
Kini Qun Nan dan Xian Ran berhadapan dengan roh pelindung masing-masing berada di belakang mereka, roh tersebut akan melindungi tuanya dari segala bahaya yang mendekat.
"Huh!" Xian Ran menghembuskan nafasnya berpikir jika pertarungan ini akan semakin sengit, jujur saja Xian Ran sempat berpikir jika ada Mei Lin di dekatnya maka semua ini akan menjadi lebih mudah.
Tapi sayangnya sekarang ini Mei Lin dan Xiao Yi sedang berhadapan dengan kaisar kegelapan sepertinya akan terjadi pertarungan yang jauh lebih sengit dan dasyat di sana.
Sekarang tugas tugasnya adalah menyelesaikan pertarunganya terlebih dahulu lalu membantu saudarinya yang lain.
Peri Kehidupan di belakang Xian Ran dan Jendral Agung di belakang Qun Nan mengeluarkan aura yang agung untuk saling menekan.
Itu terlihat seperti pertarungan lewat intimidasi antara dua roh yang memiliki kekuatan serta daya hancur yang luar biasa hebatnya.
"Mengamuklah jendral agung! Musnahkan dia dan basmi kejahatan yang mengganggu seluruh alam kehidupan!!"
Sriiing!
Bunyi dengungan akibat sosok jendral agung itu mencabut pedangnya dari sabuk nya sehingga menimbulkan suara dengungan yang memekakkan telinga.
Wusss!
Angin berhembus dengan sangat kencang tatkala sosok jendral agung itu mengibaskan pedangnya secara vertikal kearah Peri alam. Hembusan dari angin itu bahkan menerbangkan apa pun yang berad disekitar mereka.
Peri alam yang melihat itu seolah memiliki kesadaran sendiri langsung mengangkat tanganya dan seketika dari dalam tanah muncul akar yang sangat besar melilit pedang jendral agung.
Pedang itu seketika terhenti. Memanfaatkan momen tersebut, peri kehidupan mengarahkan serangan lain berniat untuk melilit dan mengunci jendral agung dengan akar pohon.
Jendral agung yang menyadari hal itu langsung menahan akar pohon tersebut dengan perisainya.
Saat akar pohon itu menyentu perisai seketika akar pohon itu terhenti dan tidak bisa melakukan serangan apa pun lagi.
Padahal bisa saja serangan akar pohon itu melilit perisai sekaligus tubuh jendral agung. Namun ternyata tidak semudah dibayangkan, ternyata perisai itu merupakan sebuah artefak yang mengahalau serangan apa pun.
Setiap serangan yang bersentuhan dengan perisai maka energi dari serangan itu langsung terkuras sehingga mengakibatkan pelemahan.
Peri kehidupan kembali memunculkan akar dari dalam tanah, kini dengan jumlah yang sangat banyak dengan ukuran yang sama melesat menuju kearah jendral agung.
Jendral agung langsung mundur kebelakang dan meninggalkan pedangnya yang terlilit oleh akar kayu.
Perisai itu memang dapat menangkis semua serangan dan menghisap energinya tapi jika serangan itu memiliki jumlah banyak maka perisai itu kurang efektif untuk dijadikan sebagai penghalang.
Karena perisai tersebut memerlukan waktu untuk menghisap energi, apalagi serangannya memiliki jumlah energi yang sangat besar maka membutuhkan beberapa detik untuk menyerapnya.
__ADS_1
Dan jika diserang berturut-turut tanpa henti maka perisai itu sudah tidak bisa bertahan dan akan langsung kehilangan fungsinya karena sudah tidak mampu lagi menyerap energi yang terlalu berlebihan.
Oleh sebab itu siluet jendral agung menghindari serangan dan mundur kebelakang.
Wusss!
Muncul serangkai rune kuno diatas siluet peri kehidupan, lalu dari rune itu muncul banyak jarum kayu yang berukuran sangat kecil tapi dalam jumlah yang sangat banyak.
Ada sekitar puluhan ribu sampai ratusan ribu keluar dari dalam rune itu lalu melesat kearah siluet jendra agung.
Jendral agung membenruk pedang baru lagi dengan Qi dan perisai kokoh yang juga dilapisi Qi bersiap untuk menahan serangan yang menuju kearahnya.
Wusss!
Wuss!
Wuss!
Bagaikan hujan panah, ratusan ribu jarum kayu itu melesat menghujani jendral agung.
Jendral agung bertekuk dan berlindung di balik perisainya, untuk melindungi seluruh tubuhnya maka sosok itu membentuk perisai lain di kanan, kiri, dan atas untuk bertahan.
Menit demi menit berlalu dan hujan jarum itu belum berhenti sama sekali bahkan terlihat tiada habisnya.
Qun Nan yang menyadari keadaan roh penjaga nya yang hampir mendekati batas. Sekarang ini mereka bertiga bertarung dengan Xian Ran berada agak jauh dari pertarungan dua roh itu.
Qun Nan sama sekali tidak menyangka jika dia akan di desak sampai seperti ini oleh sosok gadis yang awalnya mereka remehkan.
Qun Nan menoleh kearah dua rekanya yaitu Liang Bufang dan Bai Zhen. Seolah mengerti dengan maksud Qun Nan, mereka berdua langsung membuat segel tangan.
Dan dari dalam tubuh Liang Bufang keluar siluet seekor anjing berkepala tiga yang seluruh tubuhnya diselimuti oleh api berwarna merah darah.
Anjing berkepala tiga itu bernama cerberus, dalam legenda hewan itu merupakan penjaga pintu gerbang dunia bawah, tempat dimana setiap roh jahat di siksa sebelum melewati proses reinkarnasi.
Jumlah kepalanya mewakili penderitaan yang dialami oleh parah roh jahat yang disiksa di dunia bawah, penderitaan tersebut adalah kesakitan, kesedihan, dan penyesalan yang terasa seakan tidak pernah berakhir.
Jelas-jelas Xian Ran mengenali sosok mahkluk itu karena setiap ras baik manusia, elf, monster pasti mengenal sosok mengerikan itu dan Xian Ran tidak menyangka, jika tiba suatu hari dimana dirinya akan berhadapan dengan roh cerberus yang ada di dalam legenda itu.
Sedangkan Bai Zhen mengeluarkan roh harimau putih dengan elemen angin yang mengelilingi seluruh tubuhnya.
Sosok itu adalah Bai Hu sosok harimau putih yang merupakan salah satu penjaga mata angin.
__ADS_1
Cerberus dan Bai Hu mengaum sehingga menimbulkan kerusakan parah disekitar mereka. Apa lagi ketika elemen angin dan api digabungkan maka akan menimbulkan kerusakan dan daya hancur yang sangat luar biasa.
Xian Ran terdiam, dia tidak percaya jika roh salah satu legenda penjaga mata angin juga akan muncul dan akan berhadapan denganya.
Xian Ran kini mulai berkecil hati untuk memenangkan pertarungan, jika dia mengeluarkan seluruh kemampuan dan tenagaya saat ini untuk bertarung melawan mereka, maka hanya dua kemungkinan.
Yaitu Xian Ran pasti akan mati dan kemungkinan.
dan kemungkinan kedua Xian Ran dan tiga sosok itu juga akan mati. tapi Xian Ran agak ragu dengan kemungkinan kedua karena dua sosok lainnya belum bergerak sama sekali entah apa yang mereka berdua rencanakan.
Cerberus melompat kearah peri kehidupan, dari ketiga mulutnya muncul bola api berwarna merah darah yang berukuran raksasa.
Booommm!!
Rune diatas kepala Peri kehidupan seketika hancur berkeping sehingga serangan hujan jarum kayu yang diarahkan kepada jendral agung berhenti.
Bai Hu mengarahkan cakarannya dan terbentuklah tiga siluet bulan sabit yang mengandung elemen angin yang sangat kua, serangan itu bahkan dapat memotong ruang jika berada di tahap tertinggi.
Kini dihadapan peri kehidupan ada tiga sosok yang memiliki kekuatan dan aura yang tidak jauh beda denganya.
Dilihat darimana pun Pertarungan itu merupakan pertarungan yang sangat tidak seimbang. Tiga lawan satu sunggu merepotkan bahkan untuk Xian Ran sekalipun.
Menyadari keadaanya yang mulai terdesak Xian Ran membuat segel tangan tapi sebelum itu Qun Nan melesat dengan sangat cepat menuju kearah Xian Ran tidak membiarkanya untuk menyelesaikan tekniknya.
Xian Ran yang menyadari itu segera ingin membantalkan tekniknya dan ingin menghindar.
Namun...
Trannggg!
Sosok pria tua yang sangat familiar muncul di depannya dan menahan serangan Qun Nan dengan tongkat kayunya.
Xian Ran terkejut melihat pria tua tersebut. Hal itu benar-benar tidak terduga bahwa dia akan diselamatkan oleh sosok yang dia anggap sebagai musuh.
"Lanjutkan teknikmu itu anak muda! biarkan yang tua ini mengurus mereka bertiga."
"........."
Penjelasan:
Peri kehidupan dan peri alam merupakan sosok yang sama yang merupakan sebutan dari Dewi kehidupan.
__ADS_1
Contohnya saja pada ras elf atau ras lain yang memiliki telinga runcing, Dewi kehidupan sering dipanggil dengan sebutan peri alam
dan ras monster memanggilnya sebagai peri kehidupan sedangkan manusia memanggilnya dengan sebutan Dewi kehidupan.