SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Pertarungan Antara Empat Binatang Mitos


__ADS_3

Sedangkan naga Es dan naga Kegelapan juga bertarung dengan sangat sengit.


Terlihat kerusakan berskala sangat luas yang diakibatkan dari serangan dua penguasa ras naga itu.


Naga Es dengan aura yang sangat dinginya menimbulkan badai salju yang bertujuan untuk menghalangi pandangan dari naga Kegelapan.


Namun usaha tersebut sangat sia-sia, naga Kegelapan mengeluarkan aura berwarna hitam yang sangat pekat dan melenyapkan badai Es itu.


Ya. Sifat dari aura itu sama dengan Elemen kegelapan yaitu sangat korosi terhadap apapun.


"Apa hanya ini saja serangan yang kau miliki? sungguh mengecewakan." ucapnya dengan penuh penghinaan.


Setelah mengatakan itu, naga Kegelapan kemudian melesat kearah naga Es dengan bola kegelapan yang kali ini berukuran sangat besar.


Bahkan ukurannya membuat tempat mereka berada dibawah bayangan dari bola kegelapan itu.


Bola kegelapan tersebut diarahkan kearah naga Es dengan kecepatan yang tidak bisa dilihat oleh mata manusia.


Naga Es hanya terdiam dan masih tetap tenang, sampai tiba-tiba.


Wusss!!


Yan Liyan muncul di hadapan naga Es dan menghadap kearah bola kegelapan itu.


"Teknik Api Phoenix!"


Yan Liyan membuat segel tangan dan secara tiba-tiba muncul bola api berwarna merah darah yang mempunyai ukuran sama dengan bola kegelapan itu.


Api phoenix yang dikeluarkan oleh Yan Liyan bersinar merah darah terang yang menghanguskan apa pun yang berada disekitarnya.


"Terima ini!!"


Wusss!!


Yan Liyan melesatkan bola api phoenix yang berukuran sangat besar itu menuju bola kegelapan.


Boomm!!


Boom!!


Terjadi ledakan yang sangat besar ketika dua teknik itu bertemu, terlihat dua teknik tersebut bertemu di udara dan saling membakar satu sama lain.


Meskipun Bola elemen kegelapan itu memiliki sifat korosi. Namun elemen api phoenix dapat menandinginya.


"Api Surgawi milik ras phoenix, memang sangat hebat." Gumamnya dan melihat kebelakang, lebih tepatnya kearah naga Es itu.


"Apa masih belum?"


Naga Es itu menggeleng ketika mendengar pertanyaan Yan Liyan.


"Apa kau bisa mengulur waktu sebentar lagi untuku?" Ya. naga Es sedang mempersiapkan sesuatu yang bertujuan untuk mengalahkan naga Kegelapan.


Sedangkan Yan Liyan hanya mengangguk.


"Baik! sebanyak yang kau mau." ucapnya lalu mengeluarkan Mei Lin dan Jiu Wei dari dalam ruang invetory sistemnya.


"Kenapa aku lagi?!"

__ADS_1


Jiu Wei yang baru keluar langsung berteriak marah kepada Yan Liyan, Dia sangat kesal dengan kelakuan tuanya itu, yang memanggil dirinya sesuka hatinya.


Sedangkan Mei Lin, dia memasang ekspresi serius ketika melihat sosok naga Kegelapan di depan mereka.


"Diamlah! dan lihat apa yang ada di depanmu, Jiu Wei!" ucapnya dengan dingin.


Jiu Wei yang mendengar itu langsung menurutinya, dan sangat terkejut ketika melihat ras naga Kegelapan.


"Kau! Bagaimana bisa kau berada di tempat ini, sialan!!" ucapnya dengan penuh amarah yang sangat besar.


"He.. Rubah Elemen ya? sungguh sesuatu yang mengingatanku pada masa lalu." ucapnya tersenyum sambil memperlihatkan gigi yang sangat tajam darinya.


Jiu Wei yang mendengar itu bertambah sangat marah dan menatap tajam sosok naga tersebut.


Sebelum naga Kegelapan dikalahkan oleh ras naga cahaya, naga Kegelapan selalu berbuat kekacauan di seluruh dimensi binatang mitos termasuk dimensi yang dihuni oleh ras rubah Elemen.


Naga Kegelapan itu menghancurkan dan menghisap energi para ras rubah Elemen, Kini Yang tersisa dari ras rubah Elemen hanya dirinya dan masih beberapa yang lain yang bertahan hidup.


Oleh karena itu Jiu Wei mengembara untuk mendapatkan sebuah kekuatan agar bisa membalaskan dendamnya, sekaligus mengikuti perkataan dari pemimpin binatang ras rubah Elemen padanya.


"Oh, Pandanganmu terlihat sangat mengerikan, Apakah si tua itu telah mati?" ucapnya dengan nada yang memprovokasi.


Jiu Wei yang amarahnya sudah tidak terbendung, langsung saja melesat kearah naga itu dan menunjukan 9 ekornya.


Naga Kegelapan sanagt terkejut ketika melihat hal didepanya.


"9 Ekor?!"


Walaupun rubah Elemen dapat menumbuhkan ekor mereka, tapi sangat jarang bahkan tidak pernah ada yang memiliki 9 ekor kecuali leluhur rubah Elemen sendiri.


"Apa kau terkejut? Kini bersiaplah untuk mati! sialan!!"


Boomm!!


Naga Kegelapan langsung terjatuh ketika serangan tersebut mengenai dirinya dengan telak. Namun sama sekali tidak terlihat luka atau goresan di kepala naga Kegelapan.


Ya. Serangan dari Jiu Wei tadi tidak bisa menembus tubuh naga Kegelapan itu.


"Ini sedikit sakit, tapi...


Sebelum ucapanya selesai tiba-tiba saja sebuah cakar yang sangat tajam mencekram dikepalanya.


Kiak!


Suara dari seekor burung yang sangat indah dan berukuran sama besar dengan naga Kegelapan, muncul dan mencekram kepalanya dengan sangat kuat.


"Kau! ras phoenix, bukankah kalian telah berjanji untuk tidak akan ikut campur dalam perselisihan semua ras binatang mitos."


Ucapnya dengan niat membunuh yang sangat kuat.


"He... Janji Ya? Aku rasa Aku telah mati sebelum janji itu dibuat, jadi Aku tidak ada sangkut pautnya."


Mei Lin terbang lebih tinggi yang menimbulkan hewan yang dilapisi oleh api merah darah meliak-liuk diatas langit.


"Teknik Phoenix! Ikatan Api Penyiksaan!!"


Wusss!!

__ADS_1


Api yang membara di seluruh tubuh Mei Lin berkumpul menjadi satu dan membentuk tali yang sangat panjang.


Tali itu dilapisi oleh api yang sama dengan Phoenix, kemudian tali tersebut mengikat seluruh tubuh dari naga Kegelapan.


Selain itu naga hitam sama sekali tidak dapat berkutik, diakibatkan cengkraman yang sangat kuat dari Mei Lin dan ditambah dia juga dia merasakan seluruh tubuhnya diikat oleh 9 siluet ekor rubah besar dari berbagai arah.


"Cepat, Sialan!!"


Jiu Wei berteriak dan mempertahankan ikatannya pada naga Kegelapan itu.


Mei Lin yang telah selesai menyempurnakan teknik tali api Penyiksaan langsung mrngarahkanya pada naga Kegelapan.


Tali tersebut kemudian mengikat seluruh bagian tubuh naga Kegelapan dan melilitnya dengan sangat keras, tali itu akan terus mengikatnya sampai dia akan mati, tali itu juga akan abadi selama naga Kegelapan masih hidup.


Argkh!!


Argkh!!


Terdengar teriakan kesakitan yang memilukan dari naga Kegelapan itu.


Mei Lin langsung melepaskan cengkramanya yang membuat naga Kegelapan jatuh membuat kawah yang sangat besar di wilayah itu.


Namun bisa dilihat jika naga Kegelapan masih hidup dan masih mengeluarkan aura kehidupan.


Mei Lin dan Jiu Wei sangat tahu jika ras naga tidak akan mati dengan mudah, apalagi jika itu merupakan ras naga Kegelapan.


"Menurutmu bagaimana?" Jiu Wei tibah di dekat Mei Lin, menanyakan tindakan selanjutnya yang akan mereka lakukan.


"Entahlah."


"Apa kita akan membiarkanya saja menderita seperti itu? jujur saja aku sangat menyukai sosok yang telah membuat kekacauan di dimensi ras rubah Elemen mati menderita seperti itu." ucapnya dengan senyuman mengerikan.


"Sayangnya, hal itu tidak akan pernah terjadi." Yan Liyan tiba-tiba muncul di hadapan mereka berdua.


Setelah mengatakan hal tadi, Naga Es yang berada di belakang mereka mengeluarkan aurah dingin yang sangat kuat daripada sebelumnya.


Naga Es itu kemudian menyelimuti tubuhnya dengan Es lalu secara tiba-tiba muncul Sosok naga lagi yang mirip denganya.


Dua sosok naga Es itu kemudian melesat kelangit dan mengumpulkan energi dingin diatas, setelah dirasa cukup.


Dua naga Es itu melesat menukik dengan sangat cepat menuju naga Kegelapan yang telah terikat.


Wusss!!


Boomm!!!


Terjadi ledakan yang sangat besar dan setelah ledakan itu selesai, Muncul Es yang membekukan seluruh wilayah istanah dan bahkan meluas sampai keseluruhan wilayah dimensi kegelapan.


"Yan Liyan dan Dua binatang kontraknya terbang untuk menghindari efek serangan dari dua naga Es.


"Hebat" gumam Yan Liyan.


"Ini sangat luar biasa." gumam Mei Lin.


"Ini Gila!!" Jiu Wei dengan penuh kegelapan memandang kebawah yang dimana seluruh tempat itu telah di tutup Es.


"Mulai hari ini, tempat ini bukan merupakan dimensi kegelapan lagi, tapi telah berubah menjadi dimensi Es." gumam Yan Liyan melesat kearah Bing Hua yang akan terjatuh diakibatkan naga Es tadi perlahan menghilang.

__ADS_1


Yan Liyan menangkap Bing Hua tepat sebelum dia terjatuh.


"Huh, Syukurlah dia baik-baik saja." Yan Liyan melihat Bing Hua yang pingsan tapi tidak ada yang perlu dikhawatirkan darinya.


__ADS_2