SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Membangun Kekaisaran Es Utara


__ADS_3

2 minggu kemudian setelah kejadian itu..


Yan Liyan kini telah sembuh total dan mulai fokus untuk membantu Bing Hua mengatur dan menyelesaikan permasalahan istana Kekaisaran Es utara, seperti memberikan banyak kayu untuk mengatasi permasalahan penduduk imigrasi yang akan bertempat tinggal di wilayah Kekaisaran.


Dan juga membantu para pembisnis yang akan mendirikan usaha mereka seperti mendirikan penginapan, karena bahan materialnya dari Kekaisaran, maka keuntungan yang diperoleh oleh bisnis itu akan dibagi dua dengan pihak istana.


Persyaratan tersebut telah disetujui antara kedua belah pihak karena saling menguntungkan satu sama lain.


Mereka tentunya mendapatkan perlindungan dari pihak Kekaisaran jika suatu hari nanti terjadi sesuatu yang tidak diinginkan seperti rusaknya properti yang diakibatkan oleh pihak luar.


Yan Liyan juga menyiapkan lahan baru dan luas sebagai zona ekonomi Kekaisaran. Artinya tanah tersebut tidak diperbolehkan di dirikan bangunan apa pun oleh masyarakat, yang nantinya tanah tersebut akan ditanam berbagai macam kebutuhan pokok yang semuanya dikuasai oleh pihak istana.


Sedangkan wilayah yang lain dikuasai oleh para bangsawan untuk mengurus wilayah mereka masing-masing dan tentunya mereka wajib memberikan upeti terhadap pihak Kekaisaran setiap bulannya.


Dan juga, karena wilayah Kekaisaran kekurangan sumber air. Yan Liyan membuat saluran irigasi dengan air yang bersumber dari air terjun hangat yang berada di gunung berjarak sangat jauh dari wilayah istana, sehingga membutuhkan banyak tenaga kerja dan tentunya uang untuk membuat saluran irigasi tersebut.


Aliran irigasi itu nantinya akanmengairi perkebunan kecil masyarakat serta zona ekonomi milik istana.


Ya, Kekaisaran Es utara memang miskin akan sumber daya mineral, tapi sumber daya manusia mereka sangat berkualitas, karena penduduk pribuminya telah ditempa oleh keadaan untuk bertahan hidup di dalam aray yang begitu kecil selama jutaan tahun.


Tentu selama jutaan tahun itu mereka mengembangkan berbagai macam cara untuk membuat tanah tetap subur untuk ditanami agar memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat supaya mereka tetap bertahan hidup.


Di siang hari yang begitu terik,


Saat ini Yan Liyan sedang melihat-lihat para perkerja yang sedang mengali saluran irigasi, tapi tiba-tiba saja muncul Xue Yu di belakangnya.


Yan Liyan tentu menyadari itu dan mengucapkan selamat kepada calon mertuanya ketika merasakan jika tingkat kultivasinya telah meningkat lagi.


"Akhir-akhir ini kalian berdua sangat sibuk. Putriku Bing Hua mengurus bagian dalam istana sedangkan kau mengurus bagian luarnya, jika seperti ini terus kalian berdua akan sangat jarang bertemu dan berkomunikasi."


ucap Xue Yu yang khawatir jika permasalahan istana akan membuat hubungan Yan Liyan dan putrinya merenggang karena sibuk mengurus urusan masing-masing.


"Ibu tidak perlu khawatir seperti itu, Hubungan kami berdua tidak akan merenggang hanya karena itu, lagi pula kami berdua saling mengerti satu sama lain." Yan Liyan mengerti dengan kekhawatiran ibunya dan berusaha untuk menenangkanya.


"Huh.. Sudahlah. Kapan Aku akan bertemu dengan ibu mu?" Xue Yu mengalihkan pembicaraan, jujur saja dia ingin sekali bertemu ibu Yan Liyan karena ada sesuatu yang Xue Yu ingin tanyakan kepadanya.

__ADS_1


Yan Liyan mengerutkan kening berpikkr untuk mempertimbangkan waktu yang tepat.


"Setelah aku mengurus semua permasalahan wilayah ini, Lalu mengangkat pemimpin baru yang akan menggantikan Bing Hua untuk sementara waktu."


Xue Yu mengangguk, Dia juga telah memikirkan hal itu, karena dia tidak ingin jika putrinya hanya terkurung di dalam dunia yang kecil serta minimnya sumber daya yang tidak dapat digunakan untuk meningkatkan kultivasi ke tingkat yang lebih tinggi.


Xue Yu sekarang ini ingin putrinya dapat menjelajahi alam kebadian untuk mencari pengalaman. Tentu saja dia menginginkan itu, karena sangat percaya dengan Yan Liyan.


Jika tidak, maka sudah pasti Xue Yu menyuruh mereka berdua untuk segera menikah lalu hidup bersama mengurus wilayah Kekaisaran Es Utara.


"Kira-kira berapa waktu yang Kalian berdua perlukan untuk menyelesaikan semua urusan ini?" tanya Xue Yu dengan penasaran.


"Setengah tahun, dalam kurun waktu enam bulan Aku dan Bing Hua akan menyelesaikan seluruh urusan Kekaisaran sekaligus kami akan mempelajari hukum dao sebelum menemui ibuku." ucap Yan Liyan yang telah mempertimbangkan semua ucapannya tadi.


"Seperti itu ya.... Lakukan sesukamu. Aku akan membantumu jika kau memerlukan bantuanku."


Sebagai mantan penduduk alam keabadian, tentunya Xue Yu memiliki pengetahuan tentang hukum Dao yang lebih mendalam daripada Mei Lin.


Jadi Xue Yu akan sangat membantu banyak dalam persolaan hukum Dao.


Xue Yu tersenyum melihat Yan Liyan yang terkadang terkesan cuek padanya. Namun Xue Yu sangat mengerti jika sebenarnya Yan Liyan saat ini telah memikirkan banyak hal daripada dirinya.


"Anak dan kedua orang tuanya sama saja. Huh.. Aku harap putriku akan bahagia bersama dirinya dimasa depan nanti. Aku juga tidak sabar ingin melihat cucuku nantinya.. Hehehe." gumam Xue Yu sambil tertawa kecil membayangkan dirinya mengendong anak kecil yang imut dan manis.


Setelah itu dia menghilang dari tempat tersebut menuju ke istana Kekaisaran.


".......... "


Di Wilayah Kekaisaran Phoenix Api lebih tepatnya di dalam istana Kekaisaran Phoenix Api.


Terlihat Mei Lin Dan Xiu Lan sedang berlatih tanding dan Chi Ziran duduk sambil meminum teh hangat memerhatikan latih tanding antara Mei Lin Dan Xiu Lan.


Mei Lin mengeluarkan seluruh teknik yang dia miliki agar Xiu Lan dapat melihatnya secara langsung dan mempelajarinya.


Mei Lin telah memberikan buku teknik yang berisi seluruh teknik yang dia kuasai saat ini pada Xiu Lan dan menyuruhnya untuk mempelajarinya selama dua minggu ini.

__ADS_1


Mei Lin mengajarinya teknik beladiri terlebih dahulu karena Xiu Lan sangat lemah dalam hal tersebut, sedang tentang ilmu pengetahuan politik, tentunya sebagai ahli strategi dan analisa Xiu Lan sudah sangat lancar dalam hal itu.


"Perhatikan baik-baik seluruh gerakan ku!


Teknik dewi Phoenix Api! Hujan Bola api!" Ratusan Bola api Phoenix melesat menuju Xiu Lan.


Xiu Lan yang melihat itu langsung melakukan hal yang sama.


Hujan Bola api saling berbenturan yang menimbulkan ledakan yang cukup besar, tapi tetap saja bola api milik Mei Lin lebih mendominasi sehingga ada beberapa bola api yang lolos dan melesat kearah Xiu Lan.


Di saat Bola api tersebut hampir mengenai Xiu Lan.. Chi Ziran menggerakan tangannya membentuk dinding penghalang es yang melindungi Xiu Lan dan memadamkan teknik bola api Phoenix tersebut.


Xiu Lan yang melihat itu tampak kecewa karena selama dua minggu penuh ini, dia belum menguasai teknik tersebut secara sempurna.


"Tidak perlu merasa kecewa seperti itu, Kau berkembang dengan pesat selama dua minggu terakhir ini. Apa kau tahu, jika aku membutuhkan waktu satu tahun penuh untuk menciptakan teknik Hujan bola api dan memerlukan waktu dua bulan untuk meningkatkanya ke tahap yang lebih sempurna." ucap Mei Lin yang mencoba menghibur Xiu Lan agar lebih bersemangat lagi.


"Benarkah?" ekspresinya menjadi cerah ketika mendengar cerita Mei Lin.


Sedangkan Mei Lin hanya tersenyum sebagai tanggapan.


"Mm.. Guru.. Apa ada seseorang lagi yang lebih cepat daripada aku dalam menguasai teknik ciptaan guru?" Karena menganggap dirinya sudah sangat jenius. Xiu Lan ingin membandingkan dirinya dengan sosok yang menguasai teknik gurunya tadi.


Mendapatkan pertanyaan semacam itu, tiba-tiba saja Mei Lin teringat akan Yan Liyan yang dapat menirukan teknik ciptaanya tadi dengan sempurna hanya dalam sekali lihat.


"Tentu saja ada, tapi sebaiknya Aku tidak membicarakanya." ucap Mei Lin dengan wajah memerah karena mengingat kejadian dua minggu yang lalu.


Sejak saat itu hubungan Mei Lin dan Yan Liyan menjadi canggung, bahkan Mei Lin selalu menghindar jika bertemu dengan Yan Liyan karena saking malunya.


Sedangkan Xiu Lan hanya mengangguk ketika mendengar jawaban Mei Lin serta melihat ekspresi yang berubah dari gurunya itu. Dan mulai memduga-duga tentang alasan kenapa gurunya tidak ingin membicarakanya.


"Baiklah."


"Kalian berdua kemarilah! Hari sudah mulai sore. Istrahat lah terlebih dahulu... Aku sudah menyuruh para pelayanan untuk menyiapkan camilan."


Chi Ziran memanggil mereka berdua untuk beristirahat terlebih dahulu.

__ADS_1


Mei Lin dan Xiu Lan hanya mengangguk lagi pula mereka telah berlatih selama seharian penuh. Mereka berdua lalu berjalan menuju kearah Chi Ziran yang sedang menikmati beberapa camilan yang baru saja di bawahkan oleh para pelayan.


__ADS_2