
Ketika Naga es itu hampir menabrak kawah tempat iblis kuno berada.
Iblis kuno tersebut mengeluarkan sebuah belati dari dalam cincin penyimpanan Taozhi lalu melukai dirinya sendiri.
"Tidak ada cara lain, Jika aku mati disini maka aku harus membawah kalian semua mati bersama ku!"
Darah segar mengalir dari tangan iblis kuno tersebut.
Iblis kuno itu kemudian membuat segel tangan.
"Teknik darah iblis! Pengorbanan nyawa!"
Wusss!
Dari dalam tanah muncul sosok iblis raksasa yang berdiri di hadapan iblis kuno tersebut, iblis raksasa itu mengeluarkan aura kultivasi yang menekan serta muncul retakan-retakan tanah akibat kuatnya kehadiran dari sosok iblis raksasa tersebut.
Grrooarrr!
Naga Es melesat kearah iblis kuno... dan
Booommm!
Ledakan yang begitu besar terjadi di dalam kawah tersebut yang membuat kabut es bertebaran sehingga menutupi kawah tersebut.
Setelah kabut es menghilang. Mereka semua melihat jika sosok iblis raksasa itu menahan naga es dengan menggunakan kedua tangannya.
Iblis raksasa itu terpaku melesat cukup jauh sehingga mereka saat ini keluar dari wilayah aray pelindung serta munculnya aura kehitaman dari tangan iblis itu lalu menyebar ke tubuh naga Es itu.
"Mu-mustahil." Bing Hua sangat terkejut ketika teknik miliknya dapat di tangkis begitupun dengan yang lainnya.
"Aku terlalu meremehkanya." gumam Yan Liyan setelah itu dia kemudian melesat menuju kearah Bing Hua.
"Liyan'gege.. Iblis itu ingin menghancurkan teknik naga es. Naga es itu merupakan perwujudan setengah kekuatan naga es yang berada di dalam tubuhku dan jika naga Es itu diserap maka..
"Aku tidak akan membiarkanya." Yan Liyan tahu jika tingkat kultivasi Bing Hua akan menurun secara drastis jika naga es tersebut diserap.
Tidak ingin hal tersebut terjadi pada kekasihnya, Yan Liyan kemudian membuat segel tangan.
"Amarah sang Kaisar Dewa naga Es!"
Wusss!
Jdeerr!
Petir berwarna merah darah menyambar kesegala arah yang membuat para warga yang menyadari hal aneh itu menjadi sangat kebingungan dengan apa yang sebenarnya terjadi.
Wusss!
Angin berhembus dengan sangat kencang serta udara dingin yang mencekam dan hujan kristal es yang bertambah semakin lebat daripada sebelumnya.
__ADS_1
membuat Bing Hua yang ada di dekat Yan Liyan merasa tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh kekasihnya itu.
Energi yang dikeluarkan oleh Yan Liyan sama persis dengan teknik miliknya..
"Jangan Bilang...
"Heheh Kau benar.. Lagi pula Dua sosok naga Es lebih baik daripada satu."
Groaarr!
Hujan Serpihan Es itu terkumpul pada satu titik dan kemudian secara perlahan titik tersebut membentuk seekor naga es yang berukuran lebih besar daripada naga es milik Bing Hua.
"Hiiiyaaa!
Wusss!
Dengan sangat cepat naga Es itu kemudian melesat menuju kearah iblis kuno yang telah menunduk karena merasa sudah tidak mampu untuk berbuat apa-apa lagi, sebab energi kehidupanya telah terkuras habis akibat teknik yang dia gunakan tadi.
"Mustahil! Sejak kapan manusia yang berada di alam seperti ini mempunyai kekuatan semacam itu." dengan ekspresi terkejut iblis kuno tidak pernah menyangka jika kultivator yang berada di alam tingkat tinggi mempunyai kekuatan sekuat itu.
Apalagi menurutnya jika pengalaman bertarung gang dimiliki oleh Yan Liyan dan Bing Hua masih lebih unggul dirinya.
Booommm!
Naga Es itu menabrak iblis raksasa tersebut yang menyebabkan angin berhembus dengan sangat kencang.
Hiyaaaa!
Krakk!
Terdengar suara patahan dari lengan iblis raksasa itu dan terlihat naga es yang dikendalikan oleh Yan Liyan menggigitnya sehingga membuat tangan raksasa iblis itu terpisah dari tubuhnya.
Ketika tangan raksasa iblis itu terpisah, maka secara otomatis keadaan iblis raksasa tersebut menjadi melemah sehingga membuat kedua naga itu berhasil menerobos dan membekukan iblis tersebut menjadi bongkah es.
"Tidaaak!"
Argkhh!
Booommm!
Suara memilukan terdengar melengking dan disertai terjadinya ledakan yang besar yang menyebabkan terbentuknya kawah besar yang berdiameter 2 km serta Es yang membekukan seluruh area tempat itu.
[DING... Selama tuan, Ada telah membunuh iblis kuno mendapatkan 1 M Poin sistem dan 2 M poin pengalaman.]
[Tuan juga mendapatkan hadiah berubah senjata 9 unsur dari sistem karena telah berhasil menyelesaikan misi tersembunyi yaitu membunuh iblis kuno.]
Yan Liyan yang tersenyum lega ketika mendengar pemberitahuan dari sistem nya namun kemudian dia teringat akan hadiah yang sistem berikan.
'Hadiah pedang 9 unsur?'
__ADS_1
[Ya, Tuan. Sesuai namanya Pedang 9 unsur berfungsi untuk mengalirkan dan melipat gandakan semua kekuatan elemen yang dimiliki oleh penggunaanya.]
Yan Liyan tersenyum puas ketika mendengar hal itu, karena pedang tersebut sangat cocok dengannya yang memiliki tubuh dewa elemen.
Tapi tiba-tiba Yan Liyan teringat akan sosok Jiu Wei sehingga membuatnya tersenyum kecut. Jiu Wei pasti akan mengambil secara paksa atau merengek meminta senjata semacam itu darinya karena pedang 9 unsur itu juga akan sangat cocok dengan Jiu Wei yang bisa mengendalikan semua elemen.
'Sebaiknya aku menyembunyikan tentang pedang itu terlebih dahulu dari Jiu Wei.'
"Liyan'gege." Dengan suara lemah Bing Hua memanggi Yan Liyan. Bing Hua telah menguras banyak Qi miliknya sehingga membuat keadaannya melemah.
"Jangan terlalu memaksakan dirimu Hua'er."
Yan Liyan kemudian berjongkok di depan Bing Hua.
"Baiklah!"
"Eh.. A-apa kau akan menggendongku?" Meskipun Bing Hua tahu jika Yan Liyan berniat untuk menggendongnya. Namun dia merasa sangat gugup karena tidak menyangka jika Yan Liyan akan melakukan hal itu padanya.
"Memangnga kenapa? Apa kau merasa malu? Jika memang seperti itu, maka...
Sebelum Yan Liyan menyelesaikan kata-katanya.. Bing Hua memeluk leher Yan Liyan dari belakang. lalu Yan Liyan langsung menggendong Bing Hua.
Yan Liyan kemudian berjalan menuju kearah tengah kawah yang merupakan tempat musnahnya iblis kuno tadi.
"Sudah lama ya.. Aku tidak menggendong seseorang seperti ini, sehingga hal ini mengingatkanku akan masa lalu." Yan Liyan mengingat adik Yi nya yang manjah yang selalu berada di gendonganya dulu.
"Kau benar." ucap singkat Bing Hua. Dia juga mengerti dengan maksud perkataan Yan Liyan.
"Bagaimana perasaanmu sekarang ini?" tanya Yan Liyan lagi yang membuat Bing Hua lagi-lagi merasa terkejut.
Bing Hua kemudian membenamkan wajahnya di bahu sosok yang merupakan kekasihnya itu.
"Aku tidak tahu.. Aku tidak mengerti... sulit untuk mengatakanya, sebab aku seperti ingin jika waktu berhenti disaat-saat seperti ini." Bing Hua dengan wajah yang memerah membenamkan wajahnya lebih dalam karena merasa sangat malu metika mengatakan hal semacam itu.
"Aku juga mempunyai keinginan yang sama seperti mu."
Suasana kembali sunyi ketika Yan Liyan selesai mengatakan hal itu, karena Bing Hua sama sekali tidak memberikan tanggapan.
Bing Hua hanya membenamkan wajahnya lebih dalam lagi dengan kikuk setelah mendengar perkataan Yan Liyan tadi.
Yan Liyan hanya tersenyum ketika melihat tingkah Bing Hua. Yan Liyan juga sedikit meringis kesakitan ketika merasakan rasa sakit dibahunya. Itu merupakan ulah Bing Hua yang sedang menggigit bahu Yan Liyan karena merasa sangat malu.
Setelah Yan Liyan sampai di tengah kawah yang merupakan tempat iblis kuno dimusnahkan tadi..
Yan Liyan melihat roda berwarna ungu yang tergeletak di hamparan es. Roda tersebut merupakan potongan roda takdir yang terlepas dari tubuh iblis kuno.
Yan Liyan kemudian memasukkan potongan roda takdir itu kedalam cincin penyimpananya.
'Aku akan mengurus benda ini nanti.'
__ADS_1
"Huh! Bagian sulitnya baru saja akan dimulai!" gumam Yan Liyan.
"Tenang saja, Aku sangat yakin jika kita berdua akan bisa menghadapi semuanya jika terus bersama seperti ini. Walaupun aku harus mengakui jika membangun Kekaisaran itu, bukan merupakan hal yang mudah." Bing Hua berusaha untuk meyakinkan Yan Liyan agar tidak merasa putus asa.