
Yan Liyan kemudian melesat terbang kearah tempat Xiao Yi berada.
"jadi sekarang kerjaannmu hanya mengawasi mereka sambil meminum teh seperti ini.." tanya Yan Liyan sambil duduk dihadapan Xiao Yi.
Xiao Yi yang mendengar itu hanya mengangguk.
"tentu saja.. bisa dibilang semua orang yang berkerja ditambang ini harus patuh dengan peraturan dan semua kebijakan yang aku buat.."
"jika tidak maka mereka akan siap untuk kerusakan jiwa mereka.." Xiao Yi berkata dengan nada yang arogan sambil memegang seruling bunganya.
Yan Liyan yang mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya.
'diantara para bawahanku yang berkerja cuman dia yang sulit untuk diatur tapi harus aku akui jika kinerjanya dalam memimpin pertambangan ini sangat bagus..'
batin Yan Liyan ketika melihat para pekerja tambang berkerja dengan teratur.
dan juga ekspresi mereka menunjukan kepuasan yang artinya tidak ada paksaan atau upa yang diberikan oleh Xiao Yi pada mereka sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
"huh... terserah kau saja adik Yi..." ucap Yan Liyan sambil menghela nafas.
"hmmm.. menurutmu sampai kapan persediaan tambang batu Qi kristal Qi dan besi merah akan habis diwilayah ini..?" tanya Yan Liyan.
"hm... kakak Liyan jika menurut perkiraanku mungkin dalam kurun waktu 100 tahun tambang ini akan habis itupun jika tidak ditemukan wilayah tambang baru lagi.." ucap Xiao Yi.
Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk karena memang wilayah yang masih dieksplor hanya wilayah ini sedangkan yang lain belum tersentuh sama sekali.
Yan Liyan tidak mengeksplor wilayah lain karena bisa berdampak sangat buruk bagi lingkungan wilayahnya jika terdapat banyak tambang.
dia memang akan mendapatkan keuntungan harta yang sangat berlimpah.
tapi keadaan alam wilayah miliknya akan benar-benar rusak dan Yan Liyan tidak ingin semua hal itu terjadi.
"kakak Liyan... kenapa kau tidak mengunjungi wilayah penempa kurasa disitu akan tendapat banyak hal yang menarik untuk kau lihat." ucap Xiao Yi memberi saran.
Yan Liyan yang mendengar itu mengerutkan keningnya.
"apa kau mengusirku dari sini adik Yi..?" tanya Yan Liyan dengan sedikit kesal.
Xiao Yi yang baru menyadari kesalahannya langsung menjelaskan maksudnya pada Yan Liyan agar tidak terjadi kesalahpahaman antara mereka berdua.
"ah... tidak hanya saja aku rasa kakak Liyan akan tertarik dengan kegiatan menempa karena disana terdapat banyak hasil tambang yang sudah jadi dan akan siap untuk dijual.." jelas Xiao Yi dengan gelagapan.
__ADS_1
"tidak perlu aku sudah mengunjunginya.." jawab singkat Yan Liyan yang membuat suasana disana agak tidak bersahabat.
"jika begitu kakak Liyan... apa kau ingin aku menunjukan sesuatu yang menarik padamu.."
tanya Xiao Yi berusaha untuk mengalihkan dari suasana tidak enak yang mereka berdua alamai.
Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk kecil sebagai tanggapan.
Xiao Yi yang melihat itu hanya tersenyum kecut.
"ikuti aku jika kakak Liyan ingin melihatnya secara langsung.." Xiao Yi langsung turun dari tempatnya mengawas dengan cara terbang.
Yan Liyan sedikit kebingungan dengan maksud dari Xiao Yi tapi dia hanya mengangguk dan mengikuti Xiao Yi dari belakang.
Xiao Yi berjalan kedalam tambang yang baru dibuat yang bersebelahan dengan tambang yang dia tunjukan pada Yan Liyan dan yang lain waktu itu.
Xiao Yi dan Yan Liyan menyusuri bagian dalam wilayah tambang..
Yan Liyan kebingungan dengan keadaan wilayah tambang itu karena dia sangat jarang melihat perkerja tambang yang ada ditempat itu.
"kakak Liyan tidak perlu kebingungan seperti itu.., aku memang melarang mereka terlebih dahulu untuk berkerja disini karena belum adanya tiang penyangga."
"oleh karena itu aku meminta kepada penempa untuk membuat tiang dari besi sehingga tiang penyangga akan lebih kokoh sehingga keamanan perkerja dalam tambang akan lebih terjamin.." jelas Xiao Yi yang membuat Yan Liyan sangat terkejut.
sesampainya Yan Liyan Ke ujung tambang dia sangat terkejut ketika melihat sebuah batu hitam yang berukuran sangat besar.
"kakak Liyan sebenarnya benda ini ditemukan oleh para pekerja tambang 1 minggu yang lalu batu itu sangat keras bahkan lebih keras dari besi merah hanya saja aku tidak tahu nama dan fungsinya.."
"sebenarnya aku ingin menanyakan padamu hanya saja aku takut jika benda ini hanya batu biasa."
"dan aku akan terlihat sangat bodo jika hal ini adalah benar-benar batu biasa.." jelas Xiao Yi dengan gugup karena hal itu dia lakukan ini demi harga dirinya sebagai bos penambang.
sedangkan Yan Liyan hanya diam ketika mendengar penjelasan panjang dari Xiao Yi itu.
dia memerhatikan warna batu itu yang sangat hitam tidak ada warna lain yang dimiliki oleh batu itu sehingga terlihat sangat berbeda dari batu lainnya.
"tidak salah lagi ini adalah batu ruang yang biasanya digunakan untuk membuat cincin penyimpanan tingkat tinggi.."
gumam Yan Liyan dengan ekspresi terkejut lalu menoleh kearah Xiao Yi.
"adik Yi.. perintahkan para penempa untuk menemui ku ditempat ini sekarang juga katakan pada mereka jika ini adalah perintah dariku.." ucap Yan Liyan dengan serius.
__ADS_1
Xiao Yi yang tidak mengerti dengan apa yang terjadi dan secara tiba-tiba diperitahkan oleh Yan Liyan untuk memanggil para penempa.
Xiao Yi hanya menghela nafas lalu kemudian dia mengangguk lalu menghilang dari tempat itu.
tidak lama kemudian datang 100 pria tua ditempat itu lebih tepatnya didalam wilayah tambang.
mereka secara bersamaan membungkuk di depan Yan Liyan.
"apa ada tugas untuk kami lakukan sehingga tuan memanggil kami secara langsung dan tiba-tiba seperti ini..?" tanya salah satu penempa dengan sopan.
Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengabaikannya lalu melihat para penempa itu dengan serius.
"apa ada diantara kalian yang tau batu besar apa yang berada di depan kalian ini.." ucap Yan Liyan sambil menunjuk batu besar di belakangnya.
para penempa memerhatikan batu itu lekat-lekat.
"bukankah itu cuma batu biasa."
"itu hanya betul hitam biasa."
ucap para penempa ketika melihat batu itu.
tidak lama kemudian seorang penempa paling sesepuh diantara mereka maju dan membukuk di depan Yan Liyan.
"itu adalah batu ruang yang digunakan untuk membuat cincin penyimpanan tingkat tinggi.." ucapnya yang membuat para penempa ditempat itu sangat terkejut.
"apa tuan muda ingin kami membuat banyak cincin penyimpanan dari batu itu..?" tanya orang tua itu.
Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk.
"siapa namamu pak tua..?" tanya Yan Liyan.
"nama pria tua ini adalah Lang Su.. tuan muda."
Yan Liyan yang mendengar itu hanya tersenyum.
"mulai sekarang aku akan mengangkatmu sebagai pemimpin dari 30 orang penempa cincin penyimpanan dan sisanya berkerja untuk menempa sebuah tiang dari besi sebagai penyangga wilayah tambang ini.." Yan Liyan memberikan sebuah plat pada pria tua itu.
"sekarang kau mempunyai hak khusus di wilayah ini manfaatkan hal itu dengan baik.." ucap Yan Liyan.
pria tua yang mendengar itu hanya mengangguk lalu merima plat pemberian dari Yan Liyan.
__ADS_1
"aku akan berusaha untuk melakukan perkerjaan dengan baik agar tidak mengecewakan anda tuan muda.."