
sesampainya Yan Liyan dan yang lain di gua yang merupakan tempat tinggal sementara mereka...
mereka melihat Yan Lin sedang duduk di depan gua dengan Jiu Wei di bahunya.
"aku sudah lama menunggu kalian.." ucap Yan Lin.
"hm... bagaimana keadaan di wilayah tanpa nama..?" apa semunya berjalan dengan lancar." Yin Su bertanya sambil duduk disamping Yan Lin.
"semuanya aman dan terkendali dan 3 sektor juga dalam keadan yang baik-baik saja."
"lalu mengenai pertambangan.. sebagian dari para penempa telah menempa habis batu ruang hal itu dikarenakan sedikit dari mereka juga telah menguasai tehknik formasi dasar."
"dan juga hasil dari kerajinan penempa lainya untuk mengukir dan membuat hasil tambang lain menjadi senjata atau sufenir mewah sangat laku dipasaran."
"walaupun harganya tidak murah tapi barang itu sangat disukai oleh orang-orang terutama para bangsawan kekaisaran."
"5 pedagang yang tuan kirimkan ke dua wilayah kekaisaran juga telah melakukan kerjasama sama dengan cabang-cabang asosiasi kabut darah yang ada di tempat itu."
"mereka memanfaatkan lencana emas yang pernah tuan berikan pada mereka dengan baik."
"selain itu mereka juga diberi bayaran pajak yang sangat rendah dari dua kekaisaran... karena hubungan baik antara tuan dan kaisar Ling dan Xia ."
"hal itu menyebabkan mereka mendapatkan banyak sekali keuntungan dari hasil jual cincin penyimpanan dan hasil menempa tambang lainya."
"dan aku menggunakan hasil keuntungan itu untuk dibagikan pada tiga sektor untuk memenuhi kebutuhan latihan atau semacamnya."
"aku juga membangun wilayah seperti pembukaan lahan pertanian dalam skala luas di arah timur wilayah tanpa nama.."
"dan aku juga telah merencanakan pembangunan parit atau lebih tepatnya irigasi untuk pengaliran air kelahan pertanian itu yang aku bangun itu."
jelas panjang Yan Lin pada Yin Su.
Yin Su yang mendengar itu hanya mengangguk.
"kau berkerja dengan sangat baik.."
"apa kau merencanakan dari sudut empat mata angin wilayah akan di kelilingi oleh dua lahan pertanian...?"
tanya Han Guang dengan tiba-tiba karena menurutnya disudut Selatan dan Timur telah dijadikan sebagai lahan pertanian.
dan di sudut Barat wilayah tanpa nama terdapat wilayah pertambangan.
"iya..kau benar, sebenarnya itu merupakan rencanaku... aku tidak ingin terlalu penghasilan wilayah tanpa nama terlalu bergantung pada hasil pertambangan."
__ADS_1
"hal itu dikarenakan oleh hasil pertambangan akan habis jika terus menerus kita manfaatkan meskipun masih membutuhkan waktu yang lama tapi apa salahnya untuk mencegah hal itu terjadi."
"lagipula aku juga tidak ingin wilayah yang sangat indah itu akan penuh dengan lubang bekas tambang nantinya." jelas Yan Liyan pada mereka.
"apa rencanamu itu bisa di sebut sebagai rencana jangka panjang..?"
"entahlah tapi bisa dibilang seperti itu..?" jawab Yan Liyan.
"he... sudahlah siapa yang peduli dengan hal seperti itu..?"
"yang terpenting apa kau membawa pesananku Kakak Yan Lin.." ucap Xiao Yi penuh harap.
"tentu saja aku membawakan makanan yang kau pesan tadi aku juga membeli banyak porsi yang cukup untuk kita semua untuk makan malam kita hari ini.."
Yan Lin lalu masuk kedalam gua dan mengeluarkan semua makanan yang dia beli dari dalam cincin penyimpananya.
makanan itu langsung tersaji dengan mangkok dan sumpit khas pemilik kedai yang sering dikunjungi oleh Yan Liyan di atas meja makan.
mereka lalu duduk diatas kursi meja makan dengan satu porsi makanan yang tersedia di depan mereka masing-masing.
"tidak ada sayuran dan daging kelinci di dalam lembah seperti ini jadi kau memesan langsung dari kedainya..?" tanya Bing Hua
sebagai orang yang tahu akan resep dari masakan itu tentu saja dia tahu bahan-bahan untuk memasak makanan itu.
meskipun dia selalu berbuat seenaknya tapi dia sangat menghormati Yan Liyan.
Yan Liyan yang sedang berbincang-bincang dengan Mei Lin yang sedang duduk diatas bahunya.
dia langsung menghentikan pembicaraanya dengan Mei Lin dan memandang kearah Xiao Yi.
"kau tidak sabaran sekali adik Yi." Yan Liyan tersenyum kecut dengan ketidak sabaran Xiao Yi untuk menyantap makanan itu.
setelah itu dia menyantap makanan itu diikuti oleh yang lain.
ketika mereka makan Bing Hua merasa tidak nyaman dengan aura yang dikeluarkan oleh Jiu Wei yang ada dibahunya.
dia juga melihat Jiu Wei memandang Mei Lin dengan penuh kebencian dan amarah yang besar.
"hentikan itu rubah kecil.. kau mengganggu gadis berambut putih itu memakan makananya.."
Mei Lin berbicara dengan mata tertutup sama sekali tidak terganggu dengan aura Jiu Wei.
"cih... apa pedulimu.." Jiu Wei berkata dengan ekspresi yang sangat kesal pada Mei Lin.
__ADS_1
Mei Lin yang mendengar itu hanya tersenyum tipis lalu kembali tertidur dengan nyaman di bahu Yan Liyan dan menghiraukan keberadaan Jiu Wei.
pagi harinya....
Yan Liyan dan para bawahannya sedang duduk di dalam gua sambil berbincang-bincang.
"untuk beberapa hari kedepan kita akan beristirahat terlebih dahulu dan meningkatkan tingkat kultivasi yang kita miliki."
Yan Liyan mengeluarkan 5 cincin penyimpanan dan memberikanya kepada 5 bawahanya.
"itu adalah sumberdaya yang kita panen selama berada di dalam jurang aku juga sudah membagi sesuai dengan tingkat kultivasi dan Elemen yang kalian miliki masing-masing.." jelas Yan Liyan.
para bawahanya yang mendengar itu hanya mengangguk dan menerima cincin penyimpanan itu.
Yan Liyan lalu menoleh kearah Yan Lin dia tidak memberikan sumberdaya kepadanya sebab tingkat kultivasinya baru saja meningkat berkat sumberdaya yang dia berikan padanya minggu lalu.
"apa yang akan kau lakukan selama kami meningkatkan kultivasi Yan Lin..?" tanya Yan Liyan.
"sepertinya aku akan berburu binatang buas di lembah ini untuk melatih dan menyempurnahkan teknik miliku aku juga akan membiasakan diri dengan tingkat kultivasiku yang sekarang.."
jawab Yan Lin karena kultivasinya telah meningkat kerana tingkat kultivasi jalan kesengsaraan abadi ☆10 sehingga dia harus membiasakan diri dengan tingkat kultivasinya yang sekarang.
Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk mengerti dengan tujuan Yan Lin.
"Jiu Wei selama kami meningkatkan kultivasi kau akan bertugas untuk menemani Yan Lin.."
Jiu Wei yang mendengar itu hanya mengangguk langsung melompat kearah bahu Yan Lin.
"dengan senang hati.." ucap Jiu Wei dengan senang karena dia tidak akan melihat Mei Lin walau hanya untuk sementara waktu.
"kakak Liyan apa aku....
sebelum ucapan Xiao Yi selesai langsung dipotong oleh Yan Liyan.
"tidak..., aku tidak mengizinkanmu adik Yi lagipula tidak akan satu binatang buaspun yang dapat mengancamnya di dalam lembah itu jadi kau tidak perlu menemaninya."
"dan juga kau harus meningkatkan kultivasimu dan kekuatanmu dengan cepat hal itu juga demi kebaikanmu adik Jadi aku harap kau mengerti"
"ya... baiklah..aku juga tahu akan hal itu." ucap Xiao Yi dengan lesu.
setelah itu mereka berpencar ketempat masing-masing untuk meningkatkan kultivasi degan nyaman.
sedangkan Yan Lin melesat ke luar gua menuju lembah dengan Jiu Wei di bahunya.
__ADS_1