SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Membangun sebuah kastil


__ADS_3

Sesampainya mereka wilayah tanpa nama Yan Liyan dan para sangat kagum akan keindahan wilayah itu.


"tempat ini... seperti surga yang tersembunyi."


gumam Yan Lin banyaknya pohon dengan daun warna merah tua yang berguguran dan juga sebuah telaga kecil yang sama sekali belum terjama oleh manusia.


"kita akan membangun sebuah kastil di tempat ini.." ucap Yan Liyan memandang para bawahannya.


"aku setuju..." ucap Xiao Yi dan diangguki oleh Yan Liyan.


"jika seperti itu aku akan pergi keasoasi kabut darah terlebih dahulu untuk mengurus jasa dan material bangunan."


"sedangkan kalian boleh melakukan apapun disini kecuali bertarung karena aku tidak ingin tempat ini hancur dengan tehknik yang kalian gunakan." Yan Liyan menoleh kearah Han Guang dan Xiao Yi.


"kami berdua tahu akan hal itu... jadi kakak Liyan tidak perlu memandangku seperti itu." ucap Xiao Yi dengan kesal.


Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk lalu melesat terbang dari tempat itu menuju ke kota kabut dingin.


kini ditempat itu hanya ada Xiao Yi dan yang lain.


"apa kalian ingin melihat sesuatu yang menarik ditempat ini..?" ucap Xiao Yi pada mereka.


"sesuatu yang menarik..?" gumam Bing Hua tampak tertarik dengan perkataan Xiao Yi.


"ya.. jika kalian ingin tahu lebih baik ikuti aku.." Xiao Yi kemudian berjalan kedalam hutan sebelah utara.


sedangkan Bing Hua dan yang lain memandang satu sama lain dan tidak lama kemudian mereka mengangguk secara bersamaan.


"kita ikuti saja dia.." ucap Yin Su.


"kau benar lagipula aku rasa ini tidak akan membutuhkan waktu lama sehingga membuat tuan menunggu kita ditempat ini." ucap Yin Zu lalu mengikuti Xiao Yi dari belakang diikuti oleh yang lain.


tidak lama kemudian mereka telah sampai di mulut sebuah gua yang sangat besar.


tapi gua itu seperti baru atau dibuat tidak lama hal itu ditandai adanya pecahan batu yang masih baru karena pecahan batu itu belum ditumbuhi oleh lumut.


"ini adalah tempat dimana aku menambang batu Qi dan kristal Qi seorang diri." ucap Xiao Yi dengan bangga.


sedangkan Yin Su menatap Xiao Yi dengan tatapan aneh.


"apa karena hal ini kau tidak kembali dengan cepat saat menjalankan tugas dari tuan..?"

__ADS_1


Yin Su bertanya pada Xiao Yi sambil mengambil batu Qi dan kristal batu bercahaya biru yang sangat menarik menurutnya.


"hehe... itu benar bahkan kakak Liyan belum tahu akan hal ini.."


"jadi kakian menunggu apa lagi ambilah sebanyak kalian bisa karena setelah itu aku akan memberitahukan tempat ini pada kakak Liyan."


Bing Hua dan yang lain yang mendengar itu hanya terdiam dan memandang Xiao Yi dengan tatapan aneh.


"bukankah kita harus memberitahukan dulu hal ini pada tuan sebelum mengambil batu dan kristal Qi ini..?" tanya Bing Hua.


"tidak perlu.. aku yang telah menambang ini dengan susah payah jadi aku juga mempunyai sedikit hak atas tambang ini."


"dan lagipula kakak Liyan tidak akan keberatan jika mengambil secukupnya karena di dalam tambang itu masih banyak batu dan kristal Qi." ucap Xiao Yi mencoba meyakinkan mereka.


"aku sangat ragu dengan perkataanmu Xiao Yi." ucap Yin Su secara tiba-tiba.


Bing Hua dan yang lain yang mendengar itu hanya mengangguk tanda setuju.


"sebaiknya kita tunggu tuan terlebih dahulu sebelum mengambilnya." ucap Yin Su yang membuat Xiao Yi tersenyum kecut.


"baiklah-baiklah aku mengerti.." ucap Xiao Yi dengan ekspresi wajah lesuh.


Han Guang yang melihat Xiao Yi yang seperti itu sangat kebingungan.


Yin Su yang mendengar itu hanya tersenyum tipis.


"tidak apa-apa dia hanya tidak ingin dimarahi oleh tuan seorang diri." jawab Yin Su yang membuat Han Guang tambah kebingungan.


"apa maksud dari jawabanmu itu.., aku sama sekali tidak mengerti."


"bisa dibilang dia ingin kita mengambil batu Qi itu bersamanya agar jika tuan mengetahui hal itu maka bukan hanya dirinya yang akan dimarahi." jelas Yin Su.


Han Guang yang mendengar hanya mengangguk.


"aku tidak pernah menyangka orang sepertinya dan yang terkuat diantara kita akan merencanakan hal yang kekanak-kanakan seperti itu." ucap Han Guang dengan ekspresi sulit diartikan.


"kau benar tapi itu memang sifatnya bukan..? jadi ya.. dimaklumi saja." jawab Yin Su lalu melompat keatas pohon besar yang tidak jauh di depan tambang itu.


".............."


sedangkan Yan Liyan sekarang berada di dalam bangunan asosiasi kabut darah duduk dikursi sambil menunggu kedatangan dari pria tua yang pernah dia temui yang lalu.

__ADS_1


tidak lama kemudian datang seorang pria tua yang tidak lain adalah pemimpin cabang asosiasi dan seorang pelayan dengan membawa teko dan dua cangkir teh.


"maafkan yang tua ini karena tidak bisa menemuimu dengan cepat karena banyak hal yang harus aku urus akhir-akhir ini." pria tua itu mengambil teko dan menuangkan teh kecangkir.


"tidak mengapa aku tidak keberatan dengan itu dan mengenai kedatanganku kesini kali ini.."


"aku ingin membeli material bangunan dan orang-orang yang ingin membangun kastil di wilayahku." ucapnya membuat pria tua itu tersenyum.


"apa kau bisa mengurus hal seperti itu...?" Yan Liyan menyeduh teh yang disajikan di depanya dengan elegan.


"tentu saja aku akan mengurus pesananmu itu anak muda lagipula hal itu sangat mudah untukku."


"tapi kau akan membangun kastil di wilayah mana anak muda..? apa kau mempunyai tanah yang sangat luas di kekaisaran Ling ini."


tanya pria tua itu karena membangun sebuah kastil harus memiliki wilayah yang sedikit luas.


"aku akan membangun kastil diwilayah tanpa nama di perbatasan kekaisaran Ling dan Xia."


"dan aku yang telah memiliki wilayah itu apa kau tidak mendapatkan informasi dari mata-mata yang ada di asosiasi ini pak tua.." ucap Yan Liyan tersenyum ketika melihat ekspresi terkejut dari pria tua didepanya.


"aku memang mengetahui jika kepemilikan wilayah itu jatuh pada seseorang yang bukan berasal dari dua kekaisaran tapi aku tidak pernah menyangka jika itu kau anak muda."


ucap pria tua itu dengan terkejut seakan tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.


"sudahlah.... aku bisa mendapatkan diskon 50% dari pesananku tadi dengan plat ini bukan.."


Yan Liyan mengeluarkan plat berwarna merah darah dari dalam cincin penyimpananya.


lagi-lagi hal itu membuat Pria tua itu sangat terkejut ketika melihat plat merah darah itu.


"ini..bukanka.. ini plat kehormatan tertinggi.." ucapnya dengan serius.


"darimana kau mendapatkan plat itu anak muda.."


pria tua itu sangat terkejut karena plat yang dia miliki saja saat ini berwarna ungu yang artinya tingkatanya berada dibawah dari plat merah darah milik Yan Liyan.


"aku mendapatkan plat ini dari salah satu pemimpin pusat organisasi kabut darah."


"aku menunggu semuanya diwilayahku dan sebaiknya lakukan apa yang aku pesan tadi dengan cepat."


Yan Liyan berjalan menuju pintu lalu keluar dari bangunan asosiasi lalu melesat kearah wilayahnya.

__ADS_1


pria tua itu hanya mengangguk..


"tentu saja." ucap pria tua itu dengan ekspresi terkejut seakan tidak percaya dengan apa yang dia lihat tadi.


__ADS_2