
"langkah cahaya.." gumam Yan Liyan.
dia langsung melesat dan muncul ditengah-tengah para binatang buas tingkat mistik itu..
"tehknik pedang teratai Es, teknik kedua. hujan pedang Es."
wusss.......
wusss....
muncul pedang Es diatas para binatang buas dan langsung melesat kearah para binatang buas.
binatang buas yang melihat itu langsung berlari kesegala arah untuk menghindari serangan pedang Es itu.
wusss.....
muncul Bing Hua di depan para binatang buas yang akan melarikan diri itu.
"tehknik Es abadi. Benteng Es." gumamnya lalu muncul tembok Es yang menghalangi arah lari mereka.
wusss......
wusss.....
Yan Lin mengeluarkan Elemen api hijau miliknya dan membakar semua binatang buas itu menjadi abu.
Bing Hua Yin Zu Yin Su Han Guang dan Xiao Yi menyerang para binatang buas menggunakan pedang dan belati mereka.
sedangkan Yan Liyan melesat membunuh para binatang buas itu satu persatu.
kini ditempat itu terdengar banyak sekali suara auman yang melengking dari para binatang binatang buas.
tidak lama kemudian jumblah dari para binatang buas itu mulai berkurang.
"tehknik api hijau.. api pemusnah." gumam Yan Lin mengeluarkan bolah api besar berwarna hijau dan melemparkanya keatas.
setelah itu muncul hujan api kecil melesat kearah para binatang buas.
binatang buas yang terkena api itu secara perlahan melebur karena sifat korosi dari api hijau itu.
Yan Lin yang melihat itu hanya tersenyum.
"pengendalian api hijau yang aku miliki semakin sempurna." gumam Yan Lin.
Yan Lin mengagumi kekuatanya sehingga membuatnya lengah.
dan secara tiba-tiba muncul seekor ular kecil berwarna putih dibawa kakinya.
ular itu langsung langsung menggigit kaki dari Yan Lin tanpa dia sadari.
argkh.......
argkh.......
teriak Yan Lin menggema ditempat itu sehingga membuat Yan Liyan dan yang lain sangat terkejut.
mereka secara langsung melesat kearah Yan Lin setelah sampai mereka melihat Yan Lin terbaring dalam keadaan lemah.
"kakak Liyan ada apa dengan kakak Yan Lin..?" tanya Xiao Yi dengan khawatir.
__ADS_1
"sepertinya dia terkena racun dari ular putih dan dia akan lumpuh karena hal itu." jawab Yan Liyan dan melihat kearah Yan Liyan dengan ekspresi serius.
"ular putih... kenapa dia tidak bisa menyadari keberadaan binatang buas seperti itu..?" Xiao Yi sangat kesal karena binatang buas tingkat rendah seperti itu bisa melukai tubuh Yan Lin.
"hmmm...kemungkinan ular putih itu telah berevolusi sehingga dia mempunyai kemampuan tertentu."
"jadi apa yang harus kita lakukan kakak Liyan..? pasti ada obat untuk menyembuhkanya buka...?"
Yan Liyan tidak menjawab dan langsung mengeluarkan belati dalam cincin penyimpananya lalu berjalan menuju kearah Yan Lin yang tidak jauh di depannya.
hal yang dilakukan oleh Yan Liyan membuat para bawahanya sangat terkejut termasuk juga Yan Lin yang melihat tindakan dari tuanya.
'apakah jika aku lemah seperti ini tuan akan membunuhku karena aku tidak aka berguna lagi untuknya.' batin Yan Lin yang tanpa sadar air mata telah mengalir dipelupuk matanya.
"kakak Liyan apa yang ingin kau lakukan pada kakak Yan Lin..." teriak Xiao Yi menghadang langkah Yan Liyan.
Yan Liyan yang melihat itu hanya diam dan terus maju dengan belati yang ada ditanganya dan memandang kearah Yan Lin dengan tajam.
"menyingkirlah...!!
Xiao Yi yang mendengar itu tidak bergeming dan tetap menghadang Yan Liyan tapi tidak lama kemudian segel budak yang ada dijiwanya aktif.
dan secara otomatis dia mengikuti perintah dari Yan Liyan untuk menyingkir dari tempat itu.
sedangkan para bawahan Yan Liyan yang lain hanya menatap tuan mereka dengan ekspresi kecewa.
tapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa untuk menghentikanya karena segel budak yang mengikat mereka.
Yan Liyan memandang Yan Lin yang mengeluarkan air mata tampak jelas kesedihan diwajahnya.
"tuan....
dia sama sekali tidak bisa menggerakan tubuhnya.
"diamlah.."
Yan Liyan lalu melesatkan belati ditanganya kearah kepala Yan Lin.
para bawahan Yan Liyan yang melihat itu langsung menutup mata mereka tidak berani melihat apa yang terjadi selanjutnya.
Slass.......
suara belati menembus daging terdengar jelas.
tidak lama kemudian terdengar suara tangisan yang melengking di tempat itu.
Hua......
Hiks......
"kakak Liyan kau sangat jahat.." teriak Xiao Yi.
"kenapa kau berbicara seperti itu adik Yi..?"
Xiao Yi yang mendengar itu menjadi geram dan membuka matanya yang tertutup.
"apa kau bil.....
ucapannya terhenti ketika melihat seekor ular putih yang tertancap sebuah belati ular putih itu berada tepat disamping kepala Yan Ling.
__ADS_1
Xiao Yi kemudian melihat kearah Yan Lin yang keadaan tampak tidak terluka oleh benda tajam.
"eh... kakak Liyan apa yang tadi kau lakukan ..?"
"mm... seperti yang kau lihat aku hanya membunuh ular putih ini.." ucap Yan Liyan sambil menunjukan ular kecil berwarna putih itu.
para bawahan Yan Liyan yang melihat itu hanya menghela nafas lega dan tersenyum malu ketika mengingat yang mereka pikirkan tadi tentang tuanya.
"aku pikir kakak Liyan akan membunuh....
sebelum ucapan dari Xiao Yi selesai langsung dipotong oleh Yan Liyan.
"jangan berpikiran aneh-aneh aku tidak akan mungkin melakukan hal seperti itu.."
Yan Liyan lalu mengeluarkan sebuah cairan obat penyembuhan dari dalam cincin penyimpananya dan meminum kanya pada Yan Lin.
tidak lama kemudian tubuh dari Yan Lin mulai bisa bergerak dan setelah itu dia berdiri dengan sedikit usaha tapi masih dalam keadaan lemas.
Yan Liyan yang melihat itu langsung berjongkok.
"naiklah...!!"
"apa yang tuan lakukan aku masih bisa mampu untuk berjalan.." ucap Yan Lin.
"naiklah...!! ucap Yan Liyan dengan nada yang memaksa menghiraukan alasan dari Yan Lin.
Yan Lin yang mendengar paksaan halus dari Yan Liyan hanya tersenyum lalu dia mengikuti perintah tuanya.
Yan Liyan kemudian berdiri sambil menggendong Yan Lin.
"untuk hari ini kita akan beristirahat lagipula hari sudah akan mulai sore.." ucap Yan Liyan lalu berjalan menuju gua yang merupakan tempat tinggal mereka untuk sementara.
para bawahan Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk.
"mm...kakak Liyan apa kemampuan khusus dari ular yang menggigit kakak Yan Lin.?"
"ular itu mempunyai kemampuan transparan agar tidak terlihat dan dia juga dapat menyembunyikan aura keberadaanya dengan sangat baik." jawab Yan Liyan.
"maaf karena aku lengah dan telah merepotkan anda tuan.." Yan Lin merasa bersalah dengan tuanya.
"tidak apa-apa lagi pula dulu aku juga sering merepotkanmu." ucap Yan Liyan sambil tersenyum
Yan Lin yang mendengar itu hanya tersenyum lalu memeluk Yan Liyan dengan sangat erat dari belakang.
"terimakasih.." ucapnya pelan.
Xiao Yi yang mendengar itu langsung murung namaku jelas ekspresi kesal diwajahnya.
"aku cemburu jika kalian terus seperti itu...." teriak Xiao Yi
para bawahan Yan Liyan yang lain hanya menggeleng ketika mendengar teriakan dari Xiao Yi.
"cemburu ya... apakah tuan ingin mempunyai seorang kekasih..?" tanya Yan Lin.
Yan Liyan yang mendengar itu langsung berhenti dan diikuti oleh para bawahanya.
bahkan Xiao Yi diam karena sangat penasaran dengan jawaban dari Yan Liyan.
"aku sangat ingin mempunyai seorang kekasih tapi tidak untuk sekarang karena umurku masih terlalu muda untuk hal-hal yang seperti itu.."
__ADS_1