SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Binatang Peliharaan Mei Lin


__ADS_3

Xue Jia terdiam ketika mendengar perkataan Xian Ran. Dia hanya pasrah menurut karena dari segala sisi dia sangat jauh dari Xian Ran, mulai dari kekuatan atau pun kecantikan.


'Cih.. Aku heran kenapa Yang Liyan mempunyai Kekasih yang sangat kuat dan cantik seperti dirinya. Apa Dia mencuci otaknya dengan menggunakan suatu teknik?' Batin Xue Jia yang mulai memikirkan hal buruk tentang bagaimana Xian Ran yang selalu setia dan menuruti perkataan Yan Liyan.


Walaupun Yan Liyan memiliki wajah yang rupawan. Namun itu tidak akan cukup untuk membuat pasangan seperti Xian Ran dapat dengan mudah menuruti semua perkataanya.


"Hah.. Sudahlah. Aku tidak peduli." Gumam Xue Jia sambil menghela nafas panjang.


Seorang Bocah yang dulunya dia anggap sebagai murid teratai beku dan akan menjadi sosok kuat yang akan selalu melindungi sekte itu nantinya.


Petang telah tiba..


Xian Ran dan Xue Jia masih belum bergerak, tampak mereka berdua dengan sangat sabar mengawasi gua itu, kecuali Xue Jia yang terkadang mendengus kesal.


Di saat mereka berdua sedang mengawasi tiba-tiba saja suhu yang tadinya panas dingin keluar dalam gua tiba-tiba saja menurun.


Xue Jia yang melihat perubahan drastis itu menoleh kearah Xian Ran..


"Tetaplah dibelakangku!"


Xian Ran langsung melesat melapisi seluruh tubuhnya dengan energi kehidupan yang berfungi menahan energi panas dingin jika tiba-tiba keluar dalam gua.


Hal itu juga berfungsi untuk menjadi tameng bagi Xue Jia yang sekarang ini berada dibelakangnya.


Mereka berdua menyusuri gua yang sangat gelap dengan energi panas dan dingin mencekam yang masih tersisa di dalam gua itu.


Tidak lama mereka melesat. Mereka berdua telah sampai di ujung gua. Di sana mereka berdua melihat kawah berukuran kecil dengan lingkaran Yin dan yang di dalam kawah tersebut.


Lingkaran Yin dan Yang itu mengeluarkan energi panas dan dingin yang kekuatanya berkali-kali lipat dibanding energi yang mereka rasakan di luar gua tadi.


Wusss!


"Teknik Naga Es! Pelahap beku!"


Groaaar!


Seekor naga es tiba-tiba muncul di belakang mereka sehingga membuat mereka berdua terkejut. Xue Jia tidak bisa merespon serangan itu karena berlangsung begitu cepat.


Sedangkan Xian Ran sendiri dengan gerakan cepat berdiri di depan Xue Jia dan membuat segel tangan.

__ADS_1


"Teknik alam.. Dewi Kehidupan!"


Wusss!


Dibelakang Xian Ran muncul siulet sosok wanita yang sangat cantik, kecantikn dari sosok siulet itu melebihi kecantikan dari sosok yang pernah Xue Jia lihat.


Sosok siluet tersebut memakai mahkota permata merah dan gaun hijau yang menawan. Aurah dari sosok itu mengeluarkan energi kehidupan yang sangat murni yang memberikan ketenangan bagi setiap mahkluk hidup yang memiliki hati yang bersih.


Siulet itu mengayunkan tangannya.. energi kehijauan keluar dari tangan siulet itu membentuk sebuah pohon yang sangat besar.


Pohon tersebut tumbuh dengan sangat tinggi hingga menembus dinding gua. Tangkai-tangkai dan pohon itu tiba-tiba bergerak dengan sangat cepat membentuk tali lalu melesat seperti rantai mengikat naga besar yang mengaum tadi.


Sehingga membuat naga tadi tidak dapat berkutik. Bahkan bergerak sedikitpun tidak bisa.


Peristiwa tersebut hanya berlangsung sekian detik saja sehingga membuat Xue Jia yang sekarang ini diselimuti oleh aura dari siulet tersebut terperanga.


Xue Jia terperanga, merasa tidak percaya dengan apa yang dia lihat sekarang ini.


"D.. dia seorang Dewi." gumam Xue Jia melihat Xian Ran dengan tatapan pemujaan sekaligus ngeri secara bersamaan.


Xian Ran sendiri menatap tajam kearah naga yang terlilit itu.


"Bukankah Mei Lin berasal dari rasa Phoenix? Kenapa naga sepertimu bisa berada di tempat ini?" Xian Ran memandang tajam naga putih dengan warna mata kuning serta ukuran tubuh yang sangat besar.


"Hentikan itu saudari Ran!" suara lembut terdengar dari dalam kegelapan. Suara itu sangat Xian Ran kenali sehingga membuatnya tersenyum.


Keluar sosok gadis yang sangat cantik dari dalam. kegelapan. Keanggungan dan kecantikan gadis itu seperti Phoenix suci yang sedang berada di altar kehidupan.


Ya, gadis tersebut tidak lain adalah Mei Lin yang sekarang ini penampilanya lebih cantik dari sebelumnya.


Tanda bunga teratai di dahinya mulai perlahan menghilang dan hanya meninggalkan kelopaknya saja, pertanda dia sudah bisa menguasai teknik pedang yang dia dapatkan dulu semaunya tanpa dibatasi waktu lagi.


"Huh.. Akhirnya Aku menemukanmu. Kau tidak tahu betapa sulitnya melacak keberadaanmu setidaknya kau harus memberikan kompensasi atas semua ini." Xian Ran mulai melepaskan tekniknya diikuti sosok sihlet dibelakang perlahan menghilang.


Xian Ran berjalan kearah Mei Lin Dan memeluknya.


"Saudari Lin kau bertambah cantik, membuatku iri saja."


Mei Lin membalas pelukan dari Xian Ran lalu..

__ADS_1


"Kau juga Saudari Ran. Aku yakin jika gege akan semakin menyayangimu." ucap Mei Lin sambil tersenyum.


Selang beberapa waktu mereka melepaskan pelukan. Mei Lin melirik kearah seekor naga yang terlilit dan menoleh kearah Xian Ran.


Xian Ran yang mengerti hanya mengangguk lalu membuat segel tangan lagi dan pohon tersebut perlahan menghilang.


"Kenapa naga itu bisa berada di tempat ini saudari Lin?" tanya Xian Ran yang sejak awal sangat penasaran akan keberadaan seekor naga.


"Dia adalah peliharaanku namanya Qiao Bai." ucap Mei Lin sambil mengelus kepala Qiao Bai yang mendekat kearahnya.


Sontak saja perkataan Mei Lin itu membuat Xue Jia dan Xian Ran terkejut. Terutama Xian Ran yang sekarang ini menahan tawa atas hal yang menurutnya sangat lucu.


Hahahahahah!


"Ahk sial Aku tidak bisa menahannya. Ras Phoenix api memelihara naga Es? Lelucon apa yang kau lakukan ini saudari Lin Bukankah sebaiknya naga itu kau berikan pada saudari Hua?"


Hal ini tidak pernah terjadi sebelumnya dimana Ras Phoenix Api mempunyai peliharaan karena mereka merasa tidak membutuhkanya. Apa lagi peliharaan itu adalah seekor naga es yang memiliki elemen berlawanan dengan elemen utama yang Ras Phoenix api miliki.


"Aku tahu apa yang sedang kau pikirkan, tapi itu tidak akan merubah keputusanku. Dia adalah peliharaanku dan selamanya akan selalu seperti itu." ucap Mei Lin. Walaupun merasa kesal dengan ejekan dari Xian Ran namun dia bisa memakluminya.


Xian Ran yang mendengar itu berhenti dari tawanya dan suasana normal kembali.


"Baik-baiklah terserah kau saja. Sebaiknya sekarang kita kembali ke ibukota Kekaisaran surgawi untuk menemui Liyan'gege." Xian Ran terbang melewati lubang atap gua diikuti dengan yang lainya.


"Apa Liyan'gege sekarang ini berada di ibu kota Kekaisaran?"


"Ya, sekarang ini dia berada di sana, tapi ada kemungkinan jika sekarang ini dia sedang melakukan misi." ucap Xian Ran yang membuat Mei Lin kebingungan.


"Misi?"


"Aku akan menjelaskanya di perjalanan nanti. Sekarang sebaiknya kau urus dulu hewan peliharaanmu itu. Akan sangat menghebohkan jika membawa seekor naga masuk kedalam wilayah ibu kota Kekaisaran."


"Baiklah."


Naga besar yang terbang diatas mereka tiba-tiba mengecil dan semakin mengecil hingga membentuk sebuah gelang yang melilit lengan Mei Lin.


"Sebaiknya kau juga harus memberi pejelasan tentang gadis kecil dibelakang itu."


"Gadis kecil? Kita ini seumuran.. Apa kau tidak bisa melihat kesamaan ukuran tubuh diantara kita? jika Aku ini gadis kecil lalu kau disebut apa?!" Xue Jia sangat kesal dan tidak Terima disebut gadis kecil namun dia sama sekali tidak bisa melawan setelah melihat kejadian tadi.

__ADS_1


"Cih.. Dasar Bocah!


Sebaiknya kita pergi sekarang. Aku tidak sabar bertemu dengan Liyan'gege." Mei Lin lalu melesat terbang dan disusul oleh Xian Ran san Xue Jia berada disampingnya.


__ADS_2