
Setelah Yan Liyan keluar dari invetory sistemnya dia langsung pergi kemeja makan.
"huh... sepertinya mereka berdua belum pulang." ucap Yan Liyan yang melihat tempat itu sangat sepi.
setelah itu Yan Liyan pergi kedapur untuk menyiapkan makanan.
Yan Lin dan Bing Hua baru datang setelah Yan Liyan menyiapkan makanan.
mereka berdua terkejut ketika melihat penampilan tuanya sangat berbeda dari sebelumnya.
"tuan penampilan anda...
"aku tahu, penampilanku terlihat sedikit berbeda bukan.?
Yan Lin yang mendengar itu hanya mengangguk.
"tuan benar, anda terlihat lebih tampan." ucap Yan Lin dengan muka yang sedikit memerah.
"terimakasih, senang bisa dipuji olehmu." ucap Yan Liyan sambil tersenyum.
sedangkan Bing Hua yang melihat banyak makanan yang tersedia diatas meja makan menatap Yan Liyan dengan ekspresi bersalah.
"maafkan kami tuan karena tidak pulang lebih cepat sehingga tidak menyiapkan makanan untuk anda." ucap Bing Hua.
"tidak perlu meminta maaf, sekarang kita makan terlebih dahulu aku sudah menunggu kalian dari tadi." ucap Yan Liyan.
Bing Hua dan Yan Lin mengangguk mendengar itu dan duduk dikursi lalu mereka makan bersama.
15 menit kemudian mereka telah selesai makan.
"rasa dari masakan ini sangat enak, darimana tuan belajar memasak makanan seperti ini.? tanya Yan Lin.
"aku belajar sendiri." jawab Yan Liyan.
"oh ya... Yan Lin ambilah ini kau harus meningkatkan rana kultivasimu dengan segera, kau tidak mau ketinggalan dengan mereka bertiga bukan."
ucap Yan Liyan memberikan 3 butir pil berwarna perak yang dia suling dari rumput perak.
Yan Lin yang melihat Yan Liyan memberikan 3 butir pil untuknya hanya mengangguk.
"terimakasih tuan aku akan meningkatkan kekuatanku dan tidak mengecewakan anda."
ucap YanLin menerima pemberian Yan Liyan dan pergi dari tempat itu untuk melakukan kultivasi tertutup di dalam kamarnya.
kini dimeja makan itu hanya menyisakan Yan Liyan dan Bing Hua.
"apa ada tugas untuku tuan.? tanya Bing Hua.
"iya.. aku tugaskan kau untuk memantau keadaan kekaisaran Han dan juga lindungi putri Han Guang." ucap Yan Liyan dengan ekspresi serius.
"apa ada yang spesial denganya sehingga tuan menyuruhku untuk melindunginya.? tanya Bing Hua dengan ekspresi keheranan.
"seperti itulah... dia memiliki Elemen cahaya dan kau pasti tahu apa artinya itu."
__ADS_1
"walaupun aku tidak ingin menjadi seorang pahlawan tapi aku tidak akan membiarkan para bangsa iblis menginvasi alam tingkat rendah ini."
Bing Hua yang mendengar hal itu hanya mengangguk dan memakai jubah dan topeng saljunya lalu menghilang dari tempat itu.
"huh... sekarang sudah saatnya menyelesaikan masalah Xiao Yi." ucap Yan Liyan lalu menghilang dari tempat itu setelah membeli sesuatu dari sistemnya.
didalam gua yang terletak digunung Es Xiao Yi bersilah dengan ekspresi wajah ketakutan ketika mendengar suara seseorang dari dalam batinya.
"si...siapa kau sebenarnya.?
"dan apa yang kamu inginkan dariku.? tanya Xiao Yi.
"aku adalah kau dan yang aku inginkan adalah mengambil ahli tubuhmu." ucap sosok yang berada di dalam diri Xiao Yi.
"kenapa kau melakukan hal itu apa aku pernah berbuat salah padamu.?
"hahahaha... karena kau memang ditakdirkan untuk itu." jawab sosok itu.
wusss........
aura pekat berwarna hitam menyelimuti tubuh Xiao Yi dan tidak lama kemudian aurah hitam itu menghilang dan terlihat sosok Xiao Yi dengan penampilan yang berbeda.
kini terlihat sosok Xiao Yi dengan penampilan dewasa serta mata merah yang dimilikinya berubah warna menjadi hitam pekat.
"akhirnya aku bisa mengambil ahli tubuh ini." ucapnya sambil menyeringai.
"oh.. benarkah itu... aku rasa itu tidak." ucap seseorang yang berjalan menuju kearah Xiao Yi dengan santainya.
"cih.... kau manusia rendahan, apa kau tidak tahu siapa aku.? ucap sosok itu dengan nada yang merendahkan Yan Liyan.
"dan sekarang atas ikatan jiwa aku perintahkan kau jangan bergerak atau aku akan menghancurkan jiwamu." ucap Yan Liyan dengan nada merendahkan sosok didepannya.
sosok itu yang mendengar ucapan anak didepanya hanya menggertakan giginya karena merasa jiwanya sudah diikat oleh sesuatu dan hanya bisa menurut ketika mendengar perintah dari Yan Liyan.
Yan Liyan yang melihat sosok didepan terdiam hanya tersenyum tipis.
"sekarang yang terakhir."
"tehknik segel darah, tehknik pertama. ikatan jiwa." gumam Yan Liyan sambil membuat segel tangan.
wusss
muncul pola bintang berwarna merah darah diantara mereka berdua.
Yan Liyan yang melihat itu melukai tanganya menggunakan belati dan meneteskan darahnya kepolah bintang itu.
dara itu mengalir menuju Xiao Yi setelah itu tubuh Xiao Yi diselimuti aura merah darah dan menekan sosok itu.
argkh.......
argkh.....
teriak sosok itu dengan suara yang memilukan.
__ADS_1
"jika kau membunuhku maka orang ini akan ikut terbunuh juga bersama denganku ." ucap sosok itu dengan nada mengancam.
"cih... memangnya siapa yang ingin membunuhmu, aku hanya ingin menyegelmu sampai Xiao Yi bisa mengendalikan mahkluk berbahaya sepertimu." gumam Yan Liyan.
argkh.......
suara terakhir dari teriakan memilukan dari sosok itu sebelum suara itu menghilang.
dan memperlihatkan tubuh Xiao Yi yang kembali normal yang terbaring lemah tidak sadarkan diri dan seluruh tubuhnya dipenuhi oleh cairan hitam yang mengeluarkan bau yang menyengat.
Yan Liyan yang melihat itu langsung bergegas menuju Xiao Yi dan membawanya masuk kedalam ruang invetory sistemnya.
didalam invetory sistem...
Yan Liyan langsung membawa Xiao Yi kekolam air kehidupan lalu membaringkanya disana.
"apa yang terjadi padanya tuan.? tanya Mei Lin yang tiba-tiba muncul dan mendarat dibahu Yan Liyan.
"dia baru saja menerobos ke rana pertapa suci tadi atau mungkin tidak." ucap Yan Liyan dengan ekspresi yang sulit untuk diartikan.
"maksud tuan...? tanya Mei Lin bingung dengan ucapan Yan Liyan.
"maksudku dia tidak mengalami kesengsaraan petir ketika menerobos ke rana pertapa suci yang menandakan dia sudah pernah mencapai tingkat kultivasi ini sebelumnya." jelas Yan Liyan.
Mei Lin yang mendengar itu hanya mengangguk karena menurutnya selain tuanya sosok Xiao Yi juga terlihat sangat misterius baginya.
'huh...siapa sebenarnya adik Yi ini.? bahkan dengan versi sistem yang sekarang aku belum bisa melihat statusnya dengan jelas.'
batin Yan Liyan sambil menghela nafas lalu pergi dari kolam itu itu untuk menyegarkan pikiranya.
Yan Liyan duduk ditepi sungai sambil melihat pantulan wajahnya di air.
"tuan setelah aku pikir dengan baik sepertinya aku setuju dengan penawaranmu." ucap Mei Lin.
Yan Liyan yang mendengar itu menoleh kearah Mei Lin.
"apa yang membuatmu berubah pikiran sepertinya tadi kau terlihat kesal kepadaku." ucap Yan Liyan memandang Mei Lin dengan aneh.
"entahlah.. setelah kupikir lagi tuan bisa saja mengambilnya secara paksa dariku bukan dan aku tidak bisa melawan jika tuan melakukan hal itu karena aku merupakan binatang kontrakmu."
"tapi tuan malah menawarnya dengan sesuatu yang sangat menguntungkan bagiku." jelas Mei Lin.
"jadi seperti itu ya.... sekarang kau mengerti bukan aku ini tidak mengambil keuntungan darimu tapi kita ini saling menguntungkan."
"jadi jangan menganggapku seperti orang-orang diluar sana yang akan memanfaatkan binatang kontrak mereka dengan sesuka hati." ucap Yan Liyan.
Mei Lin yang mendengar itu hanya mengangguk lalu memembentangkan sayapnya tidak lama kemudian jatuh dua helai buluh dari sayapnya.
sedangkan Yan Liyan mengeluarkan pedang teratai Es dan pedang cahaya pembunuh iblis didalam cincin penyimpananya.
lalu mengambil dua helai buluh sayap Mei Lin dan memasangnya dikedua ganggang pedang itu.
"sekarang kau bisa mengambil daun pohon kehidupan itu sesukamu tapi sesuaikan dengan kebutuhanmu, jangan terlalu berlebihan karena ukuran pohon itu masih terlalu kecil."
__ADS_1
Mei Lin yang mendengar itu hanya mengangguk.
"aku mengerti tuan." ucapnya lalu terbang menuju pohon kehidupan.