
Xiao Yi memandang kearah Yan Liyan masih dengan wajah yang merah padamnya.
"Suami..
ucapan Xiao Yi terhenti ketika melihat ekspresi dari Yan Liyan yang seperti menyuruhnya untuk diam.
Selang beberapa menit berlalu....
Yin Yue Zhi telah tertidur dengan nyenyaknya meninggalkan rasa penasaran yang masih menjanggal di hatinya, karena dia sama sekali tidak mendapat tanggapan dari ayah dan ibunya mengenai permintaanya tadi.
"Apa kita akan melanjutkan perjalanan?!" tanya Xiao Yi lagi.
Dia merasa akan sangat berbahaya jika membawa anak kecil pada perjalanan mereka kali ini.
"Hanya aku saja yang akan melanjutkan perjalanan, Sedangkan mereka berdua aku akan memindahkan mereka ke dalam ruang jiwaku agar mereka bisa bermain di sana. Kau juga harus mengawasinya."
Xiao Yi mengangguk ketika mendengar itu, tampak sangat setuju dengan saran Yan Liyan.
"Aku penasaran tentang bagaimana caramu akan menjelaskan tentang mereka berdua pada 4 kekasih mu yang lain?" Xiao Yi berpikir jika Yan Liyan akan pulang ke istana setelah menjelajahi seluruh ruang dimensi.
"Entahlah untuk sekarang ini aku sama sekali tidak tahu, tapi aku akan berusaha untuk menjelaskanya dan membuat mereka berempat menerima keberadaan dari Yin Yue Zhi dan Hao Lang, tapi tentu saja itu tidak akan berjalan dengan mudah." ucap Yan Liyan mengingat Jiu Wei.
Sosok Jiu Wei pasti akan memprovokasi Bing Hua dan Xian Rann dan akan menjelek-jelekan dirinya sebagai sosok yang tidak baik.
Ya, perkataan Jiu Wei terkadang memang dapat menjadi racun yang mematikan bagi kekasihnya yang lain, belum lagi Yan Liyan juga harus menjelaskanya ke ibu mertuanya.
Yan Liyan merebahkan diri dengan beban pikiran sehingga membuat Yan Liyan tidak bisa menikmati indahnya pemandangan langit pada malam itu.
Sedangkan Xiao Yi hanya tersenyum, Dia mengerti dengan masalah yang akan dihadapi oleh Yan Liyan setelah dia pulang nanti.
".......... "
Keesokan harinya...
Yan Liyan memasukkan Xiao Yi, Yin Yue Zhi dan Hao Lang kedalam ruang inventory sistemnya.
Xiao Yi berpesan jika Yan Liyan telah sampai di dimensi puncak atau singgasana dewa kegelpan, Dia harus mengeluarkan dirinya.
Yan Liyan hanya mengiyakan saja permintaan dari Xiao Yi.
__ADS_1
Setelah itu Yan Liyan kemudian melanjutkan perjalanannya hanya seorang diri saja, Dia menghelah nafas lega karena akhirnya dia hanya sendiri, tanpa ada yang mengganggu dan bertanya padanya selama perjalanan.
1 Minggu kemudian....
Yan Liyan telah memasuki 5 dimensi jendral dewa kegelapan dan menemukan berbagai macam benda berharga di sana dan tentunya dia harus membunuh setiap sosok yang bertugas untuk menjaga kediaman dari jendral dewa kegelapan.
Di dimensi ke 24 Yan Liyan menemukan senjata berupa cambuk yang mengandung unsur api dari seekor Qilin.
Qilin Sendiri merupakan Bina Mitos yang keberadaannya telah lama punah di alam tingkat tinggi, bahkan mereka sudah tidak ada sejak perang kuno dulu.
Tentu saja menemukan benda berharga semacam itu membuat Yan Liyan sangar senang dan berpikir jika cabuk itu akan sangat cocok di berikan pada Su Fengli dan Qiao Mi atau 5 kesatria pelindung jika mereka memang cocok menggunakan senjata itu.
Di dimensi ke 25 Yan Liyan menemukan senjata berharga lagi berupa sebuah busur panah dengan kekuatan ras peri.
Pada awalnya busur panah itu tersegel dengan sangat kuat, bahkan membutuhkan waktu yang cukup lama sampai Yan Liyan berhasil membuka segel tersebut.
Sama seperti ras Qilin, ras peri sendiri juga telah punah bahkan konon menurut cerita lama, jika ras peri telah punah terlebih dahulu sebelum ras Qilin dalam artian ras peri telah punah di alam tingkat tinggi sejak era kekacauan.
Era kekacauan adalah dimana pada saat itu terjadi kekacauan yang luar biasa di alam tingkat tinggi karena tidak ada aturan yang membatasi wewenang dari ras tertentu.
Semua ras memperebutkan wilayah dimensi sebagai tempa tinggal mereka masing-masing dengan cara membunuh ras lain yang menempati dimensi yang akan menjadi tempat tinggal mereka.
Zaman itu juga merupakan awal terciptanya alam tingkat tinggi atau bisa disebut sebagai era paling awal daripada era yang lain.
Tapi ras elf dan dyrad sangat meyakini jika ras peri itu memang benar-benar ada, jadi mereka menjadikan nama peri sebagai kata depan dari julukan mereka yang berarti pelindung.
Peri alam yang berarti pelindung alam.
Yan Liyan yang menemukan senjata yang mengandung kekuatan peri tentu merupakan sesuatu yang sangat membahagiakan untuknya.
Di Dimensi Ke 26, Yan Liyan menemukan banyak sekali ramuan racun yang sangat mematikan dan terdapat pil stengah jadi, dan ada pil yang terbuat dari dari bahan kristal bintang mitos burung petir.
Yan Liyan tidak mengetahui dimana salah satu jendral dewa kegelapan menemukan kristal dari ras binatang mitos itu, karena menurut pengetahuan Yan Liyan, jika ras burung petir hanya hidup di alam keabadian.
Di ruangan itu juga Yan Liyan menemukan banyak tungku pil dengan berbagai macam tingkatan, tentu saja Yan Liyan mengambil semua tungku tersebut untuk diberikan kepada calon alchemis Kekaisaran Es Utara nantinya.
Di dimensi ke 27, Yan Liyan menemukan inti api berwarna biru yang merupakan jenis api spesial yang sedikit lebih lemah daripada jenis api putih.
Yan Liyan menyimpan inti api tersebut untuk diberikan kepada orang yang tepat nantinya. Di dimensi itu, Yan Liyan juga menemukan tiga jenis besi neraka berwarna kuning, abu-abu, dan merah yang mempunyai ukuran yang sangat besar.
__ADS_1
Yan Liyan menduga jika sumber penciptaan uang dari dimensi sebelumnya berasa dari dimensi ke 27 dan tanpa basa-basi Yan Liyan mengambil seluruh mineral besi neraka itu.
Di dimensi ke 28, Yan Liyan menemukan berbagai macam senjata, mulai dari senjata tingkat bumi, langit, dan surgawi. Sepertinya jendral yang menempati dimensi ke 28 merupakan sosok yang memasok persediaan senjata untuk seluruh perajurit.
Serta terdapat alat-alat yang digunakan untuk menempa di dimensi itu dan tidak lupa Yan Liyan mengambil semuany tidak menyisakan satu pun.
Dan hari ini Yan Liyan sedang berada di dimensi Ke 29.
[DING.. Dimensi ini merupakan tempat tinggal dari naga kegelapan tuan. Sistem merasakan adanya potongan roda takdir di tempat ini]
Pemberitahuan dari sistemnya tentu saja sangat mengejutkan Yan Liyan. Dia tidak pernah menyangka jika dia akan menemukan potongan takdir lagi dalam jangka waktu yang berdekatan.
"Karena Naga kegelapan merupakan jendral utama, tentu dia memiliki benda lain yang lebih berharga dari benda-benda yang ada di dimensi sebelumnya." gumam Yan Liyan dengan tidak sabaran ingin menjarah seluruh benda berharga yang ada di dalam dimensi itu juga.
Yan Liyan kemudian melesat mengikuti arahan dari sistemnya.
Tidak lama kemudian, Dia telah sampai di sebuah istana yang sangat besar, istana tersebut sama. sekali tidak memiliki penjaga sehingga Yan Liyan dapat masuk dan menjarah semua barang-barang yang ada di tempat itu dengan sangat mudah.
Jika saja naga kegelapan masih hidup, mungkin dia akan sangat marah ketika melihat Yan Liyan mengambil semua bagian istananya layaknya seorang bandit ulung.
Ya, Yan Liyan mengambil mulai dari pintu gerbang sampai semua ornamen yang ada dikediaman naha kegelapan tanpa meninggalkan sedikit pun.
"He.. dugaanku memang benar, barang-barang di sini lebih berkualitas." gumam Yan Liyan dengan senyuman indahnya.
"Baiklah saatnya mencari potongan roda takdir."
Yan Liyan lalu berjalan mengikuti arahan dari sistemnya yang menuntunya ke tempat potongan roda takdir itu disimpan.
Di perjalanan...
Yan Liyan tampak keheranan, sebenarnya dia memikirkan semua ini sejak beberapa hari yang lalu.
"Kenapa delapan jendral dewa kegelapan tidak menggunakan senjata berharga mereka pada saat waktu perang dulu?
Yan Liyan sebenarnya memiliki dua pendapat tentang itu, tapi dia tidak bisa memastikan apakah pendapatnya itu benar atau salah.
Pendapat pertama yaitu pada saat itu kedelapan jendral dewa kegelapan meremehkan kekuatan dari aliansi empat ras sehingga mereka tidak menggunakan senjata itu.
Dan pendapat yang ke dua adalah.. para jendral dewa kegelapan memang tidak bisa menggunakan artefak tersebut.
__ADS_1
Tapi yang Yan Liyan tidak ketahui adalah, jika kedelapam jendral memang menggunakan senjata terkuat mereka, dan senjata yang dia telah jarah nenerpaa terakhir bukan merupakan senjata utama mereka.
Dan pendapat ke dua Yan Liyan tidak sepenuhnya salah, karena ada beberapa jendral yang tidak bisa menggunakan senjata yang Yan Liyan jarah, oleh karena itu mereka menyegel senjata tersebut untuk diteliti.