
Di dalam lorong Dimensi.
Yan Liyan dan yang lain melesat dengan kecepatan penuh, hal itu disebabkan lorong ruang dan waktu itu belum sepenuhnya stabil.
Cih....
"Dasar rubah sialann!!
teriak Mei Lin dengan kesal karena gangguan pada lorong dimensi mengganggu ketenanganya.
" Apa?" ucap Jiu Wei dengan ekspresi polos tanpa rasa bersalah.
Mei Lin yang mendengar itu bertambah sangat kesal dengan Jiu Wei.
"Bing Hua mulai sekarang sebaiknya kau berhenti memberikan perhatian pada rubah sialan ini!"
Jiu Wei yang mendengar itu hanya mengabaikan ya saja, Sebenarnya dia juga kebingungan kenapa portal dimensinya menjadi tidak stabil seperti ini padahal dia telah menguasainya dengan sempurna.
"Tenanglah.
Apa kalian tidak bosan bertengkar dan saling menghina seperti itu?" Bing Hua kebingungan dengan sikap dua orang di depannya. Walaupun dia sudah terbiasa dengan hal seperti tersebut, Namun melihat dua orang yang sangat kuat berperilaku seperti itu terasa sangat aneh menurut nya.
Di saat mereka berdua ingin menanggapi perkataan dari Bing Hua, tiba-tiba saja suara dingin terdengar.
"Ujung lorong waktu sudah terlihat, sebaiknya siapkan diri kalian!" ucap Yan Liyan yang membuat mereka terdiam.
Mereka memandang kedepan dan terlihat lorong dimensi yang terhalangi oleh elemen petir yang mengamuk dan buruknya lagi petir tersebut bukanlah petir biasa melainkan petir darah sama seperti elemen petir miliknya.
"Mendekat!!"
Bing Hua dan yang lain yang mendengar itu langsung mendekat kearah Yan Liyan tanpa banyak bertanya.
"Aku tidak terbiasa menggunakan elemen petir jenis ini, tapi....
"Teknik Petir! Pelindung Petir darah!!"
Teriak Yan Liyan sambil membuat segel tangan.
Wuss!
Muncul sebuah gumpalan petir berwarna merah di sekitar Yan Liyan. Petir itu kemudian menyebar di sekitar Yan Liyan dan saling berkaitan membentuk sebuah kubah transparan dengan aura merah darah disekitarnya.
Yan Liyan lalu langsung melesat dengan cepat menuju ujung lorong dimensi.
Boomm!!!
Terjadi ledakan besar ketika dua elemen yang sama itu saling bertubrukan.
Krak!
__ADS_1
Suara retakan terdengar pada petir yang menghalangi ujung lorong dimensi, petir merah darah itu kemudian perlahan membeku menjadi elemen petir yang padat dan pecah menjadi serpihan cahaya berwarna merah.
Wus!!
Yan Liyan langsung keluar dari dalam dimensi itu bersama dengan yang kainya.
Tidak lama kemudian....
Yan Liyan masih memperhatikan keadaan di sekitarnya dengan teliti. Terlihat juga ekspresi kebingungan darinya.
'Sistem, Apa ini benar-benar merupakan dimensi utara?' tanya Yan Liyan yang terlihat di depannya tanah yang tandus, bahkan tidak ada secuil tumbuhan pun yang tubuh di tempat itu.
[Ya, tuan. Tempat ini memang benar merupakan dimensi utara dan alasan kenapa keadaan dimensi utara menjadi seperti ini, seharusnya tuan sudah tahu apa penyebabnya]
"Naga kegelapan." sosok itu langsung terkirim tas di pikiranya ketika melihat pemandangan itu.
Yan Liyan kemudian menoleh kearah Yan Liyan yang sekarang ini dipenuhi amarah dan kebencian yang mendalam, Meskipun Bing Hua tidak menunjukan amarahnya namun Yan Liyan bisa melihat auranya yang berubah-ubah.
Mei Lin Dan Jiu Wei juga melihat apa yang dilihat oleh Yan Liyan. Pada saat ini Jiu Wei tidak berani untuk berbicara dan bercanda karena takut dia akan dijadikan pelampiasan kemarahan oleh Bing Hua.
Mereka berdua kemudian langsung memandang kearah Yan Liyan karena hanya dia saja yang dapat mengatasi masalah ini.
"Huh... Baiklah, Aku tahu apa yang harus aku lakukan." Yan liyan kemudian berjalan menuju keadah Bing Hua yang tampak murung.
Yan Liyan kemudian mengelus pucuk Kepala Bing Hua sambil tersenyum kearahnya.
"Aku mengerti dengan apa yang kau rasakan saat ini, tapi tidak ada gunanya jika kau murung seperti itu. Aku juga akan berjanji akan mengembalikan keadan dimensi ini seperti semula lagi." ucap Yan Liyan yang memberikan sebuah harapan pada Bing Hua.
"Benarkah?"
"Sebaiknya kita lanjutkan perjalanan kita, Aku merasakan aura sekumpulan gagak darah iblis yang berada cukup jauh di tempat ini jadi Ayo kita lihat apa yang mereka lakukan." Yan Liyan memegang tangan Bing Hua dan memesat menuju aura itu.
Mei Lin Dan Jiu Wei hanya mengikuti mereka dari bekakang.
"Mmm... Liyan'gege." Bing Hua memanggil mesrah kekasihnya itu.
"Ya, Ada yang bisa saya bantu tuan putri?" tanya Yan Liyan dengan sedikit menggidanya.
Bing Hua sama sama sekali tidak memperdulikan itu.
"Jika kita berhasil mengembalikan keadaan dimensi utara ini seperti semula. Aku ingin menjadi pemimpin di sini dan melanjutkan apa yang di impikan oleh ayahku."
"Hmm... Ya. jika memang seperti maka Aku akan selalu mendukungmu." Yan Liyan sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu. menurutnya itu merupakan hal baik demi memperbaiki dimensi yang hampir mati ini.
"Benarkah?"
Yan Liyan mengangguk.
"Jika seperti itu, Aku ingin kau yang menjadi rajanya."
__ADS_1
"Eh, Apa?" Yan Liyan sangat terkejut dengan perkataan spontan dari Bing Hua.
"Hehehe.... Bagaimana? apa Liyan'gege setuju?" tanya Yan Liyan penuh harap.
Yan Liyan yang mendengar itu tidak tahu harus menjawab apa, di sisi lain dia ingin hidup tanpa ada yang harus diurus seperti urusan wilayah atau semacamnya, tapi ketika melihat ekspresi Bing Hua....
"Baiklah, tapi aku tidak ingin terlalu mengurus hal yang merepotkan." ucap Yan Liyan. Meskipun dia tahu jika ini hanyalah rencana, tapi tidak ada salahnya untuk berharap bukan?
"Mmm... Jika seperti itu aku ingin menjadi ratu yang ke dua di wilayah ini." ucap Mei Lin yang secara tiba-tiba muncul di samping Yan Liyan.
Yan Liyan mengerutkan keningnya ketika mendengar perkataan Mei Lin.
"Apa maksud mu Mei Lin?
"Hei, Ayolah jangan menanyakan sesuatu yang sudah kau ketahui jawabanya." ucap Mei Lin penuh makna dan langsung menggandeng tangan Yan Liyan.
Jiu Wei sangat terkejut dengan tindakan dan perkataan Mei Lin.
"Cih, yang benar saja!"
Di saat Jiu Wei ingin menghampiri Mei Lin, dari arah depan secara tiba-tiba muncul banyak senjata yang dilapisi oleh aura kegelapan.
Terlihat juga ribuan burung gagak darah sedang berperang dengan ribuan ras manusia dan ras Elf. pihak manusia dan Elf memang menang jumlah, tapi soal kekuatan burung gagak darah iblis yang menang, sehingga membuat perperangan menjadi sangat sengit.
"Secepat ini kah? padahal perang besar seperti ini tidak akan terjadi secepat ini." gumam Yan Liyan lalu menoleh kearah Bing Hua dan yang lain.
"Berpencar! musnahkan semua para gagak darah iblis itu!"
"Baik!" Mereka semua lalu melesat keberbagai sudut perperangan yang terjadi.
Mei Lin dengan pedang dewi Phoenix miliknya nelesat dan menebas semua gagak darah iblis itu hinggamenjadi debu, setiap kali Mei Lin menebas terlihat rune-rune kuno berwarna hitam pekat ikut mengelilingi pedang itu dan melilit setiap musuh yang di kenainya.
"Apa benar pedang ini merupakan pedang dewi Phoenix?" Gumam Mei Lin ketika pertama kali melihat efek dari senjata miliknya.
"Cih, siapa peduli."
HIIAAA......
Teriak Mei Lin menebas dengan brutal semua gagak darah iblis yang dilihatnya.
Slaass...
Slaass...
Tebasan demi tebasan dia lakukan sehingga membuat tempat itu di penuhi dengan suara teriakan dari gagak darah iblis.
Ras Elf dan manusia yang melihat bergidik ngerih ketika melihat kekejaman Mei Lin. Mereka lalu menjauh dari tempat itu dan menuju ke arah yang lainya.
Mei Lin yang melihat hal itu hanya tersenyum tipis, karena itu memang tujuanya.
__ADS_1
"Sekarang Aku bisa mengeluarkan teknik skala luas milikku." Mei Lin lalu terbang keatas langit dan menekan semua gagak darah iblis yang ada di bawahnya menggunakan aura miliknya sehingga membuat mereka kesulitan bergerak.