SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Kedatangan para Penempa


__ADS_3

4 hari berlalu.....


selamat 4 hari terakhir 500 budak telah berlatih dan menambang sumberdaya secara bergiliran setiap harinya.


mereka juga diberi kesempatan untuk menunjukan keahlian menempa senjata atau membuat suvenir ketika mereka beristirahat pada malam harinya.


sekarang 5 pedagang berada di dua kekaisaran untuk mendapatkan banyak keuntungan dari jualan dari hasil tambang yang telah diukir atau ditempa menjadi berharga lebih tinggi dari sebelumnya.


tidak ada yang ingin merampok atau menghalangi jalur perdagangan 5 pedagang itu karena Yan Liyan telah memberikan plat emas asosiasi kabut darah sehingga orang-orang akan berpikir 100 kali jika berurusan buruk dengan mereka.


pagi harinya.....


Yan Liyan berdiri didepan kastil nya yang telah selesai dibangun para pekerja juga telah diberikan upa oleh Xiao Yi.


Yan Liyan memasuki kastil yang sangat luas dan terlihat nyaman untuk ditinggali itu.


Yan Liyan langsung berjalan menuju bagian belakang kastil dan melihat pemandangan asri yaitu terdapat telaga dan banyak tanaman bunga beserta pohon rindang yang sengaja dibiarkan berada ditempat itu.


Yan Liyan langsung duduk di bangku taman yang telah dibuat khusus untuk bersantai.


"hah.... ini sangat tenang dan nyaman.." gumam Yan Liyan sambil menghela nafas lega.


tidak lama kemudian datang Yan Lin dibelakangnya.


"tuang kakak Bing Hua dan yang lain telah datang dengan ribuan budak yang mereka bawah." ucap Yan Lin melaporkan keadaan di luar.


Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk.


"suruh mereka membuat sendiri tempat tinggal mereka dan atur seperti aku mengatur 500 budak itu."


"dan ya... sebaiknya tambahkan 1000 orang yang akan berkerja di tambang dan satu hal lagi besok 300 pelatih yang dikirimkan oleh kaisar Xia akan datang sebaiknya kau juga mengatur mereka.." ucap Yan Liyan lalu menutup matanya kembali.


Yan Lin yang mendengar itu hanya mengangguk lalu menghilang dari tempat itu.


"menjadi atasan memang sangat bagus ya... tinggal menyuruh bawahan untuk mengerjakan sesuatu."

__ADS_1


"dan semua akan selesai tinggal menunggu waktu saja." gumam Yan Liyan lalu tertidur.


"seperti biasa kau sangat pemalas tuan.." seekor rubah putih muncul dan melompat kebahu Yan Liyan secara tiba-tiba.


"hei... ayolah.. aku telah mengurus banyak hal akhir-akhir ini kau saja yang tidak pernah melihat bagaimana beratnya usaha yang aku lakukan.." ucap Yan Liyan membela diri dari ucapan Jiu Wei.


Jiu Wei yang mendengar itu hanya mengeluskan ekornya di wajah Yan Liyan tampak tidak terlalu peduli dengan pembelaan diri dari tuanya.


"jadi... apa rencanamu kedepannya..?" tanya Jiu Wei dengan serius.


"hmm.. tentu saja dalam waktu 3 bulan aku bersama para bawahanku akan meninggalkan wilayah ini dan untuk meningkatkan kekuatan yang kami miliki di suatu tempat." ucap Yan Liyan.


Jiu Wei yang mendengar itu langsung tersenyum.


"aku tidak akan melatih elemen ruang dan waktu jadi jangan terlalu banyak berharap dengan hal itu.." ucap Yan Liyan yang melihat Jiu Wei tersenyum padanya.


Jiu Wei yang mendengar itu langsung murung dengan ekspresi lesuh.


"kenapa tuan tidak ingin mempelajari Elemen Ruang dan waktu apa tuan tahu Elemen itu akan sangat berguna jika tuan menguasainya dengan sempurna.." ucap Jiu Wei dengan nada di lebih-lebihkan.


Yan Liyan yang mendengar itu hanya tersenyum tipis.


"tapi sayangnya Elemen Ruang dan waktu sangat sulit untuk di pelajari dan juga hal itu akan sangat menguras waktu tenaga dan usaha yang aku miliki."


"aku rasa lain kali saja aku akan mempelajarinya selain itu masi banyak lagi alasan lain kenapa aku belum mempelajari Elemen Ruang dan Waktu yang belum aku katakan padamu." ucap Yan Liyan dengan ekspresi sulit untuk diartikan.


Jiu Wei yang mendengar itu hanya menghela nafasnya.


"huh... terserah kau tuan.."


ucap Jiu Wei lalu tertidur dibahu Yan Liyan begitupun juga dengan Yan Liyan dia tertidur dibangku taman itu dengan hembusan angin segar menerpa tubuhnya sehingga membuat Yan Liyan semakin tertidur lelap.


sore harinya Yan Liyan masih tertidur dengan Jiu Wei berada dibahunya tiba-tiba dia terbangun ketika Xiao Yi membangunkanya.


"kakak Liyan sejak kapan kau menjadi seorang yng pemalas seperti ini." ucap Xiao Yi sambil melihat wajah stengah sadar dari Yan Liyan.

__ADS_1


"cih.. seperti biasa kau sangat menyebalkan adik Yi.., kenapa kau membangunkanku..?" tanya Yan Liyan dengan sedikit kesal.


"hehe.... itu para penempa lebih tepatnya 50 orang penempa yang dibawa dan disewa oleh 5 pedagang telah sampai di wilayah ini sebaiknya kakak menemui mereka untuk menyampaikan sesuatu pada mereka.."


ucap Xiao Yi tersenyum ketika melihat ekspresi kesal dari Yan Liyan.


Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk lalu membersikan mukanya terlebih dahulu di air telaga lalu keluar dari kastil.


setelah sampai di luar kastil dia melihat 50 pria tua beberapa pria paru baya yang sedang berbaris seperti menunggu kedatangan dari seseorang.


Yan Liyan pergi menuju kearah mereka dan tanpa basa-basi dia langsung mengeluarkan besi berwarna merah dalam cincin penyimpananya dan menunjukanya pada mereka.


"aku menginginkan kalian membuat senjata dan peralatan perang seperti baju Zira tombak, panag atau apapun itu dengan menggunakan besi merah itu.."


"dan ya... soal upah kalian akan diberikan 10 batu Qi tingkat tinggi untuk membuat 30 senjata dalam waktu 1 bulan." ucap Yan Liyan.


50 orang penempa tersenyum senang ketika mendengar mereka diberikan upa 10 batu Qi tingkat tinggi untuk perbulannya.


"apakah itu benar tuan muda..?" tanya seorang penempa untuk memastikan.


"tentu saja tapi itu terserah dari kinerja yang kalian lakukan dan kualitas senjata yang kalian buat."


"semakin bagus senjata yang kalian buat maka semakin lancar upa yang akan kalian dapatkan bahkan kalian bisa mendapatkan mendapatkan bonus bulanan berupa hak istimewa atau tambahan batu Qi.." ucap Yan Liyan sambil tersenyum tipis.


50 orang penempah yang mendengar apa yang dikatakan oleh Yan Liyan tersenyum cerah.


"baik kami akan berusaha berkerja dengan baik.." ucap mereka serentak dengan semangat.


"hm... silahkan buat tempat atau tempat tinggal sendiri masing-masing dan bahan utama untuk kalian menempa akan dibawahkan oleh mereka kalian hanya perlu menempa saja."


"dan soal peralatan aku rasa kalian membawanya sendiri bukan?.." Yan Liyan berbalik masuk dalam kastil miliknya.


sedangkan para penempah itu hanya mengangguk lalu berpencar untuk membangun tempat tinggal sendiri walaupun tidak sopan memperlakukan seorang penempa seperti itu.


tapi Yan Liyan tidak terlalu memperdulikan tentang hal itu karena upah yang diberika pada para penempa sangat lumayan banyak.

__ADS_1


tapi demi kekuatan para perajurit yang akan dia bentuk dimasa depan Yan Liyan tidak keberatan untuk mengeluarkan pengeluaran seperti.


lagipula Yan Liyan mempunyai sumberdaya alam terutama tambang untuk mendukung rencananya berkerja dan berkembang.


__ADS_2