
Mei Lin mendengus kesal ketika mendengar ucapan tidak pasti dari tuanya.
"apa tuan tidak bisa menjawab pertanyaa dariku dengan pasti..?
"aku rasa tidak, aku tidak bisa melakukanya kecuali jika aku bisa melihat masa depan dan hal itu mustahil untuk terjadi." ucap Yan Liyan.
tidak lama kemudian dia berhenti dan menoleh kearah restaurant didepanya setelah itu dia memakai topengnya kembali yang dia lepas ketika memakan daging kelinci bakar tadi.
setelah itu Yan Liyan masuk kedalam restaurant dan melihat 7 orang menggunakan topeng yang sama denganya Yan Liyan bergegas dan duduk berhadapan dengan mereka.
"apa aku membuat kalian lama menunggu..?
"tentu saja tidak kami juga baru saja datang."
"tuan bisa memakan makanan sepuas yang tuan inginkan karena kami telah menjual tanduk kadal biru dengan harga yang sangat mahal.." ucap salah satu dari mereka dan mengeluarkan 8 cincin penyimpanan.
"kami sudah membagi rata antara bagian kami dan tuan mendapatkan yang terbanyak dari pada kami."
Yan Liyan yang mendengar itu tersenyum kecut padahal tadi dia menyuruh mereka untuk membagi rata hasil penjualan tanduk kadal biru itu.
tapi Yan Liyan menerima cincin penyimpanan yang telah menjadi bagianya dia tidak masalah sama sekali dengan hal itu.
'jika mereka tidak ingin mendapatkan keuntungan kenapa harus dipaksa.'
"pelayan....!!" teriak salah satu dari mereka.
tidak lama kemudian datang seorang pelayan menunduk kepada mereka.
"apa yang ingin tuan-tuan pesan..?
"bawakan kami minuman arak terbaik yang ada ditempat ini.." ucap salah satu dari mereka.
"kau benar aku telah lama tidak minum arak bawakan kami 8 kendi arak.
"tuan... tuan ingin pesan minuman apa lagi tenang saja untuk malam ini aku yang akan traktir.."
"benarkah...? tanya 6 orang dengan ekspresi senang."
"tentu saja tidak aku hanya bilang untuk menraktir tuan.." ucapnya dengann kesal pada mereka.
"tidak... terimakasih." ucap Yan Liyan karena dia tidak terbiasa dengan minuman yang namanya arak itu.
"kenapa tuan menolaknya..? kalau aku jadi kau aku akan langsung menerimanya.."
"itu karena lulaku belum sembuh jika aku meminum arak maka darah dalam tubuh akan sangat cair dan hal itu akan memperlambat proses pembekuan darah lalu mempengaruhi proses penyembuhan luka yang aku alami.." jelas Yan Liyan pada mereka.
"apa maksudnya itu..?" tanya salah satu dari mereka dengan bingung.
"entahlah... siapa peduli dengan hal itu, pelayan kami hanya pesan 7 kendi arak terbaik."
pelayan di depan mereka yang mendengar itu hanya mengangguk lalu pergi untuk menyiapkan pesanan mereka.
__ADS_1
'alasan yang sangat bagus..' Mei Lin tersenyum ketika mendengar penjelasan yang menurutnya absurd dari tuanya itu.
'ternyata pengetahuan provesi tabib bisa berguna disaat seperti itu.' batin Yan Liyan.
"memangnya kenapa tuan bisa terluka..?"
"itu.. tadi aku bertemu dengan tuan muda keluarga Dao Zhe kemudian...
"sebaiknya tuan menghentikan cerita tuan karena kami sudah mengerti apa yang terjadi setelah itu."
Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk dan mengira jika mereka pernah mengalami pengalaman buruk dengan Dao Zhe.
"sebenarnya aku juga ingin menyampaikan pada kalian jika kita mendapatkan Misi dari pemimpin kota.."
"misi..?
"ya.. kita ditugaskan untuk mengawal tuan muda Dao Zhe menuju kekaisaran Xue.." ucap Yan Liyan.
7 orang didepanya yang mendengar itu hanya menggeleng.
"apa tidak ada misi pengawalan orang lain selain mengawal tuan muda sombong sepertinya."
"ya... kau benar dia berbeda sekali dengan ayahnya aku juga tidak bisa membayangkan keadaan kota ini jika di masa depan nanti dia akan memimpin kota Utara."
"sudahlah... pikirkan hal itu nanti." ucapnya mereka lalu menerima arak yang dibawa oleh pelayan.
setelah itu mereka minum arak sampai mereka puas dan mabuk sedangkan Yan Liyan dia memandan mereka dengan rumit.
"umurmu masih terlalu dini untuk mengetahuinya suatu saat kau pasti akan mengetahuinya sendiri." ucap Mei Lin.
"he... kau berbicara seolah kau telah mengonsumsi minuman seperti itu.."
"aku memang pernah meminum minuman seperti itu tapi dengan jenis yang sangat berbeda minuman yang pernah aku konsusi tidak memabukan dan terbuat dari anggur yang dapat menenagkan jiwa.."
"terserah apa yang kau katakan tapi aku tidak akan pernah mengonsumsi minuman seperti itu."
"berjanjilah seorang laki-laki sepertimu harus menepati janjinya bukan..?"
Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk.
"um..aku berjanji."
"itu sangat bagus.." ucap Mei Lin sambil tersenyum tipis.
"sudahlah..." Yan Liyan lalu berjalan menuju kearah resepsionis.
"aku memesan penginapan VIP." ucap Yan Liyan.
restaurant itu memang menyiapkan jasa penginapan untuk orang-orang.
"eh.. apa.? tanya resepsionis itu pada Yan Liyan.
__ADS_1
"aku ingin memesan kamar VIP untuk satu malam." Yan Liyan mengurangi lagi perkataanya tadi.
"1 batu Qi tingkat tinggi untuk perlamalamya tuan.."
Yan Liyan langsung mengeluarkan 2 batu Qi tingkat tinggi dan menaruhnya diatas meja.
"ambil saja kembalianya aku terlalu kaya untuk menyimpan banyak benda seperti itu didalam cincin penyimpananku."
setelah itu Yan Liyan mengambil kunci kamar dan naik kelantai dua yang merupakan tempat penginapan.
"terimakasih tuan.." pelayan resepsionis itu menerima satu batu Qi tingkat tinggi dengan senyuman cerah dan langsung bergegas keluar dari restaurant itu.
sedangkan Yan Liyan dia sekarang berada di dalam kamar mewah dan fasilitas lengkap dan mewah.
"bukankah tuan terlalu baik., ah.., tidak maksudku naif." ucap Mei Lin yang telah mengganti penampilanya menjadi burung phoeniks.
"diamlah.., kau juga tahu kan jika terlihat ekspresi sedih dan ketidak berdayaan dari orang itu membuatku merasa ibah padanya."
ucap Yan Liyan lalu melepaskan topeng dan terbaring diatas kasur yang terasa sangat lembut dan selimut yang terbuat dari kain sutra membuatnya merasa ingin tidur.
"tetap saja...
ucapan Mei Lin terhenti ketika melihat tuanya telah tertidur dengan lelap.
Mei Lin yang melihat itu hanya menggeleng lalu tertidur disamping tuanya.
pagi harinya....
Yan Liyan terbangun pada saat matahari belum terbit sepenuhnya dia langsung bergegas membersikan diri setelah itu dia memakai pakaian jubah phoeniks dan topeng iblis.
"aku tidak tahu apa ini diizinkan tapi memakai Zira membuatku merasa tidak nyaman."
"apa tuan tidak terlihat mencurigakan jika berpenampilan seperti itu."
"tenang saja aku selalu punya alasan untuk sesuatu yang aku lakukan."
"terserah tuan saja.."
setelah itu Yan Liyan melesat menuju kelantai bawah dan membangunkan 7 orang yang sedang tertidur.
setelah mereka bangun mereka langsung melesat dengan kecepatan penuh menuju kearah bangunan pusat pemimpin kota.
"aku berharap ini belum terlambat.." ucap salah satu dari mereka dengan khawatir.
"aku juga ini semua salahmu karena memesan terlalu banyak minuman tadi malam.."
"hentikan itu...! kalian tidak akan menyelesaikan masalah." ucap Yan Liyan lalu melesat lebih cepat diikuti oleh 7 orang dibelakangnya.
tidak lama kemudian mereka telah sampai di depan pintu gerbang dan melihat tuan muda Dao Zhe baru saja menaiki kereta kuda.
"huh... untung saja." ucap mereka menghela nafas lega karena datang dengan tepat waktu.
__ADS_1
setelah itu mereka mengikuti kereta kuda yang ditumpangi oleh Dao Zhe dari segala sisi untuk menjaga dan memastikan keamanannya.