
Wuss!
Dua ekor Naga es itu melesat menuju kearah dua pangeran itu dengan mulut yang terbuka lebar, siap untuk merobek tubuh kedua pangeran itu dengan kejam menggunakan taring tajamnya.
Kedua pangeran itu sama sekali tidak bisa bergerak dan hanya pasrah melihat dua naga es tersebut yang akan memakan mereka.
Tapi sebelum naga es tersebut melahap mereka berdua, tiba-tiba muncul seorang pria tua yang menggunakan tongkat menahan dua ekor naga itu menggunakan tongkatnya.
Wusss!
Hembusan angin yang sangat dingin tersebar keberbagai arah sehingga membekukan rumah hiburan yang berada di dekat mereka sedangkan orang-orang yang berada di dalam rumah hiburan tersebut telah mati karena tidak bisa menahan dinginnya teknik yang dikeluarkan oleh Bing Hua tadi.
"Kau cukup kuat gadis muda dan sepertinya kau juga memiliki tubuh yang spesial." ucap pria tua itu dengan senyuman lebar dan tentunya mempunyai niat jahat terhadap Bing Hua.
Tadi dia sedang berkultivasi, tapi tiba-tiba saja pria tua itu merasakan kehadiran seseorang yang mempunyai energi yang spesial, pria tua itu langsung bergegas mencarinya. Namun keberadaanya tiba-tiba menghilang dan tadi dia merasakan keberadaannya lagi sampai akhirnya dia menemukan sosok yang dia cari berada di dalam wilayah sektenya.
"Aku akan meningkatkan kekuatanku dengan mudah dengan cara memanfaatkanmu." seringai jahat semakin terukir diwajahnya.
"Langkah cahaya."
Wuss!
"Pak tua aku sudah menunggu kedatanganmu." Yan Liyan tiba-tiba muncul dan memegang tongkat yang menahan dua naga es.
Sebenarnya tadi Yan Liyan melonggarkan pertahanan aray yang dia buat tadi agar pria tua di depannya bisa masuk dan setelah itu Yan Liyan memperkuat aray nya lagi agar paktua tersebut tidak bisa kabur.
'Untuk apa mengincar anak kerbau jika induknya sudah berada di depan.' batin Yan Liyan yang berniat menghancurkan sekte naga hitam dengan membunuh patriak sekte mereka sehingga semua masalah di Kekaisaran Surgawi bisa terselesaikan dengan mudah.
Pria tua itu memincingkan matanya menatap tajam Yan Liyan. Entah kenapa dia merasakan Fulkutasi energi aneh berada di dalam tubuh anak mudah itu.
"Siapa kau?!"
"Aku adalah orang yang akan membunuhmu." Yan Liyan mengeluarkan aura pembunuh dan mengarahkanya pada pria tua itu.
Pria tua itu malah tersenyum ketika menyadari niat Yan Liyan yang mencoba untuk menekanya.
"Percuma saja Itu tidak akan mempan."
[Dia memiliki suatu artefak dalam tubuhnya yang dapat menurunkan tekanan aura membunuh. ]
"He.. ternyata kau memiliki artefak yang unik ya.. cukup menarik." Yan Liyan mengeluarkan belatinya dan siap dalam posisi melakukan pertarungan hidup dan mati.
"Liyan'gege siapa dia?" Bing Hua bertanya karena kebingungan dengan kemunculan tiba-tiba dari pria tua itu.
__ADS_1
"Bukan siapa-siapa hanya tikus besar yang harus di musnahkan agar tidak menyebarkan wabah penyakit
dan sebaiknya Kau urus saja dua orang bodoh itu."
"Mm Baiklah."
Wusss!
Trang!
Tongkat besi dan belati saling berbenturan sehingga menimbulkan suara dentingan keras yang memekikan telinga serta dua aura yang keluar membuat tekanan di sekitar tempat itu menjadi agak berat.
"Siapa kau anak muda?" Pria tua itu mundur dan bertanya kembali untuk memastikan identitas dari lawannya, karena pemuda yang memiliki kekuatan seperti dihadapannya pasti memiliki latar belakang yang tidak boleh disinggung.
Dan pria tua itu tidak mau terlalu cepat untuk melawan orang-orang itu tanpa strategi dan rencana yang matang.
"Kau sungguh sangat cerewet Pak tua! Tapi baiklah jika kau benar-benar ingin mengetahuinya maka lihatlah!
Aku adalah Yan Liyan sang Kaisar dewa naga!!"
setelah mengatakan hal itu tubuh Yan Liyan tiba-tiba mengeluarkan cahaya keemasan keagungan tinggi.
Pria tua yang melihat itu membelalakan matanya seolah tidak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini.
Tidak.. mungkin!"
Pria tua itu tiba-tiba gelisah dan melihat ke segalah arah untuk mencari celah untuk kabur namun nahas tidak ada jalan keluar untuk kabur karena aray penghalang telah membungkus tempat itu.
"Sekarang kau ketakutan? Padahal tadi kau dengan beraninya berniat buruk pada kekasihku dan sekarang kau harus merasakan akibatnya!"
Wusss!
Yan Liyan menghilang dan tiba-tiba muncul dibelakang pria tua itu.
"Pukulan Naga Cahaya!"
Groaaar!
Seekor naga besar muncul dalam tubuh Yan Liyan dan memandang pria tua itu dengan pandangan merendahkan.
Naga itu berwarna emas bersih mengkilat dan menggunakan mahkota dikepalanya yang terbuat dari permata merah darah dengan simbol Hexagon yang terlihat sangat elegan.
Tubuh pria tua itu bergetar melihat naga cahaya tersebut, dia tidak bisa berdiri dengan tenang karena dihadapannya saat terdapat seekor Kaisar naga yang memandangnya dengan niat membunuh.
__ADS_1
"Mati dan pergilah ke neraka!" Yan Liyan berteriak serta diikuti dengan lesatan naga emas yang menuju kearah pria tua itu.
Pria tua tersebut menutup matanya dia tahu jika dia tidak akan hidup setelah pertarungan ini, tapi tentunya dia tidak ingin mati dengan sia-sia tanpa adanya perlawanan yang berarti.
Pria tua tersebut kemudian mengangkat tangannya kelangi lalu berteriak dengan lantang.
"Aku Qin Chen berumpa atas nama langit dan seluruh kehendak yang dimilikinya akan mengalahkan musuhku dengan mengeluarkan seluruh potensi dan seluruh kekuatan yang ada dalam diriku!
Wahai langit berilah kekuatan kepadaku!"
Wusss!
Petir tiba-tiba menyambar ke segalah arah setelah Qin chen mengatakan itu padahala malam itu terlihat cerah tanpa adanya pertanda datang hujan.
Petir itu menyambar hanya di wilayah hutan gelap saja yang membuat hutan gelap semakin menyeramkan dengan suara sambaran petir dan lengkingan binatang buas berkecamuk dan saling sahut menyahut.
Sedangkan Tubuh Qin Chen tiba-tiba berubah dengan munculnya sisik hitam di tanganya lalu muncul tanduk hitam di dahinya.
Ukuran tubuh Qin Chen juga berubah menjadi mirip seekor ular yang semakin lama membesar dan dengan sangat cepat membentuk seekor naga timur berwarna hitam.
Yan Liyan yang melihat itu tetap tenang meskipun tadi dia agak terkejut karena patriak sekte menggunakan sumpah langit untuk melawannya.
Sumpah langit adalah sumpah seorang kultivator pada langit yang bertujuan untuk meningkatkan kekuatanya berkali-kali lipat. Namun tentunya dengan waktu yang terbatas dan resiko yang sangat besar.
Yan Liyan yang melihat masih tampak biasa-biasa saja karena sudah mengetahui jika hanya itu satu satunya cara agar musuhnya dapat melakukan perlawanan.
"Baiklah Naga melawan Naga! Naga cahaya aku serahkan dia kepadamu." ucap Yan Liyan melirik naga emas dibelakangnya yang hanya terdiam sambil menatap tajam naga hitam di depannya.
Groaaar!
Naga hitam tiba-tiba melesat menuju kearaj Yan Liyan bersiap untuk melahap Yan Liyan. Namun tindakan naga hitam itu terhenti karena naga emas menahannya.
Mereka saling memandang satu sama lain seperti ini merupakan pertarungan antara musuh bebuyutan.
"Hei bukankah sebaiknya naga es miliku juga ikut campur dalam pertarungan ini? Bukankah akan menguntungkan bagi kita jika dua naga melawan satu naga?" tanya Bing Hua yang tiba-tiba muncul di samping Yan Liyan.
Yan Liyan melirik kearah dua pangeran yang telah pingsan dan diikat oleh akar mawar es berduri untuk mencegah mereka berdua memberontak.
"Kau memang benar, tapi mungkin saja Dewa Naga akan menganggap hal tersebut sebagai suatu penghinaan." ucap Yan Liyan karena bagaimanapun naga memiliki harga diri yang sangat tinggi sebagai Binatang Mitos apa lagi itu merupakan Dewa Naga.
".......... "
Minggu ini Author ulangan dan Minggu depan Author akan ujian, jadi kemungkinan bulan 4 Author akan mulai Up Normal karena Author harus fokus belajar.
__ADS_1
Do'ain Ya.. Semoga lancar🙏🙏