertentu di dunia kultivator yang sangat kejam ini.


"Tenanglah, Aku bukan musuh kalian berdua."


"Bagaimana cara agar kami berdua percaya dengan perkataanmu itu?"


"Hmm.. Mudah saja." Yan Liyan langsung mengeluarkan bola elemen es ditangannya yang membuat kedua orang itu terkejut sekaligus menghela nafas lega karena Yan Liyaj bukanlah musuh.


"Aku tidak menyangka jika sekte terstai beku juga akan tertarik dengan fenomena yang terjadi di hutan Qilin Emas." ucap salah satu dari sosok tersebut yang mulai mengendurkan sikap waspadanya.


Sebenarnya sosok itu agak keheranan karena selama ini sekte teratai beku selalu tertutup, mereka akan keluar jika hanya ada acara penting saja seperti pertemuan dengan kaisar atau turname muda.


"Ya. tentu saja kami harus keluar. Ledakan dan suara auman yang terjadi tadi siang benar-benar membuat kami sangat penasaran sekaligi khawatir sehingga patriark mengutus murid elit sepertiku untuk menyelidiki hal seperti ini." ucap Yan Liyan seolah dia memang merupakan murid dari sekte teratai beku.


Keahliannya dalam bersandiwara tentu membuat kedua orang itu sangat mudah percaya dengan perkataan Yan Liyan, apa lagi ketika melihat bukti elemen es yang ditunjukan oleh Yan Liyan tadi.


"Kami juga merupakan murid elit dari sekte...

__ADS_1


"Argk!


Sebelum perkataanya selesai tiba-tiba saja salah satu dari mereka menginjak kaki sosok yang berbicara tadi dengan sangat keras sehingga membuat berteriak kesakitan.


Yan Liyan tersenyum tipis mengerti alasan mereka berdua menyembunyikan identitas.


"Aku tidak keberatan jika kalian tidak ingin mengatakan identitas kalia. Aku juga mengerti dengan hal tersebut. Tapi aku sama sekali tidak merasakan niat buruk dari kalian berdua."


ucap Yan Liyan lalu mengeluarkan Dua Batu kuno tingkat menengah dan memberikanya kepada mereka berdua.


Setelah itu Yan Liyan kemudian berjalan melewati mereka berdua untuk pergi menuju kamarnya.


"Tunggu!"


Teriak salah satu dari mereka berdua yang membuat Yan Liyan terhenti. Yan Liyan kemudian menoleh kearah dua sosok itu.


"Ada apa? Apa uang yang aku berikan masih kurang?"


"Cih, bukan seperti itu. Aku ingin berterima kasih atas bantuanmu dan jika boleh.. bisakah kita bertiga berkerja sama untuk menyelidiki orang dibalik fenomena itu.


Akan ada banyak sekali sosok dan berbagai sekte yang akan menyelidiki fenomena yang terjadi tadi siang, jadi aku ingin jika kita berkerja sama untuk saling menjaga dan waspada jika kita bertemunya sekte aliran hitam." ucap sosok itu yang berpikir jika ini adalah merupakan cara yang tepat.


"Hei.. Apa yang kau pikirkan? Bukankah kita dari awal kita berdua telah setuju jika kita akan menyelidikinya hanya berdua saja."


"Tenanglah. Apa kau tahu.. jarang sekali melihat murid sekte teratai beku dan menurut rumor jika kekuatan mereka sangat hebat. Aku ingin melihatnya sendiri."


Sedangkan Yan Liyan yang sudah mendengar bisikan mereka berdua. Yan Liyan tampak sangat tidak mempermasalahkan niat mereka.


"Hmm sepertinya menarik, tapi tentunya jika semua orang tidak ingin berkerja sama dengan orang yang bahkan mereka tidak ketahui identitasnya."


Salah satu sosok itu membuka penutup mukanya dan memperlihatkan sosok pemuda yang tampan. memiliki rambut merah dan warna mata hitam gelam yang semakin membuat aura ketampananya keluar meskipun ketempanan pemuda itu masih berada di bawah Yan Liyan.


"Aku adalah Chen Nan dan ini kekasihku Lan Lan dan kami berdua berasal dari sekte aliran putih menengah ." ucap sosok itu sambil menunnjuk sosok yang ada di sampingnya dengan senyuman seolah dipaksakan.


Yan Liyan yang melihat jika Lan Lan yang tidak ingin memperkenalkan dirinya dan malah memandang tajam Chen Nan hanya tersenyum kecut kurang lebih dia tahu apa yang sedang terjadi.


"Aku adalah Yan Liyan.. Murid elit dari sekte teratai beku. Mohon kerjasama dari kalian berdua."

__ADS_1


'Mulai besok aku akan mencari informasi sendiri sebanyaknya-banyaknya dengan memanfaatkan status dan nama besar sekte teratai beku.' batin Yan Liyan sambil tersenyum penuh arti seperti sedang merencanakan sesuatu yang jahat.


__ADS_2