
sore harinya......
para budak telah selesai membangun 300 pondok untuk di tempati masing-masing orang atau perkeluarga.
mereka juga membangun dapur umum dan membagi dua kelompok satu kelompok melakukan perburuan di hutan yang di dilakukan oleh pria
dan kelompok yang satunya bertugas memasak hasil buruan yang dilakukan oleh wanita dengan perintah dan arahan dari Xiao Yi.
sedangkan Yan Liyan tertidur di dalam pondok besar yang disiakan khusus untuk Yan Liyan dan para bawahannya.
Yan Liyan terbangun di sore hari karena dibangunkan oleh Xiao Yi.
"hmm... aku sangat lelah dan juga kenapa kau selalu mengganggu tidurku adik Yi." ucap Yan Liyan dengan sedikit kesal pada Xiao Yi.
Xiao Yi yang mendengar itu hanya mengabaikannya lalu menaruh 3 piring yang berisi daging bakar, sayur dan satu mangkuk nasi putih hangat.
"aku menyiapkan semua makanan ini untukmu kakak Liyan apa kau tahu aku sedikit bersusah payah untuk mendapatkan bahan-bahan makanan ini.." ucap Xiao Yi dengan penuh harap.
Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk lalu memandang makanan yang di bawah oleh Xiao Yi kalau di lihat lebih teliti makanan itu sangat menyelerahkan untuk dimakan.
"umm.. baiklah.. aku akan memakanya." ucapnya Yan Liyan.
setelah Yan Liyan memakan satu suap daei makanan itu dia sangat terkejut.
"ini sangat enak dan juga darimana kalian mendapatkan beras aku rasa aku tidak membeli beras tadi.." ucap Yan Liyan melihat semngkuk nasi putih hangat di depanya.
"itu.., aku menyuruh 10 orang budak untuk membeli 2 ton beras dikekaisaran Xia untuk keperluan makanan ya.. setidaknya itu akan cukup untuk beberapa bulan kedepan.." ucap Xiao Yi.
Yan Liyan yang mendengar itu hanya tersenyum dia tidak menyangka jika Xiao Yi akan melakukan hal seperti itu.
Yan Liyan yang masih makan tersenyum tipis ketika merasakan keberadaan banyak orang dengan kultivasi tingkat ranah surgawi kebawah mendekat kewilayahnya.
setelah Yan Liyan selesai makan dia langsung bergegas keluar dari pondok dan melihat 150 orang mengenakan jubah merah darah sedang berbaris seperti menunggu kedatangan seseorang.
Yan Liyan langsung menghampiri mereka dan langsung saja menunjukan plat berwarna merah darah kepada mereka.
"aku adalah orang yang telah menyewah kalian untuk menjadi seorang pelatih perang dan petarung yang hebat.."
ucap Yan Liyan yang membuat 150 orang itu hanya mengangguk karena sudah mengetahui hal ini dari salah satu penjaga di pusat asosiasi.
tiba-tiba maju salah satu orang yang terlihat seperti pemimpin mereka hal itu ditandai dengan kultivasinya yang berada di rana pertapa surgawi.
__ADS_1
"dimana orang-orang yang harus kami latih tuan..?"
tanya orang itu dengan hormat dia tidak ingin bersinggungan dengan anggota kehormatan pusat asosiasi kabut darah.
"mm... pertanyaan bagus kalian akan melatih orang-orang yang ada dibelakangku latih mereka menjadi seorang perajurit yang sangat tangguh."
ucap Yan Liyan yang membuat para budak yang sedang berkerja sangat terkejut.
"jadi kami akan dijadikan sebagai perajurit kekaisaran baru.."
"iya seperti sepertinya itu.."
"ya... setidaknya ini lebih baik daripada tinggal di tempat seperti kandang itu.."
"ya kau benar setidaknya kita bisa begerak dengan bebas di sini.." bisik-bisik mereka ketika mendengar ucapan dari Yan Liyan.
150 orang pelatih yang mendengar itu hanya mengangguk.
"kapan kami akan melatih mereka..?" tanya pemimpin pelatih.
"aku rasa besok..biarkan mereka beristirahat terlebih dahulu dan aku juga akan membagi tugas untuk mereka kerjakan nanti."
"dan juga kalian harus membuat tempat tinggal sendiri untuk sementara waktu.." ucap Yan Liyan.
sedangkan Yan Liyan mengumpulkan 500 orang budak itu tampak orang-orang itu lebih sehat daripada sebelumnya.
hal itu ditandai dengan ekspresi lesuh mereka saat di tempat penjualan budak digantikan dengan senyuman dan mereka juga dapat berbincang-bincang satu sama lain.
"apa ada ahli ekonomi atau mantan pedagang ulung diantara kalian..?" tanya Yan Liyan pada mereka.
mereka yang mendengar itu hanya terdiam dan tidak lama kemudian sekitar 5 orang pria tua memisahkan diri dari mereka.
"kami berlima adalah mantan pedagang jatuh karena dirampok dalam perjalanan kami tuan.." ucapnya sambil membukuk dengan hormat pada Yan Liyan.
Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk.
"aku tugaskan kalian berlima untuk mengelola tambang yang ada diwilaya ini dan 100 orang lain berkerja sebagai perkerja tambang secara bergiliran untuk setiap harinya."
"dan tenang saja masing-masing dari kalian yang berkerja akan diberi upa dengan jumbla yang sepadan.." ucap Yan Liyan.
para budak yang mendengar itu hanya mengangguk dengan ekspresi senang.
__ADS_1
Yan Liyan yang melihat orang-orang di depanya sangat senang hanya tersenyum.
"beristirahatlah mungkin besok adalah hari terberat kalian.." ucap Yan Liyan lalu menghilang dari tempat itu.
sedangkan para budak bergegas menuju rumah atau pondok yang mereka buat dan tinggali masing-masing.
keesokan harinya...
500 orang-orang berkumpul pada padang rumput yang sangat luas dan dengan arahan dari Yan Liyan 100 orang dari mereka memisahkan diri.
Yan Liyan memandang 150 orang pelatih yang berada di depanya.
"kalian bisa melatih 400 orang itu dan untuk sisahnya mereka akan menjalankan tugas lain dariku.." ucap Yan Liyan sambil memberikan 1 cincin penyimpanan pada pemimpin pelatih itu.
"didalam cincin itu terdapat banyak sekali senjata mulai dari senjata jarak jauh sampai senjata jarak dekat.
"berikan saja senjaya itu pada orang yang menurutmu sangat berbakat untuk menggunakanya." ucap Yan Liyan.
pemimpin pelatih kabut darah hanya mengangguk ketika mendengar ucapan dari Yan Liyan lalu dia berdiri diantara 400 orang yang sedang berbaris itu.
sedangkan Yan Liyan memandang 100 orang di depannya.
"ikuti aku...!!" perintahnya pada mereka lalu melesat menuju kearah tempat tambang diikuti oleh 105 orang di belakangnya.
setelah sampai di tambang mereka melihat sebuah gunung telah di lubangi membentuk sebuah gua yang sangat besar.
Yan Liyan langsung melemparkan 105 cincin penyimpanan pada satu orang.
"didalam cincin penyimpanan itu terdapat alat untuk menambang bagikan pada semua orang dan juga tambang batu dan kristal Qi sebanyak yang kalian bisa.." ucap Yan Liyan.
sedangkan 100 orang yang mendengar itu hanya mengangguk lalu dengan peralatan tambang.
mereka menambang batu dan kristal Qi tidak lupa juga dengan besi merah lalu menaruhnya di dalam cincin penyimpanan yang diberikan oleh Yan Liyan tadi.
"sedangkan untuk kalian berlima, kalian harus mengawasi kinerja dari mereka dan membuat batu Qi,kristal Qi dan besi merah itu lebih berharga."
"misalnya dibuat menjadi hiasan atau senjata dan suvenir sehingga nilai jualnya lebih mahal setelah itu kalian salurkan kepasar kekaisaran tetangga."
"dan juga kalian harus mencari banyak penempa untuk diperkerjakan di tempat ini pada saat kalian berjualan.. apa kalian mengerti dengan maksudku..?"
5 orang mantan pedagang di depannya Yan Liyan hanya mengangguk.
__ADS_1
"tentu saja kami mengerti tuan."